Share

Bab 5

Author: Magnus
Saat orang tua Fernando hendak berbicara, Clark lebih dulu menjawab, "Nggak ada, kamu salah dengar."

Kedua orang tua itu menatapnya dengan heran.

Fernando tidak memperhatikan tatapan aneh dari orang tuanya, dia langsung menarik Clark dan membawanya ke mobil. "Kebetulan kamu datang. Sudah selesai ngobrol, 'kan? Kalau begitu ikut aku ke suatu tempat."

Sepanjang perjalanan, mereka berdua hanya terdiam. Setelah mobil berhenti, Clark baru menyadari dia dibawa ke sebuah toko barang mewah.

Fernando menyuruh pegawai toko mengeluarkan banyak pakaian, sepatu, dan tas, lalu memintanya mencoba satu per satu. Clark mengerutkan kening, matanya penuh kebingungan, "Untuk apa aku coba semua ini?"

Fernando mendorongnya ke ruang ganti, nada bicaranya tidak memberi ruang untuk menolak, "Kamu coba saja."

Clark masih ingin menolak, tapi pegawai sudah menutup pintu dan mulai membuka kotak-kotak itu. Setiap kali dia selesai mencoba satu set, Fernando akan memotret, lalu dia kembali didorong masuk ke ruang ganti ....

Berulang kali seperti itu.

Clark mencoba ratusan set pakaian sampai kehabisan tenaga, bahkan kakinya lecet dan berdarah karena sepatu hak tinggi.

Akhirnya, Clark tidak tahan lagi. Dia mendorong pegawai, lalu berjalan terpincang-pincang ke arah Fernando dan berkata dengan suara rendah, "Aku nggak butuh kamu beliin aku semua ini sebagai permintaan maaf ...."

"Selain gaun warna merah anggur itu, yang lain bungkus semua, kirim ke Vila Narwana atas nama Nona Jennah."

Mendengar ucapannya, sisa kata-kata Clark langsung tertahan di tenggorokan. Dia menatap gerakan Fernando yang menggesek kartu dengan cepat, lalu berkata dengan serak, "Kamu suruh aku coba semua ini ... untuk dikasih ke pacarmu?"

Fernando mengangguk santai, sudut bibirnya terangkat tipis.

"Iya. Aku mau kasih hadiah untuk pacarku, tapi takut nggak sesuai seleranya. Kebetulan tubuh kalian mirip, jadi sudah pasti nggak bakal salah kalau kamu jadi modelnya."

"Nanti kamu ikut aku ke toko dessert, perhiasan, dan kosmetik di lantai atas. Semua yang dimakan, diminum, dan dipakai kamu coba dulu. Aku harus milih yang terbaik untuk Jennah."

Mendengar Fernando mengatur semuanya tanpa persetujuannya, Clark akhirnya tidak bisa lagi menahan amarah di dalam hatinya. "Fernando! Aku bukan alat untuk menyenangkan pacarmu!"

Fernando belum pernah melihat Clark semarah ini. Dia mendongak dengan wajah terkejut, lalu melihat mata Clark yang memerah.

"Kamu tahu nggak? Aku nggak pernah menganggap kamu sebagai sekadar partner. Aku memelukmu, menciummu, bahkan tidur denganmu ... semuanya aku jalani dengan serius! Kamu boleh nggak menyukaiku, tapi kamu nggak boleh merendahkanku seperti ini!"

Suaranya tersendat dan bergetar. Fernando tertegun, hatinya diliputi perasaan yang rumit. Dia ingin menjelaskan, tapi Clark sudah berbalik dan pergi. Melihat sosok mungil itu menghilang di tengah keramaian, tatapan Fernando sedikit berkilat.

Detik berikutnya, kembali seperti biasa. Setelah pulang ke rumah, Clark mengeluarkan koper dan mulai membereskan barang.

Di meja makan, dia sesekali mendengar ayah dan ibunya membicarakan Fernando.

"Kabarnya Fernando menyewa seluruh Universal Studios selama tiga hari untuk merayakan ulang tahun Jennah? Mawarnya juga diimpor langsung, niat sekali ya."

"Iya, beberapa hari lalu dia juga bawa Jennah pulang ke rumah lama untuk ketemu kakeknya. Dia bahkan keluarin uang sendiri untuk siapin beberapa koleksi antik, terus bilang semua itu hadiah dari Jennah. Kakeknya sampai kegirangan dan terus memuji Jennah."

