Compartilhar

Bab 341

Autor: Darrel Gilvano
Cepat sekali datangnya si tua bangka ini!

Padahal dirinya bahkan belum sempat menggandeng tangan Yasmin. Dalam sekejap malah naik level jadi kakak ipar? Jangan bercanda, deh!

"Si tua bangka itu belum mati, pembatalan pertunangannya nggak sah!"

Edgar melambaikan tangan, "Aku dengar dari Yasmin, kamu baru saja bercerai. Aku tahu kamu takut jadi menantu keluarga kaya itu nggak mudah. Tapi tenang saja, di keluarga kami nggak ada yang berani menindasmu, bahkan Yasmin sekalipun!"

"Aku memang nggak pan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 350

    Berhubung saat ini masih musim panas, kondisi Edgar tidak terlalu bermasalah.Setelah beristirahat sejenak, mereka bertiga mengangkat gelas ke arah laut untuk bersulang beberapa kali bagi kakeknya, lalu baru pergi.Saat mereka kembali ke Bataram, langit sudah mulai gelap.Baru saja memasuki wilayah Bataram, Edgar langsung memberi instruksi pada cucunya, "Telepon kakakmu, suruh dia datang untuk makan malam bersama."Belum sempat Edward menjawab, Jimmy sudah tersenyum sambil menggeleng, "Sekarang dia kemungkinan masih sibuk sama Yunan, sepertinya nggak punya waktu.""Eh, kok kamu tahu Yunan?" Edward terkejut.Senyum nakal muncul di wajah Jimmy seraya berkata, "Aku yang suruh kakakmu cari masalah sama Yunan, kenapa aku nggak tahu?"Mendengar ucapannya, Edward langsung terpana, lalu berkata dengan penuh semangat, "Gimana caranya? Ajari aku sedikit!"'Ajari? Seberapa inginnya orang ini menjebak kakaknya?'Jimmy menatap Edward dengan geli. "Aku malas menjelaskan, nanti tanya saja langsung ke

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 349

    Edgar terus batuk, lalu melambaikan tangan dengan lemah.Siku dan lututnya lecet. Namun, melihat dia masih bisa bergerak dengan normal, seharusnya tidak ada masalah besar yang terjadi."Kamu jaga Kakek, aku ambil kotak P3K di mobil!" kata Edward kepada Jimmy, lalu buru-buru berlari ke tempat parkir. Jimmy membantu Edgar duduk di samping, lalu menanyakan apakah ada bagian lain yang terluka."Nggak apa-apa."Setelah merasa baikan, Edgar lalu tersenyum, "Aku ini pernah turun ke medan perang, luka sekecil ini nggak berarti apa-apa."Jimmy menatap Edgar dengan curiga, lalu mengernyit, "Jangan-jangan Bapak sengaja mau nguji aku?""Kamu mikir apaan, sih!" Edgar tersenyum sambil melotot pada Jimmy, "Kalau aku mau mengujimu, nggak perlu mempertaruhkan nyawaku sendiri! Aku bahkan belum sempat melihat cicit, nggak mau mati secepat itu.""Baiklah."Jimmy tersenyum tak berdaya.'Kakek tua ini benar-benar nekat! Dengan tubuh setua ini, malah pergi ke karang. Apa dia mau berdiri di sana sambil berpui

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 348

    Pagi-pagi keesokan harinya, Jimmy menerima telepon dari Edgar. Dia mengatakan ingin pergi ke pantai untuk berziarah kepada kakek Jimmy. Sekalian minum beberapa gelas di sana.Meskipun Jimmy tahu Edgar hanya ingin mencari kesempatan untuk membujuknya, dia memang tidak bisa menolak dengan alasan seperti ini.Namun yang membuat Jimmy heran, sepanjang perjalanan Edgar malah mengobrol tentang hal-hal seperti budaya dan kebiasaan di Bataram. Edgar sama sekali tidak menyinggung soal pernikahannya dengan Yasmin.Hal ini membuat Jimmy agak bingung dan menebak-nebak apa yang sedang direncanakan orang tua itu. Setelah berkendara beberapa jam sampai di pantai, Edgar meminta Jimmy membawa Edward berjalan-jalan ke tepi pantai, sementara dia ingin berbicara sendiri dengan kakek Jimmy dari hati ke hati.Jimmy menyetujuinya dan membawa Edward ke samping. Mereka juga khawatir dengan keselamatan Edgar, jadi tidak pergi terlalu jauh."Aku dengar, kamu menggoda kakakku?" Baru sampai di samping, Edward lang

