Share

Bab 5

Author: BabaJoe
last update publish date: 2026-09-25 00:24:14

Di Kota Nanhua, seorang kultivator yang telah mencapai puncak Alam Jiwa Baru Lahir sudah cukup kuat untuk menguasai sebagian besar wilayah.

Keluarga Yun sendiri mampu mempertahankan kedudukannya karena memiliki beberapa ahli pada tingkat tersebut.

Namun, keadaan akan berubah begitu seseorang meninggalkan wilayah Kota Nanhua. Di daerah yang lebih tinggi, kultivator Alam Formasi Jiwa bukan lagi keberadaan langka.

Gu Changyuan mendengarkan penjelasan itu tanpa merasa kecewa. Dia memang tidak berharap keluarga yang berada di Kota Nanhua mengetahui jalan menuju Tanah Suci Tianren yang sangat jauh.

Melihat ekspresi Gu Changyuan yang tetap tenang, Yun Tian merasa sedikit lega. Namun, sebelum dia sempat menjawab, Yun Shan, sang leluhur, perlahan mengangkat tangan.

Setelah berpikir sejenak, dia mengeluarkan sebuah token giok dengan cahaya biru samar.

"Senior, meskipun keluarga Yun belum pernah pergi ke Tanah Suci Tianren, leluhur kami dahulu pernah berhubungan dengan beberapa pedagang keliling. Dari mereka, keluarga kami memperoleh beberapa tanda penunjuk arah."

Yun Shan menyerahkan token itu dengan kedua tangan.

"Ini adalah penunjuk menuju Kota Hanhai. Kota tersebut berada di perbatasan antara Benua Selatan dan Benua Timur. Dibandingkan Kota Nanhua, tempat itu jauh lebih makmur dan memiliki banyak sekte besar. Bahkan, ahli terkuat di sana telah mencapai Alam Integrasi Tubuh."

Dia melanjutkan, "Jika Senior pergi ke Kota Hanhai terlebih dahulu, kemungkinan besar Anda bisa mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai perjalanan menuju Tanah Suci Tianren."

Gu Changyuan menerima token tersebut. "Terima kasih."

Setelah mendapatkan arah berikutnya, Gu Changyuan tidak melihat alasan untuk tinggal lebih lama.

Dia bangkit dari tempat duduknya. "Kalau begitu, aku pergi lebih dahulu."

Para anggota keluarga Yun belum sempat menahan atau mengatakan apa pun ketika Gu Changyuan sudah berbalik meninggalkan aula.

Di luar, kapal abadi hitam raksasa masih menunggu di udara. Rune-rune pada lambungnya menyala, kemudian kapal perlahan naik sebelum berubah menjadi seberkas cahaya hitam yang melesat menuju Kota Hanhai.

Dalam hitungan detik, kapal tersebut menghilang di kejauhan.

 ~~

Sementara itu, di dalam kapal abadi.

Gu Changyuan duduk di kursi ruangannya. Jubah luarnya yang gelap telah dilepas. Kini dia hanya mengenakan pakaian dalam berwarna putih, sementara rambut panjangnya dibiarkan terurai di bahu.

Dia memanggil sistemnya. "Keluarlah. Ada yang harus kita bahas."

Gu Changyuan memang tidak berniat memikirkan informasi yang baru dia terima setengah-setengah. Namun, untuk menemukan sekte dan murid-muridnya, dia tetap membutuhkan sistem.

Sistem merespons dengan lambat. Panel biru samar itu muncul, tetapi lebih redup dari sebelumnya.

"Tampilkan peta menuju Kota Hanhai."

[Energi sistem: 3%.]

[Fungsi navigasi: Tidak tersedia.]

[Pengenalan Bakat: Tidak dapat diakses.]

[Fungsi pencarian: Terbatas.]

Gu Changyuan meletakkan tangannya di atas meja.

Tiga persen. Angka itu tidak masuk akal. Sistemnya baru terhubung belum lama ini. Bahkan sistem yang tertidur selama seribu tahun seharusnya masih memiliki cadangan energi lebih dari ini.

"Bagaimana cara memulihkan energimu?"

