Share

Bab 1961

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2026-06-10 22:38:20

RAAAWWWRRR!

Naga yang melayang di belakang Nathan tiba-tiba kembali mengeluarkan raungan mengguncang jiwa sebelum membuka mulut raksasanya dan menerjang lurus ke arah Octavius.

"T-tunggu! Aku setuju!" Octavius langsung kehilangan seluruh ketenangannya. Wajahnya memucat, tubuhnya gemetar hebat, bahkan celananya sudah basah tanpa sempat ia sadari.

"A-aku akan melakukannya! A-aku akan mengikuti semua keinginanmu!"

Nathan menatapnya beberapa saat sebelum mengangkat satu tangan dengan tenang. Dalam
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1965

    Mendengar pujian itu Nathan hanya tersenyum tipis.Ryujin melanjutkan. "Dan keberanianmu juga sama luar biasanya. Kau pergi sendirian ke Solara, menghancurkan empat Aula Dewa Arwah. Membunuh Severian, dan bahkan memaksa Octavius mengeluarkan dekret atas namamu."Ryujin menggeleng pelan sambil tertawa kecil. "Semakin lama, semakin sulit bagiku melihat batas kemampuanmu."Nathan mengangkat bahu. "Sebenarnya aku juga tidak berniat tinggal selama itu. Masalahnya, setelah urusan balas dendam selesai, orang-orang Solara terus mencari masalah. Jadi aku hanya menemani mereka bermain beberapa hari lagi."Sesaat aula menjadi sunyi."Hahaha!"Tiba-tiba Ryujin tertawa keras. "Tidak kusangka, kau masih bisa mengatakan hal semacam itu dengan wajah serius. Menghajar seluruh dunia bela diri Solara sampai kehilangan pemimpinnya, lalu menyebutnya bermain-main."Nathan hanya tersenyum tanpa membantah.Ryujin menggeleng sambil terus tertawa. "Sudahlah, malam ini kita tidak membicarakan urusan lain.""Ayo

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1964

    Setelah meninggalkan kediaman Bonang, Nathan sebenarnya berniat langsung kembali ke Klan Draken Ascalon.Namun baru beberapa langkah berjalan, seseorang tiba-tiba muncul dari arah depan, Paul muncul dengan tenang.Nathan tersenyum tipis. "Kapten Paul, bagaimana kondisi lukamu?"Paul langsung mengayunkan kedua tinjunya beberapa kali sambil terkekeh. "Sudah sembuh sejak lama. Bahkan kurasa sekarang aku jauh lebih kuat dibanding sebelumnya."Melihat kondisi Paul yang memang tampak prima, Nathan mengangguk lega. "Sudah larut malam begini. Ada urusan apa mencariku?""Tentu saja karena ada yang ingin menemuimu." Paul menyeringai."Tuan Ryujin sudah tahu kau kembali ke Moniyan. Beliau sengaja menyiapkan perjamuan khusus dan memintaku mengajakmu datang."Nathan sedikit terkejut. "Perjamuan?""Benar." Paul menepuk bahu Nathan. "Percayalah, tidak banyak orang yang mendapat perlakuan seperti ini.""Bahkan kalau dipikir-pikir, kau mungkin orang pertama yang diundang makan malam berdua langsung ol

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1963

    "Nathan..." Rebecca menyilangkan tangan di depan dada. "Kemampuanmu memang semakin hebat, ya?!"Mendengar suara yang seakan menyindir itu, Nathan berkedip. "Maksudmu?""Kau pergi ke Solara beberapa waktu saja, lalu pulang membawa gadis muda yang memanggilmu 'Master'."Nada suara Rebecca terdengar semakin dingin. "Hebat sekali!""Itu salah paham." Nathan buru-buru mengangkat kedua tangannya. "Kalian harus dengar penjelasanku dulu.""Simpan penjelasanmu." Sheerena akhirnya ikut berbicara.Sebagai orang yang paling berpengaruh di antara mereka, satu kalimatnya langsung membuat yang lain mengangguk setuju."Kita bicarakan di rumah."Sebelum Nathan sempat melanjutkan pembelaannya, beberapa gadis sudah menyeretnya menuju kendaraan yang telah disiapkan.Bonang yang melihat pemandangan itu langsung tertawa terbahak-bahak. "Hahaha! Nasibmu memang pantas begitu."Namun tawa itu tidak berlangsung lama.Seraphyne melangkah mendekat lalu menjepit telinga Bonang."Aduh! Aduh! Sakit!" Bonang langsun