Setiap kali mereka membicarakan keluarga Fernando, Clark selalu diam. Meski kadang di dalam hatinya masih muncul sedikit gejolak emosi, tetapi tidak lagi terasa sakit.

Clark menutup diri dari dunia luar, menolak semua undangan yang berpotensi membuatnya bertemu Fernando. Terkadang di tengah malam, Fernando yang mabuk malah mengirim pesan pada Clark dan memintanya untuk menjemput. Namun, Clark tidak pernah menanggapi pesan tersebut.

Saat mabuk, teman-teman sepergaulan mereka juga kadang membahas tentang hal itu. Mereka semua merasa sangat penasaran.

"Fernando, kenapa teman kecilmu itu belakangan ini nggak ikut kamu lagi?"

Fernando juga tidak terlalu memikirkannya, kata-katanya terdengar tidak peduli, "Dia lagi ngambek sama aku. Nggak usah dipedulikan, nanti juga baik sendiri."

Namun setelah beberapa waktu, Clark tetap tidak memberi kabar. Bahkan pesan pun tidak dibalas. Sampai sehari sebelum ulang tahun Fernando, Fernando akhirnya tidak bisa menahan diri lagi dan mengirim undangan elektronik.

Kali ini, Clark akhirnya membalas.

Isinya hanya dua kata.

[ Nggak hadir. ]
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 25

    Musim dingin yang panjang pun berlalu, musim semi kembali menghangat.Keluarga Clark menerima kabar dari pengacara di dalam negeri.Setelah melalui proses panjang seperti sidang pertama, banding dari terdakwa, hingga sidang kedua, fakta bahwa Jennah menghasut tindak kejahatan akhirnya dikonfirmasi dan dia dijatuhi hukuman yang sesuai.Tentu saja, bagi seorang korban, pelaku kejahatan yang menerima hukuman setimpal adalah sebuah penghiburan yang terbaik. Kebetulan, hari itu juga adalah ulang tahun ayah Clark.Ibu Clark turun tangan untuk memasak semeja penuh hidangan dan keluarga itu pun bersulang untuk merayakannya. Hampir setengah tahun sejak datang ke Spanyol, Clark sudah terbiasa dengan kehidupan di sini.Meski masih ada banyak hal yang tidak praktis, Clark tetap menemukan hal-hal menarik yang justru menjadi kesenangan tersendiri dalam proses eksplorasi. Dia juga sudah mengenal banyak teman baru dan perlahan menemukan apa yang benar-benar dia sukai.Di hari yang baik ini, dia juga m

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 24

    Tiga hari kemudian, Fernando kembali ke Kota Edo sendirian. Saat sampai di rumah, vila di sebelah kembali menyala. Kepala pelayan berkata bahwa keluarga Clark sudah menjual semua aset mereka di dalam negeri dan tetangga baru sudah pindah dua hari yang lalu.Mendengar semua itu, Fernando akhirnya benar-benar menyadari bahwa semuanya memang tidak bisa kembali seperti semula. Dia menyendiri di kamar dan tidak tidur semalaman.Keesokan paginya, dia melihat dari jendela bahwa tetangga baru membongkar ayunan di taman, mengganti tirai merah muda putih dengan warna hijau tua, dan lonceng angin dari kerang yang tergantung di pintu juga telah dipotong dan dibuang.Semua hal yang berhubungan dengan keluarga mereka dan Clark, perlahan menghilang dari dunianya. Fernando merasa tidak berdaya untuk menghentikannya. Dia hanya bisa mabuk setiap hari dan menjerumuskan dirinya dengan alkohol.Hatinya yang sudah penuh luka, kini perlahan menjadi kosong dan kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi.Cinta

