Share

Bab 1177

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-06-14 00:46:17

Nathan mengangguk santai. “Tenang saja. Sebentar lagi dia tidak akan pernah bisa memikirkan wanita lagi, karena dia akan menjadi seorang sampah tak berguna!” Kata-kata Nathan dingin, namun sangat mengintimidasi.

Wajah Arriola memerah karena marah. “Nathan! Kau pikir kau bisa menindas kami seenaknya? Aku ini seorang Villain, dan orang-orangku semuanya penguasa ingras tingkat puncak! Jika kami bersatu, kau pikir kami tak bisa menjatuhkanmu?!”

Aura kuat meledak dari tubuh Arriola, membentuk badai
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Muhamad Abdullah
salam bro mantap jos cuma kurang babnya.. terbaik akhirnya nathan beraksi
goodnovel comment avatar
Alfy An
kurang bab nya bunda
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2352

    Saat Nathan mencapai gerbang, Mahesa dan anggota rombongan lainnya ternyata sudah kembali sadar. Mereka sejak tadi terlihat gelisah karena Nathan menghilang begitu saja dan tidak mengetahui ke mana dirinya pergi.Begitu melihat Nathan berlari keluar dari bagian dalam lembah, Mahesa segera menghampirinya. “Tuan Nathan, Anda baik-baik saja? Apa yang sebenarnya terjadi di dalam?”“Tidak ada waktu untuk menjelaskannya sekarang!” Nathan tidak berhenti berlari. “Kita harus segera keluar dari tempat ini. Cepat!”Pada saat yang sama, hembusan angin yang jauh lebih dingin menerjang dari arah belakang.Suara ratapan roh dan lolongan panjang bergema di seluruh lembah, membuat Mahesa dan yang lainnya spontan menoleh.Nathan mempercepat langkah menuju gerbang.Mahesa, Rayan, dan semua anggota rombongan segera mengikutinya tanpa berani tertinggal. Namun, sesuatu telah keluar dari kedalaman lembah.Di belakang mereka, roh-roh mati dalam jumlah tak terhitung mulai memenuhi area tersebut. Ada yang men

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2351

    Nathan sempat menikmati penemuan tersebut. Namun, tidak lama kemudian ia teringat pada satu hal.Abyssal Shade belum muncul.Nathan mengernyit. Ia sudah membunuh mayat yang membusuk itu, tetapi sosok yang sebelumnya meminta pertolongannya tetap tidak menunjukkan keberadaan. ‘Ke mana dia pergi?’Saat Nathan masih memikirkannya, suara yang sudah dikenalnya tiba-tiba terdengar dari suatu tempat.“Tolong, cepat selamatkan aku!” Sosok Abyssal Shade akhirnya muncul. “Orang itu sebenarnya hanya kuat dalam serangan mental. Tubuhnya sendiri tidak memiliki kekuatan yang berarti.”Nada suaranya terdengar terburu-buru. “Dia memang ditakdirkan untuk bertemu denganmu. Sehebat apa pun kemampuan mentalnya, dia tetap tidak mampu menguasai kesadaranmu. Karena itulah sejak awal aku memintamu datang untuk membebaskanku.”“Lalu apa yang harus kulakukan? Aku sudah membunuh mayat itu. Bukankah sekarang kau seharusnya sudah bisa bebas?”Nathan menatap sosok Abyssal Shade yang masih melayang di hadapannya.“L

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2350

    Namun, sebelum Nathan sempat mengambil kesimpulan, sesuatu yang lebih aneh terjadi. Lengan yang telah terputus itu mulai tumbuh kembali. Daging dan tulang perlahan terbentuk, lalu dalam waktu singkat lengan tersebut kembali sempurna seperti semula.Mayat itu mengangkat tangannya. Aura Kegelapan segera berkumpul dan memadat di udara hingga membentuk anak-anak panah yang dipenuhi Sigil. Ratusan anak panah muncul sekaligus, masing-masing membawa hawa dingin yang menusuk sebelum melesat ke arah Nathan dengan suara nyaring membelah udara.Nathan mengayunkan Pedang Aruna. Cahaya pedang berbentuk sabit langsung menyapu ke depan dan bertabrakan dengan hujan anak panah.Sret! Sret! Sret!Energi pedang berputar dengan cepat, menghancurkan anak-anak panah tersebut menjadi serpihan dan debu sebelum sempat mendekati tubuh Nathan.Akan tetapi, mayat yang membusuk itu sama sekali tidak terlihat kecewa. Justru pada saat perhatian Nathan tertuju pada serangan panah, cahaya keemasan tiba-tiba muncul di

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2349

    Mahesa dan yang lainnya tetap berdiri diam tanpa menunjukkan perlawanan sedikit pun. Nathan pun melakukan hal yang sama. Mereka bergerak dengan kaku menuju sisi gerbang, kemudian berdiri berjajar seperti sekelompok penjaga tanpa jiwa.Akan tetapi, Nathan sebenarnya belum sepenuhnya kehilangan kendali. Di dalam lautan kesadarannya, pertarungan masih berlangsung sengit.Roh pendendam itu terus menekan Kesadaran Spiritualnya, berusaha menghancurkan pertahanan terakhir yang masih tersisa.Tepat ketika keadaan semakin genting, sebuah cahaya tiba-tiba turun dan menyelimuti lautan kesadarannya. Cahaya tersebut terasa begitu hangat hingga tubuh Nathan yang semula tegang seketika merasakan ketenangan.Sebaliknya, roh pendendam yang berada di dalam kesadarannya justru mengeluarkan jeritan panjang karena tubuhnya seperti dibakar oleh cahaya tersebut.Nathan segera mendongak. Di tengah lautan kesadarannya, Buku Resonansi Dunia sedang memancarkan cahaya suci yang jauh lebih terang daripada sebelum

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2348

    Lelaki tua itu menunjuk mayat yang berdiri di depan mereka. “Bunuh saja makhluk setengah busuk itu. Dengan begitu, kau akan memperoleh teknik pertamamu, kekuatanmu akan meningkat pesat, dan pada saat yang sama aku juga akan terbebas. Bukankah itu menguntungkanmu?”“Cih! Kau masih saja membual.” Mayat yang membusuk itu mendengus dingin. “Katamu tidak akan ada seorang pun di dunia ini yang mampu menandingimu?”Telapak tangannya kembali terangkat. Kali ini serangannya langsung menghantam roh Abyssal Shade hingga sosok tersebut lenyap sepenuhnya tanpa sempat melawan.Setelah itu, mayat tersebut mengalihkan pandangan kepada Nathan.“Anak muda, jangan dengarkan semua omong kosongnya. Pergilah sekarang!” Suaranya terdengar jauh lebih mengancam.“Selama kau segera meninggalkan tempat ini, mungkin aku masih bersedia mengampuni nyawamu. Kalau tidak, jangan salahkan aku karena bertindak kasar.”“Bagaimana kalau aku tidak pergi?” Nathan tetap berdiri di tempatnya dan menatap mayat yang membusuk i

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2347

    “Kau...” Nathan mengangkat tangannya dan menunjuk ke arahnya, tetapi sesaat tidak mampu melanjutkan perkataannya.Lelaki tua itu malah tertawa lepas. “Hahaha! Kristal Arwah itu memang milikku. Aku sengaja menggunakannya untuk membawamu sampai ke tempat ini.”Nathan langsung merasa kesal. “Jadi selama ini kau mempermainkanku? Katamu jiwamu ingin kembali ke Sektor Abadi dan membutuhkan tempat ini untuk memanggil jiwamu agar bisa dibangkitkan. Padahal jiwamu memang sudah berada di sini!”Ia telah mempertaruhkan nyawanya hanya untuk membawa Kristal Arwah tersebut sampai ke tempat ini. Kini ia baru menyadari bahwa sejak awal dirinya telah diarahkan oleh lelaki tua itu.Lelaki tua tersebut tidak menyangkal. “Aku tidak pernah benar-benar berbohong kepadamu. Jiwaku memang berada di sini, tetapi aku tidak bisa meninggalkan tempat ini.”Senyumnya perlahan menghilang. “Aku adalah salah satu iblis yang ditekan di tempat ini, Shade. Selama penindasan di sini belum dihancurkan, aku tidak akan perna

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1071

    Kaidar menelan ludah, jantungnya berdetak kencang, bukan karena takut, melainkan kegelisahan yang menggerogoti. Dia mengerjap, mencoba menenangkan detak nadinya, sementara bayangan masa lalu berkelebat, wajah ayahnya yang terluka oleh serangan mendadak di desa terpencil mereka. Rasa dendam dan keba

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1115

    Wajah Nathan seketika berubah dingin. Suaranya tajam dan datar. “Maaf, tapi itu satu hal yang tidak bisa kuberikan pada siapa pun.”Nathan bangkit berdiri. “Aku permisi.”Tapi saat dia sampai di depan pintu—"Tutup pintunya," titah Scholar dengan lantang.Kepala pelayan dan empat penjaga tiba-tiba

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1064

    “Hahaha!”Tawa kegilaan Ging bergema, ranting patah di atasnya seakan menari dalam histeria. “Energi ini .… langit dan bumi ada di genggamanku!” teriaknya.Dari pepohonan gugur, cahaya sejernih kristal meletus, ribuan kilatan berpendar melayang, menari di udara sebelum menyatu ke tubuh Ging. Cahaya

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1088

    “Adik kedua?” Sentinel tercengang. “Rivaldo?! Kenapa kau kembali?”Tapi Rivaldo tak menjawab, dia langsung berdiri di depan Vinsen dan membungkuk hormat. “Tuan Muda Vinsen.”Vinsen meliriknya. “Kalau aku serahkan posisi kepala keluarga padamu, apa yang akan kau lakukan?”“Dengan senang hati,” kata

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status