แชร์

Bab 1037

ผู้เขียน: Imgnmln
last update วันที่เผยแพร่: 2025-04-05 23:23:26

Di balik adegan yang memukau itu, Ramos terpaku dengan mata terbelalak, menyaksikan dua puncak penguasa Ingrasnya menjadi mayat kerangka dalam hitungan detik. “K-kamu .... bagaimana bisa menguasai teknik hitam? Ternyata kamu mengemban kekuatan hitam?!” seru Ramos, antara keheranan dan ketakutan.

Nathan, dengan tatapan dingin yang menyimpan beban masa lalu, menjawab tanpa ragu. "Hitam atau tidak, yang penting adalah nasibmu sudah tertulis.”

Sementara itu, suasana mencekam dengan aura kematian ya
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2160

    Nathan memilih cara paling nekat. Ia mengerahkan seluruh kekuatan tubuhnya dan menerjang lurus ke arah patung merah itu, berniat menghancurkannya meski harus mempertaruhkan nyawanya.BAAANG!Tubuh Nathan menghantam patung tersebut dengan keras.BRAK!Patung itu langsung roboh, lalu pecah berkeping-keping hingga berserakan di lantai.Pada saat yang sama, Aura Kegelapan yang semula memenuhi aula dan lorong lenyap tanpa bekas. Cahaya kembali menerangi seluruh reruntuhan, sementara bayangan-bayangan hitam menghilang seolah tidak pernah ada.Velisa dan Tetua Sorei segera berlari menghampiri Nathan. Mereka mendapati pria itu terbaring di lantai sambil bernapas berat akibat menguras hampir seluruh tenaganya."Tuan Nathan, Anda tidak apa-apa?" tanya Velisa cemas sembari membantu Nathan bangkit."Aku baik-baik saja." Nathan menggeleng pelan sambil mengatur napas."Tuan Nathan, lihat itu..." Tetua Sorei menunjuk puing-puing patung. "Ada sesuatu yang bercahaya."Nathan segera menyingkirkan pecah

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2159

    Melihat pemandangan itu, Levan hanya mendengus sinis. "Hanya buang-buang waktu. Ini Formasi Kegelapan peninggalan Kerajaan Luminus. Mana mungkin bisa dihancurkan semudah itu."Nathan sama sekali tidak memperdulikan ejekan tersebut. Dengan mata tetap terpejam, ia mulai melangkah perlahan mengikuti aliran energi Formasi. Sementara itu, orang-orang yang melindunginya terus bergerak mengitari posisinya, mati-matian menahan setiap bayangan hitam yang berusaha menerobos pertahanan.Semua orang mengerahkan teknik terkuat mereka tanpa sedikit pun menahan diri. Tidak ada lagi yang berani lengah karena pertarungan ini benar-benar menentukan hidup dan mati. Di atas kepala mereka, kompas milik Lysander terus memancarkan cahaya merah yang membentuk lapisan pelindung, untuk sementara menghalau pengaruh Aura Kegelapan yang memenuhi aula.Di tengah kekacauan itu, Nathan justru melangkah perlahan kembali menuju lorong yang sebelumnya mereka tinggalkan. Tempat itu merupakan pusat Aura Kegelapan dengan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2158

    Nathan juga menghadapi situasi yang sama. Meski api spiritualnya sanggup memusnahkan bayangan hitam, semakin banyak makhluk serupa terus bermunculan dari Aura Kegelapan yang memenuhi aula.Tatapan Nathan perlahan berubah serius. Andaikan hanya sedikit Aura Kegelapan, ia masih bisa memurnikannya melalui Tekjik Kijutsu. Namun jumlah energi di tempat itu terlalu besar. Jika mengandalkan cara tersebut, prosesnya akan memakan waktu sangat lama.Saat itulah Lysander dan Levan akhirnya berhasil mundur ke aula utama. Namun begitu melihat seluruh ruangan telah dipenuhi Aura Kegelapan dan lautan bayangan hitam, keduanya langsung terpaku."Sial..." Lysander mengumpat pelan. "Seandainya tahu akan seperti ini, aku pasti membawa lebih banyak orang."Ia tak lagi memperdulikan penampilannya. Sambil terus mengaktifkan kompas di tangannya, Lysander berusaha menahan gempuran bayangan-bayangan hitam yang datang tanpa henti.Kompas di tangan Lysander terus memancarkan cahaya merah. Setiap kali sinar itu m

