LOGINSetelah mengalami insiden Hog, mereka akhirnya menyadari bahwa kekuatan mereka tidak sehebat yang selama ini dibayangkan. Bahkan bisa dikatakan, mereka masih cukup lemah. Bergabungnya ketiga keluarga besar ini justru akan menjadi tambahan kekuatan yang sangat berharga bagi mereka.Setelah Jimmy sampai melakukan semua ini, kalau mereka masih memperlakukan tiga keluarga itu dengan baik, berarti mereka memang bodoh atau tidak punya harga diri."Kalau begitu, urus saja sesuka kalian." Jimmy tersenyum santai.Yasmin perlahan berdiri. "Apa pun alasannya, kali ini kamu telah memberi kami begitu banyak bantuan yang kuat. Kami memang harus berterima kasih kepadamu. Nanti kalau ada waktu, kami akan mentraktirmu makan.""Di resormu.""Nggak perlu." Jimmy menggeleng sambil tersenyum. "Bagaimanapun juga, aku menggunakan mereka untuk melunasi utang kepadamu. Soal makan-makan, lupakan saja. Asalkan nanti kamu nggak lagi mengungkit masalah itu.""Jangan mimpi!" Wajah Yasmin langsung memerah. Dengan na
Untuk serangan seperti itu, Jimmy sudah terlalu terbiasa. Bahkan bisa dikatakan sudah mati rasa.Saat Yunan mengayunkan pedangnya, Jimmy langsung mengulurkan jarinya dan menjentik bilah pedang itu hingga menyimpang.Setelah satu serangannya gagal, Yunan juga tidak melanjutkan serangan berikutnya. Dia hanya mendengus kesal dan memelototi Jimmy. Kemudian, dia berbalik dan berlari masuk ke kamarnya sendiri.Jimmy mengangkat bahu, lalu menutup pintu kamar. Saat berbalik, dia mengeluh kepada Yasmin dengan wajah pasrah. "Menurutmu, nasib apaan sih aku ini? Kenapa aku selalu bertemu gadis-gadis yang nggak bisa diajak bercanda?"Yasmin tahu bahwa dirinya juga termasuk dalam kategori "tidak bisa diajak bercanda" yang dimaksud Jimmy. Wajahnya langsung memerah saat berkata, "Dengan cara bicaramu yang selalu menggoda orang, memangnya siapa yang tahan?""Dia boleh menggodaku, tapi aku nggak boleh godain dia?" Jimmy melemparkan tatapan kesal kepadanya. Lalu, dia kembali duduk di hadapan Yasmin. "Sud
Saat masih berbicara melalui telepon dengan Sabrina, Jimmy menerima panggilan dari Yasmin. Setelah mengakhiri percakapannya dengan Sabrina, Jimmy langsung menelepon Yasmin kembali.Begitu panggilan tersambung, Yasmin langsung menyampaikan tujuannya. "Aku ingin ketemu dan bicara sama kamu. Kamu lagi di mana sekarang?"Jimmy juga menjawab dengan lugas dan memberitahukan alamat hotel tempat mereka menginap. Setelah berbicara singkat, keduanya pun mengakhiri panggilan.Baru menjelang tengah malam, Yasmin tiba dari Lotara.Mendengar ketukan dari luar kamar, Jimmy bangkit dan membuka pintu. Sesuai dugaan, yang berdiri di luar memang Yasmin. Jimmy tersenyum dan bertanya, "Jadi, kita mau bicara di luar atau di kamarku saja?""Di kamarmu saja." Sambil menjawab, Yasmin langsung melangkah masuk.Jimmy menutup pintu, lalu menoleh ke arahnya sambil bercanda, "Kamu masuk ke kamar pria tengah malam begini. Nggak takut aku macam-macam sama kamu?"Yasmin melemparkan tatapan kesal kepadanya. "Kalau mema
Saat hari mulai gelap, Jimmy membawa Yunan tiba di Keluarga Riyardi. Setelah menekan Keluarga Riyardi dengan kekuatan mutlak, Jimmy juga menyampaikan syaratnya kepada mereka. Karena tidak mampu melawan tekanannya, Keluarga Riyardi akhirnya terpaksa menyetujui untuk berada di bawah komando Yasmin.Setelah itu, Jimmy dan Yunan meninggalkan tempat tersebut dan mencari hotel untuk beristirahat. Informasi yang dia peroleh dari Keluarga Riyardi hampir sepenuhnya sama dengan informasi dari dua keluarga lainnya.Semua petunjuk pada akhirnya mengarah kepada Purbaloka dan Ervon.Dari Keluarga Riyardi, Jimmy juga mengetahui bahwa mereka sebenarnya sudah mendengar tentang hadiah buronan yang berkaitan dengan Sabrina. Namun, mereka tidak berani bertindak. Mereka khawatir Nara masih hidup.Atau mungkin ada seseorang yang sengaja ingin memancing mereka keluar untuk membantu Nara balas dendam.Setelah kembali ke hotel, Yunan terus mendesaknya dengan berbagai pertanyaan. Jimmy pun menceritakan semua in
