FAZER LOGIN"Ya Tuhan perutku! Perutku sakit!" rintih Vina. Sedangkan Aland masih sibuk menangani orang-orang itu. Vina berusaha untuk menahannya. Ia berusaha untuk membuka handle pintu, tapi rasanya sudah tidak berdaya. "Mas, tolong aku!" teriak wanita itu sambil melambaikan tangannya. Rasa mulas itu semakin kencang. Dan Vina merasa ada cairan yang keluar dari jalan lahirnya. "Ya Tuhan. Air ketubannya sudah pecah. Aku harus bagaimana! Mas, tolong aku!" "Sabar ya, Nak. Tunggu ayahmu sebentar saja. Jangan keluar dulu!" ucapnya seolah ia sedang mengajak bayinya bicara. Tapi seperti si jabang bayi tidak mau mendengar, ia ingin terus keluar, mungkin ia ingin segera melihat indahnya dunia dan wajah kedua orang tuanya. Vina berusaha untuk berteriak sekeras-kerasnya. Tapi, ia berada di dalam mobil yang terkunci secara otomatis. Hanya Aland yang bisa membukanya. Sementara itu setelah Aland tahu jika orang-orang itu adalah suruhan Erick. Segera ia menyudahinya. Ia pukul kepala pria itu hingga ta
Ada beberapa orang yang yang turun dari mobil. Mereka pria yang memakai topeng. Ada empat orang dan mereka langsung menghampiri mobil Aland. Wajah Vina langsung pucat karena ia merasa orang-orang itu akan berbuat jahat. "Mas, aku takut!" ucapnya sambil memegangi lengan suaminya. Aland langsung menenangkan sang istri. "Jangan khawatir, semua pasti baik-baik saja," katanya. "Tapi, Mas. Kamu sendirian dan mereka berempat!" sahut Vina. Sementara itu keempat orang itu memaksa Aland untuk keluar. Beruntung, Aland tidak sebodoh itu. Mobilnya sudah dilindungi dengan anti peluru sehingga dirinya bisa melindungi sang istri meskipun tanpa pengawalan. Bisa saja ia menabrak mobil di depannya dengan mudah. Cuma, ia ingat jika istrinya sedang hamil. Ia tidak ingin membuat istrinya khawatir. Di luar, orang-orang itu benar-benar melakukan hal yang brutal. Mereka memaksa Aland keluar dengan berusaha untuk merusak kaca mobil. Tapi, tidak semudah itu mereka bisa menghancurkan mobilnya. "Woi
Di sisi lain, sebagai asisten pribadi yang sangat setia pada sang atasan. Romi yang sudah memiliki kecemasan terhadap kehadiran Erick. Diam-diam pria itu menyelidik setiap file dan berita tentang Erick Hermawan. Romi terus berusaha untuk mendapatkan fakta siapa sebenarnya pria itu. Karena ia yakin sekali bahwa Erick sedang merencanakan sesuatu untuk menghancurkan majikannya. Hingga akhirnya Romi dibuat terkejut saat tahu jika Erick Hermawan adalah anak pungut alias anak angkat dari Nyonya Rose dan mendiang suaminya. Romi mendapatkan artikel itu dari file yang sudah tersembunyi bertahun-tahun dan publik sudah tidak mengekspos nya. Dalam artikel itu menyebutkan bahwa Nyonya Rose menamai anak angkatnya dengan membubuhkan nama Hermawan di belakangnya. Dengan begitu orang akan menganggap jika Erick adalah anak kandungnya. Sedangkan nama asli Erick Hermawan adalah Erick Sebastian. "Jadi, Erick Hermawan adalah anak angkat? Dia bukan anak kandung Nyonya Rose? Ya Tuhan." Tapi, ada art
Acara makan malam di hari itu adalah sebuah hari yang paling mendidih bagi Erick. Pria itu ingin sekali menyingkirkan Aland dari sisi Vina untuk selamanya agar dirinya bisa memiliki wanita itu. Nyonya Rose melihat wajah putranya yang penuh kecemburuan. Sebenarnya ia sangat menentang keras rencananya untuk mengusik hidup Vina. Karena ia tahu ia pasti akan mendapatkan mara bahaya karena Aland tidak akan pernah membiarkan orang lain menggoda istrinya. Vina sendiri ingin menunjukkan kepada Erick bahwa Aland adalah pria yang sangat dicintainya. Sepertinya temannya itu harus tahu bahwa Erick tidak akan pernah bisa mengungguli Aland. Bagaimana juga dan sekaya apapun dia. "Sial! Rasanya aku ingin sekali mengulang waktu dan aku bawa Vina pergi jauh. Atau jika perlu, aku tidak akan membiarkan wanita itu keluar. Hanya aku yang bisa melihatnya. Ini memang terdengar kejam, tapi aku sangat tidak rela dia dilihat oleh laki-laki lain. Apalagi sekarang dia sedang hamil!" batin Erick sambil mence
"Aku tidak punya istri!" Erick langsung menjawabnya. "Ohhh, sorry. Aku tidak tahu!" "Tidak apa-apa. Aku memang belum kepikiran untuk menikah sampai wanita yang aku cintai belum aku dapatkan," kata Erick seolah dirinya begitu mengharapkan Vina. Vina menoleh ke suaminya. Lalu dengan bangganya ia memperkenalkan Aland sebagai suami yang sangat baik dan penyayang. Setidaknya Vina ingin menunjukkan pada Erick bahwa Aland adalah pria pilihannya. Karena ia merasa Erick masih mengharapkan dirinya. "Ohhh aku berharap kamu segera mendapatkan jodohmu, Rick. Menikah adalah sesuatu yang indah. Aku juga sangat bersyukur karena mendapatkan suami yang begitu baik seperti dia. Dan aku berharap kamu bisa mendapatkan istri yang mencintaimu dengan tulus seperti aku yang mencintai suamiku dengan tulus! Dan sekarang kami sedang menunggu kelahiran buah hati kami yang ketiga" Lagi-lagi, kata-kata Vina semakin membuat Erick panas. Pria itu mengepalkan tangannya di atas meja. Melihat Vina yang memperlakuka
Vina sendiri melihat betapa besarnya rumah Erick Hermawan. Bahkan ia sendiri tidak percaya, apa benar ini rumah Erick temannya dulu? "Ini rumah Erick, Mas?" tanya Vina sambil memperhatikan arsitektur bangunan rumah itu. "Ya! Ayo kita masuk!" Aland membawa istrinya berjalan bersama. Vina sendiri nampak begitu mesra dan menempel pada lengan suaminya. Mereka berdua segara disambut oleh tuan rumah. Erick sudah menunggu keduanya dengan antusias. Dari kejauhan, Vina mengerutkan keningnya saat melihat Erick yang sedang berdiri sambil tersenyum padanya dan sang suami. Benar, dugaannya sama sekali tidak meleset bahwa itu memang Erick, temannya dulu. "Erick!" ucap Vina secara tak sadar. Aland menoleh dan berkata. "Benar dia Erick temanmu?" tanyanya untuk memastikan. "Iya, Mas. Dia memang Erick!" Vina tidak menampik sama sekali. Sementara itu Erick segera mengucapkan kata-kata sambutan untuk kedatangan Aland dan istrinya. "Selamat datang Tuan dan Nyonya Aland Orlando. Suatu kehormata







