Se connecterAku pernah menyelamatkan nyawa Theo, sang Ketua Keluarga Luca. Saat peluru hampir menembus tubuhnya, akulah yang berdiri di depannya dan menahan tembakan itu. Sebagai balas budi, aku menggantikan kakakku menjalani pernikahan politik. Namun pada malam pengantin kami, Theo lebih memilih pergi mabuk-mabukan dan tak menyentuhku sedikit pun. Dengan polosnya aku percaya suatu hari nanti aku bisa meluluhkan hatinya. Tetapi belum genap lima tahun, Theo datang menemuiku sambil menggandeng seorang anak kecil yang sangat mirip dengannya bersama kakakku. “Anna membesarkan anak di luar negeri sendirian, dia sudah terlalu banyak menderita. Aku harus menebusnya,” katanya sambil menyerahkan surat cerai kepadaku. “Kau sudah menduduki posisi nyonya Keluarga Luca selama bertahun-tahun. Sudah waktunya kau mengembalikannya padanya.” Saat itu aku baru tahu, ketika Theo meninggalkanku sendirian di malam pengantin kami, ternyata ia pergi menemui kakakku dan menghabiskan malam bersamanya. Aku mengeluarkan hasil tes kehamilan yang awalnya ingin kujadikan kejutan. Namun ia langsung merobeknya. “Aku tidak membutuhkannya.” Kata-kata sedingin es itu menjadi awal dari akhir hidupku. Aku dipaksa naik ke meja operasi. Pendarahan hebat terjadi dan dua nyawa pun hilang sekaligus. Ketika aku membuka mata kembali, peluru itu kembali mengarah ke tubuh Theo. Tetapi kali ini aku berbalik, dan mendorong kakakku ke arahnya.
Voir plusThey said that when you die, all your memories will flash before you. Eight minutes— that's all it takes to show all the things that happened to you, just like showing a film of your life.
Is it true? You will never know unless you die. But for me, that isn't the case.
A cold floor, blurry vision, and blood dripping from the hole the bullet created as it pierced my heart. With my anger within, I know that this is my end.
What else can I even declare other than all of those things?
As a mere human with a condition like this, only a miracle can save me. Why did I even come to this point, you say?
Because of love.
Yes, you heard it right. It is all because of that useless love!
30 minutes ago…
"You're saying that he proposed to you?"
I said with my trembling voice. I gulp. My hands are cold, and my thoughts are blank as if time itself stopped at that very moment.
"Why?"
That's the only thing I can utter at this moment.
"I said why!!!" I shout in anger.
Right now, I am talking with the person whom I treated as a friend. I have a friend who would never betray me, but I'm wrong.
That was just an illusion.
'"Because we love each other, Kianna. He loves me, and I love him. Isn't that enough?'' she replied in a manner that it was never her fault to begin with. It's as if it was I who had a loose screw between us.
"Mazie, you know I love him! You realized that a long, long time ago! So why... Why did you do this to me?"
Tears fell from my eyes. With my broken heart, my rationale was lost. I never thought that I, with my own hands, would do dirty things that only criminals would ever do.
"You took what's mine! He is mine. I can give up everything for him! Why... of all people? Why him?! You… you will pay for this! You will die to ease the anger and despair I'm feeling right now! You hear me??!"
I was in total madness.
The only thing I want now is to kill her. To remove her from my sight! In my world!
"He was never yours."
It was then that I knew that a bullet had pierced my heart. It was so quick that I didn't even feel the pain of the bullet inside me.
What I only know is that I lost my strength and fell to the ground. Before I even processed what happened, Francis was the last thing I saw.
That very familiar figure, stand, and outfit—even if I couldn't see his whole face, I knew it was him.
It was Francis, holding a gun in his hand.
A gun…
I smiled bitterly. Is this how I'm going to die? Not because of old age, not by accident, but because of a crime that led me into this? And of all the people who can kill me, why you?
What's the worth of loving you if what I'm going to receive is death, not your love?
Is it worth the pain I have gone through? Tell me, is it?
With the things I've done, I know I will go to hell. If that place even exists,
Feeling the cold floor and my blood dripping bit by bit, I knew that this was the very moment that I was going to die. I will either go to heaven or hell.
That's what I thought. As I finally close my eyes, I feel like I'm floating. It's so calm and peaceful. I wish I'd be here forever.
The silence was disturbed by a phone call tone. I unconsciously held my hand to reach my phone and answered it.
"Hey sleepyhead, I know you are still awake, so... WAKE THE FUCK UP YOU BISH." I immediately ended the call and rolled my eyes, even if it was closed shut.
"Ha, now I can't sleep again! Damn Ysekiel, hmph!" I open my eyes, really wide open.
"What the..." I was now in my room.
Not the room in my house, but the room I used to have when I was still living in my dad's mansion.
Why am I here?!
And... Why did Ysekiel call me? She has never called me like that ever since we graduated, hasn't she?
I hurriedly reached for my phone. My newly released, branded phone is nowhere to be found. But my old phone was here as if it were newly bought.
"**** what?!!?!"
I came back from the past. Did I?