Yasmin hanya merasa kepalanya berdengung tanpa henti. Pikirannya benar-benar kosong. Bahkan dia sendiri tidak tahu ke mana kesadarannya melayang.Satu Keluarga Gutawa saja sudah membuatnya merasa seperti sedang bermimpi. Sekarang Keluarga Riyardi dan Keluarga Saif juga akan diberikan kepadanya? Kalau benar begitu, bukankah dia akan memiliki begitu banyak petarung kuat di bawah komandonya?Mungkin jika dipilih secara acak, siapa pun di antara mereka bisa mengalahkannya yang hanya seorang petarung tingkat tujuh! Apa sebenarnya yang ingin dilakukan bajingan ini? Apa yang telah dilakukan ketiga keluarga itu hingga membuatnya begitu marah?Jimmy bahkan ingin menyerahkan tiga keluarga bela diri kuno terkuat di wilayah dataran tengah ke bawah komandonya! Jimmy tidak memedulikan keterkejutan Yasmin. Tatapan dinginnya kembali jatuh pada Wiko."Katakan jawabanmu. Jangan menguji kesabaranku."Perkataan Jimmy itu jelas merupakan ultimatum terakhir bagi Wiko.Dalam hatinya, tentu ada seratus alasan
"Aku akan memberimu tiga keluarga besar!"Mendengar perkataan Jimmy, Yasmin dan Ibnu langsung tertegun bersamaan.Apa maksudnya? Jangan-jangan Keluarga Gutawa adalah salah satu dari tiga keluarga yang ingin dia berikan kepada Yasmin?"Tiga ... keluarga besar?" Sudut wajah Yasmin sedikit berkedut. "Termasuk ... Keluarga Gutawa?""Ya." Jimmy mengangguk ringan. Lalu, dia mengangkat pandangannya ke arah Wiko dan berkata dengan nada yang tidak memberi kesempatan untuk dibantah, "Mulai sekarang, seluruh Keluarga Gutawa berada di bawah komando Jenderal Yasmin. Semua orang harus mematuhi perintahnya."Apa?!Mendengar perkataan Jimmy, napas Wiko langsung menjadi berat.Seluruh anggota Keluarga Gutawa juga menunjukkan ekspresi terkejut. Mereka seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. Bahkan putra bungsu Wiko yang sedang bertarung dengan Yunan langsung menghentikan pertarungannya.Setelah beberapa detik terdiam, tatapan penuh kemarahan langsung tertuju kepada Jimmy dari segal
Belum pernah mereka melihat yang senekat ini.Suara Ervina sangat keras, sikapnya pun sangat angkuh. Zosh langsung memperhatikan dirinya dan pria di sampingnya, lalu segera membawa orang-orangnya mendekat."Kamu Rafael?" Tatapan Zosh dingin dan tajam saat menatap Rafael.Belum sempat Rafael membuka
Hanya dengan satu pukulan, Zosh langsung kehilangan kemampuan untuk melawan sepenuhnya.Pupil Ryder mendadak menyempit. Dia menatap Jimmy dengan wajah penuh ketidakpercayaan. Para pengawal di sisi Ryder juga terpaku oleh pemandangan itu.Orang lain mungkin tidak tahu seberapa hebat kemampuan Zosh, t
Dia takut menakuti Zisel? Jimmy menatap Mukhtar dengan heran. "Separah itu?""Sangat menyeramkan." Mukhtar tersenyum pahit. "Terus terang saja, Pak Jimmy, aku sudah bertahun-tahun menekuni dunia medis dan pernah melihat banyak penyakit aneh. Tapi saat melihat kondisi Kimberly, bahkan aku sendiri sam
Penipu? Mukhtar menatap Endaru dengan ekspresi bingung. Dia melihat kemampuan Jimmy dengan mata kepala sendiri. Bagaimana mungkin Jimmy adalah penipu?"Jadi kamu memang penipu ya!" Robin menepuk tangan sambil tertawa terbahak-bahak, menatap Mukhtar dengan wajah penuh ejekan. "Mukhtar, penglihatanmu







