Share

Bab 4

Author: Imgnmln
last update Petsa ng paglalathala: 2024-01-03 10:55:54

“Ma, siapa itu?”

“Tidak usah kamu pedulikan, cepat masuk kedalam kamar, dan jangan keluar!” Maria mendorong Nathan masuk kedalam kamar, dan mengarah ke pintu dengan raut wajah yang gelisah.

Terdengar derap kaki yang kuat dan besar, terlihat sosok pria kekar dan tinggi membawa 4 sampai 5 orang yang terlihat sangar melangkah masuk.

"Apa kamu tuli, hah?!" Maki pria itu. “Mana uangnya?” Kamil melihat Maria dan langsung bertanya.

“Tuan Kamil, sudah saya siapkan,” Maria terus mengangguk, dan meraba-raba kantong hitam yang ada di saku celananya. "I-ini …."

Saat ini banyak tetangga yang sedang berkumpul dan menyaksikan, melihat kejadian itu, tapi mereka tidak berani mendekat karena takut akan terseret oleh masalah.

“Para bajingan itu kembali, mereka benar-benar membuat orang seakan-akan ingin mati!”

“Benar, mereka sama sekali tidak berprikemanusiaan!”

“Hei, kecilkan suara kalian, mereka itu orang-orang yang diutus Keluarga Orton untuk menagih ganti rugi.”

Beberapa tetangga berkumpul dan berkata dengan marah, namun tidak ada satupun yang berani ikut campur.

Saat itu, Kamil mengambil sebuah kantong hitam yang ada di tangan Maria, dan membukanya.

“Sialan, apa-apaan ini?” Kamil mengernyitkan keningnya, lalu membalikkan kantong itu.

Didalamnya ada beberapa lembar uang pecahan dua ribu, dan juga uang koin yang berhamburan.

Kamil berteriak kepada Maria. “Apa kau mencoba menguji kesabaranku?”

Mendengar teriakan itu, Maria sedikit gemetar, dia memaksakan tersenyum, dia bahkan mengangguk dan membungkukkan badannya. “Tuan Kamil, uang itu sebesar lima ratus ribu, kami sudah menghitungnya. Kalau Tuan Kamil tidak percaya, Anda bisa menghitungnya.”

Bugh!

"Ahh!"

“Omong kosong!” Kamil mengangkat kakinya dan menendang perut Maria, membuatnya langsung terjatuh ke tanah. “Menyuruhku menghitung? Aku tidak punya waktu mengurus uang receh seperti ini!”

“Mama!” Nathan langsung bergegas keluar dari dalam kamar, kemudian dia memapah Maria. "Kalian bajingan! Berani menendang ibuku?!" Dia melirik Kamil dan beberapa bawahannya dengan dingin.

Kamil dan beberapa bawahannya tercengang, tatapan dingin Nathan membuat mereka bergidik.

“Nathan, siapa yang menyuruhmu keluar, cepat kembali kedalam, kamu tidak usah ikut campur,” Maria mencoba mendorong Nathan kembali kedalam rumah sekuat tenaga.

“Ma, karena aku sudah disini, masalah ini biar aku yang urus, kamu diam dan tunggu saja!" Nathan memapah Maria ke bangku dan mendudukkannya, lalu membalikkan badannya dan menatap Kamil dengan dingin.

Kamil menatap Nathan dan menatapnya dengan datar, lalu tertawa sambil berkata. “Loh, bukannya ini bocah yang memukul Tuan Muda Rendy lima tahun lalu? Tidak disangka, kamu sudah bebas!”

“Tepat sekali, hari ini kamu bisa bebas, sebagai mantan pacar, kenapa kamu tidak menghadiri pernikahan wanitamu dengan Tuan Rendy?” timpalnya memprovokasi Nathan.

“Pria idiot ini telah diselingkuhi.”

“Hahaha …”

"Sungguh ironis! Menyelamatkan wanita tercintanya, berujung dikhianati."

