Compartilhar

Bab 412

Autor: Darrel Gilvano
Melihat Edward yang begitu penakut, Yasmin langsung kesal.

"Berdiri!" Yasmin melotot pada adiknya. "Cuma kepala manusia saja, lihat dirimu yang pengecut itu!"

"Aku ...." Edward terdiam sejenak, hatinya merasa tidak adil. Dia benar-benar bukan pengecut!

Kakaknya saja Jenderal Siluman. Seberapa pun dia kurang pengalaman, tidak mungkin sampai takut hanya karena sebuah kepala.

Masalahnya, dia sama sekali tidak siap mental. Begitu buka pintu langsung ada kepala di depan wajahnya, ditambah suasana gel
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 434

    Melihat Jimmy berlari masuk, Yasmin langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada untuk mencegah bagian tubuhnya terlihat.Mana sempat Jimmy melihat tubuhnya lagi? Dia langsung bertanya dengan cepat, "Apa yang terjadi?""Ponselku meledak." Yasmin memalingkan wajahnya ke samping.Sepertinya sedikit malu."Kenapa ponsel bisa meledak begitu saja?"Jimmy menatap sisa-sisa ponsel di tanah dengan curiga, lalu tiba-tiba menatap Yasmin dengan heran. "Jangan-jangan kamu panggang ponselmu di api?""Ehem ...." Yasmin batuk kecil, lalu wajahnya memerah. "Ponselku kena air jadi nggak bisa dipakai, aku mau telepon Kakek untuk kasih kabar kalau aku baik-baik saja ...."'Astaga! Genius sekali!'Jimmy menatap Yasmin sambil tertawa getir.'Wanita ini buta soal kehidupan sehari-hari atau gimana? Dia nggak tahu kalau ponsel bisa meledak kalau dipanaskan? Kenapa nggak sekalian saja pakai parang untuk motong kabel listrik?'Melihat Jimmy menatapnya seperti melihat orang bodoh, wajah Yasmin langsung se

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 433

    Namun, Jimmy hanya sedikit menggeser tubuhnya, lalu berhasil menghindari tendangan itu."Hm?"Yasmin menatap Jimmy dengan heran.Bajingan ini benar-benar bisa menghindari serangannya? Seharusnya, dia tidak punya kemampuan seperti itu!Setelah berpikir sejenak, Yasmin tiba-tiba paham.Rubah Perak pernah menyelidiki Jimmy sebelumnya dan mengatakan bahwa saat menjadi satpam, bajingan ini pernah belajar sedikit teknik kuncian dan bela diri. Ditambah lagi sekarang Yasmin sendiri sedang terluka dan juga tidak benar-benar berniat menendangnya sampai mati. Jadi, wajar saja kalau Jimmy bisa menghindar."Sebaiknya kamu jangan memaksaku bertindak serius!" Yasmin menatap Jimmy dengan dingin, amarahnya terus membara."Jangan sampai kamu benar-benar serius." Jimmy tersenyum santai. "Kalau luka dalammu makin parah, kakekmu pasti akan cari aku lagi untuk mengobatimu."Sifat wanita ini memang agak buruk. Dengan kondisi seperti ini, luka yang seharusnya bisa sembuh dalam tiga hari, bisa berubah jadi tuj

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 432

    Mendengar ucapan Yasmin, Jimmy sedikit tertegun. Setelah kehilangan fokus sejenak, Jimmy langsung tertawa terbahak-bahak."Kamu ketawa apa?" Yasmin mengernyit dan menatapnya dengan bingung."Kupikir kamu orangnya serius!" Jimmy menatapnya dengan senyum di wajah. "Ternyata kamu juga bisa ngomong yang begitu, ya?"Kalau kalimat seperti itu keluar dari mulut Zisel atau Sabrina, dia sama sekali tidak akan merasa aneh. Namun, Jimmy tidak menyangka kata-kata seperti itu malah keluar dari mulut Yasmin."Cih ...." Yasmin mendecak. "Bukan nggak bisa, cuma aku nggak tertarik saja!""Iya iya, kamu hebat, kamu paling keren." Jimmy memutar mata, lalu melepas pakaiannya sendiri."Kamu mau apa?" Yasmin langsung marah lagi. "Berani-beraninya kamu bertingkah cabul di depanku, kamu cari mati?"Cabul apaan!Jimmy menatapnya tanpa berkata-kata karena terlalu malas menjelaskan. Dia mengambil sebatang ranting, lalu menggantung pakaiannya di dekat api untuk dikeringkan.Memangnya pakai pakaian basah itu nyam

