공유

Bab 199. Rencana Penyamaran

작가: Andy Lorenza
last update 게시일: 2025-10-25 08:26:16

Sementara pagi itu Arya, Bidadari Selendang Biru dan Dewa Pengemis tampak duduk di ruangan kebesaran Kerajaan Mandalu berserta Rajanya yang bernama Satrio Mandalu itu, agaknya mereka terlinbat perbincangan yang cukup serius di sana.

“Menurut keterangan dari mata-mata yang saya utuskan yang kembali kemarin sore, Kerajaan Perisai Timur itu sekarang telah memiliki prajurit sama banyak atau lebih dari prajurit Kerajaan Mandalu ini. Lantas apa yang musti kita lakukan Arya?” tanya Satrio Mandalu meng
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas   Bab 209. Tewasnya Pangeran Durjana

    “Hemmm, saya memberi nama ajian itu Topan Gunung Pasaman. Ajian itu baru saya pelajari dan sudah dua kali saya keluarkan, pertama memberi pelajaran pada lelaki bejad itu dan yang kedua kalinya tadi,” jawab Datuk Umbara diiringi senyumnya.“Ha..ha..ha..! Baguslah jika kalian telah lengkap berkumpul di sini, jadi saya tak perlu lagi mencari untuk melenyapkan kalian dari muka bumi ini..!” tiba-tiba Setan Tanduk Neraka berbicara lantang.“Hemmm, semasa hidup dan rohmu yang sekarang menumpang ternyata sama-sama jahat Sura Brambang. Kau memang takan pernah berhenti membuat kejahatan sebelum raga dan rohmu benar-benar lenyap,” ujar Datuk Umbara yang membuat Arya dan yang lainnya terkejut, rupanya salah seorang Guru Sang Pendekar selain Nyi Konde Perak yaitu Datuk Umbara tahu mahkluk mengerikan itu adalah jelmaan dari roh Sura Brambang.“Tidak salah lagi jika kau memang dikenal dengan tokoh golongan putih yang sangat sakti, buktinya kau satu-satunya orang yang tahu diri saya sebenarnya. Sekar

  • Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas   Bab 208. Menghadapi Naga Api

    “Panglima Suta Soma..!” seru Arya, sosok yang dipanggil memimpin ribuah pemanah itupun tersenyum.“Apa kabar Sobat Arya?” tanya pria yang dipanggil Panglima itu sembari menghampiri.“Baik, loh kenapa Panglima bersama prajurit tiba-tiba bisa hadir di sini?”“Hemmm, jangan terkejut Sobat. Saya mendapatkan kabar jika Sobat Arya akan ke Lembah Neraka ini menumpang Pangeran Durjana dan pengikutnya, yang mulia Prabu Jayabaya memerintahkan saya untuk membantu. Beliau juga berkirim salam padamu,” tutur Suta Soma.“Oh begitu, terima kasih sebelumnya saya ucapkan atas bantuan Panglima dan pasukan Kerajaan Kediri. Padepokan Neraka harus dimusnahkan karena telah membuat keresahan dan penindasan pada Kerajaan-kerajaan kecil di kawasan timur ini yang berimbas pada kesengsaraan rakyat-rakyatnya,” ucap Arya.“Benar Sobat, kabar yang saya dengar juga begitu. Akan tetapi karena dia tak menyentuh daerah kekuasaan Kerajaan Kediri selama ini, makanya kami dari pihak istana tidak pernah bentrok dengan angg

  • Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas   Bab 207. Hancurkan Semua Perangkap

    “Deeeeeeees..! Deeeeeees..! Wuuuuuuuus...! Wuuuuuuuuuuus! Traaaaaatap..! Traaaaaaaak! Kraaaaaaaaak..!” belasan anyaman kayu lancip dan bambu runcing menderu ke depan, sebagian menghantam batang berukuran kecil hingga tumbang saat Arya yang melepaskan ajian Membeku Kawah Menembok Gunung itu memutuskan beberapa helai akar yang melintang di jalan.Bidadari Selendang Biru dan Dewa Pengemis yang tadi berada beberapa tombak di belakang seketika melesat menyusul Arya, mereka penasaran apa yang terjadi di depan dengan suara menderu dan beberapa pohon tumbang.“Kamu tidak kenapa-kenapa Arya?” tanya Bidadari Selendang Biru saat tiba di samping kekasihnya itu, Arya hanya tersenyum sembari mengeleng-gelengkan kepala.“Wah..! Ternyata di bagian dalam ini banyak sekali perangkap yang sangat berbahaya, kalau saja tadi kamu tak mencegah para pasukan untuk masuk mungkin sebagian dari mereka bakal tewas sia-sia di sini,” ujar Dewa Pengemis begitu melihat belasan anyaman kayu dan bambu-bambu runcing yan

  • Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas   Bab 206. Perangkap Padepokan Neraka

