LOGINDavin baru saja turun dari panggung, masih ada waktu untuk ke toilet, sebelum masuk ke acara selanjutnya, yaitu, pemilihan raja dan ratu jodoh.
Sesaat setelah Davin keluar dari toilet, seseorang mendekati dan menyapanya."Tuan muda," sapa seorang lelaki yang umurnya sekitar akhir dua puluh tahunan. Lelaki ini memakai baju bermerek dilengkapi dengan jam tangan original merk Rolex, tapi, dia malah memanggil Davin dengan sebutan, tuan muda.Davin menoleh ke arah orang itu dan jadi sangat kaget melihat orang itu. "Peter. Kau menemukanku?""Sudah tiga minggu aku menemukanmu, Tuan Muda. Tapi, aku sengaja, menyelidiki seluruh kehidupanmu disini dulu, sebelum datang menyapamu," kata Peter.Davin celingukan beberapa saat. Setelah itu, Davin membawa Peter ke daerah dekat kolam renang, di lantai yang sama dengan Ballroom hotel tempat acara kantornya, tapi terpisah dengan jarak yang cukup jauh.Karena saat ini, sudah hampir jam sebelas malam, karena itu, area kolam renang ini, jadi sangat sunyi."Apa ibuku sudah tahu tempat persembunyianku ini?" tanya Davin."Sudah, Tuan Muda. bahkan, Ibu Tuan Muda, sudah mengirim pesawat pribadi untuk kepulangan Tuan Muda kembali ke Hongkong.""Tidak. Aku belum akan pulang. Misi-ku belum selesai.""Tapi ... tuan muda sudah terlalu lama meninggalkan Hongkong. sudah dua tahun, Tuan Muda. Ayah Tuan Muda, mengharapkan Tuan Muda kembali untuk mengendalikan perusahaan," kata Peter."Ayahku kan masih bisa mengendalikan perusahaan.""Tuan Besar ingin pensiun. Makanya, Tuan Besar ingin Tuan Muda kembali untuk memimpin perusahaan.""Aku baru saja menemukan gadis yang tepat untukku. Karena itu, aku belum akan pulang ke Hongkong.""Kalau sudah menemukan jodoh Tuan Muda, itu lebih baik lagi. Ajaklah gadis itu ke Hongkong untuk bertemu Tuan Besar dan Nyonya besar.""Tidak. Aku harus mengujinya dulu. Aku tidak ingin kisah cintaku, berakhir buruk seperti sebelumnya.""Maksud Tuan Muda, Jacklyn?""Ya. Jacklyn si cewek matre itu. Dia mendekatiku, cuma karena mengincar hartaku. Setelah begitu banyak uang yang aku transfer ke rekeningnya, dia meninggalkan aku begitu saja. Aku tidak mau itu terjadi lagi, Peter.""Er.""Karena itulah, aku datang ke negara ini, kampung halaman ibuku ini, dimana, tidak ada seorang pun yang mengenalku dan aku sengaja menjadi seorang Cleaning Service, supaya, kalau ada wanita yang menyukaiku, berarti dia menyukaiku murni karena diriku, dan bukan karena harta keluargaku.""Tapi, Ibu Tuan Muda sudah merindukan Tuan Muda ....""Setelah dua tahun mencari, akhirnya, aku menemukan sosok yang aku cari. Karena itu, bilang kepada ibuku, untuk memberikan waktu tiga bulan saja. Sesudah itu, berhasil atau tidak, aku akan kembali ke Hongkong.""Baik. Tuan Muda. Aku akan menghubungi Ibu Tuan Muda," kata Peter sambil berlalu meninggalkan Davin."DAVIN!!!" terdengar teriakan seseorang. Davin pun menoleh dan melihat Bram, teman seprofesinya dan sahabatnya dalam enam bulan ini, mendatanginya."Ada apa, Bram?" tanya Davin."Aku mencarimu kemana-mana. Aku bahkan mencari sampai ke Toilet cewek karena tidak menemukanmu di Toilet cowok.""Ah, itu kan, mau-maunya kamu, buat ngintipin cewek. Iya kan?""Gak kok. By the way, aku ingin kamu mendengarkan ini," kata Bram sambil mengeluarkan handphonenya."Dengerin apa, sih?""Waktu Vania, cewek tercantik di kantor kita, tiba-tiba memilih kamu saat ajang cari jodoh itu, aku kan jadi penasaran. Kebetulan ada tempat kosong di belakang tempat duduknya Vania dan teman-temannya. Karena itu, aku langsung kesana dan merekam pembicaraan mereka. Dan inilah yang kutemukan," kata