Compartilhar

Bab 53

Autor: Imgnmln
last update Data de publicação: 2024-03-09 19:52:28

Pada saat ini, di perumahan Riscon Residence dalam sebuah rumah villa berlantai dua, Darby yang berusia lima puluhan mengenakan pakaian tentara, dia sedang merapikan diri di depan cermin.

Ada seorang gadis berusia dua puluhan sedang duduk di sofa, tampangnya lumayan cantik, badannya tinggi memakai baju tidur berbunga bunga, setengah berbaring di sofa sambil memainkan ponsel.

“Ayah, ada apa denganmu? Baju tentara yang sudah begitu lama kenapa dipakai lagi!” Gadis itu melirik sekejap kearah Darby
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2105

    Mahesa tertawa kecil. "Jadi kau juga penasaran, ya?" katanya sambil mendekat. "Kalau begitu, akan kuceritakan."Dia lalu membungkuk sedikit dan membisikkan beberapa kalimat ke telinga Nathan.Sesaat setelah mendengarnya, mata Nathan langsung membelalak. "Jadi begitu..." gumamnya sambil tersenyum tipis. "Pantas saja dia langsung naik pitam ketika tadi kukatakan Levan lebih mirip anaknya daripada muridnya.""Hahaha!" Mahesa tertawa lepas. "Orang-orang di Sektor Bayangan tetaplah manusia biasa. Seberapa tinggi pun kultivasi mereka, hati mereka tetap dipenuhi urusan duniawi."***Keesokan harinya, Mahesa memimpin Nathan menuju Ordo Alkemia Surgawi.Sepanjang perjalanan, Mahesa banyak menceritakan keadaan Sektor Bayangan. Dahulu, tempat itu memiliki banyak ordo, tetapi seiring berjalannya waktu sebagian besar bergabung atau lenyap hingga akhirnya hanya tersisa Sembilan Pilar Agung yang masing-masing menguasai wilayahnya sendiri.Meski di permukaan mereka tampak hidup damai dan saling menja

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2104

    Tepat ketika kedua serangan hampir bertemu, sesosok tubuh tiba-tiba muncul di depan Nathan.BAAANG!Ledakan dahsyat mengguncang area gerbang Ordo Sancta. Tetua Eksel terdorong mundur beberapa langkah, sementara sosok yang menghalangi Nathan juga bergeser tiga langkah ke belakang sebelum akhirnya kembali berdiri tegak."Guru!"Seru Velisa dan Rael hampir bersamaan.Orang yang datang tidak lain adalah Mahesa."Eksel." Mahesa menatap lawannya dengan senyum tipis yang mengandung sindiran. "Sebagai senior, kau justru menyerang seorang junior. Apa kau sudah tidak punya rasa malu?""Wah, Mahesa Wibisana, kau masih berani membela bocah itu?" balas Eksel dengan nada dingin. "Dia seorang Kultivator Jahat, bukan junior biasa. Membunuh Kultivator Jahat adalah kewajiban seluruh dunia bela diri. Apa salahnya kalau aku turun tangan?"Tatapannya semakin tajam ketika menyapu para tetua yang berdiri di belakangnya. "Sebaliknya, kau justru melindungi seorang Kultivator Jahat di depan kami semua. Apa seb

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2103

    Melihat pemandangan itu, Mahesa benar-benar terkejut. Beruntung dia sudah bersiap sejak awal sehingga gelombang ledakan tadi tidak sampai melukainya. Namun, Prasasti Takdir telah hancur berkeping-keping.Mahesa menatap pecahan batu yang berserakan di tanah dengan wajah penuh keheranan. Dia membungkuk, mengambil salah satu pecahannya, lalu bergumam pelan, "Bagaimana mungkin... bagaimana bisa sampai seperti ini?"Semakin dipikirkannya, raut wajah Mahesa semakin suram. "Jangan-jangan... asal-usul Nathan merupakan rahasia langit yang memang tidak boleh diungkap?" bisiknya lirih. "Rahasia langit memang tidak boleh disentuh..."Tubuh Mahesa sedikit bergetar. Setelah terdiam cukup lama, dia melempar pecahan batu itu begitu saja."Nathan... kau jelas bukan orang biasa..."Begitu kata-kata itu terucap, sosok Mahesa menghilang dalam sekejap dari puncak gunung.***Sementara itu, di gerbang Ordo Sancta, Levan berjuang bangkit dari dasar kawah dengan tubuh penuh luka. Darah terus menetes dari sud

