Share

Rencana

Author: Mr. Mystery
last update publish date: 2026-09-17 01:04:50

Keesokan harinya.

Dalam perjalanan laut menuju ke tempat Pertemuan Beladiri di adakan, Arya yang naik sebuah kapal pribadi meletakkan dokumen yang sebelumnya Thalya berikan, dan menoleh ke arah wanita itu.

"Apakah kau yakin ini semua adalah hal yang benar?"

Thalya yang berdiri di sampingnya mengangguk dan dengan tegas menjawab, "Tidak ada keraguan sama sekali. Aku sudah meminta bantuan beberapa orang yang kukenal, dan mereka menemukan hal yang sama. Laura ini memang bukan tipe wanita yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Apa kau ingin pamer di depanku?

    Beberapa seniman beladiri yang melihat tawa Master Jaya tampak merasakan gejolak di hatinya. Grandmaster!? Itu adalah impian yang selama ini mereka dambakan, tapi hampir sembilan puluh persen seniman beladiri gagal untuk mencapainya. Tapi saat ini, sosok Master Jaya sebenarnya berhasil menerobos ambang batas, dan menjadi Grandmaster di hadapan semua orang. Bahkan jika keadaannya terlihat menyedihkan, aura yang sangat kuat dan terlihat mendominasi yang secara tak sadar ia keluarkan adalah sesuatu yang membuat siapapun merasa iri. Andai saja mereka bisa menggantikan sosok Master Jaya di sana. Tidak! Di saat semua orang sedang berpikir, mereka tidak bisa untuk tidak menoleh ke arah Arya yang masih berdiri di tempatnya dengan tenang, dan sama sekali tidak menunjukkan perubahan apapun di sana dengan mata panas. Pemuda ini, sebenarnya dia memiliki kemampuan untuk membantu seorang Master Gang Qi yang menerobos Grandmaster! Apa artinya ini? Bukankah berarti siapapun yang mengenal da

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Grandmaster

    Cukup lama Master Jaya tertawa terbahak-bahak, ia akhirnya berhenti dan menatap Arya dengan tatapan seolah-olah melihat orang bodoh. Dengan ekspresi lucu, dan tampak jijik, ia berkata, "Bocah, aku tidak tahu dari mana kau berasal. Dibandingkan dengan orang lain, keberanianmu memang besar saat berani turun ke arena. Tapi, apakah kau tahu apa itu Grandmaster?" Master Jaya berhenti dan mulai memperhatikan sosok Arya dari atas kepala sampai ujung kaki selama beberapa waktu, sebelum akhirnya menggelengkan kepala. "Sebelum kau melukai dirimu sendiri, sebaiknya kau turun dan pulang ke rumah untuk melanjutkan game fantasimu." Arya tersenyum kecil, sama sekali tidak marah atau tersinggung atas penghinaan itu. Dalam diam, dia juga mulai berjongkok dan mengambil kerikil dari pecahan beton arena pertarungan itu, dan memainkannya menggunakan jari-jarinya. Merasa cukup puas dengan apa yang ia temukan, dia kembali berdiri dan menatap Master Jaya sambil tersenyum kecil. "Hmph?" Entah kenapa,

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Biarkan aku membantumu

    "Tidak mungkin!" Bahkan Master Adipura sendiri tercengang dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Karena saat ini, tepat di hadapannya, dia menyaksikan jika Gang Qi yang Master Jaya keluarkan bukan hanya lebih padat dan lebih kuat daripada miliknya sendiri, tapi jumlahnya juga sangat melimpah. Jika dirinya berhasil melapisi pisau khusus miliknya menggunakan Gang Qi sudah cukup mengesankan, maka Master Jaya yang tidak hanya melapisi seluruh lengannya dengan Qi, tapi juga seluruh tubuhnya, adalah tingkatan yang jauh berbeda. "Grandmaster!" Sebuah pemikiran tiba-tiba muncul di kepala Master Adipura, tapi dia kemudian buru-buru menggelengkan kepalanya dan menyangkal. "Mustahil! Auramu masih seorang Gang Qi. Tidak mungkin kau tiba-tiba menjadi seorang Grandmaster. Tapi kau memiliki jumlah Qi yang---" Adipura dan semua orang yang melihatnya di sana seketika berhenti dan mengubah ekspresi dengan ngeri dan hormat. "Jangan-jangan dia tidak jauh dari ambang batas Grandmaster?" "