Bram, sambil menatap Davin.Kemudian, dia pun memutar rekaman suara Vania bersama dua temannya yang dia rekam di belakang Vania dan teman-temannya."Jadi, Vania menganggap ku Mr. Cool?" tanya Davin takjub setelah dia mendengarkan rekaman suara itu."Ya. nampaknya dia memang naksir kamu tuh. Rupanya sejak lama dia menyukaimu, tapi, kamu sendiri yang tidak mau melakukan pendekatan. Karena itu, manfaatkan keadaan sekarang ini, mumpung Vania sudah putus dengan Pak Ardy. Aku yakin, Pak Ardy itu, pasti tidak akan melepaskan cewek secantik Vania begitu saja. Iya kan?""Iya. Pasti. Sebenarnya, beberapa bulan ini, aku berusaha melakukan pendekatan ke Vania, tapi, selalu dihalangi oleh Ardy dan anak buahnya, sekarang ini, kesempatanku untuk mendekati Vania, apalagi setelah aku tahu isi hati Vania kepadaku," kata Davin sambil mengepalkan tangannya."Ayo semangat, friend. Sekarang, kita masuk dulu, sedikit lagi, juri akan memilih dua pasangan terbaik yang akan mengikuti pemilihan raja dan ratu ajang cari jodoh tahun ini. Kamu punya kesempatan untuk menang karena kamu berpasangan dengan Vania, cewek paling cantik di kantor kita. Feelingku sih, kamu dan Vania, akan berhadapan dengan Pak Ardy dan pasangannya," kata Bram menduga-duga."Oke. aku siap," kata Davin. Di hati terdalamnya, Davin merasa sangat bangga karena ternyata Vania menyukainya. Dan ini adalah pertama kalinya, dia disukai wanita tanpa dia memakai status dan harta kekayaan keluarganya yang sangat banyak itu.Davin tersenyum puas dan merasa, Vania semakin dekat untuk menjadi gadis pilihannya bahkan jodoh terbaik untuknya.Di panggung Ballroom hotel, Mr. Philip Collins sendiri yang mengumumkan dua pasangan pilihannya untuk bersaing dalam memperebutkan gelar Raja dan Ratu ajang cari jodoh tahun ini.Karena itu, Mr. Philip Collins sudah siap-siap membacakan nama-nama dua pasangan terbaik pilihannya. sebelumnya, Mr. Philip Collins membacakan kata-kata pembuka."Mungkin ada yang bertanya, mengapa di saat semua perusahaan, membatasi pacaran atau pernikahan sekantor, tapi semua perusahaan di bawahku, malah melakukan acara ini, acara cari jodoh antar sesama karyawan. Well. aku akan jelaskan lagi disini sekarang."Begini, di masa mudaku dulu, aku hanya seorang karyawan rendahan yang dipandang sebelah mata oleh karyawan senior. Aku selalu diejek, hasil kerjaku diremehkan dan kalau hasil kerjaku luar biasa, bos divisiku, langsung mengklaim hasil kerjaku itu sebagai hasil kerjanya. Pokoknya, begitu lah gambaran hidupku dulu," kata Mr. Philip Collins sambil nyeruput air mineral sejenak."Suatu saat, bos besar di perusahaanku, ingin menyenangkan putrinya yang baru kerja di perusahaan karena lama sakit. putrinya itu, juga melewatkan sebuah acara penting bagi anak gadis Amerika, yaitu PROM ( pesta dansa kelulusan High School) Kemudian, bosku itu, menyelenggarakan acara pesta dansa di kantor untuk menyenangkan putrinya."Aku tiba-tiba dijadikan bahan lelucon oleh para senior. Aku dikasih kertas di punggungku dengan tulisan besar yang isinya, sedang mencari jodoh karena tidak laku-laku."Semua orang langsung tertawa mendengar cerita Phillip Collins itu."Itu dimaksudkan untuk mempermalukanku. Para senior yang mengerjaiku tertawa-tawa melihatku. Tapi, saat itu, aku malah menarik perhatian putri dari Big bosku itu. Dia memilihku menjadi pacarnya dan belakangan jadi jodohnya. Itulah yang terjadi. Karena itulah, setelah sukses memiliki banyak perusahaan aku mulai menyelenggarakan ajang cari jodoh ini," kata Mr Philip Collins lagi."Aku tidak bisa, Lisa!” ujar Vino, membentak Lisa sambil menepis tangannya yang menyentuh bagian sensitifnya itu.Lisa terkejut. Dia tak menyangka Vino akan menolaknya sekasar ini.