Share

Bab 4

Author: Whitty
Laras membuka matanya, lalu menatap Benny dengan datar. "Resep itu ada racunnya atau nggak, kamu akan langsung tahu setelah dokter memeriksanya. Atau kamu sebenarnya nggak peduli dengan kebenarannya, kamu hanya mau melampiaskan amarahmu padaku? Kalau begitu, kamu nggak perlu berputar-putar. Langsung saja hukum aku, aku akan menerimanya."

Dulu, Yanti juga sering menggunakan cara seperti ini untuk menjebak Laras. Dia sengaja jatuh dari tangga, lalu bilang Laras yang mendorongnya dengan mata yang berkaca-kaca. Dia juga sengaja memercikkan minyak panas ke tangan Laras saat Laras sedang memasak, lalu menggigit bibir dan bilang kakak iparnya yang tidak sengaja dengan ekspresi pura-pura menyedihkan.

Hal-hal seperti ini sudah sering terjadi.

Dulu, Laras tidak mengerti mengapa seorang genius seperti Benny tidak bisa melihat jebakan yang begitu jelas. Kini, dia akhirnya mengerti, Benny bukannya tidak bisa melihat jebakan itu. Benny hanya merasa kasihan pada Yanti yang terluka dan butuh seseorang untuk menanggung amarahnya. Dan orang itu hanya bisa dia.

Kini, Laras bahkan sudah malas untuk mengangkat kelopak matanya lagi. Dia sudah mati rasa, bahkan tidak akan merasa sedih lagi karena Benny salah paham padanya.

Mendengar itu, hati Benny terasa sesak. Dia mengernyitkan alisnya dan berkata, "Apa maksudmu aku melampiaskan amarahku padamu? Laras, kalau kamu punya keluhan, katakan saja padaku. Jangan bicara dengan dingin seperti ini. Aku ini suamimu, bukan musuhmu."

Namun, Laras malah memejamkan mata. "Nggak ada lagi yang perlu kubicarakan denganmu."

Jantung Benny bergetar. "Apa maksudmu ini? Apa maksudmu nggak ada lagi yang perlu dibicarakan denganku?"

Namun, Laras tidak menjawab lagi, hanya memejamkan matanya rapat-rapat. Dia tidak mendengar dan tidak melihat Benny lagi, mengisolasi Benny sepenuhnya dari dunianya.

Benny merasa makin gelisah. Entah mengapa, dia samar-samar merasa dia tidak akan bisa mempertahankan Laras lagi. Perasaan itu membuatnya ingin segera mengatakan atau melakukan sesuatu, untuk mempertahankan Laras.

Setelah terdiam sejenak, Benny pun berkata, "Besok adalah hari ketujuh setelah kematian Jack. Aku akan menemanimu menjaganya semalaman."

Tubuh Laras terlihat jelas menjadi tegang, tetapi dia tetap tidak membuka matanya.

Saat itu, terdengar suara perawat dari arah pintu. "Pak Benny, kami sudah melakukan pencucian lambung pada Bu Yanti. Dia sudah keluar dari bahaya, tapi dia masih sangat ketakutan dan terus memanggil namamu ...."

"Baik."

Setelah menjawab dengan nada dingin, Benny menoleh dan menatap Laras dalam-dalam. "Laras, istirahatlah yang baik. Besok kita pulang sama-sama dan antar Jack untuk yang terakhir kalinya."

Malam itu terasa sangat panjang. Laras hampir tidak bisa memejamkan mata dan begadang sepanjang malam.

Setelah hari ketujuh lewat, sudah waktunya Jack dimakamkan. Anak yang sudah dikandung Laras selama sepuluh bulan dan dilahirkannya dengan susah payah, sebentar lagi akan dibakar menjadi abu. Setelah itu, dimasukkan ke dalam guci dan dikubur di dalam tanah yang gelap ....

Keesokan harinya, Benny datang tepat waktu. Dia mengemudikan mobil dan membawa Laras kembali ke kediaman Keluarga Nugroho.

Kediaman Keluarga Nugroho dipenuhi dengan suasana duka. Pintunya dipenuhi kain putih, para pelayan juga mengenakan pakaian berkabung berwarna putih, dan terdengar tangisan pilu dari ruang duka. Ada yang benar-benar menangis dan ada juga yang hanya berpura-pura, tetapi saat ini tidak ada seorang pun yang merasa lebih sakit hati daripada Laras.

Laras bertumpu pada tongkat dan perlahan-lahan melangkah masuk ke ruang duka dengan gemetar. Dia ingin melihat putranya untuk yang terakhir kalinya.

Namun, begitu kaki Laras melangkah masuk, ibunya Benny, Mery, tiba-tiba menyerbu seperti orang gila. "Wanita jalang! Kamu masih berani kembali?"

