Share

Bab 07 - Musuh Baru - Part 01

Auteur: Aljum'ah R
last update Dernière mise à jour: 2025-10-06 16:24:39

Angin di kota pelabuhan terasa dingin menusuk dikulit saat Renzu dan timnya kembali dari reruntuhan kuno. Setelah pertarungan besar melawan makhluk astral dan pengkhianatan Orfen, mereka merasakan kelelahan yang luar biasa. Namun, tidak ada waktu untuk beristirahat terlalu lama dampak dari peristiwa tersebut mulai terasa di sekeliling mereka.

Mira berjalan di sisi Renzu, sesekali melirik wajahnya yang tampak pucat. "Kau yakin baik-baik saja?"

Renzu mengangguk, meskipun kepalanya masih terasa berat.

"Aku hanya butuh sedikit waktu. Sistem Astral memberiku peringatan, tapi aku rasa aku bisa mengatasinya."

"Jangan memaksakan diri, Renzu," Lyra menyela dari belakang. "Setiap kali kau menggunakan kekuatan itu secara ekstrem, efeknya selalu membuatmu melemah."

Rufus menghembuskan napas keras. "Kita butuh tempat aman untuk menganalisis semuanya. Lagipula, kita masih harus mencari tahu lebih banyak tentang fragmen yang kita dapatkan."

Renzu menyentuh pecahan Gelang Bintang yang menempel dadanya. Energinya masih terasa mengalir, tetapi ada sesuatu yang berbeda kali ini sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan dengan kata-kata.

Saat mereka mendekati guild petualang di kota, suasana terasa lebih tegang dari biasanya. Para petualang yang biasanya sibuk dengan urusan masing-masing kini berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, berbisik satu sama lain.

Mira menyipitkan matanya. "Ada yang aneh."

Seorang petualang berlari menghampiri mereka, napasnya tersengal. "Kalian akhirnya kembali! Ada masalah besar!"

Renzu mengangkat alis. "Masalah? Apa yang terjadi?"

Petualang itu melirik ke sekeliling sebelum berbicara lebih pelan. "Nama kalian ada di daftar buruan."

Di dalam ruang pertemuan guild, suasana semakin mencekam. Kapten Darios menatap mereka dengan ekspresi serius, tangannya melipat di atas meja kayu yang dipenuhi dokumen.

"Jelaskan padaku apa yang terjadi di reruntuhan," katanya, suaranya dalam dan penuh tekanan.

Mira duduk bersandar dengan tangan terlipat. "Kami menemukan pecahan Gelang Bintang. Orfen mengkhianati kami dan mencoba mengambilnya sendiri."

Darios menghela napas panjang. "Aku sudah mendengar laporan itu. Tapi masalahnya lebih besar dari yang kalian pikirkan."

Dia melemparkan sebuah gulungan ke meja. Renzu mengambilnya dan membukanya perlahan.

Di sana, tertera dengan jelas: "Kazehaya Renzu dan kelompoknya Buronan Prioritas Kekaisaran Sunturion dan Black Crescent."

Rufus melompat dari tempat duduknya. "Apa-apaan ini?!"

Darios menatap mereka tajam. "Kalian menarik perhatian yang tidak seharusnya. Kekaisaran Sunturion mulai bergerak. Mereka tidak bisa mengabaikan seseorang yang memiliki kekuatan Gelang Bintang begitu saja."

Lyra menggertakkan giginya. "Dan Black Crescent? Apa hubungan mereka dengan ini?"

"Black Crescent telah lama mengincar artefak kuno. Begitu kabar tersebar bahwa kalian memiliki salah satu pecahan, mereka mengirim pembunuh bayaran untuk menghabisi kalian dan mengambilnya."

Keheningan menyelimuti ruangan.

Renzu mengepalkan tinjunya. "Jadi, sekarang kita resmi menjadi target?"

Darios mengangguk. "Benar. Dan aku bisa jamin mereka tidak akan memberi kalian waktu untuk bersantai."

Seolah menjawab ucapannya, sebuah suara ledakan menggema dari luar guild.

Mira langsung berdiri. "Apa itu?!"

Rufus mengintip dari jendela dan wajahnya memucat. "Kita tidak punya waktu. Mereka sudah datang."

Langit malam memerah oleh nyala api yang melahap bangunan di sekitar pelabuhan. Suara logam beradu.