“Dengar, Lisa, aku tipe orang yang hanya bisa mencintai satu wanita di satu waktu. Kamu sudah mendapatkan kesempatan itu tetapi kamu lebih memilih menghancurkan hubungan kita. Karena itu, mulai sekarang, tolong jangan ganggu aku lagi. Permisi!" lanjut Vino, mencoba pergi.Tapi lagi-lagi tangan Lisa menahannya."Jangan begitu, Vino. Ingat, aku lebih cantik dan lebih seksi dari Joanna. Kamu pasti tidak bisa melupakan aku begitu saja. Aku yakin, hampir setiap malam kamu selalu mengingat aku. Iya kan? Akui aja. Aku tahu aku ini sukar untuk dilupakan oleh siapapun. Karena itu, ikuti strategi yang baru aku bahas denganmu tadi. Kita berdua akan kembali pacaran tetapi kali ini kita pacaran diam-diam di belakang mereka, sambil kita mendapat kesuksesan kita masing-masing dengan bantuan mereka berdua. Bagaimana?""Dit
"Kata-kata Paul itu ada benarnya, Joanna. Orang yang tidak berpendidikan seperti dia tidak seharusnya bermimpi untuk langsung dinaikkan menjadi kepala pabrik. Apa dia pikir karena dia sudah pacaran denganmu maka dia bisa seenaknya jadi kepala pabrik, heh! Jangan mimpi bilang sama dia!" kata Heri, membela Paul dan mencibir ke arah Vino.Bukannya terprovokasi, Vino malah semakin terlihat tenang."Terima kasih, Om. Aku juga sadar diri kok. Dan aku tidak tertarik dengan jabatan itu," ucap Vino.Melihat reaksi Vino ini, Heri menjadi kesal. Dia justru berharap Vino terpancing."Paman Heri tak perlu khawatir. Jabatan itu memang bukan untuk Vino," ucap Joanna, menantang Heri."Kamu anak kecil diam saja!""Aku punya mulut, paman. Aku bisa ngomong apa saja apalagi Paman merendahkan pacarku!""KAMU...," Heri maju 1 langkah ke depan, tapi Vino sudah menarik tangan Joanna dan meminta Joanna untuk mundur.Joanna mengerti. Dia pun segera mengajak Vino untuk mengambil makanan di meja makan yang jarak
Kekhawatiran Margareth terbukti. Joanna dipecat dari perusahaan? Yang benar saja. Apa yang akan terjadi nanti dengan putrinya itu? Bagaimana dia bisa bertahan?Tidak. Sebagai seorang ibu, Margareth tak mungkin membiarkan itu terjadi. Dia harus segera melakukan sesuatu."Joanna, jangan ucapkan kata-kata itu! Mama juga jangan memecat Joanna. Kalian berdua harus menghadapi semua ini dengan kepala dingin. Tolong, jangan keluarkan kata-kata yang akan kalian sesali di kemudian hari. Tenangkan diri kalian," kata Margareth. Dia menatap bergantian ke arah Herlin dan Joanna. Dia sungguh berharap kedua orang ini mengerti betapa seriusnya apa yang tengah mereka pertaruhkan ini.Di sisi lain, Joanna masih ingin membantah. Akan tetapi, Vino lekas memberi isyarat dengan jarinya agar dia tak melakukannya. Margareth sendiri langsung melotot ke arah Joanna, menegaskan bahwa sebaiknya dia tak memperpanjang masalah. Akhirnya Joanna pun tidak jadi mengucapkan apa yang sudah ada di ujung lidahnya.Herlin
Joanna terdiam seketika. Bibirnya kelu. Dia tidak mampu untuk menjawab pertanyaan Herlin."Aku memang cuma seorang buruh, oma," kata Vino akhirnya, karena dia melihat Joanna tidak juga membuka mulutnya."Aku bukan omamu! Buat kamu, kamu harus memanggil aku nyonya besar, bukan oma. Mengerti?!" Herlin memarahi Vino.Melihat Herlin memarahi Vino seperti itu, Joanna pun akhirnya memberontak."Memangnya apa salahnya kalau dia cuma buruh di pabrik kita, Oma? Apa salahnya?! Yang penting kan dia bukan pencuri, bukan penjahat! Dia bekerja untuk mencari uang dengan cara yang halal! Salahnya di mana?!"Herlin terkejut dengan sikap membangkang cucunya itu. Ini pertama kalinya Joanna sampai meninggikan suara seperti itu saat bicara dengannya.Herlin menarik napas sejenak. Dia merasa harus menasehati cucunya ini."Joanna, kamu itu sudah pernah dua kali aku jodohkan dengan pria yang baik. Anak dari keluarga yang kukenal, tetapi kamu sama ngeyelnya dengan ibumu ini, yang tidak mau dijodohkan hingga a