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 347

    Setelah semuanya beres, Edward mengirim nomor kamar hotel kepada kakaknya. Sekitar pukul dua dini hari, Edward yang setengah tertidur samar-samar mendengar suara ketukan pintu. Setelah membuka pintu, barulah dia tahu bahwa Yasmin datang mencarinya."Kak, kamu ini ngapain sih!"Edward menggosok matanya yang masih mengantuk, lalu berkata dengan tak berdaya, "Sudah jam berapa ini? Kamu datang jam segini, memang sengaja nggak mau biarin aku tidur ya?""Kamu kira aku mau datang selarut ini?"Yasmin melotot kesal pada adiknya, lalu masuk ke dalam dengan lemas, "Aku baru bisa keluar setelah orang itu tidur!""Or ... orang itu?"Wajah Edward tampak canggung dan menatap kakaknya dengan bingung. Yasmin langsung menceritakan tentang Yunan dengan terus terang."Apa?"Begitu mendengar ceritanya, rasa kantuk Edward langsung hilang. "Ini jelas-jelas menindas orang! Kak, kamu hajar saja dia! Masa kamu takut sama dia?"Plak!Yasmin memang menghajar orang ... tapi yang dihajar adalah kepala Edward.Edwa

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 346

    "Kakek, lihat si Jimmy itu, keterlaluan sekali!""Nggak sopan dan nggak beretika. Sudah datang terlambat, malah ninggalin Kakek begitu saja. Kenapa sih kakek harus nikahin kakakku sama dia? Dari segi mana dia pantas dijodohin sama Kakak?"Di perjalanan, Edward terus mengomel tanpa henti tentang ketidakpuasannya terhadap Jimmy. Edgar hanya mendengarkan tanpa berkata apa-apa. Sampai Edward kehabisan kata dan berhenti sendiri, barulah Edgar berkata dengan tenang, "Sudah selesai?""Aku ...." Edward sedikit terdiam, lalu menjawab kaku, "Sudah.""Kalau sudah, sekarang dengarkan aku!" Edgar melirik cucunya dengan kesal, lalu bertanya, "Otakmu itu dipakai untuk apa? Apa kamu nggak melihat ada yang aneh?""Aneh? Aneh apa?" Edward bingung.Edgar menggeleng sambil tersenyum, lalu bertanya, "Menurutmu ... Jimmy takut sama aku nggak?"Takut?Sudut bibir Edward berkedut, wajahnya tampak muram saat berkata, "Kalau dia takut sama Kakek, mana mungkin dia berani nggak sopan begitu?""Nah, itu jawabannya

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 345

    'Motong jari?' Jimmy bergumam dalam hati, 'Kenapa mirip sekali sama hobiku dulu?'Setelah Jimmy menanyakan lebih lanjut, situasinya pun langsung menjadi jelas. Mengetahui isi taruhan mereka, sudut bibir Jimmy berkedut sejenak."Wah, kamu lumayan cepat belajar ya!"Bukankah ini sama saja dengan taruhannya dengan Yonah, hanya diubah sedikit caranya?"Pak ... Pak Jimmy, aku ...."Maruli memaksakan senyum yang bahkan lebih buruk dari menangis, wajahnya penuh kepanikan saat menjelaskan, "Pak Jimmy, kali ini benar-benar bukan kami yang cari masalah. Dia yang datang membuat keributan dengan menghancurkan barang dan memukul anggota kamu, sikapnya bahkan sangat arogan."Sambil berbicara, Maruli menunjuk Adrian yang bersembunyi di samping."Kamu lagi rupanya!"Jimmy langsung mengenali Adrian, lalu menggeleng sambil tersenyum, "Kamu benar-benar nggak pernah bisa diam sehari pun. Hati-hati tubuhmu habis terkuras sama minuman dan wanita."Kemarin dia membuat masalah di tempat Sabrina, Sabrina sudah

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 148

    Pada akhirnya, Zisel tetap tidak berhasil mengubah keputusan keluarga Laura.Memikirkan bagaimana dia dan Jimmy sudah membujuk dengan niat baik, tetapi malah dianggap punya maksud tersembunyi, amarah Zisel langsung meluap.Biar saja mereka melompat ke lubang itu! Nanti juga ada saatnya mereka menang

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 142

    Felix memesan sebuah ruang privat di Restoran Zarmina. Ruang VIP itu sangat luas, tetapi hanya ada mereka berdua di dalamnya. Sama sekali tidak ada adegan penyergapan dengan golok atau kapak seperti yang sempat dibayangkan Jimmy.Pada titik ini, Jimmy akhirnya paham betul apa yang sedang dilakukan F

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 162

    Menghadapi ancaman Jimmy, raut wajah Rasya langsung berubah sangat buruk. Selama ini selalu dia yang mengancam orang lain. Sejak kapan giliran orang lain mengancam dirinya?"Mau uang, ya?" Rasya menatap Jimmy dengan bengis. "Aku nggak punya uang. Kalau mau uang, aku panggil ayahku ke sini. Kalau kam

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 149

    Di perjalanan, Zisel kembali mulai memberi "pemanasan" untuk rencana menginap malam ini."Laporan apaan sih?" Kepala Jimmy menggeleng seperti mainan bandul. "Aku cuma mau bagi hasil, nggak mau urus, juga nggak bisa urus."Zisel tersenyum sambil mengatupkan bibir. "Mau kamu urus atau nggak, aku tetap

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status