Share

Bab 468

Author: Darrel Gilvano
"Apa hubunganmu sama Jimmy?" Begitu Jimmy pergi, Hajahat langsung tidak sabar bertanya pada Yunan.

"Aku mau bunuh dia!" jawab Yunan dengan dingin.

"Bunuh dia?"

Hajahat sedikit terkejut, lalu seperti tersadar. "Jangan-jangan kamu mau balas dendam untuk kakakmu? Kakakmu 'kan bukan dibunuh dia, kamu ngapain ...."

Hajahat jelas lupa dengan peringatan Jimmy. Sebelum ucapannya selesai, Yunan sudah menyerang dengan niat membunuh. Namun dengan kemampuan Hajahat, Yunan tidak mampu berbuat apa-apa padanya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 649

    Sukro juga merasakan ketakutan yang begitu besar. Namun, dia tidak akan menyerah begitu saja!Mereka masih punya sandaran! Diego yang berada di belakang Basuki adalah sandaran terbesar mereka!Basuki merupakan orang kepercayaan Diego. Kini, salah satu tangannya ditebas putus oleh orang lain. Tidak mungkin Diego hanya diam dan membiarkan hal itu terjadi.Selama Diego turun tangan, sekalipun pihak lawan memiliki kemampuan setinggi langit, mereka tetap pasti mati!"Minggir!" Basuki mendorong Sukro dengan wajah penuh amarah.Dia menggertakkan gigi erat-erat agar tidak mengeluarkan jeritan menyedihkan, sementara matanya yang merah karena darah memandang Yunan seperti ular berbisa.Meskipun serangan pedang tadi datang begitu tiba-tiba, dia tetap sempat melihatnya. Pedang yang menebas putus tangannya itu berasal dari wanita itu.Dalam mimpi pun dia tidak menyangka bahwa wanita dingin dan cantik yang sejak awal diabaikannya ternyata adalah seorang ahli yang menyembunyikan kekuatannya.Menghada

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 648

    Kesombongan paling besar adalah pukulan paling telak!Begitu kata-kata Jimmy selesai diucapkan, suasana langsung hening total. Semua anggota Keluarga Enggana menatap Jimmy dengan tercengang. Dalam hati mereka bercampur keterkejutan dan kegembiraan.Harus diakui, nyali orang ini memang luar biasa besar. Di hadapan Basuki, dia masih berani sesumbar seperti ini!Namun, mereka justru berharap Jimmy makin arogan. Makin parah dia menyinggung Basuki, makin mengenaskan pula nasibnya nanti!Setelah sempat tertegun sesaat, anggota Keluarga Enggana mulai berteriak-teriak lagi."Berani sekali kamu bicara seperti itu kepada Tuan Basuki!""Kamu meremehkan Tuan Basuki ya?""Orang bodoh memang nggak tahu takut! Memangnya kalian mampu menyinggung Tuan Basuki?""Benar-benar cari mati!"Wajah mereka penuh penghinaan, sambil terus menjilat Basuki. Istilah "anjing yang mengandalkan kekuasaan tuannya" benar-benar tergambar sempurna pada diri mereka.Namun, tampaknya Basuki tidak menyukai sanjungan mereka. A

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 647

    Namun, itu sudah merupakan kehormatan yang sangat besar bagi Keluarga Enggana!Pada saat itu, Basuki kembali bertanya dengan nada datar, "Orang yang kamu sebutkan itu, apakah masih berada di hotel? Kalau masih di hotel, kita langsung ke sana saja. Aku bekerja dengan mengutamakan efisiensi dan nggak suka bertele-tele.""Seharusnya sudah nggak di hotel lagi," jawab Sukro segera."Orang itu sangat sombong. Dia bahkan bilang akan datang ke Keluarga Enggana. Saat ini, kemungkinan dia sudah tiba di rumah kami."Sudut bibir Basuki sedikit terangkat.Dengan nada penuh kesombongan, dia berkata, "Bagus. Jadi aku nggak perlu buang-buang waktu."Mendengar perkataan Basuki, Sukro langsung sangat gembira.Langit benar-benar berpihak kepada Keluarga Enggana! Selama Pak Basuki bersedia turun tangan, orang-orang itu pasti tidak akan berakhir baik! Dendam putra dan cucunya akhirnya bisa terbalaskan! Nanti dia harus berterima kasih dengan sungguh-sungguh kepada Basuki.Selama mereka bisa bergantung pada

