LOGINYe Wanruo dan Han Cheng sampai di Puncak Lima, tempat Tetua Alkimia berada. Tetua Luar masih berjalan mondar-mandir dengan tak tenang di bagian depan kediaman tersebut.“Tetua,” sapa Han Cheng hormat.Pria itu menatap dua murid yang datang, dengan dahi berkerut. “Kenapa kalian di sini?”“Kepala Sekte menyuruh kami ke sini, melihat keadaan pemuda yang Tetua bawa. Kepala Sekte mengatakan kalau---”Tetua Luar mengangkat tangan memerintahkan Han Cheng untuk diam. Dia membaca pesan dari batu komunikasi yang baru diterimanya.“Baiklah. Karena Kepala Sekte sendiri yang memberi perintah, aku tak akan menghalangi,” ujarnya setelah menyimpan lagi batu komunikasi it uke dalam cincin penyimpanannya.“Tapi … pemuda itu masih tidak sadarkan diri.” Tetua Luar memandang ke dalam kediaman Tetua Alkimia dengan gelisah.“Entah apakah mungkin untuk memindahkannya ke tempat lain dalam keadaan seperti itu tanpa membahayakan nyawanya.”“Bagaimana kalau pesan Kepala Sekte kita sampaikan dulu pada Tetua Alkim
Di luar pusat sekte, Penatua Agung Mo dan Jenderal Han sama-sama menatap kubah emas yang baru terbentuk. Keduanya memahami bahwa seseorang telah menggunakan teknik formasi yang tidak dikenal untuk menahan kehancuran lebih besar.Dan di antara semua orang yang masih bertarung di lembah itu, hanya satu sosok yang sejak tadi mereka cari yang mampu melakukan sesuatu seperti itu. Pemuda asing yang membawa peninggalan dari reruntuhan.Jenderal Han mengangkat tombaknya. “Temukan dia!” raungnya murka. “Dia tidak boleh meninggalkan medan perang!”Penatua Agung Mo segera memberi perintah kepada para muridnya.“Cari pemuda berjubah biasa itu! Periksa setiap bangunan dan jalan keluar. Jangan biarkan pencuri warisan tersebut lolos!”Sementara di pusat sekte, keadaan tidak lebih baik.Guru Qin Lan tiba beberapa saat kemudian. Di belakangnya menyusul Ye Wanruo dan Han Cheng yang berusaha keras menahan Ye Wanruo untuk bersikap impulsif.“Kenapa dia di sini?” tanya Kepala Sekte sambil menatap Ye Wanru
Beberapa tetua segera menyalurkan energi ke batu-batu rune yang masih utuh. Mereka tidak memahami struktur formasi tersebut, tetapi mampu merasakan bahwa pola itu memberi mereka kesempatan untuk mengalihkan tekanan dari pusat sekte.Lin Yuan menggelengkan kepala.“Jangan ... gunakan energi kalian untuk memaksakan aliran. Ikuti jalur yang sudah terbentuk.”Ia kembali menempelkan telapak tangan ke tanah. Lapisan ketujuh menyala. Lapisan kedelapan menyusul.Namun, saat ia berusaha membangun lapisan terakhir, sebuah gelombang energi asing menghantam samudra dantiannya. Segel yang selama ini mengurung energi tak dikenal di dalam tubuhnya bergetar hebat.Lin Yuan membelalakkan mata. ‘Jangan sekarang!’Ia segera berusaha menstabilkan segel tersebut, tetapi energi spiritualnya terlalu sedikit. Dua aliran yang berbeda bertabrakan di dalam meridiannya, membuat dadanya terasa seperti diremas dari dalam.PRAK!Sebuah batu rune pecah. Membuat lapisan kedelapan bergetar.Lin Yuan merasakan dunia di
Lin Yuan mendengar ucapan itu, tetapi tidak memiliki waktu untuk memikirkan reaksi para ahli tersebut. Mata Ilahinya telah menemukan sesuatu yang jauh lebih mengkhawatirkan.“Tempat apakah ini di masa lalu? Kenapa Klan Lin Kuno membangun formasi sebesar ini, di sini?” Lin Yuan tak habis pikir.Setiap kali tangan raksasa itu bergerak, energi yang tersedot dari medan perang mengalir menuju pusat Sekte Naga Awan. Di sana, sebuah simpul energi mulai terbentuk di bawah aula utama. Jika simpul itu pecah, seluruh pusat sekte mungkin akan runtuh bersama para murid yang berlindung di dalamnya.Lin Yuan menoleh ke arah benteng.Ia bisa saja mencoba melarikan diri sekarang. Dengan rune penyamaran, beberapa teknik pergerakan, dan kekacauan yang terjadi, peluangnya untuk lolos mungkin masih ada.Akan tetapi, jika simpul energi itu meledak, orang-orang yang masih bertahan di dalam benteng akan kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan diri.Lin Yuan mengepalkan tangan. “Celaka.” Ia berbalik dan ber
Ia segera membentuk segel untuk mengendalikan pilar-pilar itu. Namun, energi yang mengalir di bawah tanah tidak lagi mengikuti perintahnya. Justru sebaliknya, aliran spiritual dari senjatanya tersedot menuju pusat lembah.Penatua Agung Mo juga menurunkan tangannya. Ratusan pedang di udara bergetar, seolah kehilangan arah. “Apa-apaan ini!”Para kultivator dari ketiga kekuatan mundur dengan panik.Dari retakan terbesar di tengah lembah, cahaya keemasan menyembur ke langit. Debu dan bebatuan terangkat membentuk pusaran raksasa, memperlihatkan sebuah lingkaran rune kuno yang tertanam jauh di bawah permukaan tanah.Lin Yuan menatapnya dengan wajah pucat. Ia tidak pernah melihat pola sebesar itu, tetapi Mata Ilahinya mengenali struktur dasarnya. Lingkaran tersebut bukan sekadar bagian dari formasi pengepungan. Sembilan pilar perak hanya menumpang pada jalur yang jauh lebih tua, mengalirkan energi mereka ke sebuah simpul yang terkubur di bawah gunung.Inti Formasi Klan Lin di dalam cincin pe
Jenderal itu mengayunkan tombaknya ke bawah. Puluhan bayangan macan menerjang serentak.GRAAAAAAH!Udara meledak.Cahaya perak memenuhi lembah, membentuk gelombang yang menyapu seluruh area pertempuran. Tanah terangkat dalam bongkahan besar, pohon-pohon tercabut hingga akarnya, dan sisa bangunan di dekat gerbang hancur seperti terbuat dari tanah liat kering.Penatua Agung Jiang mengangkat kedua tangannya. “Cakram Surgawi!”Sungai spiritual muncul di belakangnya, jauh lebih kecil daripada sebelumnya, tetapi arusnya berputar dengan kecepatan yang mengerikan. Ia memadatkan seluruh sisa energinya menjadi sebuah perisai berbentuk cakram.Benturan pertama membuat perisai itu retak. Benturan kedua memecahkan separuh permukaannya. Yang berikutnya, menghancurkannya sepenuhnya.Penatua Agung Jiang terpental. Tubuhnya menghantam tanah, berguling melewati batu-batu tajam, lalu berhenti di dekat sebuah pilar yang runtuh.“Guru!” Seorang murid muda menerjang ke arahnya.Penatua Agung Jiang mencoba







