Compartir

BAB 76

Autor: Aara
last update Fecha de publicación: 2026-11-06 20:11:04

“Kau tidak pulang lagi malam ini?”

Suara Elara memecahkan fokus Nathan, ia mendongak dengan kening berkerut. “Kau tahu kalau aku sudah berhari-hari tidak pulang?”

Elara spontan memukul pelan mulutnya sendiri. “Ma-maksudku … wajahmu kusut seperti orang yang tidak sempat pulang dan istirahat,” jawabnya. Dalam hati bersyukur karena bisa menjawab dengan lancar, walaupun terdengar sedikit tidak masuk akal.

Nathan memicingkan matanya curiga. “Sophia yang bilang padamu, ya?”

“Tidak.”

“Lalu siapa
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kekasih Rahasia Suamiku   BAB 78

    Elara nyaris melompat dari sofa. Kedua matanya membulat sempurna. Bagaimana bisa pria yang sudah mendekam di balik jeruji besi itu bisa kabur? Nathan mengangguk, rahangnya mengeras. “Polisi baru menginformasikan pagi ini, padahal bajingan itu sudah kabur beberapa waktu lalu.” Sophia yang sejak tadi diam, kini menyerahkan sesuatu pada Elara. Sebuah kertas berisi informasi tentang pelaku pembobolan perusahaan Whitmore juga kebakaran di venue pernikahannya dengan Luca. “Derek Miller. Dia orang kepercayaan James Caldwell dari dulu,” ucap Sophia. Elara memperhatikan foto tersebut, dibandingkan dengan video di cctv. Wajahnya memang kurang jelas, tapi postur tubuhnya sama persis. “Jadi selama ini James Caldwell masih bisa beraksi karena bantuan Derek ini?” tanya Elara. Nathan mengangguk, lalu kembali menatap Sophia. “Hubungi polisi. Katakan pada mereka kalau kita bersedia memberikan seluruh bukti ini. Kerja mereka terlalu lambat, aku khawatir James dan Derek berhasil kabur lebih jauh.”

  • Kekasih Rahasia Suamiku   BAB 77

    Elara menarik diri, tersadar jika sikapnya tadi terlalu mendadak dan memalukan. “Ma-maaf. Aku –” “Kau menciumku,” potong Nathan, matanya terbelalak sambil menyentuh bibirnya pelan. Seolah tidak percaya apa yang baru saja terjadi. Elara mengalihkan pandangan. Berusaha menyembunyikan wajah yang pasti sudah memerah layaknya kepiting rebus. “Maaf. Aku tidak sengaja,” bisiknya, hanya itu yang bisa ia ucapkan. Nathan mendesis pelan. “Kau menciumku dan bilang tidak sengaja? Jangan bercanda, El.” Mendadak Elara panik, bersamaan dengan jantungnya yang berdegup semakin kencang. Nathan menariknya, hingga tubuh keduanya kini hampir tanpa jarak. Perlahan Elara menoleh, membalas tatapan Nathan. “El, sebenarnya bagaimana perasaanmu?” tanya Nathan, suaranya hampir menyerupai bisikan. Elara bergeming, sorot Nathan membiusnya hingga tak mampu berkata-kata, membuat hatinya seolah ditumbuhi bunga berwarna-warni. Hal yang tidak pernah ia rasakan dengan Luca sebelumnya. “Ternyata perasaanku tidak pe

  • Kekasih Rahasia Suamiku   BAB 76

    “Kau tidak pulang lagi malam ini?” Suara Elara memecahkan fokus Nathan, ia mendongak dengan kening berkerut. “Kau tahu kalau aku sudah berhari-hari tidak pulang?” Elara spontan memukul pelan mulutnya sendiri. “Ma-maksudku … wajahmu kusut seperti orang yang tidak sempat pulang dan istirahat,” jawabnya. Dalam hati bersyukur karena bisa menjawab dengan lancar, walaupun terdengar sedikit tidak masuk akal. Nathan memicingkan matanya curiga. “Sophia yang bilang padamu, ya?” “Tidak.” “Lalu siapa?” desak Nathan. “Tidak ada.” Informasi ini tentu saja Elara dapatkan dari pesan anonim itu, tapi mana mungkin ia jujur pada Nathan. Elara bernapas lega ketika melihat Nathan tak lagi bertanya lebih lanjut. Karena jika iya, entah kebohongan tidak masuk apa lagi yang bisa ia keluarkan. “Kau sendiri bagaimana. Tidak langsung pulang ke Bellmont, kan?” tanya Nathan, bangkit dari kursi kerjanya, mengambil jas yang tersampir di sebelah meja, dan menghampiri Elara di sofa. “Aku akan menginap di hot

