Share

Bab 2267

Penulis: Imgnmln
last update Tanggal publikasi: 2026-08-23 23:10:58

“Baiklah, aku tidak akan ikut bertanding. Biarkan Zayne bertarung di arena.” Nathan memang tidak berniat mempertahankan posisinya.

Nathan belum terlalu mengenal kekuatan dari Delapan Wilayah Agung, jadi dia ingin memanfaatkan Turnamen Agung Sektor Bayangan ini untuk mengamati kemampuan para peserta dari masing-masing wilayah.

Karena Nathan sudah mengambil keputusan, Eldric tidak lagi membantah dan membiarkan Zayne maju ke arena.

Tak lama kemudian, para peserta mulai mencari lawan untuk bertaru
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2269

    “Ronan, jangan terlalu sombong! Hari ini aku akan membuatmu menyesal dan menjadikanmu kasim!” Rudeus meraung penuh amarah.“Rudeus, dasar penjilat! Berani-beraninya kau membentakku. Dengan kemampuanmu yang menyedihkan itu, kau masih berani naik ke arena untuk melawanku?” Ronan sama sekali tidak menganggap Rudeus sebagai lawan yang layak.“Sekalipun harus mempertaruhkan nyawaku, hari ini aku akan menghajarmu!” Wajah Rudeus memerah, dan auranya mulai melonjak.“Kau bukan tandingannya, minggir!”Tepat saat itu, terdengar suara wanita yang jernih dari bawah arena.Sesosok wanita cantik kemudian melompat dan mendarat dengan ringan di atas panggung.Rudeus hampir saja memarahinya karena menyela, tetapi begitu melihat siapa wanita itu, seluruh kata-kata yang sudah berada di ujung lidahnya langsung tertelan.Wanita yang berdiri di atas arena itu ternyata adalah Selena, putri Julian. Selain merupakan salah satu nama yang tercantum dalam Peringkat Elite, Selena juga memiliki kedudukan istimewa

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2268

    Liana menggenggam pedang panjang di tangannya dan terus melancarkan serangan bertubi-tubi. Bilah pedangnya bergerak lincah seperti ular berbisa, menusuk dari berbagai arah tanpa memberi lawannya kesempatan untuk bernapas.Namun, pria berpakaian putih itu tetap tenang. Bahkan senyum tipis masih menghiasi wajahnya ketika dia terus menghindari setiap serangan Liana.Jelas sekali bahwa pria itu sengaja mengalah dan membiarkan Liana menyerang. Dia sama sekali tidak terburu-buru untuk mengakhiri pertarungan.“Mengapa Liana memilih orang ini sebagai lawannya? Dia jelas bukan tandingannya.” Moki yang baru saja kembali dari arena berkata dengan kebingungan.“Siapa sebenarnya pria berpakaian putih itu?” tanya Nathan.“Dia Ronan dari Paviliun Veyra, sebuah faksi tersembunyi di wilayah Gunung. Orang ini terkenal sangat mesum…” jelas Moki. “Meskipun dia memang seorang playboy, kekuatannya sangat hebat. Kalau bukan karena dia sering sengaja mengalah demi mendapatkan perhatian para wanita, seharusny

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2267

    “Baiklah, aku tidak akan ikut bertanding. Biarkan Zayne bertarung di arena.” Nathan memang tidak berniat mempertahankan posisinya. Nathan belum terlalu mengenal kekuatan dari Delapan Wilayah Agung, jadi dia ingin memanfaatkan Turnamen Agung Sektor Bayangan ini untuk mengamati kemampuan para peserta dari masing-masing wilayah.Karena Nathan sudah mengambil keputusan, Eldric tidak lagi membantah dan membiarkan Zayne maju ke arena.Tak lama kemudian, para peserta mulai mencari lawan untuk bertarung. Namun, sebagai pemegang posisi pertama dalam Peringkat Elite, Giga tidak memiliki seorang pun yang berdiri di hadapannya. Tidak ada yang cukup bodoh untuk menantang Giga pada pertandingan pertama.Giga duduk di pinggir arena dengan ekspresi puas. Dia tampaknya sudah mendapatkan kembali harga dirinya yang sempat jatuh akibat kejadian dengan Genderang Sembilan Naga.Tidak ada seorang pun yang berani menantangnya. Bagi Giga, itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa semua orang memang takut kepad