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Kiara yang cakap

    Bukan hanya Master Adipura yang kini menjadi sangat serius, tapi Robert juga mulai pucat saat menyaksikannya. Terlebih saat menyaksikan jika Master Adipura juga mulai mengeluarkan aura di tubuhnya, dan menciptakan gelombang kejut di hadapan semua. "Bom." Dan dengan ledakan yang tiba-tiba terjadi, kedua sosok di atas arena tiba-tiba kabur, dan menghilang. "Bang" "Bang" ... Selain suara benturan keras tinju dengan tinju, dan kaki berhadapan dengan kaki yang terdengar, hampir tidak ada yang bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi di atas arena. "Pertarungan ini..." Sekalipun Wira sudah berada di tingkat energi terang, dan hanya terpaut satu tingkat dari seorang Master Gangqi, dia masih tidak tahu apa yang terjadi. Dengan wajah pucat dan tatapan ngeri, dia mencoba untuk menoleh ke arah Arya untuk memeriksa, apakah pihak lain bisa melihatnya. Tapi betapa terkejutnya dia saat ia menyaksikan jika Arya tampak tidak peduli, atau bahkan kagum terhadap apa yang terjadi di arena

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Pertemuan beladiri

    Beberapa waktu kemudian. Kelompok mereka akhirnya tiba di sebuah pulau tak berpenghuni di Selat Madura. Sebuah pulau kecil yang tak bernama, dan di jaga ketat oleh puluhan tentara dan polisi yang berjaga-jaga di sekitar pulau. Memiliki luas kurang dari sepuluh hektar, pulau itu tidak benar-benar kosong, karena di tengah pulau tersebut berdiri sebuah arena luas yang dikelilingi oleh bangku dan platform tempat orang-orang sudah berkumpul. Ketika kelompok Arya yang berjalan bersama dengan Kiara dan Thalya sisinya, Robert yang didampingi oleh Ryan dan Wira, serta Hans dan beberapa orang yang tidak dikenalnya sudah menunggu di sana untuk menyambutnya. "Master Arya, akhirnya anda datang." Sambut Robert sambil tersenyum dan menoleh ke arah Thalya serta Kiara yang menggendong Oyen dengan beberapa keraguan. Tahu apa yang pria itu pikirkan, Arya segera berkata, "Ada beberapa keadaan sehingga aku membawa Kiara bersamaku. Selain itu, Thalya adalah asisten yang bekerja secara pribadi d

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Rencana

    Keesokan harinya. Dalam perjalanan laut menuju ke tempat Pertemuan Beladiri di adakan, Arya yang naik sebuah kapal pribadi meletakkan dokumen yang sebelumnya Thalya berikan, dan menoleh ke arah wanita itu. "Apakah kau yakin ini semua adalah hal yang benar?" Thalya yang berdiri di sampingnya mengangguk dan dengan tegas menjawab, "Tidak ada keraguan sama sekali. Aku sudah meminta bantuan beberapa orang yang kukenal, dan mereka menemukan hal yang sama. Laura ini memang bukan tipe wanita yang baik." "Laura dan ibunya, Brenda. Ibu dan anak ini sebenarnya bukanlah siapa-siapa lima belas tahun lalu. Bisa dikatakan, mereka juga orang yang kesulitan untuk hanya sekedar bertahan hidup. Lebih mengejutkan lagi, Brenda juga melahirkan tanpa seorang ayah." "Tapi kemudian dia menikahi Handrij yang saat itu seorang duda tanpa anak, dan akhirnya mulai merubah keadaan hidupnya. Dengan Handrij yang merupakan seorang pengusaha, bisa dikatakan kehidupan Brenda dan Laura akhirnya menjadi jauh lebih

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status