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 646

    Dalam perjalanan menuju Keluarga Enggana, Sukro terus menyusun kata-kata di dalam pikirannya. Dia memikirkan bagaimana cara menjelaskan kesulitan yang sedang dihadapi keluarganya kepada Basuki.Basuki sudah menebak bahwa Sukro memiliki sesuatu yang ingin disampaikan. Dia pun menutup mata dan berkata dengan nada tidak senang, "Kalau ada yang ingin dikatakan, katakan langsung. Aku nggak suka orang yang berbelit-belit atau menyembunyikan sesuatu dariku!"Mendengar perkataan itu, hati Sukro langsung bergetar. Setelah terdiam sejenak, dia memasang senyum penuh sanjungan. "Pak Basuki benar-benar jeli. Aku merasa kagum ....""Cepat masuk ke inti masalahnya!" potong Basuki dengan tidak sabar.Sukro tampak sedikit canggung, lalu berkata dengan hati-hati, "Terus terang saja, Keluarga Enggana sedang menghadapi sedikit masalah. Dengan kemampuan keluarga kami, aku khawatir kami nggak mampu menyelesaikannya.""Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Basuki tanpa membuka matanya.Sukro segera menjawab, "

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 645

    "Kalau mereka benar-benar ingin meminta maaf, mereka seharusnya sudah datang sejak setelah kejadian semalam. Untuk apa menunggu sampai kita yang datang sendiri ke sini?"Jimmy tersenyum tipis."Lagi pula, kalau mereka benar-benar takut sama kita, dengan penampilan pengecut seperti itu, mereka seharusnya sudah kabur sejak lama. Mana mungkin mereka malah duduk diam menunggu kita datang mencari masalah?""Hm?"Mendengar perkataan itu, kedua wanita tersebut langsung hanyut dalam pemikiran sendiri.Beberapa saat kemudian, secercah pemahaman muncul bersamaan di mata mereka.Benar! Membuat kita masuk ke dalam jebakan!Keluarga Enggana pasti sudah menyiapkan kartu cadangan untuk menghadapi mereka!Tetua keluarga itu kemungkinan besar tidak sedang dirawat di rumah sakit, melainkan pergi mencari bala bantuan. Sikap rendah hati yang mereka tunjukkan sekarang tidak lebih dari upaya untuk menenangkan mereka sementara waktu.Setelah memahami hal itu, keduanya tidak berkata apa-apa lagi.Tak lama kem

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 644

    Sekitar pukul setengah 11 pagi, Jimmy membawa Sabrina dan Yunan ke kediaman Keluarga Enggana. Bahkan sebelum turun dari mobil, mereka sudah melihat anggota Keluarga Enggana berdiri berjajar di depan gerbang."Ini lagi nyambut kita?" tanya Sabrina dengan heran sambil melemparkan senyum menawan kepada Jimmy.Apakah sikap Keluarga Enggana ini berarti mereka sudah menyerah? Namun setelah dipikir-pikir, hal itu juga tidak terlalu aneh.Setelah peristiwa semalam, jika Keluarga Enggana masih tidak menyadari bahwa mereka telah menyinggung orang yang tidak seharusnya disinggung, maka mereka pasti terlalu sombong atau terlalu bodoh."Siapa yang tahu?" Jimmy mengangkat bahu. "Nanti kita tanya saja."Sabrina tersenyum dan tidak berkata apa-apa lagi. Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan gerbang Keluarga Enggana. Melihat ketiga orang yang turun dari mobil, seluruh anggota Keluarga Enggana langsung merasa jantung mereka berdegup kencang.Mereka datang! Mereka benar-benar datang!Sebelum Sukro b

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 47

    Melihat sosok Jimmy yang menghilang dari pandangannya, Sabrina merasa penasaran. Jelas-jelas Jimmy adalah orang hebat, kenapa dia berpura-pura lemah? Apa tujuan Jimmy berbuat seperti itu?Orang suruhan Sabrina sangat profesional. Mereka membawa mayat-mayat itu pergi dengan cepat, bahkan noda darah d

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 48

    Sesudah kembali ke vila, Jimmy terus duduk di halaman. Jantungnya mulai berdegup kencang saat memikirkan momen dia membunuh orang tadi.Jimmy bukan takut, melainkan antusias. Bahkan dia makin antusias setiap memikirkannya, seakan-akan naluri membunuh yang sudah tidur sangat lama kembali dibangkitkan

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 56

    Setibanya di rumah, Zisel menceritakan kejadian malam ini kepada kedua orang tuanya dengan sangat bersemangat.Mendengar penuturan putrinya, Marcus dan Livia langsung terpaku. Bahkan setelah Zisel menjelaskan seluruh kejadian secara rinci, keduanya masih belum sepenuhnya sadar.Beberapa saat kemudia

  • Kebangkitan Pendekar Amnesia   Bab 59

    Jimmy sudah malas meladeni dua orang itu. Dia menoleh ke Zisel dan berkata, "Ayo pergi."Zisel segera mengikuti langkah Jimmy sambil terkekeh. "Kakak Ipar, kamu kejam sekali!"Wajah Jimmy langsung menggelap. Pandangannya melirik sekilas ke arah dada Zisel. "Kamu juga kejam.""Apa ...."Wajah Zisel l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status