Share

Bab 2

Author: Liora
Keesokan siangnya, aku mengenakan jubah mandi sutra yang robek dan keluar dari lantai bawah tanah.

Di ujung koridor, Marry sedang membawa semangkuk sup panas sambil mendorong pintu kamar Nico. Riasannya tak mampu menyembunyikan jejak semalam. Ia berjalan dengan kaku, jelas bahwa Nico tidak bersikap lembut padanya semalam.

Ia menatapku dari ujung kaki hingga ke tulang selangkaku. Dia berseringai dan terlihat angkuh. “Bu Nadine, semalam kamu sibuk sekali, ya? Seenaknya menggoda pria di istana Keluarga Dunn demi memuaskan hasrat pribadimu. Kamu tidak merasa malu?”

Aku meliriknya sekilas, nada suaraku tetap tenang. “Kamu sedang bicara tentang dirimu sendiri?”

Ia tertawa dingin.

“Omong kosong. Semalam Nico berkata bahwa akulah calon nyonya rumah Keluarga Dunn. Sedangkan kamu itu bukan siapa-siapa.”

Aku merapatkan jubah mandiku, sudut bibirku sedikit terangkat.

Calon nyonya rumah?

Di kehidupan lalu, yang memberi penawar pada sang ketua hanyalah seorang pelayan wanita.

Pelayan itu diberi uang dalam jumlah besar, lalu disingkirkan dengan bersih. Tetapi kali ini, orang yang masuk ke kamar itu adalah aku.

Aku melirik mangkuk di tangannya dan alisku terangkat. “Rawat baik-baik tuan mudamu.”

Ketika aku hendak pergi, Nico berjalan mendekat dari belakang. Dia merangkul pinggang Marry dengan alami dan berbisik sambil tersenyum di telinganya, “Kamu lelah, kan? Kenapa tidak tidur lebih lama?”

Marry berkata manja, “Aku masih harus bekerja. Tidak mungkin seharian berada di sini.”

Setelah berkata seperti itu, sudut matanya melirik ke arahku.

“Tidak seperti Bu Nadine, pagi-pagi begini sudah punya waktu senggang. Membuat iri saja.”

Nico mendengus dingin dan menunduk menenangkan Marry.

“Emangnya siapa dia? Sayang, kamu tidak perlu pergi bekerja lagi. Sekarang kamu adalah wanitaku.”

Kemudian dia menatapku dan nada bicaranya mengeras. “Semalam kamu yang menyuruh sopir untuk menjemputnya?”

Aku hanya diam.

“Ternyata kamu bisa berpikir juga.” Ia mencibir. “Tetapi ingat baik-baik posisimu. Jangan bermimpi menyentuh sesuatu yang bukan milikmu.”

Aku merasakan kebencian dari dua kehidupan yang menumpuk. Setiap katanya seperti menusuk tepat ke jantungku.

Di kehidupan lalu, aku pernah bertanya apakah ia sungguh ingin menikah denganku.

Ia menjawab dengan penuh keyakinan, “Tentu saja. Kamu tinggal fokus menjaga kehamilanmu.”

Di kehidupan sebelumnya, Ketua Kevin tewas karena pembunuhan secara mendadak. Kekuasaan Keluarga Dunn belum sempat dialihkan sepenuhnya dan para tetua keluarga tidak sepenuhnya tunduk pada Nico, seorang anak angkat yang masih muda.

Dengan memanfaatkan harta yang diberikan ayahku sebagai mas kawin, ia menguasai seluruh kekuatan Keluarga Dunn. Setelah itu … aku tak lagi dibutuhkan.

Cinta mendalam yang ia banggakan itu, pada dasarnya hanyalah tipu muslihat.

'Karena kamu memilih Marry, maka di kehidupan ini ... semoga segalanya berjalan sesuai keinginanmu.'

'Kini, Ketua Kevin masih hidup. Ia adalah pilihan yang jauh lebih baik bagiku, bahkan mampu membawa Keluarga Warren meloncat ke kelas sosial yang lebih tinggi.'

Aku memikirkannya sambil tersenyum dan mengangguk. “Aku mengerti.”

Aku pun berbalik pergi, namun Nico tiba-tiba menghadangku. Tatapannya terkunci pada bekas merah di lenganku, yaitu jejak ketika Ketua Kevin mencengkeramku semalam.

“Siapa yang melakukannya?” tanyanya dingin.

Ia meraih lenganku dan menariknya dengan kasar. “Apa kamu benar-benar membutuhkan pria sampai tak sanggup menahan diri semalam saja?”

Bekas-bekas samar itu terekspos. Aku menarik jubahku dengan tangan satunya dan menatapnya dingin. “Lepaskan.”

Matanya memerah seperti orang yang kehilangan kendali. Ia menghantam tubuhku ke dinding. “Kamu sampai tidur dengan pengawal? Nadine, rendah sekali dirimu.”

