เข้าสู่ระบบLaura datang ke rumah tempat di mana keluarga Jackson tinggal. Setelah tiba di dalam rumah itu ternyata sudah banyak anggota keluarga yang tiba lebih dulu daripada dirinya. Maklum saja memang Laura sengaja datang lebih lambat 2 jam dari waktu yang dijanjikan."Dari mana saja kamu? Kenapa kamu datang terlambat sekali? Apakah kamu tahu seberapa lama kami menunggumu di sini?" Emma lebih dulu menyerbu Laura bahkan sebelum wanita itu duduk.Laura tersenyum tipis menatap Emma, kemudian beralih menatap ke arah anggota keluarga Jackson yang lain. Terlihat juga pria itu duduk bersama Ariana dengan wajah mendung, sementara Ariana sendiri terlihat menangis dengan suara isak yang memenuhi ruangan. "Maaf, aku datang terlambat karena ada urusan yang harus aku selesaikan dulu." Laura berbicara sambil duduk. "Ada apa kalian memanggilku kemari? Apakah masih masalah Ariana? Aku sudah katakan pada kalian jika aku tidak akan mencabut laporanku. Begitu juga dengan orang-orang yang akan menuntut Elina."
Laura duduk di kursi kerja Bernard sambil menatap sekeliling. Pria yang membawanya ke kantor saat ini sedang rapat. Laura ditinggalkan di dalam ruang kerja dan bebas melakukan apa saja yang ia inginkan. Itu yang dikatakan oleh Bernard sebelum meninggalkannya. Rasanya bosan sekali untuk menunggu di sini. Laura ingin pergi, namun para pengawal Bernard yang berada di depan pintu tentu tidak mengizinkannya. Ada makanan dan juga snack yang sudah disiapkan untuknya. Sayangnya, Laura tidak tertarik untuk menikmatinya. Perempuan cantik itu melihat-lihat rak buku yang ada di dalam ruang kerja, mengambil beberapa buku dan membacanya. Sudah 2 jam berlalu, namun Bernard belum juga kembali. Tak sengaja tatapan Laura tertuju pada laci yang ada di sisi mejanya. Jika di rumah biasanya Laura akan menyimpan pernak-pernik lucu di dalam lacinya. Mungkin Bernard juga menyimpan pernak-pernik lucu khusus pria? Pikir Laura di dalam hatinya. Perempuan cantik itu menarik laci atas dan menemukan banyak
Rumah besar yang biasanya diisi dengan anggota keluarga lengkap kini tampak lengang. Para petugas sudah pergi membawa barang bukti dan juga para tersangka yang mereka tangkap. Di rumah ini hanya menyisakan para pelayan, Richard, Laura, dan Audi. Para pelayan sudah membubarkan diri, menyembunyikan diri karena takut terlibat. Sementara Laura masih duduk di ruang tamu bersama Richard dan Audi setelah kepergian orang-orang itu. "Kamu akan menempati rumah ini. Rumah ini atas nama mamaku, bukan atas nama Edward. Jadi, pihak berwenang tidak akan menyita rumah ini. Paling sesekali mereka akan datang untuk melakukan pemeriksaan," kata Laura sambil menatap Richard. "Jika aku tinggal di rumah besar ini, bagaimana dengan biaya hidupku? Aku tidak punya uang untuk membayar konsumsi di rumah ini. Belum lagi pelayan yang perlu digaji." Richard terlihat pasrah dengan keadaan. Paling-paling nanti jika memang Laura ingin menendangnya dari kehidupannya, mungkin Richard akan memohon pada wanita sat
Laura melangkah menuju kamarnya, sebelum akhirnya perempuan cantik itu kembali dengan membawa beberapa berkas yang langsung dia tunjukkan pada Edward. Tim investigasi sedang mengumpulkan bukti-bukti kejahatan Edward. Termasuk, memeriksa ruang bawah tanah di mana banyak sekali harta yang tersembunyi di dalamnya. "Kamu lihat ini. Ini adalah berkas medis kesehatan kamu. Dari tahun sebelum mamaku menikah denganmu, kamu adalah seorang pria yang tidak bisa memiliki keturunan. Ini adalah data lengkapnya." Laura menunjuk salah satu kertas di hadapan Edward yang dibaca pria itu dengan sangat teliti. "Kamu ingat saat itu mamaku harus pura-pura berada di luar negeri untuk melahirkan aku. Padahal mamaku tidak berada di luar negeri. Mamaku mengadopsi aku yang kebetulan saat itu masih bayi. Saat itu kamu tidak peduli dengan ibuku melahirkan atau tidak. Saat itu kamu sedang sibuk dengan selingkuhan kamu."Laura tidak lupa untuk menatap ke arah Lina yang kedua tangannya juga sudah diborgol. Edward