Panel itu berkedip. Kali ini, jawabannya lebih lambat dari biasanya—seperti ada jeda di antara setiap baris tulisan.

[Pemulihan energi membutuhkan sumber eksternal.]

[Sumber tidak terdeteksi dalam jangkauan.]

Gu Changyuan mengetukkan jarinya ke meja.

"Kau dulu memberiku kekuatan dari murid-muridku. Setiap kali bakat baru terdaftar, setiap kali kultivasi mereka meningkat."

[Benar.]

"Tapi energimu sendiri," lanjutnya pelan. "Kau juga mengambilnya dari sana?"

Panel itu diam sejenak. Lalu:

[Energi sistem berasal dari sumber yang sama.]

[Jalur konversi berbeda.]

[Sumber yang sama: pendaftaran murid. Peningkatan kultivasi murid.]

Gu Changyuan mengangguk pelan. Itu masuk akal. Kekuatan yang dia terima dan energi yang sistem butuhkan datang dari sumber yang sama—murid-muridnya. Hanya bentuknya yang berbeda.

"Berarti aku harus menemukan murid baru sebelum kau mati total."

Panel itu diam sejenak lagi. Kali ini lebih lama.

Lalu:

[Alternatif tersedia.]

[Metode tidak direkomendasikan.]

Gu Changyuan mengerutkan dahi. "Lalu, alternatif apa?"

Panel itu diam.

"Kau tidak pernah menyebutkan alternatif ini sebelumnya," ujar Gu Changyuan. Suaranya tetap tenang, tapi ada nada yang berbeda sekarang. "Selama seribu tahun kau terputus dariku. Sekarang kau kembali, dengan cara kerja yang berbeda."

Panel itu tetap kosong.

Gu Changyuan menunggu. "Kerjakan. Cari informasi yang aku minta." Jeda sejenak. "Aku memberimu perintah."

Panel itu berkedip. Sekali. Dua kali.

Lalu, satu baris muncul. Bukan jawaban. Bukan penjelasan. Hanya satu kalimat pendek yang membuat Gu Changyuan menahan napas.

[Host tidak memiliki otoritas untuk mengakses data ini.]

Dia menatap baris itu.

Otoritas.

Sistemnya memiliki sistem otoritas. Itu informasi baru baginya. Selama ini, dia mengira dia adalah satu-satunya pemilik sistem ini. Tidak ada tingkatan. Tidak ada batasan.

Tapi sekarang, sistemnya mengatakan dia tidak punya otoritas.

"Bukankah aku tuanmu?" katanya pelan. "Jadi siapa lagi yang punya otoritas lebih tinggi dariku?"

Panel itu diam.

Gu Changyuan menutup panel itu dengan perasaan yang tidak nyaman. Sistemnya tidak pernah berperilaku seperti ini sebelumnya. Dulu, sistemnya sederhana.

Terkadang menjengkelkan karena tidak bisa diajak bicara. Tapi tidak pernah sekalipun sistem itu menyembunyikan sesuatu darinya.

Dia menatap langit gelap di luar jendela giok.

Jika Sekte Tianren telah berkembang menjadi Tanah Suci Tianren di Alam Manusia, maka Sekte Monster Surgawi di Alam Monster dan Sekte Iblis Surgawi di Alam Iblis kemungkinan besar juga telah mengalami perubahan besar.

Saat mendirikan ketiga sekte tersebut, dia telah memilih tiga puluh murid pendiri dengan sangat ketat.

Bakat mereka semuanya berada di Tingkat Sepuluh, tingkat tertinggi dalam sistem penilaian bakat. Selain bakat, mereka juga harus melewati ujian karakter.

Karena itu, selama ketiga sekte tersebut masih ada, mencari dua sekte lainnya seharusnya tidak terlalu sulit setelah dia menemukan Tanah Suci Tianren.

Sayangnya, dengan energi yang tersisa tiga persen, pencarian itu kini jauh lebih rumit. Sistem tidak bisa lagi melacak keberadaan target dengan bakat Tingkat Sepuluh.

Tidak bisa lagi memetakan jalur tercepat. Bahkan Pengenalan Bakat pun tidak dapat diakses.