Ketika aku hendak melawan, Marry pun menjerit dan berjongkok. “Panas! Panas sekali!”

Nico langsung melepaskanku dan berlari ke arahnya. Supnya tumpah ke lantai. Marry bersandar manis di pelukan Nico, tatapannya melirikku penuh kemenangan.

Aku tidak peduli dan langsung pergi.

Di kehidupan lalu, Marry terlibat dengan banyak pria. Ketua Kevin sudah lama menyelidikinya, itulah alasan ia tak pernah setuju Nico menikahinya. Karena tak bisa masuk ke Keluarga Dunn, Marry bahkan pergi ke Eropa untuk mendekati duda tua kaya demi hidup mewah.

Ia malah dipukuli dan dikurung.

Karena tidak mampu melarikan diri, akhirnya ia membunuh pria tua itu dengan tangannya sendiri, kemudian menenggak racun dan bunuh diri.

Namun Nico selalu mengira Marry pergi ke luar negeri demi dirinya, lalu bunuh diri karena depresi. Penyesalan itu menghantuinya seumur hidup.

Aku mengusap perut dan berseringai. Di kehidupan sekarang, aku yang lebih dulu memasuki kamar sang Ketua. Meski belum diperiksa, aku tahu bahwa diriku sudah mengandung dengan tubuh ini.

Pewaris masa depan Keluarga Dunn belum tentu Nico. Nico tak mungkin lagi memiliki anak karena racunnya belum sepenuhnya terurai.

Aku ingin melihat sendiri … bagaimana akhir dari mereka.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kehidupan Baru Membawaku Menjadi Istri Ketua   Bab 9

    Waktu berlalu dengan cepat. Perutku semakin membesar dan aku pun memasuki masa akhir kehamilan.Selama periode ini, Kevin hampir selalu merawatku sendiri. Ia tidak membiarkan siapa pun menggantikan perannya, yaitu setiap hari menemaniku berjalan-jalan dan bahkan sering menyiapkan hadiah kecil untukku.“Nadine, ini untukmu.”Di dalam kotak itu terdapat sebuah kalung mutiara yang berkilau indah.Aku hanya meliriknya dalam diam.“Ini adalah mutiara terbesar di Asia.” Ia menjepit kalung itu dengan sedikit gugup, lalu tersenyum santai dan memasukkan tangannya kembali ke saku jasnya.“Kalau kamu punya selera tertentu, di lelang berikutnya aku akan menyuruh orang langsung mengantarkannya.”Ia menyisir rambutku perlahan. Gerakannya begitu hati-hati, seolah takut melukaiku.Saat aku hendak menjawab, ponselku tiba-tiba bergetar dan ada pesan baru di Whatsapp.Lagi-lagi dari Nico. [Nadine, apa kamu baik-baik saja?]Aku menutup pesan itu dan melempar ponsel ke samping tanpa ragu.Dia memang selal

  • Kehidupan Baru Membawaku Menjadi Istri Ketua   Bab 8

    Hanya karena Nico menarikku sedikit, perutku langsung mengalami kontraksi.Tanpa banyak bicara, Kevin sendiri yang menerbangkan pesawat dan membawaku ke pusat medis swasta di Pulau Sisilian. Sepanjang perjalanan, wajahnya dingin dan hanya terdiam.Dokter penanggung jawabnya adalah konsultan kebidanan khusus keluarga dan sangat berpengalaman.Setelah pemeriksaan selesai, dokter keluar dari ruang istirahat sambil membawa hasil USG 4D dan wajahnya tersenyum.“Selamat, Tuan. Sepasang bayi ... laki-laki dan perempuan.”Kevin tertegun selama beberapa detik sebelum akhirnya bereaksi. Ia menerima hasil pemeriksaan itu, membaca setiap kata dengan sangat saksama.“Anak laki-laki dan perempuan … sepasang kembar?”Ia tiba-tiba menunduk dan tersenyum. Detik berikutnya, ia memelukku erat dan suaranya sedikit bergetar.“Nadine, kamu adalah kebanggaan Keluarga Dunn.”Aku tersenyum dan bersandar di pelukannya lalu bercanda pelan, “Kalau begitu, apakah 'kebanggan' ini juga berhak mendapatkan hadiah?”Ke