Mery langsung menampar Laras dua kali, lalu menarik rambut dan mulai memukuli Laras. Saat memukul, dia terus mengutuk dengan kejam, "Semua ini salahmu. Kamu yang sudah membunuh cucuku. Jelas-jelas tahu Jack nggak bisa berenang, tapi kamu masih sengaja membawanya ke pantai untuk berselancar. Wanita kejam, kamu pasti sengaja ingin membunuh cucuku ...."

Laras langsung membeku sejenak. Orang yang membawa Jack ke pantai untuk berselancar jelas adalah Yanti, tetapi mengapa ibu mertuanya itu malah menuduhnya? Intuisi memberitahunya hal ini pasti ada hubungannya dengan Benny, sehingga dia menoleh ke arah Benny. Ternyata memang benar, Benny mengalihkan pandangan dan tidak berani menatap Laras.

Pada saat yang bersamaan, orang-orang lain yang berada di ruang duka itu juga berlari mendekat dan membantu Mery untuk memukul serta menghina Laras.

"Pukul wanita kejam ini sampai mati. Binatang pun nggak makan anaknya sendiri, tapi dia malah bunuh anak kandungnya."

"Keluar dari ruang duka ini. Wanita kejam sepertimu nggak pantas menghadiri pemakaman Jack."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 21

    Sebelumnya saat Laras meninggalkan rumah sakit dengan mobil jip militer, dia mengunggah percakapannya dengan Yanti di rumah sakit ke internet.Awalnya, rekaman itu tidak mendapat banyak perhatian. Bagaimanapun, akun media sosial Laras tidak memiliki banyak pengikut dan dia juga tidak mengeluarkan uang untuk mempromosikannya.Namun, Linda mengikuti akun media sosial Laras. Perlu diketahui, Linda sangat membenci Yanti. Dia bahkan ingin mencekik Yanti sampai mati dengan tangannya sendiri.Setelah menemukan kelemahan Yanti, dia tentu tidak akan melewatkannya begitu saja. Maka dari itu, Linda menghabiskan sejumlah besar uang untuk menyebarkan rekaman itu ke seluruh internet.Rekaman itu langsung meledak. Dalam semalam, jumlah penayangan melonjak hingga puluhan juta.Jika saat itu Benny mengetahuinya, dia masih bisa menenangkan opini publik dengan mengeluarkan uang. Namun, kebetulan saat itu dia sibuk mencari Laras dan sama sekali tidak memperhatikan berita di internet.Akibatnya, rekaman it

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 20

    Semua yang perlu dikatakan sudah dikatakan. Laras juga malas terus berdebat dengan Benny, jadi dia langsung mengusirnya."Benny, selama lima tahun pernikahan, aku merasa sudah menjalankan semua kewajiban sebagai istri. Aku nggak berutang apa pun padamu. Jadi, sekarang silakan pergi. Seumur hidup ini, aku nggak ingin melihatmu lagi."Benny tahu dirinya sekarang sudah tidak memiliki kualifikasi untuk meminta maaf pada Laras lagi.Namun, dia tidak ingin menyerah begitu saja. Sepanjang hidupnya, dia hanya pernah mencintai dua orang. Satu adalah si bodoh yang hanya ada dalam imajinasinya dan satu lagi adalah Laras.Si bodoh dalam imajinasinya itu tidak pernah benar-benar ada, tetapi Laras benar-benar ada. Bagaimana mungkin dia rela melepaskannya?"Laras, aku tahu melakukan ini mungkin akan membuatmu membenciku, tapi aku sudah terpojok. Jadi kalau kamu ingin membenciku, bencilah." Benny berkata sambil menggertakkan gigi. "Selama aku bisa mempertahankanmu di sisiku, aku rela kamu membenciku."

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 19

    Pada saat itu, Benny merasa jantungnya seperti terkoyak, sakitnya seolah-olah diremas hidup-hidup.Apa yang dikatakan Laras memang benar. Di lubuk hatinya yang paling dalam, dia sebenarnya tidak terlalu memandang tinggi Yanti.Dia adalah kebanggaan semua orang, dengan kecerdasan tinggi dan kemampuan luar biasa. Sejak usia 3 tahun, dia sudah mulai belajar tujuh bahasa. Usia 10 tahun, sudah mulai belajar menangani bisnis kecil milik Keluarga Nugroho.Titik awalnya memang jauh lebih tinggi daripada orang biasa. Buku apa pun yang dia baca, dia bisa langsung mengingatnya. Apa pun yang dia pelajari, dia bisa menguasainya dengan mudah.Sebaliknya, Yanti seperti orang yang sangat bodoh, tidak bisa mempelajari apa pun.Saat masih kecil, Benny sebenarnya sangat meremehkan adik ini. Waktu itu Yanti masih bermarga Nugroho. Dia benar-benar bodoh. Bahkan sampai usia 3 tahun, dia baru bisa menghitung dari satu sampai sepuluh, puisi klasik pun tidak bisa dihafal, bahasa asing juga tidak bisa dia ucapk