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2157

    Mata Nathan langsung menyipit. "Mundur!"Tanpa ragu, ia menarik lengan Velisa dan segera melompat ke belakang.Tetua Sorei juga merasakan firasat yang sama. Hampir bersamaan dengan Nathan, ia ikut mundur secepat mungkin menjauhi lorong itu."Tuan Nathan, ada apa? Bukankah Batu Nadir itu adalah harta karun?" tanya Velisa dengan wajah dipenuhi kebingungan."Itu bukan harta karun." Nathan terus berlari tanpa menoleh. "Batu-batu itu hanyalah umpan. Aku bisa merasakan niat membunuh yang sangat kuat dari dalamnya."Tetua Sorei turut mengangguk. "Aku juga merasakan hal yang sama. Ruangan-ruangan itu pasti menyembunyikan sesuatu yang berbahaya."Belum lama mereka keluar dari lorong, jeritan memilukan tiba-tiba bergema dari setiap ruangan di kedua sisi."AAHH—!"Sesaat kemudian, para kultivator berhamburan keluar dengan wajah dipenuhi ketakutan. Tepat di belakang mereka, puluhan bayangan hitam melesat mengejar dengan kecepatan mengerikan.Batu Nadir yang mereka bawa terus memancarkan Aura Kege

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2156

    Rombongan itu menaiki anak tangga satu per satu hingga akhirnya memasuki aula utama Kerajaan Luminus.Tak seorang pun mengetahui sudah berapa lama reruntuhan ini berdiri. Namun, begitu menginjakkan kaki ke dalam, semua orang dibuat tercengang. Bangunan megah itu masih berdiri kokoh seolah baru selesai dibangun. Berbagai perabot di dalamnya tersusun rapi tanpa sedikit pun tanda kerusakan, sama sekali tidak menyerupai tempat yang telah lama ditinggalkan.Meski terpukau oleh kondisi aula yang nyaris sempurna, tak seorang pun berani lengah. Justru ketenangan yang menyelimuti tempat itu membuat mereka semakin waspada. Dalam pengalaman para kultivator, tempat yang terlihat paling aman sering kali menyimpan bahaya paling mematikan."Semua tetap di belakangku, jangan sampai memicu Formasi." Lysander memimpin langkah di barisan paling depan sambil menggenggam kompas di tangannya.Cahaya lembut memancar dari permukaan artefak itu, sementara jarumnya melayang di udara dan terus menunjuk ke satu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2155

    Pada saat yang sama, Levan yang masih terjebak di dalam Formasi turut merasakan gejolak itu. Ia segera menoleh ke sekeliling, lalu mendapati sekelompok orang tiba-tiba muncul tidak jauh dari posisinya."Nathan?"Begitu melihat sosok Nathan muncul, mata Levan langsung dipenuhi kebencian. Tanpa ragu sedikit pun, ia melesat menyerang dengan kecepatan penuh.Nathan sendiri tidak menyangka akan bertemu Levan di tempat itu. Namun, begitu merasakan niat membunuh yang mengarah kepadanya, ia segera bersiap. Aura Sovereign di tubuhnya meledak, sementara cahaya keemasan mulai menyelimuti tinjunya.Sebelum Nathan sempat bergerak, sesosok bayangan putih melintas di depannya dan langsung bertabrakan dengan Levan.Brak!Levan terdorong mundur beberapa langkah sebelum akhirnya berhasil menstabilkan tubuhnya."Tuan Muda Kedua, Anda tidak apa-apa?" tanya beberapa murid Ordo Tempest dengan cemas.Levan mengangkat tangan sebagai isyarat bahwa dirinya baik-baik saja. Tatapannya kemudian beralih kepada Lys

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1055

    Herold merasakan dingin menembus tulang punggungnya. Peluh dingin menetes di keningnya, sebuah keputusan terberat dalam hidupnya mulai terpampang.“Kau punya tiga detik,” geram Viqi, lalu mulai menghitung dengan suara yang tenang namun mematikan. “Tiga .… Dua .…”Darahnya berdesir, dan dunia terasa

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1109

    Kraaaak!Kraak!Suara retakan halus menggema di seantero lembah.Batu-batu yang menyelimuti tubuh Darwin mulai pecah, retak satu per satu, lalu hancur menjadi debu. Tubuh raksasa itu kini tampak rapuh, terbungkuk lemah di atas tanah yang retak-retak. Luka parah mencabik sebagian tubuhnya, dan wajah

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1111

    Kabut malam menyelimuti Kota Moniyan seperti tirai kelabu yang menggantung di langit. Lampu-lampu jalanan berkedip pelan, menerangi siluet bangunan-bangunan tinggi yang berdiri bisu di tengah keheningan yang mencekam. Angin berhembus dingin, menyelusup masuk ke dalam lorong-lorong kota yang sunyi.

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1098

    Mereka tiba di sebuah tempat sunyi, di mana bau tanah tercampur dengan aroma kematian. Tanah di situ pernah menjadi kuburan rahasia, berisi mayat dan tengkorak dari korban kekejaman mereka.Dengan tenang, Nathan mengangkat tangannya. Dua bajak laut seketika tersedot ke arahnya seperti diseret oleh

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-29
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status