Kamil dan beberapa bawahannya tertawa terbahak-bahak.

“Apa katamu?” Nathan mengernyitkan keningnya, matanya penuh ketidakpercayaan.

Kamil menatap Nathan sambil tersenyum mengejek. "Aku bilang, wanita yang kamu lindungi sampai masuk penjara itu, hari ini akan menikah dengan Tuan Muda Rendy, pernikahannya akan dilangsungkan di Hotel Northen. Apa kamu tidak mau pergi melihatnya?”

Alis Nathan berkerut, kedua tangannya mengepal dengan erat. 'Jadi, pria itu tidak mati? Dia … Rendy Orton, ya?'

Raut wajah Maria yang ada di belakangnya pun ikut berubah, dia terlihat marah sampai badannya pun gemetar. Bagaimanapun putranya Nathan masuk penjara karena melindungi Sherly, tidak disangka wanita itu malah berpaling dan menikahi orang lain.

“Berlutut, dan minta maaf pada ibuku, dengan begitu aku akan membiarkan kalian hidup," kilatan dingin melintas di mata Nathan dan tubuhnya dipenuhi dengan aura membunuh yang kuat.

Suhu disekitar mereka seolah turun beberapa derajat, membuat tawa di wajah Kamil dan yang lainnya sirna.

Setelah sesaat, Kamil akhirnya tersadar, dia langsung berkata dengan murka. “Apa katamu? Kamu mau aku berlutut dan meminta maaf?”

Swooosh!

Sambil berkata, Kamil melayangkan sebuah tinju ke arah Nathan. Pria itu melayangkan kekuatan penuh ke arah Nathan.

Bugh! Brak!

"Argh!"

Sebelum, pukulan Kamil mengenai Nathan, terdengar suara teriakan yang memekakkan telinga. Kamil terpental beberapa meter karena Nathan lebih dulu menendangnya dengan kuat.

Kamil terkapar di tanah, sambil memegangi selangkangannya dan berteriak kesakitan, dia langsung berkeringat dingin dan tidak berhenti meraung.

“Nathan, jangan berkelahi… ” Mendengar raungan Kamil, Maria segera membujuk Nathan untuk tenang.

Nathan baru saja dibebaskan dari penjara karena kasus itu, bagaimana kalau sampai dia kembali dijebloskan lagi kedalam penjara karena memukuli orang?

Kamil berteriak marah, dia menatap Nathan dengan penuh kemarahan dan kekejaman. “Habisi dia, bunuh dia!”

Beberapa bawahan Kamil langsung bergegas menyerbu ke arah Nathan. Namun, mereka tiba-tiba berhenti saat melihat tatapan mata Nathan yang dingin dan mengerikan.

"Brengsek! Kenapa diam saja, cepat!" Teriak Kamil kepada para pengawalnya. "Siapapun yang bisa memukulnya dengan keras di wajahnya, aku akan memberikan 10juta untuk kalian!"

Mendengar teriakan Kamil, para bawahannya memaksakan diri untuk menyerang Nathan.

"Jangan salahkan kami karena sudah berani menyerang bos!"

Bugh! Brak! Krak!

Nathan menoleh ke arah ibunya, lalu mengepalkan tangannya dan melayangkan pukulan secepat kilat, seketika para bawahan itu merasa kalau kaki mereka sudah mati rasa, mereka semua akhirnya tergeletak dengan lemas di tanah.

Dan saat itu, Kamil yang melihatnya langsung tercengang, dia menatap Nathan dengan tatapan tidak percaya, aura dingin menyelimuti hatinya.

Bahkan para tetangga yang sedang menyaksikan kejadian itu juga ikut membelalak tidak percaya.

“Minta maaf pada ibuku!” Suara dingin Nathan kembali terdengar.

Kamil ragu-ragu sesaat, tapi saat dia melihat tatapan mata Nathan yang dingin, mau tidak mau dia berlutut. “M-maaf ….”

