Share

296.

Author: Al_Fazza
last update Last Updated: 2025-11-18 05:08:43

"Baik tuan muda..."

Pria itu segera keluar dari penginapan, lalu mulai memanggil bantuan untuk menyebarkan informasi.

Hingga tiga hari kemudian.

Tepat didalam istana Naga Biru.

"Guru..." Kiana dengan penuh hormat berlutut dihadapan Bintang sang Raja Naga.

"Kiana, kenapa kamu kemari tak mengabari guru dulu?"

"Guru terlalu sibuk, lagi pula Kiana hanya sesaat singgah... Sepertinya putra anda..."

Bintang memasang wajah sedikit kesal.

"Dia tidak bisa ku atur... Dia tidak tahu, setiap malam ibunya selalu memarahiku karena membiarkan putranya selalu bermain main diwilayah berbahaya..."

"Dia hebat seperti anda... Melewati sebuah hambatan, sepertinya bukan masalah untuknya"

*

Di dalam penginapan.

"Bagaimana? Apa kau telah menemukan jejaknya?"

"Maaf tuan muda... Kami sama sekali tidak menemukan identitasnya..."

"Ma-mana mungkin..."

Komando seratus anggota Organisasi Naga Langit itu hanya menunduk. Namun wajah Ardhana menunjukan tekad untuk menemukan keberadaannya.

"Organisasi milik ayah ini sel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kedatangan Kembali Sang Pewaris Raja Naga!   297. Perjodohan yang tak terduga! TAMAT!

    Ardhana sama sekali tak berani menjawab. Dia terus berjalan, lalu tiba di depan ayahnya segera berlutut."Ayah, aku telah kembali..." wajahnya terlihat lesu."Duduklah... Ayah dan kelima ibumu ingin berbicara denganmu." pandangan tajam Raja Naga tertuju kearah Ardhana yang tak bisa melawan..Beberapa saat setelahnya. Dewi Kecantikan mulai memecah keheningan."Ardhana, apa kau tahu? Setelah beberapa waktu ini, banyak sekali yang ingin menemui mu?""Bahkan, gadis bernama Valsha setelah menemui keluarganya... Dia ingin sekali menemuimu." timpal Cantika adik dari Ardhana."Yaaa, aksimu benar benar diluar dugaan... Dendam kakekmu, tidak akan menimbulkan peperangan lagi.. Tapi sekarang, negara Dumai secara resmi menyatakan bahwa kita adalah sekutu kuatnya!" timpal Dewi Perang."Menatap lekat kearah ibu kandung, dan ayahnya secara hangat. Ardhana langsung ingin terus terang."Ayah ibu, memanggil kembali Ardhana untuk apa?"Dewi Medist tersenyum hangat, dia berjalan kearah tempat dimana putr

  • Kedatangan Kembali Sang Pewaris Raja Naga!   296.

    "Baik tuan muda..."Pria itu segera keluar dari penginapan, lalu mulai memanggil bantuan untuk menyebarkan informasi.Hingga tiga hari kemudian.Tepat didalam istana Naga Biru."Guru..." Kiana dengan penuh hormat berlutut dihadapan Bintang sang Raja Naga."Kiana, kenapa kamu kemari tak mengabari guru dulu?""Guru terlalu sibuk, lagi pula Kiana hanya sesaat singgah... Sepertinya putra anda..."Bintang memasang wajah sedikit kesal."Dia tidak bisa ku atur... Dia tidak tahu, setiap malam ibunya selalu memarahiku karena membiarkan putranya selalu bermain main diwilayah berbahaya...""Dia hebat seperti anda... Melewati sebuah hambatan, sepertinya bukan masalah untuknya"*Di dalam penginapan."Bagaimana? Apa kau telah menemukan jejaknya?""Maaf tuan muda... Kami sama sekali tidak menemukan identitasnya...""Ma-mana mungkin..."Komando seratus anggota Organisasi Naga Langit itu hanya menunduk. Namun wajah Ardhana menunjukan tekad untuk menemukan keberadaannya."Organisasi milik ayah ini sel

  • Kedatangan Kembali Sang Pewaris Raja Naga!   295.

