Share

Bab 2

Author: Magnus
Keesokan harinya, Clark terbangun karena pesan dari Fernando. Dia mengirim puluhan pesan berturut-turut, menanyakan kapan Clark akan datang.

Hati Clark terasa getir.

'Fernando, kamu sadar nggak betapa kejamnya kamu,' batin Clark. Dengan tangan gemetar, dia langsung membalas.

[ Hari ini aku nggak enak badan. Nggak jadi datang. ]

Tak lama kemudian, orang tua Clark datang mengetuk pintu.

"Clark, meskipun kamu lagi bertengkar dengan Fernando, jangan bikin masalah di saat seperti ini. Cepat ganti baju dan pergi ke rumah Fernando."

"Kamu nggak tahu sepenting apa kencan ini bagi dia. Dia sudah bertahun-tahun suka sama gadis itu. Begitu dengar gadis itu pulang ke negara ini, dia langsung minta ayahmu untuk atur pertemuan."

"Iya, gadis itu pernah belajar piano di tempatku. Aku sendiri yang datang ke rumah mereka untuk mengatur pertemuan ini. Dari hadiah sampai jamuan makan malam, semuanya sangat formal. Dia minta kamu datang untuk meramaikan suasana."

"Kalau ada gadis yang sebaya di sana, si Jennah itu nggak akan merasa canggung. Kali ini Fernando benar-benar serius. Kalian berdua dekat sekali, 'kan? Mana mungkin kamu nggak bantu dia?"

Berhubung Clark tidak mau datang, Fernando bahkan sampai menelepon orang tuanya. Mendengar bujukan itu, Clark hanya bisa menahan air mata, lalu bangun dan bersiap sebelum turun.

Rumah kedua keluarga itu berdekatan. Sepuluh menit kemudian, dia sudah berdiri di depan rumah keluarga Fernando dan membuka lemari sepatu di pintu masuk.

Di dalamnya kosong, tidak terlihat sandal kelinci miliknya. Clark mencari ke sana kemari beberapa kali, baru akhirnya menemukan sandal itu di tempat sampah di luar. Bukan hanya sandal, di dalamnya juga ada gelas, sikat gigi, handuk, piama ....

Semuanya miliknya.

"Nona Clark, semua itu dibuang sama Tuan Fernando. Nona pakai pelindung sepatu saja dulu."

Melihat tempat sampah itu, Clark terdiam lama. Karena keluarga mereka sudah berteman sejak lama dan sangat dekat, dia hampir setiap hari datang berkunjung dan bahkan sering menginap.

Fernando sengaja menyiapkan satu kamar untuknya, juga membeli banyak kebutuhan sehari-hari, serta sengaja memilih model kelinci yang dia sukai. Fernando pernah berkata bahwa rumahnya adalah rumah Clark juga, jadi Clark tidak perlu sungkan.

Mereka menyembunyikan hubungan mereka dari kedua keluarga, berpelukan dan berciuman di depan pintu, saling menggenggam tangan di bawah meja makan, dan bermesraan di ruang kerja.

Sekarang Jennah sudah datang. Fernando takut bahwa orang yang diam-diam dia sukai itu salah paham. Jadi, dia membuang semua hal yang berhubungan dengan Clark. Clark butuh waktu lama untuk menenangkan diri, baru kemudian memakai pelindung sepatu.

Begitu masuk, Clark langsung melihat Fernando sedang mengupas buah untuk Jennah. Keduanya berbincang sambil tertawa.

Fernando duduk di sofa. Dia mengenakan jas satin custom, rambutnya ditata rapi, dan bahkan memakai parfum. Seluruh dirinya memancarkan aura dingin yang elegan dan menggoda.

Dulu di sekolah, Clark sering mendengar banyak gadis yang mengatakan bahwa Fernando tampan. Bahkan mau pakai karung pun, Fernando akan tetap terlihat keren. Kalau berdandan sedikit, bahkan artis sekalipun akan menjadi saingannya.

Namun, Fernando memang selalu bebas dan santai. Biasanya dia hanya memakai kaus atau kemeja biasa dan tidak suka berdandan. Ternyata di depan orang yang dia sukai, Fernando bisa memamerkan diri seperti ini.

Pria yang kemarin masih bermesraan dengannya di ranjang, hari ini malah seperti tidak mengenalnya. Dia hanya melirik Clark sekilas, lalu mengalihkan pandangan dan fokus sepenuhnya pada Jennah.

Dari hobi sampai cuaca, dari pekerjaan sampai merek perhiasan, dari cerita masa kecil sampai kenangan sekolah, semuanya mereka bicarakan.

Melihat Fernando terus mencari topik dan berbicara dengan lancar, Clark menunduk dan tersenyum pahit. Ternyata di depan orang yang dia sukai, Fernando juga bisa seaktif ini.

"Waktu SMA dulu kebetulan sekali ya, kamu satu angkatan di atasku. Kita nggak satu gedung, tapi sering ketemu di sekolah. Lumayan berjodoh juga."

