Share

Bab 4

Author: Magnus
Malam hari, Clark membuka aplikasi pemesanan tiket dan mencari penerbangan langsung dari Kota Edo ke Spanyol. Baru saja dia selesai membayar, Fernando sudah datang bersama Jennah.

"Clark, aku mau kasih kabar baik. Jennah sudah setuju untuk pacaran sama aku. Lumayan 'kan aku ini, orang pertama yang aku kasih tahu itu kamu."

Melihat tangan mereka yang saling menggenggam erat, Clark mengangguk dan berkata dengan nada datar, "Selamat."

Sorot mata Jennah dipenuhi kebahagiaan dan dia tersenyum malu. "Terima kasih atas doamu. Tadi aku dengar dari Tante kalau lukamu cukup parah, sekarang sudah agak baikan? Aku bawa sup ikan, kamu minum sedikit ya."

Sambil berbicara, dia menyuruh Fernando segera menuangkan sup.

Melihat Fernando menuruti perintah Jennah tanpa protes, Clark sempat terpaku sejenak, baru kemudian dia tersadar kembali.

"Terima kasih, tapi sup ikannya nggak perlu."

Mendengar ucapan itu, raut wajah Fernando langsung berubah dingin. Dia menatap Clark dengan kesal dan berkata, "Sup ini Jennah yang masak sendiri. Sebenarnya aku juga nggak rela kasih ke kamu. Karena Jennah peduli sama lukamu, aku baru terpaksa setuju bawain seporsi untukmu. Kenapa kamu malah nggak tahu diri?"

Sambil berkata demikian, Fernando menuangkan semangkuk dan langsung menyodorkannya ke tangan Clark, memaksanya untuk meminumnya sekarang. Clark ingin menjelaskan, tetapi pergelangan tangannya sudah ditahan.

Dalam tarik-menarik itu, mangkuk tersebut terjatuh dan sup panas langsung tumpah ke luka di tubuh Clark.

"Ah!"

Clark kesakitan sampai berkeringat dingin. Seluruh wajahnya tampak pucat pasi.

Jennah terkejut, lalu buru-buru mengambil tisu ingin membantu mengelap karena merasa bersalah.

Fernando takut Jennah ikut terkena panas, sehingga dia segera melindungi Jennak di belakang. "Jennah, ini nggak ada hubungannya sama kamu. Dari kecil dia memang sudah kuat, nggak apa-apa, kok. Jangan merasa bersalah."

Tangan Clark yang memegang tisu sampai bergetar dan dadanya terasa sesak.

Detik berikutnya, ayah Clark mendorong pintu dan masuk. Melihat lukanya kembali berdarah, ayah Clark langsung panik dan memanggil perawat. Ibunya yang sangat khawatir tetap menahan diri, sambil membersihkan sup itu dan menjelaskan pada Jennah.

"Jennah, Clark alergi makanan laut, dia nggak bisa minum sup ikan. Kami sudah menerima niat baikmu, terima kasih ya."

Fernando terdiam di tempat dan ekspresinya menjadi canggung.

"Kenapa kamu nggak bilang dari awal?"

Melihat perban yang sudah ternodai darah, hati Clark dipenuhi rasa getir. Dulu, Fernando selalu mengingat pantangan makan Clark.

Setiap kali pergi ke restoran, Fernando akan berulang kali mengingatkan pelayan agar jangan menyajikan makanan yang berbasis hewan laut, daun bawang, dan ketumbar.

Namun setelah ada Jennah sekarang, pikiran Fernando hanya untuk wanita itu. Tentu saja dia tidak lagi mengingat hal-hal kecil seperti ini. Kapasitas hati manusia itu kecil. Hanya bisa menampung satu orang, yaitu orang yang paling dia cintai.

Setelah terdiam cukup lama, Clark baru tersenyum tipis dan menjawab, "Kamu bahkan nggak kasih aku kesempatan untuk bicara."

Ruangan itu langsung sunyi. Jennah merasa bersalah sampai hampir menangis.

Fernando yang merasa kasihan melihatnya, tidak lagi mengatakan apa pun dan langsung membawanya pergi. Karena luka yang terinfeksi, Clark harus tinggal di rumah sakit tiga hari lagi sebelum akhirnya boleh pulang.

Waktu untuk imigrasi semakin dekat, seluruh keluarga Clark sibuk membereskan barang.

Orang tua Clark terlalu sibuk, sehingga mereka menyiapkan hadiah dan menyuruh Clark untuk mengunjungi rumah keluarga Fernando. Begitu Clark masuk, orang tua Fernando langsung menariknya dan terus meminta maaf.

