Share

Bab 08

Author: BabaJoe
last update publish date: 2026-09-29 09:58:19

"Ini... apakah ini Alam Mahayana Puncak? Tidak... ini bahkan lebih tinggi!"

Hati Su Ming bergejolak hebat. Sebagai kultivator tingkat menengah di Alam Integrasi Tubuh, bahkan ketika menghadapi leluhur Mahayana dari klannya, dia masih mampu berdiri tegak meski merasakan tekanan. Namun kali ini berbeda. Dia benar-benar merasa tidak berdaya untuk melawan.

Aura yang menekannya seolah mengandung kehendak hukum tingkat tinggi. Sesuatu yang jauh di luar pemahamannya, sesu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 09

    Su Wanqing terdiam sejenak mendengar perkataan Gu Changyuan. Gelombang kehangatan dan kekaguman perlahan muncul di hatinya.Senior ini tidak hanya memiliki kekuatan yang luar biasa, tetapi juga sangat bijaksana. Sama sekali tidak ada kesombongan yang biasanya dimiliki para ahli tingkat atas."Terima kasih atas pengertian Senior."Su Wanqing membungkuk dengan tulus, lalu menoleh kepada Meng Canglan.Meng Canglan menangkap pandangannya dan buru-buru membungkuk."Tenang saja, Nona Keempat. Semuanya akan kami inventarisasi dan serahkan sebelum tengah hari besok. Saya tidak akan berani menunda perjalanan Senior dan Nona!"Setelah itu, dia kembali menghadap Gu Changyuan dan membungkuk lebih dalam."Senior telah melakukan perjalanan jauh dan pasti membutuhkan tempat untuk beristirahat. Jika Senior tidak keberatan, silakan beristirahat di kediaman sederhana saya.""Keluarga Meng telah menyiapkan Paviliun Tingtao untuk m

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 08

    "Ini... apakah ini Alam Mahayana Puncak? Tidak... ini bahkan lebih tinggi!"Hati Su Ming bergejolak hebat. Sebagai kultivator tingkat menengah di Alam Integrasi Tubuh, bahkan ketika menghadapi leluhur Mahayana dari klannya, dia masih mampu berdiri tegak meski merasakan tekanan. Namun kali ini berbeda. Dia benar-benar merasa tidak berdaya untuk melawan.Aura yang menekannya seolah mengandung kehendak hukum tingkat tinggi. Sesuatu yang jauh di luar pemahamannya, sesuatu yang membangkitkan dorongan primal untuk bersujud dari lubuk jiwanya yang paling dalam.Dia tahu dirinya sama sekali bukan tandingan orang ini.Bahkan seluruh keluarga Su... mungkin tidak akan mampu menghasilkan sosok yang bisa menandinginya.Tepat saat Meng Canglan hampir menangis dan Su Ming hampir terpaksa keluar dari persembunyiannya untuk berlutut, aura yang terasa seperti akan menghancurkan dunia itu surut secepat datangnya.Datangnya cepat. Hilangny

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 07

    Saat ini, di kediaman besar keluarga Meng, suasana di aula utama tampak tenang.Di kursi kehormatan duduk kepala keluarga Meng, Meng Canglan. Pria itu tampak berusia sekitar lima puluh tahun, dengan wajah persegi, janggut pendek, dan jubah brokat biru tua. Auranya tenang, menunjukkan bahwa ia telah mencapai tahap awal Alam Integrasi Tubuh. Namun, di balik senyum terukurnya, terselip sedikit kewaspadaan.Di kursi tamu utama duduk seorang gadis berusia sekitar enam belas tahun. Ia mengenakan gaun kuning pucat dengan sulaman awan dan bangau di bagian bawahnya. Wajahnya cantik, tetapi sikapnya membawa keangkuhan khas seseorang yang lahir dari klan besar.Namanya Su Wanqing, Nona Keempat keluarga Su.Meskipun kultivasinya baru berada di puncak Alam Inti Emas, seluruh anggota keluarga Meng yang hadir memperlakukannya dengan penuh hormat. Bahkan Meng Canglan sendiri menunjukkan sedikit sikap merendah.Alasannya sederhana. Keluarga Su merupakan salah satu kekuatan besar di bagian timur Benua