Dia harus mengandalkan ingatannya sendiri.

Dan seribu seratus tahun adalah waktu yang sangat panjang.

Kapal abadi terus melaju menuju Kota Hanhai.

Gu Changyuan bersandar di kursinya. Matanya mulai terpejam.

Namun sebelum benar-benar tertidur, panel status itu berkedip sekali—hanya sekejap, terlalu cepat untuk dibaca.

Tapi dia sempat membacanya.

[Energi sistem: 3%.]

[Penurunan energi: Berlanjut.]

[Estimasi waktu tersisa: 72 jam.]

 

----

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 07

    Saat ini, di kediaman besar keluarga Meng, suasana di aula utama tampak tenang.Di kursi kehormatan duduk kepala keluarga Meng, Meng Canglan. Pria itu tampak berusia sekitar lima puluh tahun, dengan wajah persegi, janggut pendek, dan jubah brokat biru tua. Auranya tenang, menunjukkan bahwa ia telah mencapai tahap awal Alam Integrasi Tubuh. Namun, di balik senyum terukurnya, terselip sedikit kewaspadaan.Di kursi tamu utama duduk seorang gadis berusia sekitar enam belas tahun. Ia mengenakan gaun kuning pucat dengan sulaman awan dan bangau di bagian bawahnya. Wajahnya cantik, tetapi sikapnya membawa keangkuhan khas seseorang yang lahir dari klan besar.Namanya Su Wanqing, Nona Keempat keluarga Su.Meskipun kultivasinya baru berada di puncak Alam Inti Emas, seluruh anggota keluarga Meng yang hadir memperlakukannya dengan penuh hormat. Bahkan Meng Canglan sendiri menunjukkan sedikit sikap merendah.Alasannya sederhana. Keluarga Su merupakan salah satu kekuatan besar di bagian timur Benua

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 06

    Energi tiga persen.Angka itu masih berputar di kepala Gu Changyuan ketika kapal abadi melaju meninggalkan Kota Nanhua. Dia duduk di kursinya, menatap panel status yang redup di hadapannya.Dia mencoba memanggil fungsi navigasi sekali lagi.Tidak ada respons."Setidaknya tunjukkan peta wilayah," perintahnya.Panel itu bergetar pelan, lalu menampilkan garis-garis samar yang tidak lengkap. Sebagian besar wilayah kosong. Hanya beberapa titik yang masih terbaca.[Data peta tidak lengkap.][Energi tidak cukup untuk memuat wilayah penuh.]Gu Changyuan menutup panel itu.Sistemnya tidak bisa diandalkan untuk hal-hal besar sekarang. Tapi setidaknya, dia masih punya ingatannya sendiri. Seribu seratus tahun bukan waktu yang singkat, tapi dia tidak pernah melupakan tiga puluh nama. Tidak satu pun.Dia mengangkat tangannya. Sebuah gulungan kecil muncul di telapaknya. Kertasnya sudah tua, ujungnya sedikit terkikis, tapi tulisannya masih jelas.Dia membukanya perlahan.Di dalamnya, daftar nama. Tig

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 5

    Di Kota Nanhua, seorang kultivator yang telah mencapai puncak Alam Jiwa Baru Lahir sudah cukup kuat untuk menguasai sebagian besar wilayah. Keluarga Yun sendiri mampu mempertahankan kedudukannya karena memiliki beberapa ahli pada tingkat tersebut.Namun, keadaan akan berubah begitu seseorang meninggalkan wilayah Kota Nanhua. Di daerah yang lebih tinggi, kultivator Alam Formasi Jiwa bukan lagi keberadaan langka.Gu Changyuan mendengarkan penjelasan itu tanpa merasa kecewa. Dia memang tidak berharap keluarga yang berada di Kota Nanhua mengetahui jalan menuju Tanah Suci Tianren yang sangat jauh.Melihat ekspresi Gu Changyuan yang tetap tenang, Yun Tian merasa sedikit lega. Namun, sebelum dia sempat menjawab, Yun Shan, sang leluhur, perlahan mengangkat tangan. Setelah berpikir sejenak, dia mengeluarkan sebuah token giok dengan cahaya biru samar."Senior, meskipun keluarga Yun belum pernah pergi ke Tanah Suci Tianren, leluhur kami dahulu pernah berhubungan dengan beberapa pedagang kelili