"Clark, kami benar-benar minta maaf. Hubungan kamu dan Fernando sudah bertahun-tahun, tapi dalam situasi kecelakaan yang sebahaya itu, dia malah cuma melindungi Jennah dan mengabaikan kamu, sampai kamu terluka separah itu. Om dan Tante benar-benar merasa bersalah, kami pasti bakal suruh dia minta maaf sama kamu."

Clark menggeleng pelan dan menenangkan mereka dengan lembut.

"Jennah itu pacar Fernando, wajar kalau dia melindungi Jennah. Aku juga baik-baik saja, nggak terjadi apa-apa. Om, Tante, kalian nggak perlu khawatir."

Melihat Clark tidak mempermasalahkan, orang tua Fernando akhirnya merasa lega.

Mereka bertiga berbincang sejenak, lalu Clark menyampaikan tujuan kedatangannya, memberitahu bahwa keluarganya akan pindah ke luar negeri. Mendengar kabar itu secara mendadak, orang tua Fernando sangat terkejut.

"Secepat ini?"

"Penyesuaian bisnis perusahaan, sebenarnya sudah dipersiapkan sejak setengah tahun lalu, hanya saja baru dipastikan akhir-akhir ini. Orang tuaku sengaja suruh aku datang untuk kasih tahu kalian."

Mendengar teman lama akan pergi, hati mereka terasa berat dan penuh rasa enggan untuk berpisah, "Kalau begitu ... nanti masih bakal kembali nggak?"

Clark tersenyum, suaranya terdengar jelas di ruang tamu yang sunyi, "Kalau sudah pergi kali ini, nggak akan kembali lagi."

Fernando yang kebetulan pulang membuka pintu dan menatap dengan dahi berkerut. "Siapa yang nggak akan kembali?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 25

    Musim dingin yang panjang pun berlalu, musim semi kembali menghangat.Keluarga Clark menerima kabar dari pengacara di dalam negeri.Setelah melalui proses panjang seperti sidang pertama, banding dari terdakwa, hingga sidang kedua, fakta bahwa Jennah menghasut tindak kejahatan akhirnya dikonfirmasi dan dia dijatuhi hukuman yang sesuai.Tentu saja, bagi seorang korban, pelaku kejahatan yang menerima hukuman setimpal adalah sebuah penghiburan yang terbaik. Kebetulan, hari itu juga adalah ulang tahun ayah Clark.Ibu Clark turun tangan untuk memasak semeja penuh hidangan dan keluarga itu pun bersulang untuk merayakannya. Hampir setengah tahun sejak datang ke Spanyol, Clark sudah terbiasa dengan kehidupan di sini.Meski masih ada banyak hal yang tidak praktis, Clark tetap menemukan hal-hal menarik yang justru menjadi kesenangan tersendiri dalam proses eksplorasi. Dia juga sudah mengenal banyak teman baru dan perlahan menemukan apa yang benar-benar dia sukai.Di hari yang baik ini, dia juga m

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 24

    Tiga hari kemudian, Fernando kembali ke Kota Edo sendirian. Saat sampai di rumah, vila di sebelah kembali menyala. Kepala pelayan berkata bahwa keluarga Clark sudah menjual semua aset mereka di dalam negeri dan tetangga baru sudah pindah dua hari yang lalu.Mendengar semua itu, Fernando akhirnya benar-benar menyadari bahwa semuanya memang tidak bisa kembali seperti semula. Dia menyendiri di kamar dan tidak tidur semalaman.Keesokan paginya, dia melihat dari jendela bahwa tetangga baru membongkar ayunan di taman, mengganti tirai merah muda putih dengan warna hijau tua, dan lonceng angin dari kerang yang tergantung di pintu juga telah dipotong dan dibuang.Semua hal yang berhubungan dengan keluarga mereka dan Clark, perlahan menghilang dari dunianya. Fernando merasa tidak berdaya untuk menghentikannya. Dia hanya bisa mabuk setiap hari dan menjerumuskan dirinya dengan alkohol.Hatinya yang sudah penuh luka, kini perlahan menjadi kosong dan kehilangan kemampuan untuk merasakan emosi.Cinta