Kamil dan beberapa bawahannya meminta maaf.

“Enyah dari sini!” Nathan mengibaskan tangannya!

Dia tidak ingin membunuh orang didepan tetangganya, dan ibunya sendiri, dengan kemampuannya, membunuh preman kecil seperti mereka hanya semudah menjentikkan jari.

Kamil yang dipapah oleh bawahannya menatap Nathan dengan penuh kebencian. "Tunggu aku, kamu akan menyesal telah membuatku seperti ini!"

Pria itu tertatih-tatih dan merasa sangat tidak puas, tapi Nathan sama sekali tidak takut pada pembalasan dendam Kamil.

Setelah Kamil pergi, Nathan langsung bertanya penuh cemas pada Maria. “Ibu, kamu tidak apa-apa, kan? Mereka sudah pergi.”

“Aduh, kamu ini! Baru saja bebas, sudah mencari gara-gara dengan mereka lagi!” Maria segera mengoceh pada Nathan. “Cepat pungut uang yang ada di lantai, itu uang yang kita kumpulkan dengan susah payah.”

Nathan berjongkok dan memunguti uang yang berserakan di lantai dan memasukkannya kembali ke dalam kantong hitam itu.

“Ma, lain kali, biar aku saja yang mencari uang, Mama dan Papa istirahat saja dirumah, dan aku juga akan mencari cara untuk menyembuhkan matamu.” Nathan menyimpan kembali uang itu dan menyerahkannya kepada Maria.

“Tidak perlu, Nak, kehadiranmu saja sudah cukup!” Maria berkata, lalu tiba-tiba dia mulai menangis. “Sekarang, kamu sudah pulang, hati Mama sudah tenang, kalau bukan karena merindukanmu, Mama pasti sudah mati sejak dulu …”

Saat melihat ibunya menjadi seperti ini, tatapan mata Nathan mulai berapi-api, aura membunuh menguar dari dalam tubuhnya. Nathan tidak tahan lagi, dia mengepalkan tangannya dengan erat, bahkan kulit tangannya berdarah karena tusukan dari kuku tangannya.

'Keluarga Orton … Keluarga Gunawan ….' kilatan cahaya berbahaya terlintas dari mata Nathan. 'Aku pasti akan membuat mereka menanggung akibatnya! Itu pasti ….'

Sekujur tubuh Nathan dipenuhi dengan aura membunuh yang kuat.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Herry Hermanto
asyik tambah seru
goodnovel comment avatar
Nyamuk Kecil
semakin seru
goodnovel comment avatar
Dargombes Putra Rimba
manggilnya kok berubah ubah thor...? bu...ma . bu ....ma, kok tidak konsisten gitu. mending pakai bu, sederhana tapi lebih enak rasanya. coba lihat novel sebelah biar tambah wawasan.
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2545

    Melihat Nathan masih hidup, Elias tak mampu menyembunyikan keterkejutannya. Namun, ia tak punya waktu untuk mengurus pemuda itu. Ada hal yang jauh lebih penting, ia harus menghentikan Ryujin secepat mungkin.Elias melesat dan menghantam Ryujin dengan telapak tangannya. Namun, menghadapi serangan itu, Ryujin hanya membalasnya dengan senyum tipis.Pada saat yang sama, wajah manusia raksasa di langit perlahan memudar, lalu menghilang tanpa meninggalkan jejak.“Tidak—!”Mata Elias membelalak. Ia meraung sekuat tenaga, tak sanggup menerima kenyataan bahwa rencana yang telah disusunnya selama puluhan tahun justru gagal pada saat-saat terakhir.“Aku akan membunuhmu! Aku akan membunuhmu—!”Elias mengamuk dan hendak menghabisi Tuan Ryujin. Namun, sebelum sempat bergerak, tubuhnya mendadak bergetar hebat. Api menyembur dari sekujur tubuhnya, melahapnya dalam sekejap.Elias telah menempelkan sebuah formasi pada wajah manusia raksasa itu. Kini, setelah wajah tersebut lenyap, ia pun tak mungkin be

