Share

Bab 872

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-01-22 20:24:29

"Nona Yarke, kau salah paham, kami hanya teman," Nathan menjelaskan.

"Aku rasa tidak seperti itu. Tatapan Nona Sienna terhadapmu dipenuhi dengan rasa cinta," kata Yarke sambil melirik Sienna.

"Kamu salah lihat!" Nathan tersenyum canggung.

“Hahaha!” Yarke tertawa. "Kalau Nona Sienna bukan pacarmu, lalu di mana pacarmu? Aku ingin melihat wanita yang bisa bersanding denganmu."

Yarke mengangkat gelasnya dan berpindah ke samping Nathan. Raut wajah Sienna berubah dingin, tak senang melihat sikap Yark
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1892

    “Siapa?” Haye perlahan mengangkat tangannya lalu menunjuk Nathan. “Dia, Nathan pasti bisa mengalahkan Zeigan! Bahkan dengan kekuatannya nanti, menghancurkan Kuil Dewa Arwah juga bukan hal mustahil.”Nathan langsung tercengang. “Aku?” ia mengerutkan kening. “Kekuatanku sekarang bahkan masih berada di tingkat Puncak Villain. Tidak sehebat yang kamu katakan.”Namun Haye malah tertawa kecil. “Kamu akan segera mencapai tahapan Origin.”Setelah berkata demikian, dia langsung melemparkan Edelweiss Arjana puluhan ribu tahun itu kepada Nathan.Nathan buru-buru menangkapnya, tatapan matanya dipenuhi keterkejutan. “Kamu memberikannya padaku?”Ia benar-benar tidak menyangka Haye akan menyerahkan benda sepenting itu. Tanaman spiritual puluhan ribu tahun. Bahkan kuil pun mungkin akan berebut sampai berdarah demi barang seperti ini.Namun Haye justru memberikannya begitu saja. “Kamu sudah membayar minumanku. Anggap saja sekarang kita impas.”Haye kembali menuang alkohol ke dalam mulutnya.Glek! Glek

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1891

    Tidak lama kemudian, Nathan dan yang lainnya mengikuti Alaric menuju kediaman utama Keluarga Ryodan.Tempat itu merupakan vila khusus yang hanya boleh ditempati kepala keluarga. Jika Aeron mengetahui Nathan sekarang tinggal di sana, pria itu mungkin akan langsung muntah darah karena marah.Begitu tiba, Haye langsung duduk santai sambil mengetuk meja pelan. “Alaric, keluarkan barang yang sudah kamu janjikan. Kami harus melihat ketulusanmu.”Suara Haye perlahan berubah tajam. “Kalau ketulusanmu cukup, jangankan mereka bertiga. Bahkan menghancurkan Kuil Dewa Arwah pun bukan hal mustahil!”Ucapan itu terdengar begitu arogan. Namun tidak ada satu pun orang di ruangan itu yang menganggapnya lelucon.Alaric segera mengangguk, ia memerintahkan bawahannya membawa berbagai sumber daya keluarga, sementara dirinya sendiri berjalan masuk ke dalam kamar.Sekitar beberapa menit kemudian, ia kembali sambil membawa sebuah kotak kaca transparan. Di dalamnya terdapat setangkai Edelweiss Arjana. Namun bu

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1890

    Nathan memandang Alaric dengan tenang.Namun Alaric langsung menggeleng. “Tidak, jika seluruh Keluarga Ryodan berada di bawah kendaliku, kuil tidak mungkin menghancurkan hubungan dengan kami hanya karena masalah Aveline.”“Lagi pula…” Tatapannya berubah suram. “Orang yang paling mendorong masalah ini sebenarnya adalah Hugo. Kalau dia mati, tidak akan ada lagi yang memaksa Aveline masuk ke kuil.”Nathan terdiam sesaat, logikanya memang masuk akal. Namun ada satu hal yang membuatnya penasaran. “Kamu adalah kepala keluarga saat ini. Kalau memang ingin melakukannya, kenapa tidak bergerak sendiri? Mengapa harus membayar mahal memintaku turun tangan?”Namun, belum sempat Alaric menjawab, Haye sudah lebih dulu mendengus sambil meneguk anggurnya. “Karena dia tidak punya kemampuan!”Tatapan Haye tampak malas. “Di sisi Hugo ada seorang pendekar bernama Zeigan. Walaupun Alaric membawa semua ahli miliknya, belum tentu dia bisa menyentuh orang itu.”Alaric langsung mengangguk pelan. “Apa yang dika