Di jalan utama, asap dan debu berputar di antara siluet sekelompok petualang berpakaian hitam. Di dada mereka berkilat lambang bulan sabit merah tanda tak terbantahkan dari Black Crescent.

Dari barisan itu, muncul seorang pria berjas panjang kelam. Tatapannya dingin, suaranya menembus kebisingan malam.

“Renzu… serahkan pecahan itu sekarang, dan mungkin aku akan membiarkan kalian hidup.”

Renzu menggenggam senjatanya erat. Angin laut menerpa wajahnya, membawa aroma darah dan garam. Ia menatap pria itu lurus, tanpa sedikit pun gentar.

“Sebelum aku tahu siapa kau… tak ada satu pun yang akan kau dapatkan dariku.”

--------->

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • Kekuatan Gelang Bintang : Astral Odyssey   Spoiler Volume 2 - Gelang Bintang - Constela Empire

    Pada Volume 2, perjalanan Kazuha Renzu memasuki babak yang jauh lebih besar dan penuh tantangan. Setelah resmi diangkat sebagai Kaisar Pertama dari Constela Empire, Renzu tidak lagi hanya memikirkan keamanan internal atau konsolidasi kekuatan di wilayah asalnya. Kini, ia menatap ke luar, ke dunia yang lebih luas dan lebih liar. Dengan visi yang tajam dan ambisi yang hampir tak terbatas, ia bertekad memperbesar pengaruh Constela Empire hingga mencapai berbagai belahan dunia, baik melalui perluasan wilayah maupun penguatan hubungan antarnegara. Namun berbeda dengan banyak kaisar pendahulunya dalam sejarah dunia lain, Renzu memilih jalan yang lebih cerdas: diplomasi, perdagangan, dan kecerdasan strategi, bukan sekadar penaklukan brutal.Wilayah-wilayah sekitar mulai merasakan kehadiran baru yang elegan namun tegas dari Constela. Utusan-utusan dikirim ke berbagai negara, membawa proposal kerja sama, perjanjian perdagangan, dan peluang keuntungan yang menggoda. Meskipun demikian, di balik

  • Kekuatan Gelang Bintang : Astral Odyssey   Bab 104 - Masa Depan Constela Empire - END

    Malam itu, Vale memanggil Renzu ke ruang arsip yang tersembunyi di dalam benteng utama. Dindingnya dipenuhi dengan gulungan perkamen dan buku-buku kuno yang sebagian besar berasal dari reruntuhan Nautalis.Vale meletakkan salah satu gulungan di atas meja, matanya serius. "Aku menemukan ini di antara peninggalan yang kita bawa dari Nautalis. Dan aku pikir kau harus melihatnya."Renzu mengambil gulungan itu dan membacanya perlahan. Tulisan kuno yang tertulis di sana membuat darahnya bergetar.Fragmen Lautan adalah salah satu dari lima kunci. Jika kunci-kunci ini dipersatukan, segel terakhir akan terbuka. Tetapi segel itu bukan hanya penghalang bagi kekuatan purba itu juga merupakan benteng yang menjaga dunia ini dari kehancuran.Renzu mengerutkan kening. "Jadi, fragmen yang kita miliki… bukan hanya sumber kekuatan, tetapi bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar?"Vale mengangguk. "Jika kita terus mencari fragmen lain tanpa memahami konsekuensinya, kita mungkin akan membuka sesuatu yan

  • Kekuatan Gelang Bintang : Astral Odyssey   Bab 103 - Masa Depan Constela Empire - Part 02

    Semua yang hadir mengangguk serempak. Mereka tahu bahwa tugas mereka baru saja dimulai.Vale menambahkan, "Dan satu hal lagi. Aku telah menemukan sesuatu di reruntuhan Nautalis."Semua orang menoleh ke arahnya."Aku menemukan catatan kuno yang menyebutkan bahwa Vortheos bukan satu-satunya makhluk yang tersegel di dunia ini. Ada kekuatan lain di luar sana, sesuatu yang bahkan lebih besar dari yang kita hadapi sebelumnya."Keheningan memenuhi ruangan.Renzu mengepalkan tangannya. "Kalau begitu, kita tidak hanya akan bersiap untuk perang melawan Kekaisaran. Kita juga akan mencari kebenaran tentang apa yang sebenarnya tersembunyi di dunia ini."Mira menyeringai. "Petualangan baru dimulai, ya?"Renzu menatap mereka semua, kemudian tersenyum tipis. "Ya. Dan kali ini, kita akan memastikan bahwa kita tidak hanya menjadi bagian dari sejarah. Kita akan menulisnya sendiri."Di dalam balai pertemuan utama Constela Empire, Renzu duduk di atas kursi batu besar yang kini menjadi takhta kepemimpinann