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 23

    Hati Fernando terasa dingin mendengar setiap kata yang diucapkan Clark. Setelah melihat Clark pergi dengan mata kepala sendiri, tangannya pun terkulai. Di mata yang penuh kelelahan itu, perlahan-lahan memerah dan dipenuhi air mata.Perasaan tidak berdaya dan putus asa yang mendalam, menyeruak di hatinya. Napasnya pun menjadi semakin terengah-engah. Fernando duduk sendirian di pojokan dalam waktu yang cukup lama.Sampai restoran tutup, pelayan datang untuk mengingatkannya. Baru saat itulah dia tersadar, lalu menyerahkan kantong di tangannya dan memohon bantuan pelayan itu. Kompres telur hangat memang mengurangi bengkak, tapi tetap tidak bisa meredakan rasa sakit.Clark sibuk menangani memarnya sampai bahkan tidak sempat makan malam. Orang tua Clark sengaja mengantarkan seporsi steik. Saat melihat luka di kakinya, mereka merasa sangat khawatir. Kebetulan pelayan datang untuk mengantar handuk, mereka pun sekalian bertanya.Saat mendengar hotel menyediakan obat secara berbayar, mereka pun

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 22

    Keesokan paginya, keluarga Clark membawa koper dan bersiap pergi bermain ski. Saat keluar dan tidak melihat Fernando, Clark menghela napas lega, lalu mendorong koper ke arah belakang mobil. Baru saja dia menaruh barang, dia mendengar ayahnya berseru pelan."Ini barang apa? Clark, kamu ketinggalan hadiah ulang tahun dari tetangga di depan pintu, ya?"Begitu menoleh dan melihat kotak yang tidak asing itu, Clark sedikit mengernyit. Dia berjalan dengan cepat untuk mengambil kotak itu, lalu menyerahkannya kepada kepala pelayan. Kemudian, dia mengirim alamat keluarga Fernando dan menyuruh kepala pelayan untuk mengirimnya kembali ke dalam negeri nanti.Orang tua Clark semakin penasaran. Mereka terus menanyakan siapa pengirim hadiah itu sepanjang jalan. Lantaran tidak bisa lagi menutupinya, Clark terpaksa jujur, sekaligus menceritakan ucapan selamat dari orang tua Fernando kemarin.Suasana di dalam mobil sempat hening sejenak, lalu ayah Clark mengangguk beberapa kali dengan tegas."Ayah dan Ib

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 21

    Sudah lama Clark tidak pernah bersenang-senang tanpa batas. Jadi di pesta piama ini, Clark minum beberapa gelas alkohol. Setelah itu ditambah pertarungan bantal yang seru, emosinya benar-benar terangkat ke puncak. Dia begitu bersemangat bahkan sampai melihat seekor anak kucing saja dia ingin menyapanya.Keadaan itu terus berlanjut sampai pesta selesai. Setelah mengantar dua tetangga terakhir yang sudah hampir tidak sadar pulang, dia bersenandung sambil berjalan pulang ke rumah.Dari kejauhan, dia melihat sebuah sosok yang samar berdiri di depan pintu. Di tangannya masih membawa sebuah kotak.Sudah selarut ini dan ulang tahunnya juga sudah lewat, kenapa masih ada orang datang?Saat mendekat dan melihat jelas wajah itu, senyum di wajah Clark langsung menghilang. Nada bicaranya pun berubah dingin, "Mau ngapain kamu ke sini?"Menangkap perubahan emosinya, di mata Fernando terlintas sedikit rasa sakit yang nyaris tak terlihat dan suaranya terdengar agak serak, "Clark, selamat ulang tahun."

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 20

    Setelah menerima kabar bahwa kejaksaan telah mengonfirmasi penuntutan, keluarga Clark akhirnya bisa menghela napas lega. Mereka menyerahkan seluruh urusan yang tersisa kepada pengacara, lalu kembali ke Madrid terlebih dulu.Meski jauh dari tanah kelahiran, urusan sosial dan berbagai kekhawatirannya juga ikut menjauh. Clark pun menghela napas panjang.Hari demi hari berlalu, perlahan-lahan dia juga mulai beradaptasi dengan kehidupan di sini.Orang tua Clark menanyakan apa rencananya ke depan. Clark mengambil sepotong buah dan menyuapkannya ke ibunya, lalu mengedipkan mata."Bu, akhir-akhir ini aku juga lagi mikirin hal ini. Sepertinya aku ingin melanjutkan studi, tapi juga ingin istirahat sebentar lagi lalu cari pekerjaan, merasakan kehidupan di masyarakat. Menurut kalian gimana?"Angin di taman agak kencang. Ayah Clark mengambil dua selimut dan menyelimuti istri serta anaknya, sambil tersenyum hangat."Beberapa hari lagi kamu ulang tahun dan baru menginjak 23 tahun. Soal kerja, nanti m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status