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1962

    Nathan langsung memahami maksud sebenarnya. Beruntung yang dimaksud adalah bukan gadis kecil yang masih di bawah umur. Meski begitu, ia tetap menggeleng sambil tersenyum tipis. "Biarkan dia fokus menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu. Soal yang lain, kita bicarakan nanti."Mendengar jawaban itu, Alaric hanya bisa mengangguk meski sedikit kecewa.Tak lama kemudian Nathan menemui Haye dan bersiap meninggalkan Solara. "Haye, ikutlah kembali ke Northern bersama kami."Haye tertawa lebar sambil menggeleng. "Tidak perlu.""Sekarang kehidupanku di sini jauh lebih nyaman," senyumnya semakin lebar. "Setelah ini aku tidak perlu lagi berpura-pura menjadi ahli hebat. Meski kekuatanku biasa saja, seluruh dunia bela diri Solara tetap harus menghormatiku."Ia menunjuk Nathan. "Bagaimanapun juga, dewa yang mereka sembah sekarang adalah temanku."Nathan tidak bisa menahan senyumnya. "Tetap saja, aku berhutang banyak padamu."Tatapannya menjadi lebih serius. "Kalau bukan karena bantuanmu mendapat

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1961

    RAAAWWWRRR!Naga yang melayang di belakang Nathan tiba-tiba kembali mengeluarkan raungan mengguncang jiwa sebelum membuka mulut raksasanya dan menerjang lurus ke arah Octavius."T-tunggu! Aku setuju!" Octavius langsung kehilangan seluruh ketenangannya. Wajahnya memucat, tubuhnya gemetar hebat, bahkan celananya sudah basah tanpa sempat ia sadari."A-aku akan melakukannya! A-aku akan mengikuti semua keinginanmu!"Nathan menatapnya beberapa saat sebelum mengangkat satu tangan dengan tenang. Dalam sekejap, naga itu berhenti tepat di depan wajah Octavius lalu mundur kembali ke belakang."Bagus," Nathan kembali duduk santai. "Besok pagi, keluarkan titah kekaisaran dan umumkan ke seluruh Solara."Octavius mengangguk berkali-kali. "Aku akan menyiapkannya malam ini juga."Tatapan Nathan sedikit menyipit. "Aku harap kau tidak sedang berusaha mempermainkanku."Nada suaranya terdengar datar, tetapi tekanan yang terkandung di balik kalimat itu membuat jantung Octavius hampir berhenti berdetak."Ka

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1960

    "Apa yang kau lakukan di sini?" Octavius bertanya sambil bergerak perlahan ke arah samping.Di dekat sana terdapat tombol alarm darurat yang terhubung langsung ke seluruh pasukan pengawal istana. Namun sebelum tangannya sempat menyentuh tombol itu, suara Nathan kembali terdengar."Tidak ada gunanya," Nathan tetap duduk dengan santai. "Kalau kau menekan alarm itu, yang datang hanya lebih banyak orang untuk mati."Kalimat itu diucapkan dengan nada ringan, tetapi justru membuat punggung Octavius merinding."Aku datang bukan untuk membunuhmu," Nathan meletakkan gelas anggurnya di atas meja. "Aku hanya ingin berbicara."Kemudian ia mengangkat tangannya dan membuat gerakan mempersilakan. "Duduklah."Pemandangan itu terasa sangat aneh. Seolah-olah Nathan adalah tuan rumah sementara Octavius hanyalah tamu yang baru datang berkunjung.Octavius menatapnya beberapa saat sebelum akhirnya menarik kembali tangannya dari tombol alarm. Ia berjalan perlahan lalu duduk di hadapan Nathan dengan kewaspad

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 542

    “Kapten Milan, kamu cepat juga dalam mencari buron. Baru setengah hari saja, kamu sudah bisa menemukan orang-orang sialan ini!” Nathan berkata dengan jijik dan menatap Milan dengan kagum. “Setengah hari?” Milan tercengang. “Tuan Nathan, ini sudah hari ketiga, aku sudah mengerahkan semua tenagaku unt

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 603

    Herold dan Guyton duduk di baris pertama yang paling dekat dengan arena pertarungan, dan menunggu pertarungan dimulai dengan tenang.“Tetua, apakah menurutmu Nathan bisa mengalahkan Donovan? Kalau dia bahkan tidak bisa menahan satu serangan pun dan mati di tangan Donovan, bukankah obat itu akan terbu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 555

    Di perjalanan kembali ke kota Vale, supir taksi sedang mengemudikan mobil dengan santai, tiba-tiba ada dua mobil jeep yang melewati taksi itu dengan sangat kencang. Kecepatannya yang begitu cepat membuat supir taksi itu bergegas berbelok ke samping dan hampir saja menabrak pembatas jalan. “Sial! Apa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 587

    “K-kalau begitu …. tulang-tulang manusia ini, adalah korban perang?” Renne bertanya dengan suara pelan pada Nathan. “Belum tentu,” Nathan menggelengkan kepalanya. “Kalau ingin tahu bagaimana orang-orang ini bisa mati, maka harus bertanya pada mereka!” Setelah selesai bicara, Nathan menjentikkan tang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status