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2544

    Nathan menghembuskan napas lega. Namun, sebelum ia sempat beristirahat, genderang raksasa itu mendadak terangkat dari tanah dan melesat ke langit.Elias muncul dari dalamnya, lalu menatap Nathan dengan sorot mata dingin. “Sudah kukatakan, Genderang Sembilan Naga memang artefak yang bagus. Sayangnya, kau belum mampu mengerahkan seluruh kekuatannya!”Usai berkata demikian, Elias mengayunkan telapak tangannya. Genderang Sembilan Naga langsung meluncur ke bawah seperti meteor, mengarah tepat ke Nathan.Nathan segera berguling ke samping dan berhasil menghindarinya.DUAAAR!Genderang itu menghantam tanah dengan keras, menghasilkan gelombang suara yang mengguncang sekeliling.Banyak orang tak sanggup menahan dampaknya. Mereka memuntahkan darah dan tewas seketika.Kondisi Nathan sendiri sudah sangat mengenaskan. Ia telah mengorbankan begitu banyak kekuatan hidupnya hingga hampir tak mampu berdiri. Tanpa pengorbanan itu, ia mungkin sudah kehilangan kemampuan untuk bergerak sejak tadi.“SIAAAL

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2543

    Sementara itu, para anggota Ordo Maledicta hanya saling berpandangan, kebingungan menentukan sikap.“Saudara-saudaraku, kita telah ditipu selama bertahun-tahun! Sekarang, kita harus menuntut penjelasan. Jika dunia fana hancur, kita semua juga tidak akan luput dari kematian!”Setelah meneriakkan seruan itu, Arkhon memimpin para anggota Ordo Maledicta terbang ke udara.Dalam sekejap, mereka bergabung dengan orang-orang lainnya dan membentuk barisan di hadapan Tuan Ryujin, menghalangi Elias agar tidak bisa mendekat.Elias menatap kerumunan tersebut dengan dingin, sama sekali tidak menunjukkan rasa gentar. “Sekumpulan semut! Apa kalian pikir bisa menantang seekor gajah?”Baginya, sebanyak apa pun jumlah mereka, semuanya tetap tak lebih dari semut.Freya menjadi orang pertama yang melancarkan serangan. Roh pedang itu menerjang Elias, orang-orang lainnya juga mengerahkan seluruh kemampuan mereka.Mantra, energi spiritual, dan berbagai senjata menyerbu Elias dari segala arah.Elias hanya men

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2542

    SLASSSH!Nathan mengayunkan pedangnya ke arah Elias. Seekor naga emas meraung ketika energi pedang yang tajam menjelma menjadi naga raksasa dan melesat menuju sosok perkasa itu.Namun, Elias sama sekali tidak menunjukkan kekhawatiran. Ia hanya menggerakkan tangan dengan santai, dan energi pedang tersebut seketika ternetralisasi. Naga emas yang terbentuk dari serangan Nathan pun lenyap dalam sekejap.Sesaat kemudian, kekuatan dahsyat menghantam Nathan dengan keras.DUAAAGH! BRAAKKK!Tubuh emas Nathan yang tak terkalahkan seketika hancur menjadi debu, lalu tersapu hembusan angin. Tubuhnya terpental jauh seperti layang-layang yang talinya terputus, sebelum akhirnya menghantam tanah di hadapan semua orang.“Nathan!”Semua orang menatapnya dengan cemas. Tubuh Nathan telah terbenam lebih dari sepuluh meter di bawah permukaan tanah akibat hantaman tersebut.“Tuanku!”Lyra segera berbalik dan berubah menjadi Garuda Bara. Ia mengepakkan sayap besarnya yang berkilauan, lalu memuntahkan bola-bol

