Mag-log inAku pernah menyelamatkan nyawa Theo, sang Ketua Keluarga Luca. Saat peluru hampir menembus tubuhnya, akulah yang berdiri di depannya dan menahan tembakan itu. Sebagai balas budi, aku menggantikan kakakku menjalani pernikahan politik. Namun pada malam pengantin kami, Theo lebih memilih pergi mabuk-mabukan dan tak menyentuhku sedikit pun. Dengan polosnya aku percaya suatu hari nanti aku bisa meluluhkan hatinya. Tetapi belum genap lima tahun, Theo datang menemuiku sambil menggandeng seorang anak kecil yang sangat mirip dengannya bersama kakakku. “Anna membesarkan anak di luar negeri sendirian, dia sudah terlalu banyak menderita. Aku harus menebusnya,” katanya sambil menyerahkan surat cerai kepadaku. “Kau sudah menduduki posisi nyonya Keluarga Luca selama bertahun-tahun. Sudah waktunya kau mengembalikannya padanya.” Saat itu aku baru tahu, ketika Theo meninggalkanku sendirian di malam pengantin kami, ternyata ia pergi menemui kakakku dan menghabiskan malam bersamanya. Aku mengeluarkan hasil tes kehamilan yang awalnya ingin kujadikan kejutan. Namun ia langsung merobeknya. “Aku tidak membutuhkannya.” Kata-kata sedingin es itu menjadi awal dari akhir hidupku. Aku dipaksa naik ke meja operasi. Pendarahan hebat terjadi dan dua nyawa pun hilang sekaligus. Ketika aku membuka mata kembali, peluru itu kembali mengarah ke tubuh Theo. Tetapi kali ini aku berbalik, dan mendorong kakakku ke arahnya.
view moreLeila
“Did… did I hear you right, Desmond?” My voice trembled, my heartbeat thudding so hard it felt like it was echoing in my ears.
His eyes, those eyes I thought would never lie to me stayed cold and unyielding, “You heard me, Leila.” His tone was calm, “I never loved you, after we got married, I tried God I knew I tried but it just wasn’t working. The harder I forced it, the more I resented myself.”
I stared into his eyes, searching for some hint that this was a cruel joke, a twisted test of my patience. But I had known Desmond Stone long enough to recognize the look on his face, the firm, unyielding expression he wore when he had made up his mind.
Something inside me cracked, my stomach knotted painfully, my legs shook beneath me. My voice came out in a croak. “Why did you marry me, then, if you never loved me?”
His lips tightened. “I’m sorry , I can’t tell you that. I just didn’t want to keep hurting you. If you want out of this marriage, I’ll understand.”
Hot and heavy tears slipped down my cheeks before I could stop them. The reality hit me like a ball, my two years of marriage about to collapse in seconds. My Desmond, the man who once swore he couldn’t live without me was about to throw me away like the women before me.
I remembered the way it began. The day he confessed his “love” for me, just a few weeks into my internship at Oak & Stone Realty, the company his family owned. The most powerful real estate empire in New York. He had charmed me from day one, bringing me coffee, lingering by my desk, making me feel like the only woman in the room.
Two months after our first date, he proposed. I thought it was fast, I told him we were moving too fast but Desmond insisted he couldn’t wait another day to start forever with me. At the time, I believed him, I thought I’d hit the jackpot, a man hopelessly in love, who wanted me enough to throw caution to the wind. I thought I had won the kind of love people wrote novels about. I didn’t realize it was all a lie.
The wedding had been small and intimate, deliberately hidden from the public eye because he wanted to keep our marriage out of any public spectacle. He said he wanted to protect our privacy. I thought it was romantic. Now, I realize it was convenient to hide myself from the world.
The changes came quickly after the vows. No more spontaneous dinners, no surprise flowers, the only events we attended together were family functions, and even then, he kept me close but silent, like a beautiful accessory. He spent less time at home. The office became forbidden territory for me.
When I asked to keep working, if not at his firm then somewhere else, he shot it down. “It would be insulting for a Stone to work for someone else," he said. And so I became a stay-at home wife. I thought I was doing it for love, now see I my world began to shrink to just our house and his absence.