    “Bisa jadi Sobat Arya, kalau tidak mana mungkin dia memilih padepokan itu,” ujar Satrio Mandalu yang ternyata tidak pernah ke Padepokan Neraka itu.Percakapan di ruangan kebesaran yang selama ini ditempati Gandika Ireng berakhir saat malam semakin larut, Arya dan para sahabat termasuk Raja Kerajaan Mandalu serta Bidadari Selendang Biru menempati beberapa kamar yang ada di istana Kerajaan Perisai Timur itu. Sementara di luar istana ribuan prajurit yang juga termasuk prajurit Kerajaan Perisai Timur yang telah ditundukan, bergabung berjaga-jaga secara bergiliran mulai dari keliling istana hingga di depan pintu gerbang.Pagi itu cuaca mendung meskipun belum turun hujan namun gerimis sudah mulai mengembuni dedaunan, Dipo Geni dan sebagian besar murid Padepokan Neraka tampak bergerak menyebar ke penjuru jalan masuk ke kawasan padepokan untuk memasang perangkap yang telah diperintahkan Pangeran Durjana.Perangkap itu sendiri bermacam-macam bentuknya, mulai dari berupa kerangkeng yang begitu

  • Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas   Bab 205. Bertambahnya Kekuatan Pasukan

    “Sabar Baginda, Padepokan Neraka tidak seperti Kerajaan Perisai Timur ini. Di samping jumlah anggota padepokan dua kali lipat lebih banyak, mereka juga lebih terampil dan kuat dalam perperangan di bandingkan para prajurit istana ini. Untuk itu kita harus terlebih dahulu menyusun strategi dan mencari waktu yang tepat untuk bergerak,” jelas Arya.“Baik Sobat Arya, lantas bagaimana dengan Kerajaan Perisai Timur yang telah kita taklukan ini?” kembali Satrio Mandalu bertanya.“Saya serahkan sepenuhnya pada Baginda bagaimana baiknya, jika memang Kerajaan ini akan tetap berlanjut Baginda musti mengangkat pemimpin yang tepat. Yang jelas siapapun pemimpin yang akan Baginda tunjuk nantinya dapat dipercaya dan bertindak bijaksana pada rakyat,” tutur Arya.“Tentu saja Sobatku, saya akan memilih pemimpin yang tepat nantinya untuk menjadi Raja di Kerajaan Perisai Timur ini. Untuk sementara waktu menjelang saya dapatkan itu Kerajaan ini akan berada dalam pengawasan dan kendali Kerajaan Mandalu,” uja

  • Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas   Bab 204. Taklukan Kerajaan Perisai Timur

    “Benar Kangmas, terakhir kita bertemu saat Kangmas berkunjung ke istana beberapa bulan yang lalu.”“Tumben kamu yang datang sendiri ke sini? Biasanya hanya mengirimkan utusan jika ada sesuatu hal yang hendak disampaikan. Ada gerangan apa Gandika Ireng?” tanya Pangeran Durjana.“Maaf sebelumnya Kangmas, saya sengaja datang langsung ke sini karena ada hal penting yang hendak saya sampaikan,” ujar Gandika Ireng.“Katakanlah hal apakah itu?”“Beberapa waktu yang lalu Satrio Mandalu mengutus salah seorang utusannya ke istana, tujuannya mengundang saya datang untuk merencanakan sesuatu hal yang buruk terhadap Kangmas dan Padepokan Neraka ini.”“Merencanakan sesuatu hal yang buruk?!” Pangeran Durjana tampak penasaran.“Benar Kangmas, Satrio Mandalu berniat memberontak pada Kangmas dan Padepokan Neraka.”“Apa..?! Kurang ajar sekali dia..! Berani-beraninya menyusun rencana untuk melawanku..!” Pangeran Durjana terkejut dan langsung murka.“Saya sempat menangkap dan menahan utusan itu di penjara

  • Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas   Bab 98. Menuju Desa Tandur

    “Kamu tadi mengatakan akan mengunjungi makam kedua orang tuamu di Desa Tandur, apakah desa itu berada dekat dengan ujung timur Pulau Jawa tempat kita berlabuh nanti?” tanya Arya.“Cukup jauh juga Mas, Desa Tandur tempat kelahiranku itu berdampingan dengan desa-desa lainnya hingga sampai ke Kali Mas

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas   Bab 90. Rencana Penumpasan

    Sedangkan Arya yang saat ini menuju Desa Tengger tentu tidak akan merasa kesulitan pula dalam mewujudkan semua yang telah direncanakannya itu, sebab sebelumnya Karta selaku kepala desa itu juga berharap sesegera mungkin bergerak menumpas Padepokan Gagak Hitam yang telah membuat kekacauan di desanya.

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas   Bab 99. Pedang Bulan

    “Aku sempat melihatmu melepaskan jurus yang sangat luar biasa pada saat menewaskan anak buah Ketua Padeokan Gagak Hitam, apakah itu jurus andalan yang di wariskan Kiai Bimo kepadamu?” tanya Arya sambil menambah ranting-ranting kering ke perapian.“Benar Mas, ajian itu bernama Bulan Sabit Menembus A

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
  • Kembalinya Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas   Bab 91. Siap Bergerak

    “Wargaku semuanya, kalian aku minta hadir berkumpul di halaman ini menyambung dengan rencana Mas Arya yang aku katakan kemarin, beberapa di antara kalian akan aku pilih untuk ikut serta besok pagi ke Desa Kidung. Dari sana nantinya kita akan bersama-sama dengan para warga desa lainnya menyerang ke P

    last update최신 업데이트 : 2026-03-25
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status