Laura turun dari mobilnya setelah tiba di bagian jalan menuju samping rumah tempat biasa ia masuk jika halaman depan rumahnya sedang dipadati banyak kendaraan atau orang-orang. Perempuan itu turun tidak sendiri melainkan bersama Audi.Saat mereka melangkah memasuki halaman samping rumah, kebetulan mereka bertemu dengan Richard yang berada di pintu bagian samping. Pemuda itu berdiri dengan tenang sambil melipat tangannya di dada, membuat Laura segera menghampirinya diikuti oleh Audi. "Mama, papa, dan Kak Alena sudah ditangkap. Saat ini mereka sedang di ruang tamu karena aparat kepolisian sedang mengumpulkan barang-barang bukti kejahatan mereka," kata Richard.Mendengar jika Lina juga masuk dalam daftar penangkapan, Laura dan Audi saling menatap. "Mamamu terlibat dengan masalah yang menimpa Edward juga?" Audi lah yang pertama bertanya, membuat Richard menggelengkan kepala."Mama dilaporkan oleh teman-teman sosialitanya karena menjual barang-barang palsu. Dari berlian sampai tas dan
"Alena, aku benar-benar tidak menyangka jika kamu ternyata sejahat ini. Aku benar-benar tidak bisa hidup dengan wanita yang penuh dengan dosa sepertimu." Jason menatap Alena dengan tatapan kecewa yang tidak bisa ditutupi. Ekspresi wajahnya terlihat sedih, membuat Alena panik. Skandal yang menimpa padanya tidak bisa ditutupi. Berusaha untuk dihapus namun tetap tidak bisa hingga membuat Alena merasa putus asa.Belum lagi Jason belum pernah memperkenalkannya dengan keluarganya yang berada di Brinetea, membuat Alena tidak bisa kehilangan Jason. "Jason, aku pasti akan menjelaskan padamu tentang semua ini. Ini semua fitnah untuk membuat nama baik papaku dan aku buruk. Percaya padaku, aku tidak pernah menyakiti orang." Alena berusaha untuk memegang tangan Jason, namun pria itu langsung melepaskannya sambil mundur selangkah. Jason menggelengkan kepalanya. "Keluargaku di Brinetea tidak akan bisa menerima skandal semacam ini, Alena. Mereka pasti tidak akan mengizinkan kamu masuk sebagai a
Laura turun dari mobilnya sambil melangkah masuk ke dalam rumah besar 2 lantai yang sudah ditempatinya beberapa waktu ini. Laura baru saja melewati pintu utama ketika melihat kain-kain yang cukup merusak pemandangan berserakan di lantai.Warnanya merah mencolok, membuat sakit mata bagi yang memand
Matahari sudah mulai tampil dengan pesona cahaya yang menyinari bumi. Celah cahaya memasuki jendela melalui pantulan kaca dengan hordeng yang tidak tertutup rapat. Sementara di sebuah tempat tidur berukuran king size dengan sprei berwarna putih, sepasang laki-laki dan perempuan masih terlelap den
"Bagaimana dengan taruhan kita malam ini? Kira-kira siapa yang akan menjadi gadis tidak perawan malam ini?" Seorang perempuan dengan kulit eksotis mengenakan rok pendek setengah paha dan baju tanktop terbuka, berdiri sambil memegang botol minuman di tangan kanannya.Gadis itu menatap teman-temanny
Sebuah tamparan renyah terdengar di sebuah ruangan dengan kehadiran 4 orang yang menyaksikan adegan tersebut. Sosok pria paruh baya dengan kacamata yang menghiasi wajahnya, menatap tajam pada putrinya yang nyaris membuat malu di depan keluarga besar mereka. Edward, tidak menyangka jika putriny