“So all those times you told me you loved me, those were lies? And last month, when you held me… when you made love to me did that mean nothing?”
He looked at me coldly,” They were just words, Leila. Words to get you to marry me, as for making love, I was horny and a little tipsy that night, you remember, don’t you?”
Anger ignited in my chest, my palm connected with his cheek in a sharp slap before I could think, “I can’t believe you’d do this to me. I love you, Desmond, you can’t just throw me away, you can’t just tell me it’s over like it’s some business transaction." My voice was wet with tears, each word more desperate than the last.
“You can stay if you want,” he said coolly. “But I’m in love with someone else now and that’s who I want to be with.”
Then my body went cold. “Kavier? Is it because she is richer? Curvier? Is that why you’re dumping me?”
“I don’t have the strength to argue. I only told you so you won’t be surprised when you see us together.” He turned to leave.
I collapsed to the floor, my sobs tearing out of me. My family had warned me. My mother had told me he didn’t look at me like a man who would give me the moon, no matter how many times he promised it.
And now I know why.
Her name was Kavier. She had come to him as a client, asking for help finding a house. Somehow, between the house tours and the phone calls, they started building something together, something that had no place for me.
There were nights he didn’t come home, claiming work kept him away. Then came the photos of him and Kavier, arm in arm at a private investor’s dinner, looking far too comfortable. He’d told me she didn’t have a date, so he stepped in for appearances. I wanted to believe him.
But then, last night, the truth went viral with a video of Desmond kissing her like she was the center of his universe. The caption read, Billionaire Desmond Stone and his beautiful fiancée.
The world didn’t know he already had a wife. And his beloved Kavier had no idea she was engaged to a married man.
My mother’s warning rang in my head, “Never trust a man whose last name is Stone, men like Desmond Stone don’t look at women like they’d give them the moon. They look at women like they already owned them”.
And here I was shattered and humiliated, my vision became blurry, I tried to get up to settle on the sofa and I collapsed, and everything went blank.
Aku bangkit dan pergi. Dia akhirnya tidak lagi menghalangiku.Beberapa saat kemudian, Theo berdiri di tempat semula sambil bergumam lirih, “Jelas-jelas dulu tidak seperti ini. Kenapa semuanya berubah?”Keesokan harinya, aku berinisiatif menceritakan soal kalung itu pada Dominic.Aku mengira dia akan marah, atau setidaknya mengajakku membuat kalung baru. Tak kusangka, dia justru mengeluarkan sebuah cincin dengan lambang api. “Annie,” katanya lembut. “Sepertinya sudah waktunya hubungan kita berubah.”“Maukah kamu menikah denganku, Annie?”Aku tak percaya dengan apa yang kulihat. Air mataku langsung jatuh, dan mengangguk sambil menangis....Di hari pernikahanku dengan Dominic.Theo datang sambil membawa setangkai bunga matahari. Ia mengenakan setelan jas rapi dan berdiri di hadapanku. “Annie, aku ingat waktu kecil kamu pernah bilang ingin tema bunga matahari di pernikahanmu denganku nanti.”Aku memandangi bunga matahari yang sedang mekar sempurna itu, perlahan memetik satu kelopaknya dan