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 23

    Hati Fernando terasa dingin mendengar setiap kata yang diucapkan Clark. Setelah melihat Clark pergi dengan mata kepala sendiri, tangannya pun terkulai. Di mata yang penuh kelelahan itu, perlahan-lahan memerah dan dipenuhi air mata.Perasaan tidak berdaya dan putus asa yang mendalam, menyeruak di hatinya. Napasnya pun menjadi semakin terengah-engah. Fernando duduk sendirian di pojokan dalam waktu yang cukup lama.Sampai restoran tutup, pelayan datang untuk mengingatkannya. Baru saat itulah dia tersadar, lalu menyerahkan kantong di tangannya dan memohon bantuan pelayan itu. Kompres telur hangat memang mengurangi bengkak, tapi tetap tidak bisa meredakan rasa sakit.Clark sibuk menangani memarnya sampai bahkan tidak sempat makan malam. Orang tua Clark sengaja mengantarkan seporsi steik. Saat melihat luka di kakinya, mereka merasa sangat khawatir. Kebetulan pelayan datang untuk mengantar handuk, mereka pun sekalian bertanya.Saat mendengar hotel menyediakan obat secara berbayar, mereka pun

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 22

    Keesokan paginya, keluarga Clark membawa koper dan bersiap pergi bermain ski. Saat keluar dan tidak melihat Fernando, Clark menghela napas lega, lalu mendorong koper ke arah belakang mobil. Baru saja dia menaruh barang, dia mendengar ayahnya berseru pelan."Ini barang apa? Clark, kamu ketinggalan hadiah ulang tahun dari tetangga di depan pintu, ya?"Begitu menoleh dan melihat kotak yang tidak asing itu, Clark sedikit mengernyit. Dia berjalan dengan cepat untuk mengambil kotak itu, lalu menyerahkannya kepada kepala pelayan. Kemudian, dia mengirim alamat keluarga Fernando dan menyuruh kepala pelayan untuk mengirimnya kembali ke dalam negeri nanti.Orang tua Clark semakin penasaran. Mereka terus menanyakan siapa pengirim hadiah itu sepanjang jalan. Lantaran tidak bisa lagi menutupinya, Clark terpaksa jujur, sekaligus menceritakan ucapan selamat dari orang tua Fernando kemarin.Suasana di dalam mobil sempat hening sejenak, lalu ayah Clark mengangguk beberapa kali dengan tegas."Ayah dan Ib

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 21

    Sudah lama Clark tidak pernah bersenang-senang tanpa batas. Jadi di pesta piama ini, Clark minum beberapa gelas alkohol. Setelah itu ditambah pertarungan bantal yang seru, emosinya benar-benar terangkat ke puncak. Dia begitu bersemangat bahkan sampai melihat seekor anak kucing saja dia ingin menyapanya.Keadaan itu terus berlanjut sampai pesta selesai. Setelah mengantar dua tetangga terakhir yang sudah hampir tidak sadar pulang, dia bersenandung sambil berjalan pulang ke rumah.Dari kejauhan, dia melihat sebuah sosok yang samar berdiri di depan pintu. Di tangannya masih membawa sebuah kotak.Sudah selarut ini dan ulang tahunnya juga sudah lewat, kenapa masih ada orang datang?Saat mendekat dan melihat jelas wajah itu, senyum di wajah Clark langsung menghilang. Nada bicaranya pun berubah dingin, "Mau ngapain kamu ke sini?"Menangkap perubahan emosinya, di mata Fernando terlintas sedikit rasa sakit yang nyaris tak terlihat dan suaranya terdengar agak serak, "Clark, selamat ulang tahun."

  • Kehangatan Di Atas Ranjang Tanpa Cinta   Bab 20

    Setelah menerima kabar bahwa kejaksaan telah mengonfirmasi penuntutan, keluarga Clark akhirnya bisa menghela napas lega. Mereka menyerahkan seluruh urusan yang tersisa kepada pengacara, lalu kembali ke Madrid terlebih dulu.Meski jauh dari tanah kelahiran, urusan sosial dan berbagai kekhawatirannya juga ikut menjauh. Clark pun menghela napas panjang.Hari demi hari berlalu, perlahan-lahan dia juga mulai beradaptasi dengan kehidupan di sini.Orang tua Clark menanyakan apa rencananya ke depan. Clark mengambil sepotong buah dan menyuapkannya ke ibunya, lalu mengedipkan mata."Bu, akhir-akhir ini aku juga lagi mikirin hal ini. Sepertinya aku ingin melanjutkan studi, tapi juga ingin istirahat sebentar lagi lalu cari pekerjaan, merasakan kehidupan di masyarakat. Menurut kalian gimana?"Angin di taman agak kencang. Ayah Clark mengambil dua selimut dan menyelimuti istri serta anaknya, sambil tersenyum hangat."Beberapa hari lagi kamu ulang tahun dan baru menginjak 23 tahun. Soal kerja, nanti m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status