Share

Bab 1348

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-08-18 14:20:20

"Mengapa kau tidak menghancurkan Martial Shrine? Kau tahu di dalamnya penuh dengan kultivator hitam, bukan? Sancho adalah salah satunya! Sebagai bagian dari penegak hukum dunia bela diri, bukankah sudah menjadi tugasmu untuk menghilangkan bencana bagi masyarakat? Bukankah sudah seharusnya kau yang membebaskan pacarku?!"

Di samping, Paul yang mendengar pertanyaan itu seketika menjadi pucat pasi. ia dengan panik memberi isyarat pada Nathan untuk berhenti. Namun, Nathan mengabaikannya. ia menatap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2362

    Mata Harland membelalak, ia berkata dengan suara gemetar. “Tahap Transcendent?! Dia... benar-benar berada di tahap Transcendent?”Banyu bahkan tidak mampu menyembunyikan ketakutannya. Kedua kakinya gemetar tanpa kendali. “Benarkah masih ada orang yang mampu mencapai tahap Transcendent?”Tubuhnya terasa lemas.Giga menatap Haland dengan wajah pucat. “Begitu seseorang mencapai tahap itu, segala sesuatu di dunia ini memang tidak lebih dari semut.”Ia akhirnya memahami perkataan Haland sebelumnya. Namun, setelah menyadari siapa yang sedang mereka hadapi, Giga tidak berani bertahan lebih lama.Ia langsung berbalik dan melarikan diri.“Lari!”Satu kata itu seperti menjadi sinyal bagi yang lainnya.Para kultivator yang tadi masih berteriak hendak bertarung kini berebut menyelamatkan diri. Mereka berlari ke segala arah tanpa memperdulikan siapa pun di sekitar mereka.Sementara itu, Osric masih berdiri terpaku. Tatapannya kosong ketika melihat Haland di hadapannya. Ia benar-benar tidak mampu m

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2361

    Osric menarik napas dalam-dalam sebelum berkata, “Jadi, Tuan Haland adalah monster tua itu.”Ia kemudian berusaha menahan emosinya. “Nathan membunuh putraku. Nyawa harus dibayar dengan nyawa, dan hutang harus dilunasi. Sudah sewajarnya aku membunuh Nathan.”Osric menangkupkan kedua tangannya. “Aku berharap Tuan Haland tidak ikut campur. Sebagai gantinya, seluruh faksi di Sektor Langit bersedia memberikan sumber daya dalam jumlah besar kepada Anda.”Haland langsung mencibir dengan tatapan sedingin es. “Jangan membicarakan putramu. Bahkan kalau kau sendiri membunuh ibumu, itu tetap bukan alasan bagiku untuk membiarkanmu menyentuh Tuan Nathan.”Aura mengerikan tiba-tiba menyembur dari tubuhnya.“Siapa pun yang berani menyentuhnya akan kukirim langsung ke neraka.” Nada suara Haland tegas dan tanpa sedikit pun ruang untuk tawar-menawar.Bagi Haland, Nathan adalah tuan yang harus ia lindungi. Bahkan jika nyawanya sendiri menjadi taruhannya, ia tidak akan membiarkan Osric atau siapa pun melu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2360

    Velisa menahan amarah dan rasa malu yang bercampur menjadi satu. Tubuhnya masih terbelenggu oleh aura Osric, membuatnya tidak mampu bergerak sedikit pun, bahkan untuk menghancurkan diri sendiri.“Dasar bajingan!” Velisa menggertakkan gigi. “Kalian semua tidak lebih dari sekumpulan binatang! Sekalipun aku harus mati, aku tidak akan membiarkan kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan!”Begitu mengucapkan kalimat itu, Velisa tiba-tiba membuka mulutnya lebar-lebar dan berusaha menggigit lidahnya sendiri. Ia memilih mati daripada jatuh ke tangan mereka.Namun tiba-tiba, Banyu bergerak cepat mencengkram dagunya, memaksa rahangnya tetap terbuka sehingga niatnya untuk mengakhiri hidup gagal. “Jangan buru-buru mati. Kau masih harus menunggu sampai kami selesai bersenang-senang.”Banyu menyeringai, lalu mencengkram tubuh Velisa dan berusaha mengangkatnya.BAAANG—!Namun, sebelum ia sempat melakukan apa pun, angin kencang tiba-tiba menerjang dari kejauhan.Banyu bahkan tidak sempat bereaksi.

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2359

    Osric justru tertawa mengejek ketika melihat keduanya bersiap menghancurkan diri sendiri. “Kalian kira ancaman seperti itu bisa membuatku takut?”Tatapannya meremehkan mereka. “Dengan tingkat kekuatan kalian, ledakan penghancuran diri kalian paling banter seperti petasan. Tidak mungkin melukai kami.”Osric melangkah maju sambil tersenyum dingin. “Kalau tidak percaya, silakan coba. Aku juga ingin melihat seberapa keras ledakannya.”Para kultivator di belakangnya ikut tertawa. Mereka mengepung Rael dan Velisa, sama sekali tidak menganggap ancaman keduanya sebagai sesuatu yang serius.Di tengah suasana itu, Banyu justru mengarahkan pandangan penuh nafsu kepada Velisa. Senyum cabul muncul di wajahnya ketika ia memperhatikan gadis itu dari atas sampai bawah. “Sayang sekali kalau wajah secantik itu hancur bersama ledakan.”Banyu menjilat bibirnya sebelum melanjutkan dengan nada merendahkan, “Kalau kau tahu cara bersikap baik, aku bisa memastikan hidupmu jauh lebih nyaman. Ikut denganku, dan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2358

    Tubuh pemimpin mayat hidup itu berhenti bergerak. Beberapa saat kemudian, sosoknya perlahan menghilang, menyisakan sebuah titik cahaya yang melayang naik dari tempat ia berdiri.Cahaya itu berputar sesaat di udara sebelum melesat lurus menuju Nathan.“Tuan Nathan, hati-hati!”Rael dan Velisa sama sekali tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Mengira cahaya itu merupakan serangan, keduanya spontan bergerak ke depan untuk melindungi Nathan.Namun, titik cahaya tersebut tidak berhenti. Cahaya itu menembus tubuh mereka dan langsung masuk ke tubuh Nathan.Nathan merasakan perubahan besar di dalam tubuhnya. “Rune Primordial dari pemimpin ini jauh lebih kuat...”Ia segera memusatkan Kesadaran Spiritual ke dalam tubuh dan mendapati Rune Primordial yang sebelumnya hanya satu kini telah berkembang menjadi dua. Pada saat yang sama, kekuatan spiritual di dalam dantiannya melonjak dengan cepat.Nathan tertegun. “Jangan-jangan... aku akan segera menerobos?”Tanpa membuang waktu, ia langsung dudu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2357

    Belum sempat Rael dan Velisa mengatur posisi, pemimpin mayat hidup itu sudah mengayunkan pedangnya. Sebuah cahaya pedang yang mengerikan melesat ke arah Velisa.Velisa buru-buru mengangkat pedangnya untuk menahan serangan tersebut, tetapi benturan kekuatan yang terlalu besar membuat tubuhnya langsung terlempar jauh.“Velisa!” teriak Rael menggertakkan gigi, ia melompat tinggi.Dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya, ia menghantamkan tinjunya ke tubuh pemimpin mayat hidup tersebut. Namun, lawannya bahkan tidak bergeser sedikit pun.Sebaliknya, satu serangan balasan saja sudah cukup membuat tubuh Rael terpental. Rael jatuh beberapa meter dari tempatnya semula. Ia bangkit perlahan dengan wajah tegang sambil menatap lawan di hadapannya.“Monster ini terlalu kuat!” Velisa juga segera berdiri dan mempererat genggaman pada pedangnya. “Bahkan Guru hampir tidak mampu membunuh satu saja dari mereka. Kita berdua jelas bukan tandingannya.”Kekhawatiran terpancar dari wajahnya.Rael melirik Nath

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 101

    Jalanan kota Northern, di setiap jalanan kota Vale, terdapat banyak sekali jajanan yang murah meriah dan nikmat. Jalanan ini sangat sepi di siang hari, namun sesampainya pada malam hari, jalanan ini penuh hiruk-pikuk, dan di kedua sisi jalannya dipenuhi dengan warung-warung yang berjualan. Nathan da

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 114

    Senyuman Julio seketika hilang saat mendengar ucapan Nathan, dia terlihat muram. “Apa katamu, aku tidak mengerti!” Julio menyipitkan matanya dan menatap kearah Nathan. “Apa maksudku? Kamu sendiri yang paling mengerti, menipu uang orang atau tidak, juga hanya kamu yang tahu,” Nathan juga tidak mau ka

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 50

    "Apa yang—"Di dalam kamar ini, Wulan sedang berhubungan dengan penuh gairah bersama pelayan itu di atas ranjang. Sepertinya, pesta mereka baru saja mulai.Plak!Saat pelayan itu melihat seseorang bergegas masuk, tepat ketika dia hendak berteriak, Nathan menamparnya hingga pingsan.Dia lalu meraih Wulan

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 29

    “Baik!”Melihat para pria bertubuh besar itu melesat ke arahnya, Nayhan menghela napas dengan frustrasi. ‘Tidak bisakah orang-orang di kota ini berhenti melakukan hal konyol seperti ini berulang kali. Aku mulai bosan menghadapinya ….’ Kemudian, Nathan mengangkat tangannya.BUGH! PLAK! BRAK!“Ahh!”Seket

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status