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1889

    Bonang sampai mengangkat alisnya.Nathan sendiri sedikit terkejut. “Kamu ingin aku membawa putrimu pergi?”Alaric mengangguk tanpa ragu. “Hanya dengan begitu dia bisa hidup tenang. Aku tahu pengaruhmu di Northern. Dan mengenai Aeron, aku akan membantumu menyelesaikannya.”Nathan menyipitkan matanya pelan. “Kalau begitu, Anda tidak akan bisa mempertahankan posisi kepala keluarga. Bahkan nyawamu sendiri akan berada dalam bahaya. Bukankah ini perintah kuil? Siapa yang berani membangkang?”Alaric tersenyum pahit, tatapan matanya perlahan berubah penuh tekad. “Demi Aveline, aku hanya bisa melakukan ini. Asalkan dia bisa hidup dengan bahagia, itu sudah cukup bagiku.”Suara pria itu terdengar berat, namun tidak ada sedikit pun keraguan di dalamnya. Sebuah keputusan seorang ayah untuk mengorbankan segalanya demi anaknya sendiri. Dan keputusan itu sudah dia buat bersama Evelisse sejak beberapa hari lalu.“Tidak… tidak—!” Air mata langsung jatuh dari mata Aveline.Gadis itu menangis sambil meme

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1888

    Namun Nathan tetap terlihat santai. “Saya sudah bilang, itu hanya bantuan kecil.”Ekspresi Nathan nyaris tidak berubah sedikit pun saat berhadapan dengan Alaric. Hal itu justru membuat Alaric semakin sulit membaca dirinya.Jika Nathan benar-benar datang ke Solara demi membalas dendam, kenapa dia bisa setenang ini?Tatapan matanya sama sekali tidak menunjukkan kebencian ataupun niat membunuh. Tidak ada tekanan, maupun kemarahan tersembunyi. Semua terasa terlalu tenang.“Cukup basa-basinya,” suara Haye tiba-tiba terdengar dari sudut ruangan.Pria tua itu masih duduk sambil memegang botol anggur. “Alaric, aku tidak percaya kau datang jauh-jauh kemari hanya untuk mengucapkan terima kasih.”Matanya menyipit samar. “Katakan saja tujuanmu.”Kalimat itu langsung membuat suasana menjadi hening.Alaric tampak canggung sesaat. Jari-jarinya bergerak pelan di samping tubuhnya sebelum akhirnya dia menarik napas dalam-dalam.Setelah beberapa detik terdiam, ia akhirnya berbicara. “Tuan Nathan… Saya t

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1887

    Tiga hari berlalu dalam sekejap.Selama tiga hari itu, Nathan dan Bonang hampir tidak melakukan apa pun selain menemani Haye minum alkohol sepanjang waktu.Bonang merebahkan tubuhnya sambil menghela napas panjang. “Nathan, sudah tiga hari, taktikmu yang katanya memberi rasa aman untuk mengendalikan situasi itu sepertinya gagal total.”Ia menoleh malas. “Alaric bahkan belum muncul juga.”Bonang benar-benar mulai bosan, lingkungan tempat tinggal Haye terlalu sederhana. Ditambah lagi tidak ada hiburan apa pun di desa itu. Yang paling membuatnya tersiksa, tidak ada wanita. Jika Seraphyne ikut datang, mungkin suasananya masih sedikit lebih hidup.Nathan sendiri mengernyitkan dahi. “Secara logika ini memang aneh,” ia menatap langit-langit rumah kayu. “Aku sudah menyelamatkan putrinya. Bagaimanapun dia pasti datang untuk berterima kasih.”Namun sampai sekarang, tidak ada kabar sedikit pun dari Keluarga Ryodan. Setelah terakhir kali mereka mengutus dua samurai untuk mengikuti dirinya, semuany

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1466

    Cahaya pedang mereka berbenturan di udara, menciptakan ledakan energi yang menyebar ke segala arah. Namun, dalam sekejap, wujud naga emas itu hancur, dihantam oleh cahaya yang lahir dari kekuatan puluhan tahun. Sisa kekuatan tebasan itu tidak berkurang sama sekali dan melesat lurus ke arah Nathan.

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1415

    Dalam sekejap mata, sepuluh hari telah berlalu di dunia luar. Tahun Baru tinggal beberapa hari lagi.Selama sepuluh hari itu, komunitas bela diri Moniyan telah berubah total. Kekuasaan Martial Shrine, di bawah manuver cerdik Kaidar, telah mencapai puncaknya. Yang aneh, pihak pemerintah sama sekali

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bav 1445

    Keheningan total. Tak ada yang menjawab. Tak ada yang berani bahkan untuk sekadar bernapas terlalu keras.Senyum tipis yang dingin tersungging di bibir Ryujin. "Sancho, sepertinya mereka tidak sependapat denganmu."Keringat dingin membanjiri dahi Sancho. Ia berbalik dengan panik. "Bicara! Katakan s

    last updateLast Updated : 2026-04-02
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1405

    "Bunuh dia!" raung Sancho. Ia menerjang maju, tinjunya menciptakan deru angin yang dahsyat. Ryuki, Lewis, dan para pengawal lainnya serentak menyerang dari segala sisi.Beberapa aura yang berbeda menyatu menjadi badai kehancuran. Pedang Aruna di tangan Nathan menebas, melepaskan sebilah energi peda

    last updateLast Updated : 2026-04-02
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status