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 431

    "Salahkan aku?" Jimmy mengangkat kedua tangannya, lalu langsung berjalan keluar."Mau ke mana kamu?"Yasmin melangkah maju dan menarik Jimmy, "Kalau mau mati, mati saja yang jauh, jangan cari mati di depanku!"Di luar, langit sudah gelap lagi dan hujan deras turun. Bajingan ini sangat lemah. Kalau sampai terpeleset dan jatuh dari gunung, masalahnya bisa jadi besar."Cari kayu bakar!"Jimmy menatap Yasmin seperti melihat orang bodoh. "Kalau nggak cari kayu untuk menyalakan api, apa pakaian kita bisa kering sendiri?"Setelah berkata demikian, Jimmy melepaskan tangan Yasmin dan langsung berjalan masuk ke dalam hujan. Di bawah hujan deras, semuanya basah kuyup. Kayu bakar juga ikut basah. Mencari bahan pemantik api tidaklah mudah.Setelah mencari dengan teliti, Jimmy akhirnya menemukan sedikit serabut rumput kering yang tidak terkena air. Dia membungkusnya dengan hati-hati menggunakan daun, lalu mengumpulkan beberapa kayu bakar sebelum kembali.Di bawah batu menonjol ada beberapa ranting k

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 430

    Setelah saling melotot dengan marah selama beberapa saat, akhirnya mereka berdua berjalan turun gunung bersama.Begitu Jimmy menanyakan situasinya, barulah dia tahu bahwa sebenarnya Yasmin tadi sudah ikut evakuasi. Hanya saja, ponselnya kemasukan air dan Edward tidak menemukannya di tengah kerumunan.Saat Yasmin menemukan Edward dan yang lainnya sudah siap pergi, barulah dia tahu kalau Jimmy malah naik gunung mencarinya.Edgar khawatir dengan keselamatan Jimmy, jadi menyuruh Yasmin cepat-cepat mencarinya.Jimmy merasa Yasmin mencari masalah, Yasmin merasa Jimmy membuat situasinya makin rumit. Keduanya pun sama-sama kesal. Maka terjadilah adegan tadi.Kalau saja Yasmin satu menit lebih cepat bertemu Edward dan yang lainnya, semua kejadian ini tidak akan terjadi. Mengetahui hal itu, Jimmy hanya bisa merasa tak berdaya.Saat mereka sampai di kaki gunung, barulah mereka sadar bahwa banjirnya semakin mengerikan. Di bawah, banyak pohon besar sudah tumbang tersapu arus. Jalan turun gunung mer

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 429

    "Ya sudah, anggap saja aku kebanyakan bicara!" Jimmy mengangkat bahu. Dia sudah mengingatkan. Kalau wanita ini tetap tidak percaya, ya biarkan saja!Saat Jimmy berjalan turun gunung, hujan mulai turun. Begitu sampai di lereng gunung, Jimmy tiba-tiba menyadari ada yang tidak beres.Tempat mereka berkemah berada di dataran rendah. Kalau hujan lebih deras sedikit saja, air pasti akan mengalir ke sana. Ini akan jadi banjir bandang!Hati Jimmy langsung menegang. Dia segera menelepon Zisel. "Cepat evakuasi semua orang! Mungkin akan terjadi banjir bandang! Cepat! Siapa pun yang nggak mau pergi, langsung pecat!"Mendengar nada serius Jimmy, Zisel tidak berani lengah dan segera mengatur evakuasi. Sekarang baru hujan kecil, tenda juga baru selesai dipasang, tentu saja semua orang enggan pergi.Zisel langsung menyampaikan kata-kata Jimmy, barulah semua orang mulai bergegas membereskan barang. Bersenang-senang boleh, tetapi tidak boleh sampai kehilangan pekerjaan. Bos sedermawan Jimmy sangat langk

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 92

    Keesokan harinya, kabar bahwa Yasmin sedang mencari seseorang di Bataram langsung menyebar luas.Semua orang tahu, siapa pun yang bisa membantu Yasmin menemukan orang itu pasti akan mendapat keuntungan yang sulit dibayangkan.Untuk sementara waktu, banyak orang di Bataram seolah-olah berubah menjadi

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 86

    Jimmy mengikuti Sabrina menuju ruangan tempat Argani berada.Begitu masuk, tercium bau obat yang menyengat. Saat melihat Argani, barulah Jimmy mendapati bahwa tangannya dibalut perban. Sementara itu, Jaka bertelanjang dada. Punggung dan dadanya juga dibalut kain kasa.Jelas, keduanya sama-sama terlu

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 91

    Zisel tertawa pelan. Ucapannya tepat mengenai sasaran.Karena perkataan Zisel benar, Jimmy langsung merasa canggung dan memalingkan wajah ke samping.Zisel tertawa manja, lalu mulai menyantap makanannya. Saat Zisel baru makan setengah, Jimmy beralasan mau ke toilet dan langsung kabur.Ketika Zisel s

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 89

    Apakah Laura tahu kalau dirinya ingin merebut Jimmy darinya? Bukankah Laura sendiri bilang tidak peduli pada Jimmy, bahkan katanya ingin menyerahkan Jimmy padanya?Melihat Zisel tampak bersalah, hati Laura langsung menegang. Jangan-jangan memang seperti dugaan Rafael?Semakin dipikirkan, Laura semak

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status