공유

Bab 367

작가: Imgnmln
last update 최신 업데이트: 2024-07-26 22:01:17

“Aku tidak peduli dengan dendammu, ini adalah acara pertemuan antar anggota seni bela firi yang diselenggarakan oleh Unique Care, ini adalah arena milik Unique Care, kalau kamu memaksa untuk bertindak, aku tidak bisa tinggal diam!” Reus berkata dengan dingin.

“Reus, saat ini Levan adalah tamu Keluarga Holcy, apa kamu tidak memberi muka kepadaku?” Suara lain kembali terdengar, Aston juga melangkah naik ke atas arena dari kerumunan, dan di belakang Aston ada beberapa bawahannya yang juga sudah mencapai ranah kekuatan Ingras.

Melihat orang-orang ini tiba-tiba muncul, para generasi muda yang ada di bawah arena semuanya menjadi minder, terutama Wenford, tinjunya mengepal dan matanya penuh dengan ketakutan. Dia selalu berpikir kalau kekuatannya bisa dianggap sebagai yang terbaik di antara generasi muda. Tapi sekarang, saat Reus dan Aston muncul, keduanya jauh lebih hebat dibandingkan dengannya, bahkan kekuatan mereka sudah melampaui ayahnya, Alfred.

Saat ini Wenford akhirnya mengerti,
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1614

    Gerakannya bersih, sunyi dan nyaris sempurna. Masih menyamar sebagai rekan mereka, Bonang mengulang metode yang sama. Satu demi satu, samurai jatuh tanpa pernah menyadari apa yang terjadi.Dari kejauhan, Nathan yang mengamati hanya bisa menahan senyum geli.Tak lama kemudian, hanya pemimpin kelompok itu yang masih berjalan di depan, tangan kanannya menggenggam katana dengan penuh kewaspadaan.Ia berhenti, mengernyitkan kening. “Tidak ada jejak penyusup… Kalian, berpencar—”Ia menoleh ke belakang.Kosong~Hanya satu orang berdiri di sana.“Apa?” napasnya tertahan. “Ke mana mereka semua?”Bonang mengangkat bahu ringan. “Aku juga tidak tahu.”Tatapan pemimpin itu berubah tajam. Ia mundur selangkah, instingnya berteriak bahaya.“Siapa sebenarnya kamu?”Bonang tertawa kecil ketika penyamarannya terbongkar. Tubuhnya bergetar sesaat sebelum kembali ke wujud aslinya.Di saat yang sama, Nathan melompat keluar dari balik pepohonan. Tatapannya tertuju pada Bonang, disertai nada evaluatif.“Tekni

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1613

    Pendekar Bayangan itu tidak sempat menghindar. Api menelan tubuhnya, dan jeritan memilukan menggema di hutan. Ia berguling-guling di tanah, berusaha memadamkan kobaran tersebut, tetapi api itu nyata dab tidak bisa dipadamkan dengan cara biasa.Tak lama kemudian, tubuhnya menghitam dan runtuh menjadi abu.Pemandangan itu membuat Pendekar Bayangan terakhir gemetar hebat. Ia berusaha memberontak, tetapi baru sadar seluruh energinya telah terkunci, seolah aliran kekuatannya diputus paksa.“Siapa kalian sebenarnya?” tanya Nathan dingin. “Dan apakah kalian melihat seorang gadis yang ditawan di sekitar sini?”“A-aku tidak tahu!” teriak Pendekar Bayangan itu panik. “Kami hanya tersesat!”PLAK!Tamparan keras mendarat di wajahnya.“Jangan mempermainkan kami,” ucap Nathan tajam.Pendekar Bayangan itu terdiam, bibirnya terkatup rapat.Bonang melangkah maju, mengeluarkan selembar Sigil berwarna kuning pucat. “Kalau begitu, kita pakai cara lain. Sigil ini akan membuat kematian terasa seperti kemew

