Share

Bab 5

Author: Whitty
Padahal hari ini adalah hari yang paling menyakitkan dalam hidup Laras. Putranya sudah meninggal, tidak ada yang merasa lebih terluka daripada dia yang sebagai ibu. Dengan satu kaki yang pincang, dia memaksakan dirinya datang dan mengantar putranya untuk yang terakhir kalinya. Namun, orang-orang Keluarga Nugroho malah mengusirnya dari ruang duka.

Orang-orang itu memukul Laras dengan tongkat, melemparinya dengan batu, dan menggunakan kebencian terbesar mereka untuk menyiksa seorang ibu yang baru saja kehilangan putranya.

Kening Laras terluka karena dilempar batu dan tongkat di tangannya juga dirampas, lalu digunakan untuk memukulnya. Dia jatuh ke lantai dengan tubuh dan wajah yang dipenuhi darah.

"Berhenti!"

Benny berlari mendekat dan melindungi Laras. "Kalian sudah gila ya? Kematian Jack itu karena kecelakaan, nggak ada hubungannya dengan Laras. Siapa pun yang berani nggak menghormati Laras lagi, aku nggak akan mengampuninya."

Tatapan Benny terlihat mengancam semua orang. Dia adalah penguasa di Keluarga Nugroho dengan kekuasaan nyata di tangannya, sehingga tentu saja tidak ada orang yang berani melawannya. Oleh karena itu, kerumunan pun segera bubar.

Saat itu, ekspresi Benny baru perlahan-lahan mereda. Dia mengangkat Laras dan membawanya ke lantai atas, lalu mengambil kotak obat dan secara pribadi merawat luka Laras.

Namun, tatapan Laras tidak terlihat rasa terharu sedikit pun. Dia menatap Benny dengan dingin, lalu bertanya, "Benny, orang yang membawa Jack ke laut untuk berselancar jelas adalah Yanti, tapi kenapa tadi ibumu bilang aku yang membunuh Jack?"

Tangan Benny yang sedang memegang kain kasa langsung membeku, lalu berkata dengan agak canggung, "Laras, kamu juga tahu status Yanti di Keluarga Nugroho agak canggung. Dia itu putri palsu di keluarga ini, mereka memang nggak menyukainya. Kalau mereka tahu dia yang sudah secara nggak langsung membunuh Jack, dia akan makin nggak punya tempat di keluarga ini."

"Tapi, kamu berbeda, kamu ini istriku. Dengan aku melindungimu, nggak ada yang berani nggak menghormatimu. Jadi, untuk masalah ini, kamu tanggung saja untuk Yanti. Sebagai kompensasi, aku akan memberimu setengah saham perusahaan keluarga."

Setelah mengatakan itu, Benny menatap Laras dengan perasaan agak gelisah. Dia kira Laras akan marah, menangis, membuat keributan, dan mempertanyakan mengapa dia begitu berpihak pada Yanti. Namun, ekspresi Laras malah begitu tenang sampai dia merasa panik.

Laras tidak marah dan tidak ribut, hanya melirik Benny dengan dingin. "Terserah kamu, aku nggak peduli."

Jelas-jelas Laras sudah setuju, Benny seharusnya merasa senang. Namun, entah mengapa, hatinya malah makin kacau. Dia pun menjelaskan, "Laras, jangan salah paham. Perasaanku pada Yanti hanya sebatas saudara. Kami tumbuh bersama sejak kecil, aku selalu menganggapnya sebagai adik kandung. Tapi, ternyata dia adalah putri palsu ysng tertukar."

"Saat identitas aslinya terungkap, dia kehilangan segalanya. Seluruh keluarga nggak menginginkannya lagi. Aku nggak bisa meninggalkannya juga."

Laras menundukkan kepala. "Aku mengerti. Kamu nggak perlu menjelaskannya padaku."