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 18

    Begitu video itu diputar, orang-orang seketika gempar."Benny ternyata benar-benar selingkuh? Tadi melihatnya begitu tulus, aku kira semua yang dia katakan itu benar.""Aku juga. Aku selalu mengira Profesor Laras yang salah paham. Nggak disangka, pengakuan penuh perasaan tadi semuanya cuma akting. Dia benar-benar pria bajingan yang selingkuh!""Aku jadi bingung. Bukankah Yanti itu adik Benny? Gimana dia bisa berhubungan dengan adiknya sendiri? Terlalu menjijikkan!""Makanya, jangan pernah percaya seorang pria akan memperlakukan wanita yang nggak punya hubungan darah sebagai adik kandung. Yang disebut adik itu cuma kedok untuk menutupi perselingkuhan!"Orang-orang yang tadi bersorak meminta Laras memaafkan Benny, kini langsung berbalik dan mulai mengkritik Benny.Sementara itu, saat melihat video tersebut, ekspresi Benny langsung berubah drastis."Dari mana kamu dapat video ini?" Benny bertanya dengan marah, "Laras, kamu menyuruh orang menguntit dan merekamku diam-diam?"Mendengar itu,

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 17

    Kotak beludru merah berbentuk hati itu terjatuh dan kerumunan yang tadi bersorak seketika menjadi sunyi.Sementara Benny yang berlutut dengan satu kaki di lantai, langsung tertegun. Apa yang baru saja dikatakan Laras? Dia benar-benar mengatakan bahwa dia lebih memilih mati daripada menikah dengannya lagi?"Laras, bersikap kekanak-kanakan juga harus ada batasnya." Wajah Benny langsung menjadi suram. "Memang dulu aku salah, tapi aku sudah minta maaf, bahkan menginvestasikan ratusan triliun ke proyek kalian hanya untuk bisa bertemu denganmu!""Setelah bertemu denganmu, aku minta maaf, membujukmu, bahkan berlutut dengan satu kaki untuk melamarmu lagi .... Semua yang bisa kulakukan sudah kulakukan, aku sudah merendahkan diriku sampai titik terendah, kamu masih ingin aku gimana lagi?"Benny adalah anak kebanggaan semua orang. Sejak kecil sampai besar, dia selalu diperlakukan seperti raja. Semua orang di sekitarnya selalu mengelilinginya, tidak ada yang berani melawannya. Selama hidupnya, dia

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 16

    Kata-kata Laras bagaikan pisau tajam, menusuk dalam-dalam ke jantung Benny. Dia merasa sakit hingga hampir tidak bisa bernapas. Dia ingin membantah, tetapi semua yang dikatakan Laras adalah fakta.Sejak masa pacaran hingga menikah, selalu Laras yang diam-diam mencintainya dan melindunginya. Bagaimana dengan dia? Dia tidak melindungi anaknya, juga tidak melindungi Laras.Selama ini, orang yang dia lindungi mati-matian hanyalah Yanti, si wanita penuh kebohongan itu!"Laras, aku tahu dulu aku melakukan banyak kesalahan." Benny berkata penuh rasa bersalah, "Tapi aku bersumpah padamu, hubunganku dengan Yanti benar-benar hanya seperti saudara. Aku nggak pernah menyentuhnya, juga nggak pernah melakukan hal yang melewati batas dengannya.""Aku hanya tertipu oleh Yanti. Dari kecil sampai besar, aku selalu melindunginya. Aku adalah kakaknya, melindunginya sudah menjadi kebiasaanku. Bahkan setelah dia bukan lagi adikku, dalam waktu singkat aku juga nggak bisa mengubah kebiasaan itu. Karena itu ak

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 1

    Setelah putranya meninggal, Laras mengubah semua kebiasaannya yang dibenci Benny.Laras tidak mengawasi keberadaan Benny lagi. Saat Benny tidak pulang semalaman, dia juga tidak menangis atau membuat keributan lagi. Bahkan saat mengalami kecelakaan mobil dan dokter memintanya menghubungi keluarganya,

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 7

    Dulu setiap kali Benny bilang perutnya sakit, tak peduli apa yang sedang Laras lakukan, dia pasti langsung mengesampingkan pekerjaannya dan pergi memasakkan sup penghangat perut untuk Benny.Pernah suatu kali saat Laras bekerja, dia tanpa sengaja terjatuh hingga lengannya cedera dan digips. Namun, k

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 6

    Kata-kata Linda seperti tamparan keras yang menghantam wajah Benny berkali-kali. Dia pun murka. "Diam! Hubunganku dengan Laras nggak perlu penilaianmu."Setelah mengatakan itu, Benny mengangkat Yanti yang tergeletak di lantai dengan kepala penuh darah karena dipukul Linda dan pergi tanpa menoleh lag

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 5

    Padahal hari ini adalah hari yang paling menyakitkan dalam hidup Laras. Putranya sudah meninggal, tidak ada yang merasa lebih terluka daripada dia yang sebagai ibu. Dengan satu kaki yang pincang, dia memaksakan dirinya datang dan mengantar putranya untuk yang terakhir kalinya. Namun, orang-orang Kel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status