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 04

    Di sepanjang perjalanan menuju kediaman Keluarga Yun, pikiran Gu Changyuan masih tertuju pada kertas tua di papan pengumuman itu.Siapa yang menulisnya. Sejak kapan. Dan kenapa.Larut dalam lamunan, tanpa sadar mereka sudah sampai.Kediaman Keluarga Yun berada di distrik timur Kota Nanhua. Kompleks seluas lebih dari seratus hektare itu dipenuhi paviliun dan bangunan tertata rapi. Di kota ini, keluarga Yun termasuk keluarga terpandang.Namun hari itu, suasana jauh dari tenang.Di Aula Awan Biru, para tokoh penting keluarga Yun telah berkumpul. Yun Shan, leluhur keluarga, duduk di kursi utama dengan wajah pucat. Auranya jauh lebih lemah dibandingkan kultivator biasa di puncak Alam Jiwa Baru Lahir.Selama delapan puluh tahun, Yun Shan tidak mampu menembus kemacetan itu. Usianya pun hampir mencapai batas.Lima tetua keluarga duduk di kedua sisi aula. Tidak ada yang berbicara banyak. Semua sedang menunggu kabar dari Yun Qinglan."Jika perjalanan lancar, seharusnya Qinglan sudah hampir samp

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 03

    "Ehm." Gu Changyuan berdeham ketika melihat Yun Qinglan terdiam cukup lama.Gadis itu tersentak. Ia baru tersadar dari kebingungannya setelah menoleh ke sekeliling dan menyadari seluruh musuh mereka telah lenyap tanpa sisa.Sambil menekan luka di perut bagian bawah, Yun Qinglan membungkukkan badan hingga sembilan puluh derajat. "Senior, terima kasih atas bantuanmu. Keluarga Yun tidak akan pernah melupakan budi besar ini."Gu Changyuan hanya meliriknya sekilas. "Tidak perlu berterima kasih. Aku tidak bertindak tanpa alasan."Tubuh Yun Qinglan seketika menegang.Kekuatan pria di hadapannya ini benar-benar tidak masuk akal. Elder Ghost Eye dan belasan ahli lainnya musnah hanya karena satu patah kata. Jika Senior ini menginginkan sesuatu yang melampaui kemampuan Keluarga Yun, mereka tidak akan punya pilihan.Yun Qinglan menarik napas dalam, berusaha menenangkan jantungnya yang berpacu cepat. "Boleh... bolehkah Junior tahu apa yang Senior inginkan dari kami?"Melihat raut cemas di wajah g

  • Kembalinya Sang Leluhur Setelah 1.100 Tahun   Bab 02

    Gu Changyuan masih berdiri di tengah hutan.Baru saja dia menutup panel dan bersiap pergi, ketika layar itu tiba-tiba menyala lagi dengan sendirinya—berkedip hebat di hadapannya.Cahaya merah darah.Gu Changyuan menoleh. Matanya menangkap beberapa baris teks sebelum layar itu padam.[...data tidak ditemukan...][...mendirikan sekte baru?]Panel menghilang.Gu Changyuan mengerutkan dahi. Dia mengangkat tangan, memanggil panel itu kembali.Layar biru samar muncul. Tampilannya normal, seperti biasanya.Dia menatap layar itu beberapa saat. Matanya menyapu setiap sudut, mencari jejak baris merah tadi.Tidak ada."Sistem," ujarnya pelan. "Apa arti 'data tidak ditemukan'? Sekte dan muridku—apa yang terjadi pada data mereka?"Tidak ada jawaban.Gu Changyuan menunggu beberapa detik lagi. Panel tetap sunyi.Masalah ini bisa dia urus nanti. Yang lebih penting sekarang, dia harus tahu seberapa kuat posisinya setelah kembali, dan apa saja yang masih bisa diakses dari sistem."Tampilkan status kult

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status