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2102

    "Tidak—!"Raut wajah Levan langsung dipenuhi kepanikan. Dia buru-buru mengangkat pedang panjangnya di depan tubuh sebagai tameng terakhir.BAANG!Kepalan Nathan menghantam bilah pedang itu tanpa ampun.Kraa—k!Suara retakan tajam bergema ketika pedang panjang Levan patah menjadi dua. Sisa kekuatan pukulan Nathan terus melaju tanpa terhalang dan menghantam tubuh Levan hingga dia terpental keras ke tanah.Debu dan bebatuan beterbangan ke segala arah.Ketika semuanya kembali tenang, Levan sudah terbaring di dasar sebuah kawah besar. Darah terus mengalir dari sudut bibirnya, pakaiannya compang-camping, sementara tatapannya kepada Nathan dipenuhi ketidakpercayaan.Dia adalah seorang Puncak Sovereign. Seluruh kekuatan yang dimilikinya diperoleh melalui kultivasi dan kerja kerasnya sendiri, bukan dengan bantuan cara-cara lain. Namun kini, dia justru dikalahkan secara telak oleh seorang Sovereign.Semua orang yang menyaksikan pemandangan itu ikut terdiam.Beberapa saat sebelumnya mereka masih

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2101

    Dengan wajah dipenuhi amarah, dia kembali mengayunkan pedang panjangnya hingga cahaya pedang yang menyilaukan memenuhi langit dan langsung menyelimuti Nathan dari segala arah.Roaaarrr—!Nathan tetap tenang. Dia perlahan mengangkat Pedang Aruna, diikuti raungan naga menggema dari bilah pedang itu. Aura pedang yang tajam melesat ke angkasa dan berubah menjadi seekor naga emas raksasa sebelum tubuhnya terpecah menjadi ribuan cahaya keemasan yang menghujani medan pertempuran.Ribuan bilah cahaya itu menghancurkan seluruh serangan Levan dalam sekejap. Namun, satu tebasan energi pedang tetap melesat lurus ke arahnya dengan kecepatan luar biasa.Ekspresi Levan berubah drastis. Dia buru-buru mengangkat pedangnya untuk menangkis.BANG!Benturan keras mengguncang udara. Levan merasa seolah sebuah gunung menghantam tubuhnya. Kedua lengannya langsung mati rasa, sementara telapak kakinya tenggelam jauh ke dalam tanah akibat tekanan dahsyat yang datang dari tebasan Nathan.Semua orang mematung men

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 2100

    Ucapan itu seketika membuat kerumunan di belakang Levan gempar."Dari mana anak ini berasal? Dia berani sekali berkata seperti itu kepada Puncak Sovereign?""Kudengar dia datang dari Northern, tidak heran dia begitu sombong. Katak dalam tempurung memang tidak pernah tahu seberapa luas langit.""Semua ini gara-gara Darius terlalu ceroboh hingga terluka di tangannya. Kalau tidak, mana mungkin bocah ini berani memandang rendah seorang Puncak Sovereign?"Para tetua dari berbagai ordo saling berbisik sambil menggelengkan kepala. Tak seorang pun menganggap ucapan Nathan sebagai bentuk kepercayaan diri. Di mata mereka, itu hanyalah kesombongan seorang pemuda yang belum pernah benar-benar melihat betapa mengerikannya kekuatan seorang Puncak Sovereign.Perbedaan antara seorang Sovereign tingkat menengah dan Puncak Sovereign bukanlah sesuatu yang bisa disepelekan. Bagi seorang Puncak Sovereign, melenyapkan seorang Sovereign menengah semudah menginjak seekor semut."Kau benar-benar terlalu sombo

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 137

    “Bisa!” Nathan menganggukkan kepalanya, dia mengembalikan buah itu kepada Frank, lalu mengeluarkan jarum perak dan mulai menusukkannya pada istri Frank dengan cepat. Setelah sesaat, istri Frank tersadar da

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 114

    Senyuman Julio seketika hilang saat mendengar ucapan Nathan, dia terlihat muram. “Apa katamu, aku tidak mengerti!” Julio menyipitkan matanya dan menatap kearah Nathan. “Apa maksudku? Kamu sendiri yang paling mengerti, menipu uang orang atau tidak, juga hanya kamu yang tahu,” Nathan juga tidak mau ka

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 136

    “Frank, sebelum sakit, apakah istrimu memakan sesuatu? Kenapa bisa keracunan?” Frank mengernyitkan keningnya dan memikirkannya kembali, lalu menggelengkan kepalanya. “Sepertinya dia tidak memakan apapun, s

    last updateÚltima atualização : 2026-03-18
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 16

    Pria itu berdiri dengan tegap, tatapan matanya sangat mengintimidasi. “Aku sangat sibuk, siapa yang kamu mau bunuh?” Tuan Ryzen langsung bertanya dengan dingin.“Dia!” Zein mengangkat tangannya menunjuk ke arah Nathan.Ryzen melirik sekilas kearah Nathan. “Bocah ini? Dia terlihat biasa-biasa saja, dan

    last updateÚltima atualização : 2026-03-17
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status