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2541

    Para anggota Ordo Maledicta, termasuk Arkhon, Julian, dan yang lainnya, menatap Elias dengan penuh keterkejutan.Selama ini, mereka mengira sedang menjalankan perintah pemimpin mereka demi mencapai tujuan besar. Namun, kenyataan yang terungkap justru menghancurkan keyakinan tersebut. Mereka hanyalah pion yang dikorbankan demi rencana Elias.Ketika melihat mayat-mayat yang berserakan di tanah, hati mereka terasa seperti ditusuk jarum. Begitu banyak nyawa telah melayang, tetapi mereka bahkan tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari semua pengorbanan itu.“Mengapa? Mengapa kau melakukan semua ini?” Nathan menatap Elias dengan kebingungan.Dia tidak habis pikir mengapa Elias rela mengorbankan murid-murid sektenya sendiri. Demi menyamar sebagai Yang Mulia dan memimpin Ordo Maledicta selama lebih dari satu dekade, pria itu telah menipu begitu banyak orang. Bahkan, Julian dan yang lainnya pun tidak menyadari kebenarannya selama bertahun-tahun.Apa sebenarnya tujuan di balik semua ini?“Karena

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2540

    Gumpalan kabut hitam muncul di angkasa, perlahan membentuk wajah manusia raksasa. Cahaya menyilaukan terpancar dari kedua matanya.Begitu wajah itu muncul, semua orang merasakan ancaman yang belum pernah mereka alami sebelumnya.Mulut raksasa itu perlahan terbuka. Sebuah peti mati perunggu terbang keluar dari dalamnya. Saat peti mati tersebut muncul, patung-patung batu yang tersusun di tanah mulai berguncang hebat.Sesaat kemudian, belasan berkas cahaya dengan warna berbeda melesat keluar dari patung batu. Cahaya itu menyatu di udara, lalu menyelimuti peti mati perunggu tersebut.Cahaya warna-warni membungkus peti mati itu hingga melayang di udara. Pada saat yang sama, kedelapan patung batu perlahan menghilang, dan Sarah beserta yang lainnya berjatuhan keluar dari tempat mereka terkurung.“Sarah!”Melihat Sarah dan yang lainnya terjatuh, Nathan segera bergegas menghampiri mereka untuk memeriksa keadaan mereka.Untungnya, meskipun tubuh mereka tampak lemah, tak seorang pun mengalami lu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1646

    Namun semua ini belum diketahui Nathan. Ia masih berjuang, mencari jalan yang tidak pernah ada di dunia fana.Tak lama kemudian, seorang Ksatria Neraka muncul dan berlutut. “Penyihir,” katanya hormat, “Yang mulia memerintahkan agar Sektor Bayangan dibuka kembali dan Martial Shrine dipulihkan.”Waja

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1653

    “Semoga perjalananmu lancar.” Zephir menepuk bahu Nathan sebelum keberangkatan, senyum tipis masih terlihat di wajahnya.Di sampingnya, Nalan ikut menimpali dengan nada bercanda, “Perjalanan kali ini mungkin bukan soal musuh yang berat, tapi bagaimana kamu menghadapi rombonganmu sendiri.”Nathan ha

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1671

    Nathan baru saja hendak bergerak ketika monster Dreadfang Sovereign itu tiba-tiba berbalik.“ROARR!”Dengan satu lompatan besar, tubuh raksasanya melesat menjauh. Dalam beberapa detik saja, sosoknya sudah lenyap di balik kabut dan tebing bersalju.Nathan berhenti di tempat, sedikit tertegun.Bonang

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1719

    Aura kehidupan di tubuh mereka langsung meredup. Satu per satu, tubuh mereka jatuh ke tanah.Pemandangan itu membuat seluruh kerumunan bingung. Tidak ada yang mengerti apa yang sedang dilakukan para Ksatria Neraka.Mengapa mereka tiba-tiba bunuh diri?Namun tidak lama kemudian, tubuh para Ksatria N

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status