Ada cinta yang mendalam baru butuh penjelasan. Sekarang, Laras sudah tidak mencintai Benny lagi, sehingga dia juga tidak membutuhkan penjelasan apa pun dari Benny. Meskipun saat ini Benny tidur dengan Yanti di depan matanya sendiri, dia juga sudah malas untuk bertanya satu kata pun.

Benny yang merasa makin gelisah baru saja hendak mengatakan sesuatu, tetapi seorang pelayan tiba-tiba berlari masuk dengan panik. "Pak Benny, gawat. Nona Yanti datang untuk melayat Tuan Muda. Tapi, begitu masuk, dia langsung bertemu dengan Nona Linda dan mereka berkelahi."

Nona Linda yang dimaksud pelayan itu adalah putri Keluarga Nugroho yang sebenarnya. Sebelum kembali ke Keluarga Nugroho, kehidupannya sangat menyedihkan. Dia bahkan pernah dilecehkan oleh ayah angkatnya, sehingga dia sangat membenci Yanti. Setiap kali melihat Yanti, dia pasti akan menerjang dan memukuli Yanti dengan tanpa ampun.

Sementara itu, Yanti tidak melawan ataupun marah saat dipukul, hanya berlutut di lantai dan berpura-pura menyedihkan.

Oleh karena itu, begitu mendengar pelayan bilang Linda dan Yanti berkelahi, Benny langsung panik. Dia meletakkan kain kasa di tangannya, lalu buru-buru berkata, "Laras, kamu balut lukamu sendiri dulu, aku harus turun melihatnya. Kalau nggak, Linda pasti akan membuat kekacauan besar."

Setelah mengatakan itu, Benny buru-buru turun ke lantai bawah.

Dalam hati, Laras hanya merasa hal ini lucu. Jelas-jelas Linda baru adik kandungnya Benny, tetapi Benny tidak merasa kasihan pada Linda yang sejak kecil dipukul, dimarahi, dan bahkan dilecehkan oleh ayah angkatnya. Benny malah merasa kasihan pada air mata Yanti yang tidak berharga ....

Di lantai bawah, Benny menahan tekanan dari seluruh keluarga dan melindungi Yanti di belakangnya.

Linda menangis dengan begitu memilukan sampai Linda yang berada di lantai atas bisa mendengarnya. Dia berteriak dengan putus asa, "Benny, aku baru adik kandungmu. Kenapa kamu nggak pernah membelaku? Kenapa kamu selalu memihak Yanti si wanita jalang itu? Kamu selalu seperti ini. Kamu juga begitu kejam pada kakak ipar"

"Yanti itu wanita licik dan sudah berkali-kali menjebak Kakak Ipar, tapi kamu seperti orang buta. Sama sekali tidak bisa melihatnya. Jadi, Kakak Ipar baru kecewa padamu. Kamu nggak sadar ya belakangan Kakak Ipar sudah nggak peduli padamu lagi? Karena dia sudah lihat dirimu yang sebenarnya, dia sudah nggak punya harapan apa pun lagi padamu."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 21

    Sebelumnya saat Laras meninggalkan rumah sakit dengan mobil jip militer, dia mengunggah percakapannya dengan Yanti di rumah sakit ke internet.Awalnya, rekaman itu tidak mendapat banyak perhatian. Bagaimanapun, akun media sosial Laras tidak memiliki banyak pengikut dan dia juga tidak mengeluarkan uang untuk mempromosikannya.Namun, Linda mengikuti akun media sosial Laras. Perlu diketahui, Linda sangat membenci Yanti. Dia bahkan ingin mencekik Yanti sampai mati dengan tangannya sendiri.Setelah menemukan kelemahan Yanti, dia tentu tidak akan melewatkannya begitu saja. Maka dari itu, Linda menghabiskan sejumlah besar uang untuk menyebarkan rekaman itu ke seluruh internet.Rekaman itu langsung meledak. Dalam semalam, jumlah penayangan melonjak hingga puluhan juta.Jika saat itu Benny mengetahuinya, dia masih bisa menenangkan opini publik dengan mengeluarkan uang. Namun, kebetulan saat itu dia sibuk mencari Laras dan sama sekali tidak memperhatikan berita di internet.Akibatnya, rekaman it

