MasukPada saat yang sama, terdengar jeritan dari belakang salah satu kereta.Seorang penjaga terlempar keluar dari balik bayangan dan menghantam tanah. Dua sosok berpakaian hitam muncul di belakangnya, masing-masing membawa pedang pendek.“Mereka ada di dalam!”Teriakan itu membuat halaman langsung kacau.Para penjaga bergegas mengepung kedua penyusup. Salah seorang penyerang mengayunkan pedangnya, tetapi Kepala Penjaga berhasil menangkis serangan itu sebelum menusukkan senjatanya ke bahu lawan. Pria berpakaian hitam tersebut mundur sambil memegangi lukanya, lalu mencoba melarikan diri menuju kereta.Lin Yuan mengangkat tangannya. Sebuah rune menyala di bawah kaki pria itu.Tanah langsung bergetar dan rantai cahaya muncul dari permukaan, mengikat kedua kaki penyerang. Dia jatuh tersungkur sebelum sempat mencapai kereta.“Jangan bunuh!” perintah Lin Yuan.Kepala Penjaga menahan serangannya.Penyerang itu mengangkat wajah dan menatap Lin Yuan dengan kebencian. “Kau…”Sebuah jarum kecil tiba-
Mata Lin Yuan menyipit.Api tiba-tiba menyala di kejauhan. Sebuah benda bulat dilemparkan melewati pagar dan jatuh di dekat dua kereta menimbulkan ledakan api yang lebih besar dan membubung tinggi.Kuda-kuda yang meringkik panik mulai menarik tali kekang mereka. Para pelayan berteriak sambil berusaha menenangkan binatang-binatang itu.“Padamkan api!” teriak Kepala Penjaga.Beberapa orang bergegas mengambil air.Lin Yuan tidak bergerak. Tatapannya tertuju pada benda yang baru saja meledak. Itu bukan teknik api biasa. Sisa energi spiritual yang tertinggal di udara menunjukkan bahwa benda tersebut dibuat secara khusus untuk membakar barang-barang di dalam kereta.“Bukan perampokan,” gumamnya.Tuan Bai yang sejak tadi berdiri di dekat bangunan utama langsung menoleh. “Apa maksudmu?”Lin Yuan mengambil anak panah yang tadi jatuh di tanah. Mata Ilahinya menyala. Tatapannya menembus batang kayu anak panah, lalu berhenti pada sebuah ukiran kecil yang tersembunyi di dekat pangkalnya.Seekor na
Lin Yuan menerima cincin penyimpanan itu, lalu segera berjalan menuju halaman depan.Tiga ribu batu roh bukan jumlah kecil bagi rombongan pedagang biasa. Namun, bagi Lin Yuan, yang pernah memperoleh warisan kuno dan memiliki pemahaman mendalam tentang Dao Rune, jumlah itu cukup untuk membangun formasi perlindungan berskala sedang yang mampu menutupi seluruh kediaman, sementara.Dia berdiri di tengah halaman dan memejamkan mata sejenak.Kesadaran spiritualnya menyebar.Halaman, bangunan utama, dapur, gudang, bahkan deretan kereta kuda yang terparkir di sisi kediaman semuanya masuk ke dalam jangkauan pengamatannya. Puluhan peti masih berada di dalam kereta karena perjalanan mereka belum selesai, dan sebagian besar berisi barang dagangan bernilai tinggi yang tidak mungkin dipindahkan hanya untuk satu malam.Lin Yuan mengangkat tangan. Batu roh pertama melayang dari cincin penyimpanan. Kemudian batu kedua, ketiga, keempat...Dalam sekejap, puluhan batu roh melesat ke berbagai sudut halama
Firasat kuat dan merasa ada yang mengawasi, membuat Lin Yuan terbangun dari tidurnya yang sangat nyenyak. Dia segera duduk, lalu jalan ke ruang depan. Di sana, para pelayan pria tidur berjejer begitu saja di lantai, beralas tikar jerami.Pemuda itu mengamati suasana di luar dari jendela. Para penjaga membuat api unggun di halaman depan rumah itu untuk menghangatkan diri. Beberapa yang lain berjalan memeriksa sisi rumah secara bergantian.Mata Ilahinya memeriksa dalam kegelapan malam yang pekat tanpa bintang. DI kejauhan hanya terbentang garis batas hutan yang dilindungi pepohonan lebat. Tidak ada apa pun yang terlihat mencurigakan. Tapi firasatnya biasanya tak pernah salah.“Ada apa Tuan Muda Yuan?” sapa seorang penjaga kala melihatnya keluar dari pintu.“Aku hendak ke kamar kecil,” ujarnya beralasan.“Tempatnya jauh ke belakang,” kata seorang penjaga. Lalu dia menoleh pada seorag rekannya.“Hei, kau … temani Tua Yuan ke kamar kecil di belakang,” perintahnya.Pria itu bangkit dari dud
Prajurit itu memeriksanya. “Yuan Lin.”“Ya,” sahut Lin Yuan cepat.“Pergilah.”Prajurit itu mengembalikan kartu identitas. Lin Yuan menerimanya dengan tenang. Kereta kembali bergerak. Setelah melewati gerbang, Lin Yuan baru mengembuskan napas perlahan.Penyamaran berhasil. Tidak ada yang mengenalinya. Rombongan terus meninggalkan ibukota. Beberapa saat kemudian, dinding kota mulai mengecil di belakang mereka.Su Wanqing membuka tirai kereta. “Ap akita sudah keluar?”Pelayan di sebelahnya menjawab, “Sudah.”Su Wanqing memandang ke belakang. Dinding ibukota terlihat semakin jauh. Dia menurunkan tirai.“Rasanya aneh,” katanya.“Kenapa?” tanya pelayan itu lagi.“Setelah tinggal begitu lama di sana, akhirnya pergi tanpa tahu kapan akan kembali.”Pelayan wanita itu tidak langsung menjawab. “Tidak perlu memikirkan kapan kembali.”Dia menatap jalan di depan. “Untuk sekarang, kita hanya perlu memastikan kita sampai dengan selamat di ibukota Kekaisaran Agung.”Su Wanqing tersenyum kecil. “Baik.
Tidak lama kemudian, Bai Zhenyu masuk ke ruangan. Dia berhenti ketika melihat Su Wanqing dan Lin Yuan sudah berbicara.“Nona Su,” sapanya hormat. “Ternyata Anda sudah sampai.”Su Wanqing mengangguk dan memberi pujian, “Pelayan Anda sangat membantu saya.”Bai Zhenyu kemudian menoleh pada Lin Yuan yang berdiri tak jauh dari Su Wanqing.“Terima kasih sudah menjemputnya,” kata pemuda itu.Bai Zhenyu mengangguk. “Tidak ada masalah. Dia bukan buronan. Tidak ada yang memperhatikan.”Lin Yuan menghela napas lega. “Bagus.”Bai Zhenyu kemudian melihat Su Wanqing.“Perjalanan ke Ibukota Kekaisaran Agung akan memakan beberapa hari. Apakah Nona Su sanggup?”“Aku sanggup.” Jawabannya sederhana.Bai Zhenyu mengangguk. “Kalau begitu, persiapkan diri. Kita akan berangkat hari ini.”Lin Yuan menatapnya dengan ekspresi terkejut. “Hari ini?”“Ya.” Bai Zhenyu berjalan mendekat dan bicara dengan suara rendah, “Orang-orang Rumah Lelang Naga Giok masih mengawasi gedung ini. Aku tidak ingin memberi mereka leb