Setelah itu, aku mulai belajar mengelola urusan keluarga.Mengetahui rumor yang beredar di luar, aku pun mempublikasikan video itu ke hadapan umum. Kurang dari satu hari, reputasiku dan Anna berbalik seratus delapan puluh derajat.Anna menjadi sasaran caci maki semua orang.Ayah dengan tegas menyatakan memutuskan hubungan dengannya. Pada akhirnya, Anna hanya bisa memohon pada Theo agar bersedia menampungnya, demi mengenang budi penyelamatan nyawanya dulu.Sedangkan aku, saat melihat seorang anonim mengirimkan “rumor” tentang Dominic, aku hanya mencibir dan membakarnya ke dalam perapian.Sebagai seorang ketua mafia, reputasi kejam justru merupakan sebuah pujian.Lagipula, aku pernah difitnah. Karena itu, aku lebih percaya pada apa yang kulihat dengan mataku sendiri.Selama kami menjalani hidup dengan baik, itu sudah lebih dari cukup.Adapun Theo, aku kembali bertemu dengannya pada suatu malam.Dia mabuk, entah apa yang dipikirkannya dengan membawa sekelompok orang ke rumah kami dan bers
Theo berdiri lama di luar kamar Annie. Pada akhirnya, dia “dipersilakan” keluar oleh para pelayan.Kalau mengikuti sifat Theo yang dulu, dia pasti sudah pergi sejak awal. Tak ada yang menyangka dia akan sekeras kepala ini.Bahkan dia tetap berdiri di tempat semula dan tidak beranjak hingga larut malam.“Putri, tidak turun?” Seorang pelayan bertanya. “Ketua Theo masih menunggu Anda.”Aku menggeleng. “Kalau dia suka berdiri, biarkan saja. Dia akan pergi sendiri kalau sudah lelah.”Benar saja, tak lama setelahnya, pelayan datang melapor bahwa Theo sudah pergi.Setelah rekaman CCTV dipublikasikan, Ayah merasa sangat kasihan padaku. Dia bahkan memutus semua hubungan dengan Keluarga Luca dan tidak menjalin kerja sama apa pun.Padahal kedua keluarga kami adalah sahabat lama. Perubahan mendadak ini membuat seluruh dunia mafia terus berspekulasi.Pembatalan pernikahan saja sudah cukup mengejutkan, kini hubungannya benar-benar diputus.Beberapa orang yang “tahu” mulai menyebarkan kabar bahwa sem
Tak lama setelah pernikahannya dibatalkan, Anna sangat tidak senang. Awalnya Theo masih menuruti kemauannya dan berusaha menenangkannya.Dia berjanji bahwa pernikahan berikutnya akan digelar lebih megah dan gaun pengantinnya akan dirancang ulang oleh desainer ternama.Dia juga membelikan banyak perhiasan mahal untuk Anna. Namun Anna tetap tidak puas, dia menginginkan lebih.Kesabaran Theo pun habis. “Anna, kenapa kamu menjadi begitu serakah?”Ekspresi Anna langsung membeku. Dia buru-buru memasang wajah menyedihkan.“Aku hanya merasa kasihan padamu. Pernikahan yang sudah kamu siapkan dengan susah payah justru dihancurkan oleh Annie.”Begitu mendengarnya, hati Theo kembali melunak.“Jangan bahas masalah ini lagi. Aku juga sudah menghukum Annie. Anggap saja semua sudah selesai.”Begitu mendengar kata selesai, wajah Anna berubah menjadi menyeramkan.Hanya hukuman sekecil itu?Tidak cukup! Sama sekali tidak cukup!Annie seharusnya dibenci oleh semua orang!Mengapa sejak lahir Annie sudah me
Tidak mungkin, jelas-jelas aku datang. Kami bahkan mengobrol dengan sangat akrab, saling bertukar kontak dan sudah berjanji untuk bertemu lagi.Mendengar ucapanku, Theo yang berdiri di samping hanya mencibir dingin, “Sepertinya Putri Annie menemuinya di dalam mimpi.”Dia tidak mempercayaiku, apalagi
Aku berkata dengan nada datar, “Jangan terlalu percaya diri. Ini bukan demi dirimu”Aku sudah lama ingin mewarnai rambutku menjadi ungu, bukan keputusan yang muncul tiba-tiba.Theo kembali menatap rok pendekku. “Ini juga bagian dari trik barumu?”Aku tidak menggubrisnya dan berbalik pergi.Aku punya
Saat tersadar kembali, aku berada di sebuah kamar yang hangat, dan lukaku sudah dibersihkan serta dibalut dengan rapi.Aku bertanya pada para bawahan, namun mereka hanya mengatakan bahwa ketua sudah mengambil keputusan akhir mengenai masalah ini.Setelah Anna benar-benar pulih dan keluar dari rumah
Theo berusaha bangkit sambil menahan rasa sakit. Ketika mendengar langkah kaki mendekat, ia membentak dingin, “Pergi.”Detik berikutnya, ia mendengar suara tangis lirih perempuan di depannya. Dia membeku.“Anna?”Kemudian dia melihatku berdiri di mulut gang dengan tatapan dingin.Di kehidupan sebelu


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu