Share

Bab 1530

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-11-21 20:13:56

Bayangan hitam raksasa tiba-tiba muncul di belakang Ryuki, sosok besar, kabur, dan memegang Tongkat Thorn, dengan aura dingin seperti kematian.

Kerumunan bergidik serempak. Pertama kalinya mereka menyaksikan rupa asli roh spiritual yang menghuni tubuh Ryuki.

Ryuki tak menyadari apa pun. Ia hanya merasakan kekuatan itu menuntut keluar lewat telapak tangannya. Telapak Tangan Surgawi muncul di udara. Satu, dua, tiga. Setiap tamparan menghadirkan badai aura hitam yang menghancurkan ruang di sekitar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2600

    Danendra membawa Nathan ke sebuah kamar sederhana. Setelah mempersilahkannya masuk, pria tua itu membungkuk dengan sopan."Silahkan beristirahat, Tuan. Jika ada sesuatu yang Anda perlukan, cukup panggil saya.""Terima kasih atas bantuan Anda, Tetua Danendra." Nathan membalas dengan sopan. Sikap hormat pria tua itu membuatnya merasa perlu menunjukkan rasa terima kasih.Danendra baru saja hendak pergi ketika Nathan kembali memanggilnya. "Tetua Danendra, bolehkah aku menanyakan sesuatu?""Tentu saja. Silahkan, Tuan."Nathan mengamati pria tua itu sejenak sebelum mengajukan pertanyaannya. "Apakah seluruh penghuni kota ini merupakan kultivator iblis dari ras binatang? Tidak ada manusia yang tinggal di sini?"Danendra menggelengkan kepala. "Memang tidak ada manusia di kota ini. Kami semua berasal dari ras binatang dan merupakan kultivator iblis. Sementara itu, manusia memiliki wilayah tempat tinggal mereka sendiri."Nathan sedikit terkejut mendengarnya. "Jadi, belum pernah ada manusia yang

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2599

    Isadora hanya meliriknya sekilas. Ekspresinya justru menunjukkan ketidaksenangan. "Bajra, sejak kapan urusan kepergianku harus mendapat persetujuanmu? Apa sekarang aku harus melapor kepadamu setiap kali ingin pergi ke suatu tempat?""Tidak, bukan begitu maksudku!" Bajra buru-buru menggelengkan tangan. "Aku hanya mengkhawatirkan keselamatan Anda."Namun, ketika melihat Nathan berdiri di belakang sang putri, dahinya langsung berkerut. "Nona, mengapa Anda membawa manusia ke dalam kota kekaisaran?"Begitu mengucapkan pertanyaan itu, Bajra mendadak terdiam. Dia kembali mengamati Nathan dengan saksama, seolah baru menyadari sesuatu yang aneh."Tunggu sebentar. Aura yang terpancar darinya memang seperti manusia, tapi… mengapa ada aura ras binatang juga? Bahkan seperti aura binatang suci!"Bajra semakin penasaran. Tatapannya menyapu tubuh Nathan dari atas hingga bawah. "Ini sungguh aneh. Jangan-jangan dia keturunan campuran antara manusia dan ras binatang?""Bajra, berhenti mencampuri urusank

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2598

    "Tenang saja. Teman-temanmu tidak akan mengalami sesuatu yang buruk." Isadora berusaha menenangkan Nathan. Setelah itu, dia mengalihkan pandangan kepada Gantara. "Gantara, kalau sampai sesuatu terjadi pada mereka, jangan pernah kembali menghadapku!""Nona, Anda tidak perlu khawatir. Aku akan menjamin keselamatan mereka." Gantara segera menyatakan kesanggupannya.Tak lama kemudian, Leon dan rombongannya meninggalkan tempat itu dengan pengawalan Gantara. Kini, hanya Nathan dan Isadora yang tersisa di tengah hutan pegunungan yang luas."Ikutlah denganku." Isadora mulai melangkah pergi."Ke mana? Bukankah kau bilang ingin berbicara denganku?" Nathan tampak kebingungan."Memang benar. Namun, bukan di tempat ini. Setelah sampai nanti, kau akan tahu sendiri."Tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut, Isadora terus berjalan. Nathan tak punya pilihan selain mengikutinya.Mereka menempuh perjalanan selama beberapa jam. Sepanjang jalan, keduanya hampir tidak bertukar kata. Perlahan, Nathan mulai

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2597

    "Benar. Dia adalah Nona Isadora. Aura binatang suci yang terpancar darimu telah menarik perhatiannya." Gantara mengangguk membenarkan."Aku sedang terburu-buru. Kalau terus membuang waktu di sini, bisa-bisa aku tidak sempat keluar dari pegunungan ini hari ini." Nathan terang-terangan menolak ajakan tersebut. Dia tidak berniat menghabiskan waktu untuk berbincang dengan Isadora.Bagaimanapun, dia belum mengenal siapa sebenarnya gadis itu. Bahkan setelah pertemuan sebelumnya dengan Gantara, Nathan masih belum sepenuhnya mempercayainya. Terlebih lagi, dia sama sekali tidak mengetahui identitas maupun tujuan Nona Isadora."Kalau kami tetap berdiri di sini dan tidak membiarkan kalian lewat, apa kau yakin bisa meninggalkan tempat ini?" Isadora tersenyum kecil.Nathan tidak langsung menjawab. Dia tahu kelompoknya bukan tandingan Gantara. Bahkan tanpa memperhitungkan kekuatan Nona Isadora, menghadapi Raja Serigala itu saja sudah lebih dari cukup untuk membuat mereka kewalahan."Baiklah, apa se

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2596

    Melihat Ragna sama sekali tidak berniat mengalah, Leva hanya bisa menatapnya dengan wajah penuh amarah selama beberapa saat. Pada akhirnya, dia tidak punya pilihan selain pergi bersama Tabib Zavian.Baginya, mempertaruhkan nyawa demi bangkai Raja Iblis Lintah sama sekali tidak sepadan."Kak, apa kita benar-benar akan pulang begitu saja? Jika kembali tanpa membawa apa pun, Guru pasti akan menghukum kita!" Zavian bertanya dengan kesal."Tentu saja kita tidak bisa pulang begitu saja. Kita harus mencari tahu siapa anak itu. Selama berhasil menemukannya, kita pasti bisa mendapatkan Herba Awan Emas!" Leva menggertakkan giginya. Setiap kali teringat pada Nathan, amarahnya kembali berkobar."Tapi, bagaimana kalau anak itu sudah memakan Herba Awan Emas?" Zavian bertanya dengan cemas."Tidak mungkin. Anak itu sepertinya juga seorang alkemis. Dia pasti tahu bahwa ramuan abadi semacam itu tidak boleh dikonsumsi secara langsung. Jika ditelan begitu saja, energi yang terkandung di dalamnya bisa mem

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2595

    Namun, tak lama setelah Nathan dan kelompoknya pergi, Zavian dan Leva akhirnya tiba di tempat tersebut. Begitu menyadari Herba Awan Emas telah menghilang, keduanya langsung murka dan mengumpat dengan keras."Aku harus menemukan orang itu! Berani-beraninya dia merebut Herba Awan Emas milikku. Akan kucabik-cabik tubuhnya!" Leva meraung penuh amarah.Zavian juga tak kalah kesal. Namun, tanaman yang mereka incar sudah tidak ada, sementara Nathan dan kelompoknya telah menghilang tanpa jejak. Semua usaha mereka seolah berakhir sia-sia."Kakak senior, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita gagal mendapatkan Herba Awan Emas, padahal sudah menghabiskan begitu banyak pil untuk membunuh Raja Iblis Lintah. Kerugian kita sangat besar! Guru pasti akan menghukum kita begitu mengetahui kegagalan ini!" Zavian menatap Leva dengan cemas.Leva sedikit mengernyit dan terdiam untuk berpikir. Setelah beberapa saat, dia akhirnya berkata, "Kita kembali saja. Sekalipun gagal mendapatkan Herba Awan Emas, Ra

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1719

    Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status