Meskipun Adi menjawab pertanyaannya tersebut dengan anggukan, Paul masih tak percaya. Dia tak percaya kalau pemuda itu hanyalah seorang buruh pabrik. Sambil menggeleng-gelengkan kepala, dia bertanya-tanya kenapa seorang buruh pabrik bisa sampai disambut dengan begitu hangat oleh Joanna.“Apa istimewanya dia?” pikirnya.Di titik inilah ia kebetulan melihat Stefani tengah mengamati pemuda itu.***Stefani nampak mengerut kesal, bibirnya manyun, wajahnya cemberut saat dia melihat Joanna bersama seorang pemuda tampan yang menurut Stefani, paling tampan dari semua pria yang pernah dilihat Joanna.Pemuda itu terlihat tampan dalam balutan baju-baju bermerek yang dikenakannya dan yang lebih membuat Stefani manyun itu karena Joanna yang mendapatkan pemuda tampan itu.Saat ini, rasa iri di dalam hati Joanna makin tak terkendali, jiwanya meradang, dia menatap marah ke arah pemandangan muda mudi di depannya itu yang semakin membuat hatinya panas sehingga tanpa terasa, dia mulai membanting-bantin
"Sampai nikah, tentu saja.""I like that.""Aku juga menyukai itu tapi mungkin masih agak lama, karena aku harus menabung lagi dari awal, semua penghasilan lku untuk mewujudkan keinginanku melamar kamu dan menikahi kamu. Tapi kamu jangan khawatir, aku akan kembali menyewa motor untuk mengambil order ojek online, supaya aku bisa menabung lebih banyak untuk acara kita nanti."Mendengar kata-kata Vino ini, Joanna tersenyum. Walaupun dia tahu penghasilan Vino tidak seberapa, tetapi Vino menunjukkan tanggungjawab yang besar untuk acara pernikahan yang dia siapkan itu, walaupun mungkin uang yang Vino kumpulkan nanti tidak akan sebanding dengan yang diinginkan keluarga besarnya, karena itu, Joanna berkata, "bagaimana kalau aku membantumu?""Maksud kamu?""Aku juga kan suka menabung dan tabunganku sudah cukup untuk kita melangsungkan acara pernikahan yang kita idamkan.""No, biaya untuk pernikahan itu, harus disiapkan oleh pengantin laki-laki. Tabungan kamu itu, biarlah untuk kamu sendiri, bi
Di saat kritis itu, di saat sang algojo, murid dari pemilik tali naga beracun itu mengayunkan golok besarnya ke punggung Davin, tepat di saat itulah, Davin berhasil menguasai seratus persen tali naga beracun.Tanda-tandanya adalah ketika tali naga beracun yang semula melilit tangan Davin dengan kenca
Mendengar kata-kata orang tua pemilik tali naga beracun ini, Davin semakin memusatkan tenaga dalamnya untuk dialirkan bersama dengan tenaga dalam yang dimiliki oleh tali naga beracun itu.Tali naga beracun ini sebenarnya adalah benda mati yang tidak akan bereaksi apa-apa kalau diikatkan atau kalau be
Kedatangan orang ini membuat Davin semakin gentar karena orang ini pernah membuat masalah dengan Davin di masa lalu. Orang ini adalah Aleksei, teman masa kecil Davin, teman dari masa lalu Davin tapi kemudian sempat menjebak Davin di Paris karena dia tergoda dan patuh kepada Vivian, gadis yang pernah
Sejenak Davin mengatur peredaran nafasnya yang sempat sesak setelah dihantam oleh pukulan yang sangat keras yang dilakukan oleh si Gagak Hitam Pengguncang Dunia itu.Saat Davin mengatur peredaran nafasnya, Gagak Hitam Pengguncang Dunia itu tidak mengejar Davin, dia masih tetap di posisinya tadi dan t