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2266

    Tanpa membuang waktu, Nathan langsung mengayunkan palu itu ke arah Genderang Sembilan Naga.GOOONGGG—!Suara genderang yang dalam dan menggema seketika memenuhi seluruh alun-alun. Dentangannya mengalir panjang seperti arus sungai yang tak pernah berhenti, membuat hati semua orang ikut bergetar.Kali ini tidak ada seekor naga emas pun yang muncul. Namun, suara genderang itu terus bergema selama sepuluh menit penuh.Selama sepuluh menit tersebut, seluruh alun-alun seolah membeku. Tidak ada seorang pun yang berani bergerak karena perhatian mereka sepenuhnya terseret oleh suara genderang yang memenuhi udara.Baru setelah dentang terakhir menghilang, semua orang perlahan tersadar. Mereka saling berpandangan dengan wajah pucat.Jika Nathan memanfaatkan kondisi mereka selama sepuluh menit tadi untuk menyerang, kemungkinan besar tidak seorang pun di antara mereka mampu bertahan.“Sekarang kau percaya?” Nathan menoleh kepada Julian.Julian tidak menjawab. Wajahnya menunjukkan keraguan, keterke

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2265

    Julian pun merasakan ada sesuatu yang tidak biasa. Ia sedikit mengernyit sebelum bertanya kepada Nathan, “Nathan, mengapa kau bisa membuat Genderang Sembilan Naga menyusut? Dan mengapa kau langsung menyimpannya?”“Apakah kau mengetahui rahasia genderang itu sehingga mampu menghasilkan sembilan naga emas hanya dengan satu pukulan?”Nathan mengangguk tenang. “Benar, aku memang mengetahui rahasianya. Dan Genderang Sembilan Naga itu memang milikku.”Begitu kata-kata tersebut keluar, seluruh alun-alun langsung gempar.Julian menatap Nathan dengan penuh keterkejutan. Ia sama sekali tidak mengerti bagaimana artefak yang telah berada di tempat itu selama ratusan tahun bisa tiba-tiba menjadi milik Nathan.“Nathan, jangan bercanda!” Giga langsung membantah. “Genderang Sembilan Naga sudah berada di sini selama ratusan tahun. Berapa umurmu? Bagaimana mungkin benda itu menjadi milikmu?”Bukan hanya Giga yang tidak percaya. Hampir semua orang di tempat itu menganggap ucapan Nathan mustahil.Nathan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2264

    Setelah itu, sembilan pola naga yang sebelumnya memenuhi permukaan genderang perlahan menghilang. Sebagai gantinya, hanya tersisa satu pola naga besar yang melingkar di seluruh permukaannya.Nathan melangkah mendekat dan menyentuh permukaan genderang dengan telapak tangannya. Dalam sekejap, ukuran Genderang Sembilan Naga menyusut hingga hanya sebesar cangkir teh.Nathan mengangkatnya dengan satu tangan. Kemudian ia mengambil palu yang tadi digunakan untuk membunyikannya. Tanpa ragu, kedua benda tersebut langsung dimasukkan ke dalam Cincin Ruang.Tidak ada seorang pun yang sempat menghentikannya.Sejak pertama kali menyentuh palu tersebut, Nathan sudah mengetahui asal-usul dan kegunaannya melalui informasi yang muncul dari Buku Resonansi Dunia di dalam pikirannya.Palu dan Genderang Sembilan Naga ternyata merupakan artefak kuno yang memiliki kekuatan luar biasa. Itulah sebabnya Nathan sama sekali tidak panik ketika pukulan pertamanya tidak langsung menghasilkan suara. Ia sudah mengetah

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1071

    Kaidar menelan ludah, jantungnya berdetak kencang, bukan karena takut, melainkan kegelisahan yang menggerogoti. Dia mengerjap, mencoba menenangkan detak nadinya, sementara bayangan masa lalu berkelebat, wajah ayahnya yang terluka oleh serangan mendadak di desa terpencil mereka. Rasa dendam dan keba

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1115

    Wajah Nathan seketika berubah dingin. Suaranya tajam dan datar. “Maaf, tapi itu satu hal yang tidak bisa kuberikan pada siapa pun.”Nathan bangkit berdiri. “Aku permisi.”Tapi saat dia sampai di depan pintu—"Tutup pintunya," titah Scholar dengan lantang.Kepala pelayan dan empat penjaga tiba-tiba

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1121

    "Kami bukan bagian dari Keluarga Wilford," salah satu dari mereka berkata datar."Kami di sini hanya untuk harta karun. Hidup atau matinya Gill, bukan urusan kami."Gill menoleh cepat, matanya menyipit penuh amarah. "Kalian .... sialan, kalian mengkhianatiku?"Sebelum sempat mendapat jawaban, suara

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1064

    “Hahaha!”Tawa kegilaan Ging bergema, ranting patah di atasnya seakan menari dalam histeria. “Energi ini .… langit dan bumi ada di genggamanku!” teriaknya.Dari pepohonan gugur, cahaya sejernih kristal meletus, ribuan kilatan berpendar melayang, menari di udara sebelum menyatu ke tubuh Ging. Cahaya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status