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1612

    “Apa?!” Bonang terkejut. “Bukankah roh di dalam dirinya berasal dari ribuan tahun lalu? Dunia sekarang sudah berbeda, mungkin dia hanya tersesat—”“Tidak,” potong Nathan. “Aku bisa merasakan koneksi itu. Dia ditahan dan auranya menunjukkan bahaya.”Nada suaranya membuat Bonang mengernyit serius.“Kalau begitu orang yang menangkapnya pasti bukan sembarang figur. Kau membawa sesuatu yang menyimpan auranya?” tanya Bonang.Nathan mengangguk. “Ada.”Ia mengeluarkan sepotong pakaian milik Elara.Bonang membeku sesaat, lalu menelan ludah. “Sial! Benda seperti ini memiliki resonansi aura yang terlalu kuat. Bagaimana aku bisa berkonsentrasi?”“Aku hanya berpikir ini menyimpan jejak auranya paling murni.” jawab Nathan jujur.Bonang menghela napas panjang. “Berikan.”Ia meletakkan pakaian itu di atas meja, mengeluarkan selembar Sigil, lalu mulai merangkai Teknik Sigil Rune. Cahaya hijau redup muncul, disusul nyala api tipis.Dalam sekejap, Sigil dan pakaian itu terbakar bersamaan, menghasilkan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1611

    Pria tua itu menatap Nathan dengan sorot mata penuh keheranan. “Eldric,” katanya pelan, “Siapa pemuda ini? Mengapa kau memperlakukannya dengan hormat sedemikian rupa?”“Beliau adalah Tuan Nathan,” jawab Eldric singkat, lalu menoleh. “Tuan Nathan, izinkan aku memperkenalkan, ini Rotgam Pluin, penguasa Menara Surgawi.”Nathan mengangguk sopan. “Salam, Tuan Rotgam.”Namun, Rotgam justru memandang Nathan dengan tatapan tajam bercampur keterkejutan. “Jadi kau inilah orang yang mendirikan Klan Draken Ascalon, menentang Martial Shrine, dan membunuh anggota Keluarga Ryodan dari Negara Solara?”Nathan sedikit terkejut. Ia tidak menyangka reputasinya telah menyebar sejauh ini, terlebih ke wilayah Sektor Bayangan.Pada saat itu, Nalan melangkah maju. “Perlu diketahui, Tuan Nathan. Perwakilan Menara Surgawi di dunia fana adalah Keluarga Mordren. Dan Raze Mordren merupakan anggota mereka.”Barulah Nathan memahami semuanya. Tak heran sejak pertemuan pertama, Raze tidak menunjukkan permusuhan sepert

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1610

    Nathan mengangguk pelan. Ia sempat meninjau kondisi kultivasi Kieran dan yang lain, dan hasilnya cukup memuaskan. Laju perkembangan mereka melampaui perkiraan awalnya.Namun, baru saja ia melangkah keluar dari kompleks istana, getaran aneh tiba-tiba muncul di benaknya. Alisnya langsung berkerut.“Tidak baik…”Tanpa membuang waktu, Nathan memberi beberapa instruksi singkat kepada Draven, lalu segera berangkat menuju Kota Moniyan.Tubuh Elara memiliki ikatan khusus dengannya. Saat masih berada di wilayah Keluarga Island, Eldric pernah meminta Nathan menanamkan jejak kesadaran spiritual ke dalam diri Elara, agar keberadaannya selalu berada dalam pengawasan Nathan.Walau kini tubuh Elara telah dihuni roh spiritual wanita suci dan tak lagi perlu berada di sisinya, ikatan kesadaran itu belum sepenuhnya terputus.Kini, Elara sedang dikurung di suatu tempat. Begitu Nathan bergerak menjauh dari wilayah itu, ia langsung merasakan anomali pada ikatan tersebut.Setibanya di Moniyan, Chelsea dan b

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1609

    Ketika Seiji kembali ke markas, Lucan segera menyambutnya dan bertanya dengan nada hati-hati, “Tuan Valmorin, di mana perempuan ini akan kita tempatkan?”Seiji menghela napas kasar. Raut wajahnya jelas tidak bersahabat. “Perempuan itu merepotkan. Kekuatan fisik dan jiwanya jauh di atas perkiraan. Masukkan dia ke sel tingkat tinggi.”Lucan mengangguk singkat dan memberi isyarat pada bawahannya. Elara segera dibawa pergi tanpa perlawanan.Begitu mereka menjauh, Seiji membuka mantel luarnya. Sebuah luka panjang di bahunya terlihat jelas dan dalam, dan belum sepenuhnya pulih. Tatapannya berubah dingin saat ia menatap bekas luka tersebut.Setelah menyelesaikan pengobatan darurat, Seiji berjalan menuju ruang tahanan. Di depan sel, ia melambaikan tangan. “Kalian keluar, aku ingin bicara langsung dengannya.”Sel itu diselimuti formasi penekan energi, pola sihir kuno yang dirancang untuk membatasi kekuatan siapa pun di dalamnya.Namun, Elara berdiri dengan tenang. Tidak ada ketakutan di wajah

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status