  • Kekasih Rahasia Suamiku   BAB 75

    Elara memutar pena di jarinya, sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia tahu seberapa besar masalah yang dihadapi perusahaan Whitmore, Nathan pasti kewalahan. Sudah seminggu Nathan tidak membalas pesannya yang sekedar bertanya kabar. “Kau memikirkan Nathan?” Suara Luca membuat Elara tersentak. Matanya kembali pada dokumen berserakan di meja dan Luca yang duduk berseberangan dengannya. Tersadar jika ia sedang diskusi tentang rencana kerja sama dengan Winslow Group. “Maaf,” jawab Elara penuh rasa bersalah. Sangat tidak profesional ia memikirkan urusan pribadi di saat Aster sedang butuh dirinya. Apalagi sekarang Elara hanya berdua dengan Luca, hubungan mereka masih belum baik-baik saja. “Tidak apa-apa. Aku yang minta maaf karena beberapa hari belakangan bersikap kasar padamu.” Elara sontak menggeleng. “Tidak, tidak. Itu semua bukan salahmu, memang aku sendiri penyebabnya.” Luca tidak langsung menjawab, ia menaruh dokumen yang sedari tadi ada di pangkuannya ke meja lalu menatap Elara. “

  • Kekasih Rahasia Suamiku   BAB 74

    Bel pintu bunyi hampir bersamaan dengan ponsel Elara yang juga bergetar di dalam saku. Nathan tampak berusaha menormalkan napasnya, sedangkan Elara langsung memeriksa ponselnya. Ada pesan anonim lagi dari nomor biasanya. [Kau baik-baik saja di dalam kamar? Nathan tidak kurang ajar padamu, kan?] Isi pesan itu membuat kening Elara berkerut. Siapa sebenarnya orang dibalik pesan ini sampai tahu detail keberadaan Elara? “Sophia. Ada apa?” Elara menutup ponselnya, menoleh ke arah Nathan yang sudah membuka pintu. “Maaf mengganggu, Tuan. Ada sesuatu terjadi di kantor Whitmore dan cukup mendesak,” jawab Sophia sambil menyerahkan tablet ke Nathan. Elara mendekat, sedikit mengintip karena penasaran. “Ada masalah?” bisik Elara. Tidak lupa ia juga menyapa Sophia yang sudah dikenalnya sejak lama. Wanita itu juga tersenyum ramah padanya. Nathan menggeleng, mengembalikan tablet Sophia, lalu menoleh ke Elara lagi sambil tersenyum tenang. “Tidak ada. Hanya masalah kecil,” jawabnya. Nathan Whit

  • Kekasih Rahasia Suamiku   BAB 73

    Elara mengikuti Nathan duduk di salah satu sofa lobi hotel. Panas matahari sangat terik dan membuat kepalanya pening, menunggu di dalam memang keputusan terbaik. Lagi pula ia juga tidak tahu berapa lama orang bengkel itu akan datang. “Sial!” Elara menoleh dan menemukan Nathan mengusap kasar wajahnya. “Kenapa. Nath?” “Aku mau menunjukkan sesuatu padamu, tapi ketinggalan di kamar.” Elara mengerjap. “Kamarmu?” Nathan berdehem sekilas, kepalanya terangkat menatap Elara. “Kau keberatan naik ke kamar dulu?” Diam sebentar, Elara mengamati raut Nathan yang tampak menyesal. “Boleh,” jawabnya kemudian sambil mengangguk. Setelah itu Elara langsung beranjak mengikuti langkah Nathan memasuki lift. Akal sehatnya mulai bisa berpikir jernih. Kenapa ia harus ikut naik, padahal bisa tetap menunggu di lobi, kan? Elara mengumpat dalam hati, tidak bisa protes karena ikut ke kamar Nathan adalah keputusannya sendiri.“Silahkan masuk.”Elara tersadar saat Nathan membuka lebar pintu di depannya. “Teri

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status