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 06

    Energi tiga persen.Angka itu masih berputar di kepala Gu Changyuan ketika kapal abadi melaju meninggalkan Kota Nanhua. Dia duduk di kursinya, menatap panel status yang redup di hadapannya.Dia mencoba memanggil fungsi navigasi sekali lagi.Tidak ada respons."Setidaknya tunjukkan peta wilayah," perintahnya.Panel itu bergetar pelan, lalu menampilkan garis-garis samar yang tidak lengkap. Sebagian besar wilayah kosong. Hanya beberapa titik yang masih terbaca.[Data peta tidak lengkap.][Energi tidak cukup untuk memuat wilayah penuh.]Gu Changyuan menutup panel itu.Sistemnya tidak bisa diandalkan untuk hal-hal besar sekarang. Tapi setidaknya, dia masih punya ingatannya sendiri. Seribu seratus tahun bukan waktu yang singkat, tapi dia tidak pernah melupakan tiga puluh nama. Tidak satu pun.Dia mengangkat tangannya. Sebuah gulungan kecil muncul di telapaknya. Kertasnya sudah tua, ujungnya sedikit terkikis, tapi tulisannya masih jelas.Dia membukanya perlahan.Di dalamnya, daftar nama. Tig

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 05

    Di Kota Nanhua, seorang kultivator yang telah mencapai puncak Alam Jiwa Baru Lahir sudah cukup kuat untuk menguasai sebagian besar wilayah. Keluarga Yun sendiri mampu mempertahankan kedudukannya karena memiliki beberapa ahli pada tingkat tersebut. Namun, keadaan akan berubah begitu seseorang meninggalkan wilayah Kota Nanhua. Di daerah yang lebih tinggi, kultivator Alam Formasi Jiwa bukan lagi keberadaan langka. Gu Changyuan mendengarkan penjelasan itu tanpa merasa kecewa. Dia memang tidak berharap keluarga yang berada di Kota Nanhua mengetahui jalan menuju Tanah Suci Tianren yang sangat jauh. Melihat ekspresi Gu Changyuan yang tetap tenang, Yun Tian merasa sedikit lega. Namun, sebelum dia sempat menjawab, Yun Shan, sang leluhur, perlahan mengangkat tangan. Setelah berpikir sejenak, dia mengeluarkan sebuah token giok dengan cahaya biru samar. "Senior, meskipun keluarga Yun belum pernah pergi ke Tanah Suci Tianren, leluhur kami dahulu pernah berhubungan dengan beberapa peda

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 04

    Di sepanjang perjalanan menuju kediaman Keluarga Yun, pikiran Gu Changyuan masih tertuju pada kertas tua di papan pengumuman itu.Siapa yang menulisnya. Sejak kapan. Dan kenapa.Larut dalam lamunan, tanpa sadar mereka sudah sampai.Kediaman Keluarga Yun berada di distrik timur Kota Nanhua. Kompleks seluas lebih dari seratus hektare itu dipenuhi paviliun dan bangunan tertata rapi. Di kota ini, keluarga Yun termasuk keluarga terpandang.Namun hari itu, suasana jauh dari tenang.Di Aula Awan Biru, para tokoh penting keluarga Yun telah berkumpul. Yun Shan, leluhur keluarga, duduk di kursi utama dengan wajah pucat. Auranya jauh lebih lemah dibandingkan kultivator biasa di puncak Alam Jiwa Baru Lahir.Selama delapan puluh tahun, Yun Shan tidak mampu menembus kemacetan itu. Usianya pun hampir mencapai batas.Lima tetua keluarga duduk di kedua sisi aula. Tidak ada yang berbicara banyak. Semua sedang menunggu kabar dari Yun Qinglan."Jika perjalanan lancar, seharusnya Qinglan sudah hampir samp

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status