  • Kekuatan Gelang Bintang : Astral Odyssey   Bab 102 - Masa Depan Constela Empire - Part 01

    Laut yang bergemuruh kini telah tenang, tetapi di hati mereka, badai masih berkecamuk. Kapal utama Constela Empire, "Astralis", meluncur perlahan ke pelabuhan utama pulau, membawa pulang pahlawan yang menang, tetapi juga membawa luka mendalam akibat pengorbanan yang telah terjadi.Renzu berdiri di haluan, matanya menatap cakrawala yang mulai disinari matahari pagi. Ia telah memimpin pasukannya dalam pertempuran yang menentukan, tetapi harga yang harus dibayar terlalu tinggi.Di belakangnya, Neyra, Vale, Mira, dan Rufus berdiri dalam diam, masing-masing tenggelam dalam pikiran mereka sendiri. Tidak ada yang berbicara. Tidak ada sorak kemenangan. Hanya suara ombak yang mengiringi mereka pulang.Saat kapal berlabuh, penduduk Constela Empire telah berkumpul di dermaga, menunggu pemimpin mereka kembali. Mereka melihat bendera kekaisaran masih berkibar, tetapi mereka tahu bahwa tidak semua yang berangkat dalam perjalanan ini akan kembali.Di alun-alun utama, sebuah upacara penghormatan tela

  • Kekuatan Gelang Bintang : Astral Odyssey   Bab 101 - Kebangkitan Penguasa Laut - Part 04

    Namun, kekacauan masih belum berakhir. Fragmen Lautan di tangan Renzu bersinar lebih kuat, seolah sedang menarik kekuatan dari tubuh Vortheos. Dalam benaknya, Renzu mendengar suara sang penguasa."Segel telah retak. Aku tidak lagi bisa bertahan di dunia ini tanpa mengubah keseimbangan laut."Elyndor, yang masih berdiri di dekat altar utama, menyadari sesuatu yang mengerikan. "Renzu! Jika kita tidak menstabilkan segel ini, kota ini akan runtuh dan tenggelam kembali ke dalam kegelapan!"Vale bergegas ke sampingnya, memeriksa inskripsi kuno yang telah mereka temukan sebelumnya. "Ada cara untuk memperbaiki segelnya! Tetapi itu membutuhkan seseorang untuk mengorbankan energi hidupnya!"Keheningan menyelimuti mereka sejenak.Mira, Rufus, dan Neyra saling bertukar pandangan. Mereka tahu apa arti dari kata-kata Vale.Seseorang harus tinggal dan mengorbankan dirinya untuk menyegel kembali Vortheos.Elyndor melangkah maju. "Aku akan melakukannya.""Tidak!" Renzu berteriak, menggenggam bahunya.

  • Kekuatan Gelang Bintang : Astral Odyssey   Bab 100 - Kebangkitan Penguasa Laut - Part 03

    "Kita butuh lebih banyak waktu!" Elyndor menambahkan, sementara ia merapalkan mantra untuk membaca ukiran kuno yang mulai bersinar.Namun, waktu bukanlah sekutu mereka. Jenderal Altherion mulai memusatkan energinya, menciptakan pusaran air yang lebih besar dari sebelumnya. "Aku akan menunjukkan padamu apa arti kekuatan sejati!"Air di sekitar mereka mulai berputar liar, dan dari dasar laut, serpihan reruntuhan berjatuhan ke atas mereka, seakan kota ini akan tenggelam sepenuhnya kembali ke kedalaman.Renzu harus membuat keputusan melanjutkan pertarungan dengan Altherion atau mencoba menenangkan Vortheos sebelum semuanya berakhir?"Aku punya rencana!" Renzu berteriak, tangannya mencengkeram erat Fragmen Lautan yang kini berpendar semakin kuat.Mira menangkis serangan dari seorang prajurit Kekaisaran dan berseru, "Kalau kau punya ide, lakukan sekarang! Kami tidak bisa menahan mereka lebih lama lagi!"Renzu menutup matanya dan merasakan arus energi yang mengalir dari Fragmen Lautan. Dalam

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status