Share

BAB 53

Author: Aara
last update publish date: 2026-10-15 21:03:49

“Aku sempat mengira liburan yang kau maksud adalah bersama lainnya juga.” Luca memperlambat langkahnya untuk mengimbangi Elara. Mereka baru saja sampai hotel dan melangkah menuju kamar. Tidak lupa Luca mengambil alih barang Elara untuk ia bawa.

Kamar keduanya berada tidak terlalu jauh. Lorong kedua dari arah lobi. 101 dan 102, bersebelahan. Dua-duanya memiliki balkon yang langsung mengarah ke pantai, sesuai keinginan Elara.

“Kubantu bantu sampai masuk kamar,” ujar Luca. Elara mengangguk semba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kekasih Rahasia Suamiku   BAB 76

    “Kau tidak pulang lagi malam ini?” Suara Elara memecahkan fokus Nathan, ia mendongak dengan kening berkerut. “Kau tahu kalau aku sudah berhari-hari tidak pulang?” Elara spontan memukul pelan mulutnya sendiri. “Ma-maksudku … wajahmu kusut seperti orang yang tidak sempat pulang dan istirahat,” jawabnya. Dalam hati bersyukur karena bisa menjawab dengan lancar, walaupun terdengar sedikit tidak masuk akal. Nathan memicingkan matanya curiga. “Sophia yang bilang padamu, ya?” “Tidak.” “Lalu siapa?” desak Nathan. “Tidak ada.” Informasi ini tentu saja Elara dapatkan dari pesan anonim itu, tapi mana mungkin ia jujur pada Nathan. Elara bernapas lega ketika melihat Nathan tak lagi bertanya lebih lanjut. Karena jika iya, entah kebohongan tidak masuk apa lagi yang bisa ia keluarkan. “Kau sendiri bagaimana. Tidak langsung pulang ke Bellmont, kan?” tanya Nathan, bangkit dari kursi kerjanya, mengambil jas yang tersampir di sebelah meja, dan menghampiri Elara di sofa. “Aku akan menginap di hot

  • Kekasih Rahasia Suamiku   BAB 75

    Elara memutar pena di jarinya, sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia tahu seberapa besar masalah yang dihadapi perusahaan Whitmore, Nathan pasti kewalahan. Sudah seminggu Nathan tidak membalas pesannya yang sekedar bertanya kabar. “Kau memikirkan Nathan?” Suara Luca membuat Elara tersentak. Matanya kembali pada dokumen berserakan di meja dan Luca yang duduk berseberangan dengannya. Tersadar jika ia sedang diskusi tentang rencana kerja sama dengan Winslow Group. “Maaf,” jawab Elara penuh rasa bersalah. Sangat tidak profesional ia memikirkan urusan pribadi di saat Aster sedang butuh dirinya. Apalagi sekarang Elara hanya berdua dengan Luca, hubungan mereka masih belum baik-baik saja. “Tidak apa-apa. Aku yang minta maaf karena beberapa hari belakangan bersikap kasar padamu.” Elara sontak menggeleng. “Tidak, tidak. Itu semua bukan salahmu, memang aku sendiri penyebabnya.” Luca tidak langsung menjawab, ia menaruh dokumen yang sedari tadi ada di pangkuannya ke meja lalu menatap Elara. “

  • Kekasih Rahasia Suamiku   BAB 74

    Bel pintu bunyi hampir bersamaan dengan ponsel Elara yang juga bergetar di dalam saku. Nathan tampak berusaha menormalkan napasnya, sedangkan Elara langsung memeriksa ponselnya. Ada pesan anonim lagi dari nomor biasanya. [Kau baik-baik saja di dalam kamar? Nathan tidak kurang ajar padamu, kan?] Isi pesan itu membuat kening Elara berkerut. Siapa sebenarnya orang dibalik pesan ini sampai tahu detail keberadaan Elara? “Sophia. Ada apa?” Elara menutup ponselnya, menoleh ke arah Nathan yang sudah membuka pintu. “Maaf mengganggu, Tuan. Ada sesuatu terjadi di kantor Whitmore dan cukup mendesak,” jawab Sophia sambil menyerahkan tablet ke Nathan. Elara mendekat, sedikit mengintip karena penasaran. “Ada masalah?” bisik Elara. Tidak lupa ia juga menyapa Sophia yang sudah dikenalnya sejak lama. Wanita itu juga tersenyum ramah padanya. Nathan menggeleng, mengembalikan tablet Sophia, lalu menoleh ke Elara lagi sambil tersenyum tenang. “Tidak ada. Hanya masalah kecil,” jawabnya. Nathan Whit

