تسجيل الدخولSemua orang tahu bahwa Putra Mahkota Harjuna adalah sosok yang elegan dan berbudi luhur. Di ibu kota, entah berapa banyak putri keluarga bangsawan yang mendambakannya sebagai calon suami. Namun, tak seorang pun tahu betapa liarnya dirinya saat malam tiba, saat dia menindih Keswari di atas ranjang dan mempermainkannya tanpa henti. Pada malam ke-1.001 sejak mereka diam-diam bertemu di lorong rahasia, Keswari terbaring lemas di atas selimut sutra yang berantakan. Sambil menatap Harjuna yang tampak benar-benar puas, dia akhirnya memberanikan diri untuk berbicara. "Pangeran, setengah bulan lagi, Pangeran akan menikahi Kak Manika dan membawanya ke Istana Timur ...." Jari-jari Keswari mencengkeram ujung selimut erat-erat. Suaranya begitu pelan hingga nyaris tak terdengar. "Bisakah ... pada hari yang sama ... Pangeran juga menerimaku sebagai selir?" Gerakan Harjuna yang sedang mengikat sabuk pakaiannya seketika terhenti. "Nggak bisa." Dia berbalik. Wajahnya yang tampan tampak jauh lebih dingin di bawah cahaya lilin. "Aku sudah berjanji pada Manika. Seumur hidup ini, hanya akan ada dia seorang. Aku nggak akan menerima selir." Wajah Keswari seketika memucat. "Kalau begitu ... aku ini dianggap apa?"
عرض المزيد"Keswari ... aku salah. Aku tahu aku salah. Maafkan aku. Kamu masih mencintaiku, 'kan?" gumam Harjuna, berusaha mengulurkan tangan untuk meraih bayangan semu itu.Namun, bagaimana mungkin Keswari menjawabnya?Meski hanya khayalannya sendiri, Keswari tetap berdiri di tempat yang tak akan pernah bisa dijangkaunya, menatapnya dengan sorot mata yang dingin."Jangan ... jangan menatapku seperti itu, Keswari ...."Dia tidak lagi mampu menahan tangisnya. Air mata mengalir deras. Sekali lagi dia teringat ... andai pada hari itu dia menyetujui permintaan Keswari.Bukan hanya menjadikannya selir, melainkan langsung berjanji menikahinya. Apakah akhir mereka akan berbeda?Harjuna menggigit bibirnya erat-erat. Air matanya terus mengalir tanpa henti. Di tengah rasa sakit yang mencapai puncaknya, akhirnya dia memejamkan mata untuk selama-lamanya.Abimanyu hanya memandang semuanya tanpa ekspresi. Harjuna telah mati. Seluruh pasukannya menyerah.Bahkan pengawal pribadinya pun menyerahkan diri kepada pa
Pada hari yang sama, Harjuna sedang menuliskan rencananya."Ayah pasti akan memanggil Abimanyu kembali ke ibu kota untuk melindunginya. Asalkan aku membunuhnya, nggak akan ada lagi yang bisa menghalangiku."Dia berbicara dengan tenang, tetapi di dalam matanya masih tersimpan obsesi yang mendalam.Pengawal yang mengikutinya berkata dengan ragu, "Jenderal Abimanyu sudah lama bertugas di perbatasan. Dalam waktu setengah bulan saja, beliau sudah bisa tiba di ibu kota.""Saat itu beliau akan membawa hampir 100 ribu prajurit pilihan. Kita akan sangat sulit menang.""Walaupun sulit, kita tetap harus menang!" Harjuna menghantam meja dengan keras.Pengawal itu langsung ketakutan dan berlutut. "Baik! Tapi ada satu hal yang belum hamba pahami. Kaisar sejak lama sudah berniat menyerahkan takhta kepada Yang Mulia.""Yang Mulia tinggal menunggu beberapa tahun lagi. Setelah Kaisar mangkat karena usia tua, Yang Mulia bisa naik takhta secara sah. Kenapa sekarang Yang Mulia justru mengambil risiko sebes
Saat itu, banyak hal berkecamuk di benak Abimanyu. Tiba-tiba, dia mendengar suara seseorang."Jenderal! Jenderal! Jenderal Abimanyu!"Abimanyu langsung tersadar. Dia baru menyadari dirinya masih berada di perkemahan. "Maaf, tadi aku sedang memikirkan sesuatu. Kita lanjutkan."Dia kembali mengangkat tombak panjangnya.Sekelompok prajurit langsung tertawa."Jarang sekali Jenderal melamun.""Jangan-jangan sedang memikirkan istri?""Kudengar hari ini Pangeran datang mencari Kakak Ipar. Jangan-jangan mau merebut istri Jenderal?""Dia putra mahkota, 'kan? Mana mungkin!""Tapi Kakak Ipar memang layak diperjuangkan. Kalau bukan karena itu, mana mungkin Pangeran datang sendiri ke sini? Kalau memang urusan resmi, bukankah cukup langsung menemui Jenderal?"Mereka terus menebak-nebak.Tanpa sadar, Abimanyu mengernyit. Bagaimana mereka bisa menjadikan putra mahkota sebagai bahan candaan? Itu adalah tindakan yang sangat tidak sopan.Kalau sampai didengar orang lain, dalam kasus yang serius, mereka b
Sungguh janji yang terdengar begitu indah. Putri mahkota, bahkan permaisuri. Kedudukan yang diimpikan oleh begitu banyak orang, kini dijanjikan Harjuna kepada Keswari.Kalau dulu, dia pasti akan sangat gembira. Bagaimanapun, dia pernah mencintai pria itu dengan begitu mendalam.Mendengar bahwa pria itu akan menikahinya, bagaimana mungkin dia tidak akan merasa bahagia?Namun sekarang ... selain kesedihan yang tak berujung dan kekecewaan, Keswari tak lagi memiliki perasaan lain.Dia mengeluarkan saputangan sutra putih yang selama ini selalu dibawanya ke mana pun. Saputangan itu digenggam erat di tangannya."Apa Yang Mulia masih ingat? Dulu ketika Yang Mulia mengambil darah dari jantungku, aku bilang aku menginginkan satu permintaan. Saat itu, Yang Mulia membubuhkan cap persetujuan."Harjuna mengangguk. Memang ada kejadian seperti itu.Keswari membentangkan saputangan itu. Di atasnya tertulis kalimat demi kalimat yang lahir dari darah dan air mata."Inilah permintaanku. Yang Mulia, mohon






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.