  • Kehidupan Baru Membawaku Menjadi Istri Ketua   Bab 7

    Di kertasnya tertulis dengan jelas, kembar berusia enam minggu.Tangan Kevin yang sedang memegang gelas anggur sedikit terhenti. Pandangannya tertuju pada kertas itu sangat lama.“Ini sungguhan?”“Ini anak kita? Ya Tuhan! Sayang … aku benar-benar terkejut dan bahagia!”Sorot mata yang biasanya begitu serius tiba-tiba melembut. Terpancar jelas senyum di wajahnya.Detik berikutnya, ia mengambil ponselnya dan langsung menulis sebuah cuitan di Twitter:[Keluarga Dunn akan menyambut ... dua orang generasi penerus baru.]Tak lama kemudian, pintu ruang tamu terbuka dan Nico masuk.Pandangannya langsung tertuju padaku. Tatapannya menyapu perutku, wajahnya hampir tak bisa menyembunyikan keterkejutan dan kemarahan.Aku tersenyum sambil berdiri dan mengangkat gelas sampanye di tanganku. “Nico, kamu datang tepat waktu. Ayo, bersulang untuk anggota baru keluarga kita?”Matanya terpaku pada perutku, rahangnya mengeras menahan amarah.“Nadine!”Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Kevin sudah me

  • Kehidupan Baru Membawaku Menjadi Istri Ketua   Bab 6

    Hanya dalam waktu sehari, para pelayan di kediaman yang dulu terang-terangan mengejek dan menyindirku, semuanya diusir. Posisi mereka digantikan oleh sekelompok orang baru yang dikirim langsung oleh Kevin.Di ruang VIP sebuah butik perhiasan, aku menatap bayanganku di cermin yang berkilauan dari kepala sampai kaki.Satu set perhiasan itu bernilai lebih dari satu triliun, dengan sebuah berlian merah muda langka tersemat di tengahnya. Batu itu dilelang di balai lelang kelas atas Napoles, dan Kevin yang menawarnya sendiri.Di kehidupan sebelumnya, aku menikah dengan Nico. Jangankan perhiasan mahal, bahkan dia tidak rela membelikanku kalung perak murahan yang dijual pedagang kaki lima.Ketika aku akan tenggelam dalam kenangan, Nico tiba-tiba muncul dan menatapku tajam.“Kamu benar-benar hina. Demi masuk ke Keluarga Dunn, kamu bahkan sampai rela menelanjangi orang tua itu?”Aku mengusap bekas sayatan di wajahku yang belum sepenuhnya mengering, lalu tersenyum kecil padanya. “Dia memang lebih

  • Kehidupan Baru Membawaku Menjadi Istri Ketua   Bab 5

    Nico mendadak membeku, pisau di tangannya perlahan diturunkan.Ia segera berbalik dan menjelaskan dengan lantang, “Ayah, Nadine mendorong Marry jatuh dari tangga. Aku sedang memberinya pelajaran!”Aku akhirnya menghela napas lega setelah melihat sosok Kevin.Sambil menahan rasa sakit yang luar biasa di wajahku, aku menarik sudut bibir dan berteriak, “Aku tidak melakukannya!”“Siapa lagi kalau bukan kamu? Jangan mencoba berdalih!” Nico membentak marah. “Ayah, perempuan dengan moral seburuk ini sama sekali tidak pantas tinggal di Keluarga Dunn.”Aku menatapnya dingin. “Nico, aku melakukannya atau tidak, periksa saja rekaman CCTV-nya sendiri.”“Dengan hak apa kamu merusak wajahku?”Marry menggigit bibirnya dan sudut matanya memerah saat menatap Kevin. “Ketua … aku yang terpeleset dan jatuh sendiri. Semuanya salahku.”Kevin tidak berkata apa-apa. Namun pada detik berikutnya ia mendekat dan kakinya terangkat, satu tendangan keras menghantam Nico hingga terlempar sejauh dua meter dan menghan

  • Kehidupan Baru Membawaku Menjadi Istri Ketua   Bab 4

    Pelayan wanita di lantai bawah menjerit berlari keluar dari serambi, disusul suara langkah kaki Nico.“Marry!” Ia menghampiri dan mengangkat Marry dari lantai, lalu berteriak meminta memanggil dokter keluarga.Marry setengah bersandar dalam pelukannya, suaranya bergetar menahan tangis. “Ini salahku sendiri … bukan Bu Nadine yang mendorongku.”“Aku hanya takut kamu akan direbut olehnya …”“Nadine!” Nico mendongak dan nada suaranya sedingin es. “Tangkap dia!”Dua pengawal berseragam hitam segera mencengkeram lenganku, menyeretku dengan kasar ke lantai bawah dan memaksaku berlutut.Pelipisku membentur tepi anak tangga batu, rasanya sangat perih.Nico memandangku dari atas, tatapannya sedingin es. “Berani-beraninya kamu menyentuh dia?”Aku menggertakkan gigi dan berkata, “Bukan aku. Di seluruh vila ini terpasang CCTV. Kamu cek saja, semuanya terlihat jelas.”Marry menarik lengan baju Nico dan berbicara lembut, “Jangan salahkan dirinya … dia tidak sengaja.”“Kamu masih membelanya?” Amarah d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status