    "Tuan muda..." Semua menundukan kepala tanpa berani memandang kearah wajah Ardhana.Yang pasti, seringaian dingin muncul pada salah satu sudut bibirnya."Keserakahan bagi manusia itu sifat yang wajar, dan aku akan memberikan kesempatan kedua kalinya bagi mu untuk membenah diri... "Zhang Wei segera berlutut, keringat sebesar biji jagung terus menetes."Ta-tapi bagaimana dengan permintaan investasinya?""Orang lain masih bisa berpatisipasi, tapi untukmu... Keluarlah dari pada aku yang bertindak...""I-ini... Mohon Tuan muda tidak berkecil hati atas kesalah pahaman yang terjadi..." dia tak bergeming sedikitpun dari tempatnya berlutut.Menggelengkan kepala pelan, Ardhana mulai berkata, " kau tak layak bekerja sama dengan Ardhana grup..."Tubuh Zhang Wei bergetar hebat. Dia benar benar tidak menyangka akan terjadinya hal seperti saat ini."Aku...""Silahkan keluar?" Nei menyeringai dingin.Setelah suasana kembali hening. Ardhana mulai menunjukan sikap kepemimpinannya. Tegas, penuh wibawa,

  • Kedatangan Kembali Sang Pewaris Raja Naga!   294.

    Gadis pengawal Joko mulai bersiap menarik pedang dari dalam sarungnya. Namun Ardhana segera menahan dengan telapak tangannya. Membuat pergerakan dari pengawal itu mati langkah. "Haiyaa... Hanya karena persaingan bisnis, kenapa kalian terlalu terburu buru untuk membunuh orang..." Braaaaaak! Ardhana menarik tubuh Joko agar menyingkir dari tempat duduknya. "A-apa maksudmu?!" "Ini kursi milikku?! Kau hanya tamu disini, jangan sok jagoan..." Gadis pengawal seketika memberi pesan dengan cara berbisik. Mendengar pesan itu, wajah Joko sedikit menegang. Tapi kedua matanya terlihat seperti tak terima. "Jadi benar, kau adalah Ardhana itu?!" "Haah?" semua tamu terkejut, kini hati mereka diliputi rasa takut, dan juga khawatir setelah menyinggung Ardhana. "Hahahaha! Kalian semua sudah dengarkan? Aku memang Ardhana... Jadi tak perlu menjelaskan..." Wuuuuuuush! Pedang pengawal dari Joko mulai terayun kedepan ke wajah Ardhana. "Tetap diam, atau pedang ini akan memotong lehermu..." Joko

  • Kedatangan Kembali Sang Pewaris Raja Naga!   293.

    Para penjaga hotel yang berniat menangkap Ardhana berguling sambil meringis kesakitan. Tulang lengan dua orang tampak menekuk ke arah yang tidak seharusnya. Ruangan yang semula penuh dengan gumaman bisnis berubah menjadi senyap. Setiap pengusaha menelan ludah, mencoba memahami apa yang baru saja terjadi dan siapa sebenarnya lelaki berjas penuh lumpur yang kini duduk di kursi kehormatan itu."Ke-kenapa penjaga tuan Dani begitu lemah? Pengawal, lumpuhkan kaki, dan tangannya, kebetulan dengan memberi pelajaran pada penipu ini.. Pasti tuan Ardhana akan menganggapku sebagai penguasa yang kompeten!"Pengawal keluarga Zhang melangkah maju, namun suara dari Penguasa Dhani menggema kuat."Siapa yang berani ingin melumpuhkan kaki dan tangannya?!"Semua mata tertuju kearah tuan Dani. Dia berjalan dengan membawa satu jaz baru terlihat mahal, dan cukup elegan."Tu-tuan penguasa provinsi, lihatlah kursi penting tamu kehormatan kita, kini diambil oleh pemuda tak tahu diri?! A-aku hanya mencoba untuk

  • Kedatangan Kembali Sang Pewaris Raja Naga!   292.

    Tangan pemuda dari keluarga Hua mencengkeram kerah Ardhana begitu keras hingga jaz putih yang sudah bercak lumpur itu semakin kusut dan kotor. Beberapa pengusaha yang baru turun dari mobil mewah berhenti sejenak, memperhatikan keributan itu dengan tatapan meremehkan.“Hua Jing, ada apa?” tanya seorang wanita bergaun mahal sambil menyesap minuman botolan yang bahkan lebih mahal dari gaji bulanan pegawai biasa.“Ini pengemis,” jawab Hua Jing sambil mendorong dada Ardhana ke dinding marmer hotel. “Mengaku-ngaku sebagai Tuan Ardhana. Padahal rambutnya saja masih bau lumpur.”Beberapa pengusaha tertawa.“Jangan bilang… pengemis ini mau meminta jatah investasi lima triliun?”“Hahaha! Kalau begini, penjagaan di hotel penguasa Dani memang harus ditambah!”Ardhana menundukkan wajahnya sedikit, menutupi ekspresi kesalnya. Pada titik ini, biasanya ia sudah menghancurkan satu atau dua tulang rusuk orang sombong itu tapi hari ini ia harus tetap menjadi orang biasa. Tetap menjadi seorang direktur y

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status