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 20

    Semua yang perlu dikatakan sudah dikatakan. Laras juga malas terus berdebat dengan Benny, jadi dia langsung mengusirnya."Benny, selama lima tahun pernikahan, aku merasa sudah menjalankan semua kewajiban sebagai istri. Aku nggak berutang apa pun padamu. Jadi, sekarang silakan pergi. Seumur hidup ini, aku nggak ingin melihatmu lagi."Benny tahu dirinya sekarang sudah tidak memiliki kualifikasi untuk meminta maaf pada Laras lagi.Namun, dia tidak ingin menyerah begitu saja. Sepanjang hidupnya, dia hanya pernah mencintai dua orang. Satu adalah si bodoh yang hanya ada dalam imajinasinya dan satu lagi adalah Laras.Si bodoh dalam imajinasinya itu tidak pernah benar-benar ada, tetapi Laras benar-benar ada. Bagaimana mungkin dia rela melepaskannya?"Laras, aku tahu melakukan ini mungkin akan membuatmu membenciku, tapi aku sudah terpojok. Jadi kalau kamu ingin membenciku, bencilah." Benny berkata sambil menggertakkan gigi. "Selama aku bisa mempertahankanmu di sisiku, aku rela kamu membenciku."

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 19

    Pada saat itu, Benny merasa jantungnya seperti terkoyak, sakitnya seolah-olah diremas hidup-hidup.Apa yang dikatakan Laras memang benar. Di lubuk hatinya yang paling dalam, dia sebenarnya tidak terlalu memandang tinggi Yanti.Dia adalah kebanggaan semua orang, dengan kecerdasan tinggi dan kemampuan luar biasa. Sejak usia 3 tahun, dia sudah mulai belajar tujuh bahasa. Usia 10 tahun, sudah mulai belajar menangani bisnis kecil milik Keluarga Nugroho.Titik awalnya memang jauh lebih tinggi daripada orang biasa. Buku apa pun yang dia baca, dia bisa langsung mengingatnya. Apa pun yang dia pelajari, dia bisa menguasainya dengan mudah.Sebaliknya, Yanti seperti orang yang sangat bodoh, tidak bisa mempelajari apa pun.Saat masih kecil, Benny sebenarnya sangat meremehkan adik ini. Waktu itu Yanti masih bermarga Nugroho. Dia benar-benar bodoh. Bahkan sampai usia 3 tahun, dia baru bisa menghitung dari satu sampai sepuluh, puisi klasik pun tidak bisa dihafal, bahasa asing juga tidak bisa dia ucapk

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 18

    Begitu video itu diputar, orang-orang seketika gempar."Benny ternyata benar-benar selingkuh? Tadi melihatnya begitu tulus, aku kira semua yang dia katakan itu benar.""Aku juga. Aku selalu mengira Profesor Laras yang salah paham. Nggak disangka, pengakuan penuh perasaan tadi semuanya cuma akting. Dia benar-benar pria bajingan yang selingkuh!""Aku jadi bingung. Bukankah Yanti itu adik Benny? Gimana dia bisa berhubungan dengan adiknya sendiri? Terlalu menjijikkan!""Makanya, jangan pernah percaya seorang pria akan memperlakukan wanita yang nggak punya hubungan darah sebagai adik kandung. Yang disebut adik itu cuma kedok untuk menutupi perselingkuhan!"Orang-orang yang tadi bersorak meminta Laras memaafkan Benny, kini langsung berbalik dan mulai mengkritik Benny.Sementara itu, saat melihat video tersebut, ekspresi Benny langsung berubah drastis."Dari mana kamu dapat video ini?" Benny bertanya dengan marah, "Laras, kamu menyuruh orang menguntit dan merekamku diam-diam?"Mendengar itu,

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 17

    Kotak beludru merah berbentuk hati itu terjatuh dan kerumunan yang tadi bersorak seketika menjadi sunyi.Sementara Benny yang berlutut dengan satu kaki di lantai, langsung tertegun. Apa yang baru saja dikatakan Laras? Dia benar-benar mengatakan bahwa dia lebih memilih mati daripada menikah dengannya lagi?"Laras, bersikap kekanak-kanakan juga harus ada batasnya." Wajah Benny langsung menjadi suram. "Memang dulu aku salah, tapi aku sudah minta maaf, bahkan menginvestasikan ratusan triliun ke proyek kalian hanya untuk bisa bertemu denganmu!""Setelah bertemu denganmu, aku minta maaf, membujukmu, bahkan berlutut dengan satu kaki untuk melamarmu lagi .... Semua yang bisa kulakukan sudah kulakukan, aku sudah merendahkan diriku sampai titik terendah, kamu masih ingin aku gimana lagi?"Benny adalah anak kebanggaan semua orang. Sejak kecil sampai besar, dia selalu diperlakukan seperti raja. Semua orang di sekitarnya selalu mengelilinginya, tidak ada yang berani melawannya. Selama hidupnya, dia

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 16

    Kata-kata Laras bagaikan pisau tajam, menusuk dalam-dalam ke jantung Benny. Dia merasa sakit hingga hampir tidak bisa bernapas. Dia ingin membantah, tetapi semua yang dikatakan Laras adalah fakta.Sejak masa pacaran hingga menikah, selalu Laras yang diam-diam mencintainya dan melindunginya. Bagaimana dengan dia? Dia tidak melindungi anaknya, juga tidak melindungi Laras.Selama ini, orang yang dia lindungi mati-matian hanyalah Yanti, si wanita penuh kebohongan itu!"Laras, aku tahu dulu aku melakukan banyak kesalahan." Benny berkata penuh rasa bersalah, "Tapi aku bersumpah padamu, hubunganku dengan Yanti benar-benar hanya seperti saudara. Aku nggak pernah menyentuhnya, juga nggak pernah melakukan hal yang melewati batas dengannya.""Aku hanya tertipu oleh Yanti. Dari kecil sampai besar, aku selalu melindunginya. Aku adalah kakaknya, melindunginya sudah menjadi kebiasaanku. Bahkan setelah dia bukan lagi adikku, dalam waktu singkat aku juga nggak bisa mengubah kebiasaan itu. Karena itu ak

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 7

    Dulu setiap kali Benny bilang perutnya sakit, tak peduli apa yang sedang Laras lakukan, dia pasti langsung mengesampingkan pekerjaannya dan pergi memasakkan sup penghangat perut untuk Benny.Pernah suatu kali saat Laras bekerja, dia tanpa sengaja terjatuh hingga lengannya cedera dan digips. Namun, k

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 6

    Kata-kata Linda seperti tamparan keras yang menghantam wajah Benny berkali-kali. Dia pun murka. "Diam! Hubunganku dengan Laras nggak perlu penilaianmu."Setelah mengatakan itu, Benny mengangkat Yanti yang tergeletak di lantai dengan kepala penuh darah karena dipukul Linda dan pergi tanpa menoleh lag

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 4

    Laras membuka matanya, lalu menatap Benny dengan datar. "Resep itu ada racunnya atau nggak, kamu akan langsung tahu setelah dokter memeriksanya. Atau kamu sebenarnya nggak peduli dengan kebenarannya, kamu hanya mau melampiaskan amarahmu padaku? Kalau begitu, kamu nggak perlu berputar-putar. Langsung

  • Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya   Bab 3

    Karena menerima telepon sambil berbaring, Laras diam-diam menutup telepon saat mendengar ada suara dari arah pintu. Setelah itu, dia memejamkan mata dan berpura-pura sudah tertidur.Benny melangkah masuk ke ruangan itu dengan aura penuh amarah. Namun, saat mendekat, dia baru menyadari Laras sedang m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status