Mendengar Jennah tersenyum sambil membahas masa lalu, Clark melihat telinga Fernando yang mulai memerah, lalu tersenyum tanpa suara.

Kebetulan? Sebenarnya semua itu sengaja diatur oleh Fernando.

Dulu, Fernando selalu berjalan di belakangnya. Melihat bagaimana Fernando berusaha sekuat tenaga demi orang yang dia cintai, membuat hati Clark terasa perih.

Setelah Jennah pergi ke luar negeri, Clark sempat mengira akhirnya dia mendapatkan apa yang diinginkannya. Namun sekarang terlihat jelas, ternyata Fernando-lah yang akhirnya mendapatkan keinginannya.

Saat Clark masih terbuai dalam lamunan, tiba-tiba dia mendengar namanya disebut.

"Dari dulu aku sudah dengar kamu punya teman masa kecil yang sangat dekat, sepertinya itu Nona Clark, ya?"

Clark sedikit tertegun. Begitu mendongak, dia langsung bertemu dengan tatapan Jennah yang seolah menguji. Belum sempat Clark berbicara, sudah terdengar suara orang tua Fernando yang menyahut dengan riang.

"Memang dekat sekali, nggak pernah terpisah sejak kecil. Dulu kami bahkan sempat berpikir, gimana kalau dijodohkan saja sejak kecil ...."

Belum selesai mendengar ucapan orang tuanya, raut wajah Fernando sudah langsung menggelap. Dia memotong pembicaraan itu, "Ayah, Ibu, jangan asal ngomong. Mau suka sama siapa pun, yang jelas bukan Clark."

Clark menunduk dan menyembunyikan rasa kehilangan di matanya, lalu memaksakan senyum, "Aku juga. Sama siapa saja boleh, tapi aku nggak akan pernah bersama Fernando."

Mendengar ucapan Clark, ekspresi Fernando sempat membeku sejenak, lalu segera kembali seperti biasa. Dia merangkul bahu Clark seperti merangkul saudara kandung, lalu memasang ekspresi santai. "Betul! Kita cuma punya persahabatan yang murni."

Seketika, suasana ruang tamu menjadi jauh lebih santai.

Clark ikut tersenyum dan samar-samar mendengar ucapan terima kasih dari Fernando yang terdengar lega.

"Lumayan juga kamu, bisa bantuin aku meredakan situasi. Makasih banyak, ya."

Clark tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya diam-diam bergeser beberapa langkah ke samping dan menjaga jarak dari Fernando.

Meredakan situasi?

Tidak, yang dikatakannya semuanya adalah fakta.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 25

    Musim dingin yang panjang pun berlalu, musim semi kembali menghangat.Keluarga Clark menerima kabar dari pengacara di dalam negeri.Setelah melalui proses panjang seperti sidang pertama, banding dari terdakwa, hingga sidang kedua, fakta bahwa Jennah menghasut tindak kejahatan akhirnya dikonfirmasi dan dia dijatuhi hukuman yang sesuai.Tentu saja, bagi seorang korban, pelaku kejahatan yang menerima hukuman setimpal adalah sebuah penghiburan yang terbaik. Kebetulan, hari itu juga adalah ulang tahun ayah Clark.Ibu Clark turun tangan untuk memasak semeja penuh hidangan dan keluarga itu pun bersulang untuk merayakannya. Hampir setengah tahun sejak datang ke Spanyol, Clark sudah terbiasa dengan kehidupan di sini.Meski masih ada banyak hal yang tidak praktis, Clark tetap menemukan hal-hal menarik yang justru menjadi kesenangan tersendiri dalam proses eksplorasi. Dia juga sudah mengenal banyak teman baru dan perlahan menemukan apa yang benar-benar dia sukai.Di hari yang baik ini, dia juga m

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 24

    Tiga hari kemudian, Fernando kembali ke Kota Edo sendirian. Saat sampai di rumah, vila di sebelah kembali menyala. Kepala pelayan berkata bahwa keluarga Clark sudah menjual semua aset mereka di dalam negeri dan tetangga baru sudah pindah dua hari yang lalu.Mendengar semua itu, Fernando akhirnya benar-benar menyadari bahwa semuanya memang tidak bisa kembali seperti semula. Dia menyendiri di kamar dan tidak tidur semalaman.Keesokan paginya, dia melihat dari jendela bahwa tetangga baru membongkar ayunan di taman, mengganti tirai merah muda putih dengan warna hijau tua, dan lonceng angin dari kerang yang tergantung di pintu juga telah dipotong dan dibuang.Semua hal yang berhubungan dengan keluarga mereka dan Clark, perlahan menghilang dari dunianya. Fernando merasa tidak berdaya untuk menghentikannya. Dia hanya bisa mabuk setiap hari dan menjerumuskan dirinya dengan alkohol.Hatinya yang sudah penuh luka, kini perlahan menjadi kosong dan kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi.Cinta