Aku bangkit dan pergi. Dia akhirnya tidak lagi menghalangiku.Beberapa saat kemudian, Theo berdiri di tempat semula sambil bergumam lirih, “Jelas-jelas dulu tidak seperti ini. Kenapa semuanya berubah?”Keesokan harinya, aku berinisiatif menceritakan soal kalung itu pada Dominic.Aku mengira dia akan marah, atau setidaknya mengajakku membuat kalung baru. Tak kusangka, dia justru mengeluarkan sebuah cincin dengan lambang api. “Annie,” katanya lembut. “Sepertinya sudah waktunya hubungan kita berubah.”“Maukah kamu menikah denganku, Annie?”Aku tak percaya dengan apa yang kulihat. Air mataku langsung jatuh, dan mengangguk sambil menangis....Di hari pernikahanku dengan Dominic.Theo datang sambil membawa setangkai bunga matahari. Ia mengenakan setelan jas rapi dan berdiri di hadapanku. “Annie, aku ingat waktu kecil kamu pernah bilang ingin tema bunga matahari di pernikahanmu denganku nanti.”Aku memandangi bunga matahari yang sedang mekar sempurna itu, perlahan memetik satu kelopaknya dan
Setelah itu, aku mulai belajar mengelola urusan keluarga.Mengetahui rumor yang beredar di luar, aku pun mempublikasikan video itu ke hadapan umum. Kurang dari satu hari, reputasiku dan Anna berbalik seratus delapan puluh derajat.Anna menjadi sasaran caci maki semua orang.Ayah dengan tegas menyatakan memutuskan hubungan dengannya. Pada akhirnya, Anna hanya bisa memohon pada Theo agar bersedia menampungnya, demi mengenang budi penyelamatan nyawanya dulu.Sedangkan aku, saat melihat seorang anonim mengirimkan “rumor” tentang Dominic, aku hanya mencibir dan membakarnya ke dalam perapian.Sebagai seorang ketua mafia, reputasi kejam justru merupakan sebuah pujian.Lagipula, aku pernah difitnah. Karena itu, aku lebih percaya pada apa yang kulihat dengan mataku sendiri.Selama kami menjalani hidup dengan baik, itu sudah lebih dari cukup.Adapun Theo, aku kembali bertemu dengannya pada suatu malam.Dia mabuk, entah apa yang dipikirkannya dengan membawa sekelompok orang ke rumah kami dan bers
Theo berdiri lama di luar kamar Annie. Pada akhirnya, dia “dipersilakan” keluar oleh para pelayan.Kalau mengikuti sifat Theo yang dulu, dia pasti sudah pergi sejak awal. Tak ada yang menyangka dia akan sekeras kepala ini.Bahkan dia tetap berdiri di tempat semula dan tidak beranjak hingga larut malam.“Putri, tidak turun?” Seorang pelayan bertanya. “Ketua Theo masih menunggu Anda.”Aku menggeleng. “Kalau dia suka berdiri, biarkan saja. Dia akan pergi sendiri kalau sudah lelah.”Benar saja, tak lama setelahnya, pelayan datang melapor bahwa Theo sudah pergi.Setelah rekaman CCTV dipublikasikan, Ayah merasa sangat kasihan padaku. Dia bahkan memutus semua hubungan dengan Keluarga Luca dan tidak menjalin kerja sama apa pun.Padahal kedua keluarga kami adalah sahabat lama. Perubahan mendadak ini membuat seluruh dunia mafia terus berspekulasi.Pembatalan pernikahan saja sudah cukup mengejutkan, kini hubungannya benar-benar diputus.Beberapa orang yang “tahu” mulai menyebarkan kabar bahwa sem
Tak lama setelah pernikahannya dibatalkan, Anna sangat tidak senang. Awalnya Theo masih menuruti kemauannya dan berusaha menenangkannya.Dia berjanji bahwa pernikahan berikutnya akan digelar lebih megah dan gaun pengantinnya akan dirancang ulang oleh desainer ternama.Dia juga membelikan banyak perhiasan mahal untuk Anna. Namun Anna tetap tidak puas, dia menginginkan lebih.Kesabaran Theo pun habis. “Anna, kenapa kamu menjadi begitu serakah?”Ekspresi Anna langsung membeku. Dia buru-buru memasang wajah menyedihkan.“Aku hanya merasa kasihan padamu. Pernikahan yang sudah kamu siapkan dengan susah payah justru dihancurkan oleh Annie.”Begitu mendengarnya, hati Theo kembali melunak.“Jangan bahas masalah ini lagi. Aku juga sudah menghukum Annie. Anggap saja semua sudah selesai.”Begitu mendengar kata selesai, wajah Anna berubah menjadi menyeramkan.Hanya hukuman sekecil itu?Tidak cukup! Sama sekali tidak cukup!Annie seharusnya dibenci oleh semua orang!Mengapa sejak lahir Annie sudah me
Tidak mungkin, jelas-jelas aku datang. Kami bahkan mengobrol dengan sangat akrab, saling bertukar kontak dan sudah berjanji untuk bertemu lagi.Mendengar ucapanku, Theo yang berdiri di samping hanya mencibir dingin, “Sepertinya Putri Annie menemuinya di dalam mimpi.”Dia tidak mempercayaiku, apalagi
Aku berkata dengan nada datar, “Jangan terlalu percaya diri. Ini bukan demi dirimu”Aku sudah lama ingin mewarnai rambutku menjadi ungu, bukan keputusan yang muncul tiba-tiba.Theo kembali menatap rok pendekku. “Ini juga bagian dari trik barumu?”Aku tidak menggubrisnya dan berbalik pergi.Aku punya
Saat tersadar kembali, aku berada di sebuah kamar yang hangat, dan lukaku sudah dibersihkan serta dibalut dengan rapi.Aku bertanya pada para bawahan, namun mereka hanya mengatakan bahwa ketua sudah mengambil keputusan akhir mengenai masalah ini.Setelah Anna benar-benar pulih dan keluar dari rumah
Theo berusaha bangkit sambil menahan rasa sakit. Ketika mendengar langkah kaki mendekat, ia membentak dingin, “Pergi.”Detik berikutnya, ia mendengar suara tangis lirih perempuan di depannya. Dia membeku.“Anna?”Kemudian dia melihatku berdiri di mulut gang dengan tatapan dingin.Di kehidupan sebelu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires