Short
Kembali ke Hari Penyerangan Kaisar, Aku Mengubah Takdir

Kembali ke Hari Penyerangan Kaisar, Aku Mengubah Takdir

Oleh:  OmeshTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Bab
6.5KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Ketika ada pembunuh bayaran yang mengincar Kaisar, suamiku yang merupakan Komandan Pengawal Kekaisaran sedang berusaha menenangkan cinta pertamanya yang telah pergi karena merajuk. Aku tidak menyalakan suar isyarat yang kupegang. Sebaliknya, dalam keadaan hamil besar, aku berdiri di depan Kaisar dan menggunakan tubuhku sebagai perisai agar dia terbebas dari bahaya. Ini karena di kehidupan lampau, setelah aku menyalakan suar isyarat, suamiku meninggalkan cinta pertamanya untuk datang menyelamatkan Kaisar. Suamiku dianugerahi gelar Adipati Pelindung Kaisar atas jasanya dalam menyelamatkan Kaisar, tetapi cinta pertamanya jatuh ke dalam perangkap dan langsung meninggal di tempat. Suamiku tidak mengatakan apa pun. Namun, pada hari aku melahirkan, dia melemparku ke sarang binatang buas. Dengan wajah penuh kesedihan, aku bertanya apa alasannya berbuat seperti itu. Dia hanya melirikku dengan dingin dan menjawab, "Kaisar punya banyak pengawal, kenapa harus aku yang datang? Kamu pasti hanya peduli pada kekuasaan dan kekayaan, makanya kamu baru sengaja membuatku pergi menyelamatkannya! Kalau kamu tidak menyalakan suar isyarat, Ratna tidak akan mati! Aku mau kamu rasakan penderitaan yang berkali-kali lipat lebih parah dari yang dialami Ratna!" Pada akhirnya, aku menjadi santapan binatang buas. Bahkan anak dalam kandunganku pun dilahap habis. Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari Kaisar diincar pembunuh bayaran.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Cepat lindungi Kaisar!"

Melihat para pembunuh bayaran berpakaian hitam yang terlatih di hadapanku, aku secara refleks mundur selangkah. Aku benar-benar terlahir kembali, tepat pada saat semuanya dimulai.

Setelah tersadar, aku menunduk dan melihat suar isyarat yang kugenggam erat di tanganku. Saat tak seorang pun menyadari keberadaanku, aku melempar suar isyarat itu ke danau terdekat. Kemudian, dengan segenap kekuatanku, aku berdiri di depan Kaisar yang sedang melawan pembunuh bayaran.

Di bawah tatapan terkejut Kaisar, aku melindunginya dengan tubuhku sendiri. Aku menahan serangan demi serangan dari para pembunuh bayaran. Melihat kebingungan di mata Kaisar perlahan-lahan berubah menjadi rasa terharu dan tidak percaya, aku tahu aku telah mengambil keputusan yang tepat.

Suamiku, Bajra, adalah Komandan Pengawal Kekaisaran. Biasanya dia selalu berada di sisi Kaisar. Namun, hari ini, ketika Kaisar bertemu pembunuh bayaran, dia tidak ada di lokasi. Sebab, dia sedang sibuk menghibur Ratna, cinta pertamanya yang pergi karena merajuk.

Di kehidupan lampau, karena takut Bajra akan dihukum, aku menyalakan suar isyarat. Namun, setelah menerima penghargaan yang sebenarnya, dia malah merasa aku yang menyebabkan kematian tragis Ratna karena keserakahanku. Dia melemparku ke sarang binatang buas yang telah disiapkannya dengan cermat, lalu meninggalkanku dan anak kami untuk dimangsa.

Berhubung Tuhan telah memberiku kesempatan kedua, aku tidak akan pernah mengulangi kesalahan di kehidupan lampau. Aku melindungi Kaisar dengan segenap kekuatanku. Meskipun para pembunuh bayaran menusuk tubuhku tanpa henti, aku tetap menggertakkan gigi dan tidak bergeming.

Kaisar memiliki banyak pengawal. Selama bisa bertahan sampai bala bantuan tiba, aku pasti akan selamat. Kaisar juga tahu jelas mengenai hal ini. Meskipun keberatan, dia hanya bisa bersembunyi di belakangku.

Pada saat ini, para pembunuh bayaran juga menyadari bahwa aku sedang bertindak sebagai perisai untuk Kaisar. Mereka saling bertukar pandang, lalu menusuk perutku dengan kuat.

Aku sedang mengandung bayi berusia delapan bulan. Aku bisa merasakan gerakannya di dalam perutku hampir setiap hari. Bahkan sebelum mati di kehidupan lampau, aku sempat mendengar tangisannya. Tusukan ini terasa lebih menyakitkan daripada dimangsa oleh berbagai binatang buas di kehidupan lampau.

Rintihan yang tak terkendali keluar dari tenggorokanku. Pandanganku berubah menjadi warna merah sepenuhnya. Aku merasa para pembunuh bayaran akan segera membunuhku.

Rasa sakit yang tajam menjalar di bagian bawah tubuhku. Rasa sakit ini berbeda dari rasa sakit luar biasa akibat usus terburai di kehidupan lampau.

Aku merasa sesuatu yang sangat penting bagiku akan segera meninggalkanku. Aku mengulurkan tangan untuk meraihnya, tetapi yang kusentuh hanyalah jubah Kaisar yang berlumuran darah.

Kemudian, terdengar derap langkah kaki terburu-buru yang mendekat. Aku mendengar Kaisar berseru panik, "Di mana tabib kekaisaran? Mana dia? Dia istri siapa? Cepat suruh orangnya kemari!"

Aku membuka mulutku, tetapi hanya memuntahkan seteguk demi seteguk darah. Kaisar menghampiriku tanpa merasa jijik.

Aku berhasil mengucapkan beberapa patah kata dengan mengerahkan sekuat tenaga. "Saya ... istri Bajra, Komandan Pengawal Kekaisaran."

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Jas Riana
Jas Riana
cerita yg bagus
2026-04-09 14:09:23
1
0
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status