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 23

    Hati Fernando terasa dingin mendengar setiap kata yang diucapkan Clark. Setelah melihat Clark pergi dengan mata kepala sendiri, tangannya pun terkulai. Di mata yang penuh kelelahan itu, perlahan-lahan memerah dan dipenuhi air mata.Perasaan tidak berdaya dan putus asa yang mendalam, menyeruak di hatinya. Napasnya pun menjadi semakin terengah-engah. Fernando duduk sendirian di pojokan dalam waktu yang cukup lama.Sampai restoran tutup, pelayan datang untuk mengingatkannya. Baru saat itulah dia tersadar, lalu menyerahkan kantong di tangannya dan memohon bantuan pelayan itu. Kompres telur hangat memang mengurangi bengkak, tapi tetap tidak bisa meredakan rasa sakit.Clark sibuk menangani memarnya sampai bahkan tidak sempat makan malam. Orang tua Clark sengaja mengantarkan seporsi steik. Saat melihat luka di kakinya, mereka merasa sangat khawatir. Kebetulan pelayan datang untuk mengantar handuk, mereka pun sekalian bertanya.Saat mendengar hotel menyediakan obat secara berbayar, mereka pun

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 22

    Keesokan paginya, keluarga Clark membawa koper dan bersiap pergi bermain ski. Saat keluar dan tidak melihat Fernando, Clark menghela napas lega, lalu mendorong koper ke arah belakang mobil. Baru saja dia menaruh barang, dia mendengar ayahnya berseru pelan."Ini barang apa? Clark, kamu ketinggalan hadiah ulang tahun dari tetangga di depan pintu, ya?"Begitu menoleh dan melihat kotak yang tidak asing itu, Clark sedikit mengernyit. Dia berjalan dengan cepat untuk mengambil kotak itu, lalu menyerahkannya kepada kepala pelayan. Kemudian, dia mengirim alamat keluarga Fernando dan menyuruh kepala pelayan untuk mengirimnya kembali ke dalam negeri nanti.Orang tua Clark semakin penasaran. Mereka terus menanyakan siapa pengirim hadiah itu sepanjang jalan. Lantaran tidak bisa lagi menutupinya, Clark terpaksa jujur, sekaligus menceritakan ucapan selamat dari orang tua Fernando kemarin.Suasana di dalam mobil sempat hening sejenak, lalu ayah Clark mengangguk beberapa kali dengan tegas."Ayah dan Ib

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 21

    Sudah lama Clark tidak pernah bersenang-senang tanpa batas. Jadi di pesta piama ini, Clark minum beberapa gelas alkohol. Setelah itu ditambah pertarungan bantal yang seru, emosinya benar-benar terangkat ke puncak. Dia begitu bersemangat bahkan sampai melihat seekor anak kucing saja dia ingin menyapanya.Keadaan itu terus berlanjut sampai pesta selesai. Setelah mengantar dua tetangga terakhir yang sudah hampir tidak sadar pulang, dia bersenandung sambil berjalan pulang ke rumah.Dari kejauhan, dia melihat sebuah sosok yang samar berdiri di depan pintu. Di tangannya masih membawa sebuah kotak.Sudah selarut ini dan ulang tahunnya juga sudah lewat, kenapa masih ada orang datang?Saat mendekat dan melihat jelas wajah itu, senyum di wajah Clark langsung menghilang. Nada bicaranya pun berubah dingin, "Mau ngapain kamu ke sini?"Menangkap perubahan emosinya, di mata Fernando terlintas sedikit rasa sakit yang nyaris tak terlihat dan suaranya terdengar agak serak, "Clark, selamat ulang tahun."

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 20

    Setelah menerima kabar bahwa kejaksaan telah mengonfirmasi penuntutan, keluarga Clark akhirnya bisa menghela napas lega. Mereka menyerahkan seluruh urusan yang tersisa kepada pengacara, lalu kembali ke Madrid terlebih dulu.Meski jauh dari tanah kelahiran, urusan sosial dan berbagai kekhawatirannya juga ikut menjauh. Clark pun menghela napas panjang.Hari demi hari berlalu, perlahan-lahan dia juga mulai beradaptasi dengan kehidupan di sini.Orang tua Clark menanyakan apa rencananya ke depan. Clark mengambil sepotong buah dan menyuapkannya ke ibunya, lalu mengedipkan mata."Bu, akhir-akhir ini aku juga lagi mikirin hal ini. Sepertinya aku ingin melanjutkan studi, tapi juga ingin istirahat sebentar lagi lalu cari pekerjaan, merasakan kehidupan di masyarakat. Menurut kalian gimana?"Angin di taman agak kencang. Ayah Clark mengambil dua selimut dan menyelimuti istri serta anaknya, sambil tersenyum hangat."Beberapa hari lagi kamu ulang tahun dan baru menginjak 23 tahun. Soal kerja, nanti m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status