  • Kekasih Rahasia Suamiku   BAB 73

    Elara mengikuti Nathan duduk di salah satu sofa lobi hotel. Panas matahari sangat terik dan membuat kepalanya pening, menunggu di dalam memang keputusan terbaik. Lagi pula ia juga tidak tahu berapa lama orang bengkel itu akan datang. “Sial!” Elara menoleh dan menemukan Nathan mengusap kasar wajahnya. “Kenapa. Nath?” “Aku mau menunjukkan sesuatu padamu, tapi ketinggalan di kamar.” Elara mengerjap. “Kamarmu?” Nathan berdehem sekilas, kepalanya terangkat menatap Elara. “Kau keberatan naik ke kamar dulu?” Diam sebentar, Elara mengamati raut Nathan yang tampak menyesal. “Boleh,” jawabnya kemudian sambil mengangguk. Setelah itu Elara langsung beranjak mengikuti langkah Nathan memasuki lift. Akal sehatnya mulai bisa berpikir jernih. Kenapa ia harus ikut naik, padahal bisa tetap menunggu di lobi, kan? Elara mengumpat dalam hati, tidak bisa protes karena ikut ke kamar Nathan adalah keputusannya sendiri.“Silahkan masuk.”Elara tersadar saat Nathan membuka lebar pintu di depannya. “Teri

  • Kekasih Rahasia Suamiku   BAB 72

    “Ayolah, Lex ….” Elara bergelayut manja di lengan sang kakak. “Kau diskusikan dengan Luca dulu. Nanti aku pulang sekitar jam delapan,” jawab Alex, fokusnya masih di ponsel karena ada sedikit masalah di warehouse Aster. Elara mendengus, tapi tidak membantah dan tetap membiarkan Alexander pergi. Sebenarnya ia hendak diskusi tentang konsep Aster yang akan mereka pakai untuk kerja sama hotel Winslow bersama Alex dan Luca. Sudah hampir satu minggu hubungan Elara dan Luca belum membaik. Mereka hanya bertemu di waktu-waktu tertentu, yaitu saat membicarakan pekerjaan saja. Sisanya, Elara hampir tidak pernah berpapasan dengan sang kekasih, bahkan di kantor sekali pun. Sekarang Elara perlu mendiskusikan ide konsepnya bersama Luca dan Alex. Menurutnya, semakin cepat maka semakin baik. Ia tidak ingin membuang banyak waktu sebelum menghadap pihak Winslow Group. Elara melirik jam dinding, sebentar lagi Luca pasti datang. Ia memilih untuk menyandarkan tubuh di sofa ruang tengah sembari bermain

  • Kekasih Rahasia Suamiku   BAB 71

    “Jadi, Victor Winslow sendiri yang menawarkan kerja sama ini?” Alex bertanya sambil menyeruput kopi panasnya di sofa empuk ruang kerja Elara. Elara memang sengaja menyuruh Alex mampir ke kantor Aster sebelum ke warehouse. Pria itu sempat menggerutu kecil karena ini masih terlalu pagi untuk mulai bekerja. Elara mengangguk. “Betul. Tuan Victor sedang mencari mitra yang cocok untuk mengelola kedai kopi di hotelnya,” jawabnya sambil menyerahkan beberapa dokumen tentang pengembangan hotel Winslow Group pada sang kakak. “Winslow Group bukan perusahaan kecil,” ujar Alex, membaca dokumen tersebut sambil mengangguk kecil. “Kalau mereka tertarik dengan Aster, itu akan menjadi kesempatan besar bagi kita setelah kerja sama dengan Bellmont Grand Hotel kemarin.” Sesuai perkiraan Elara sebelumnya, Alex pasti juga antusias dengan rencana kerja sama ini. Setelah ia telusuri, hotel ini memang tidak sebesar properti Winslow yang lain. Namun konsepnya menarik dan mereka ingin memiliki kedai kopi deng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status