Share

Bab 4

Author: Fani
[Kakak iparnya sudah mulai batuk, tetapi tanpa pakaian dia sama sekali tidak berani keluar!]

[Hahahaha, lucu sekali. Sekarang masih bisa merasa malu, sebentar lagi pasti tidak tahan lagi!]

Aku mendengarkan dengan saksama. Benar saja, di sela-sela suara kembang api yang meledak, samar-samar terdengar beberapa suara batuk tertahan dari dalam tumpukan jerami.

Kondisi tubuh Dessy memang kurang baik. Dia pasti tidak tahan dengan panas dan asap di dalam sana.

Aku mencibir dalam hati, memang seharusnya begitu.

Saat mereka melakukan perbuatan terlarang seperti ini, mengapa tidak terpikir bahwa hari ini akan datang?

Para kerabat mengelilingi api unggun, suasananya semakin meriah.

Ada yang mengeluarkan ponsel untuk mengambil foto dan video, ada pula yang memanggang ubi serta kue beras di dekat api.

Anak-anak bermain kejar-kejaran di luar lingkaran api, suara tawa mereka terus terdengar.

Ibu mertua berdiri di luar kerumunan dengan sangat gelisah.

Dia ingin melakukan sesuatu, tetapi suhu di sekitar lingkaran api terlalu tinggi hingga membuatnya mengurungkan niat. Dia hanya bisa mondar-mandir di tempat.

Suhu di dalam lingkaran api terus meningkat. Tumpukan jerami sudah mulai mengeluarkan asap dalam jumlah besar. Asap tebal mengepul dan membuat orang-orang batuk.

Para kerabat juga mulai menyadari ada yang tidak beres dan saling berbicara.

“Kenapa asapnya banyak sekali? Apa jeraminya terlalu basah?”

“Sepertinya sedikit membuat sesak. Apa perlu ditambahkan kayu kering?”

“Sepertinya ada suara dari dalam. Apa kalian dengar?”

Aku meletakkan air jahe hangat yang sudah kusiapkan di tempat yang mudah dijangkau ibu mertua.

“Cuacanya cukup dingin. Silakan minum air jahe hangat untuk menghangatkan tubuh. Sudah hampir tengah malam. Setelah kembang api terakhir dinyalakan, kita hitung mundur bersama.”

Begitu mendengar semuanya berakhir setelah kembang api selesai, ibu mertua menyuruh sepupuku segera menyalakannya.

Langit langsung dipenuhi ledakan kembang api yang besar. Saat semua orang terpaku pada pemandangan yang meriah itu, beberapa bara api jatuh dan mengenai tumpukan jerami.

“Kebakaran! Cepat selamatkan mereka!”

Jantung ibu mertua serasa jatuh ke tenggorokan. Dia berteriak panik.

Tanpa berpikir panjang, dia langsung mengangkat panci berisi air jahe hangat yang baru saja kutaruh di sampingnya.

[Astaga! Jangan-jangan dia mau memadamkan api dengan itu?! Bukankah itu membuatnya lengket dan luka bakarnya semakin parah?!]

[Gawat, gawat! Serangan ganda fisika dan kimia!]

[Istri sahnya pasti sengaja mengatur semuanya. Waktunya benar-benar pas!]

Namun, tangan ibu mertua justru ditahan oleh kakak sulung.

“Selamatkan mereka? Siapa? Memangnya ada orang di dalam tumpukan jerami?”

Pertanyaan itu membuat semua orang serentak mengalihkan pandangan ke ibu mertua.

Ibu mertua langsung menyadari bahwa dirinya telah keceplosan, “Maksudku selamatkan apinya. Aku terlalu panik sampai salah bicara.”

“Aku melihat tumpukan jeraminya mulai terbakar. Lagipula pesta api unggunnya sudah berlangsung dan kembang apinya juga sudah dinyalakan. Sebaiknya kita padamkan saja.”

Kakak menatap ibu mertua selama beberapa detik.

“Bu, sekalipun ingin memadamkan api, tidak boleh menggunakan air gula ....”

Sebelum dia selesai berbicara, terdengar jeritan dari dalam lingkaran api.

“Ah!!!”

“Tolong! Aku terbakar!!!”

Sesaat kemudian, di hadapan semua orang yang terperangah, Peter dan Dessy muncul dari bawah tumpukan jerami dengan rambut terbakar, mereka merangkak keluar dengan panik.

“Ah, ternyata benar-benar ada orang di dalam!”

“Ya ampun! Bukankah itu Peter, anak kedua Keluarga Jayde, dan istri anak sulungnya? Apa yang mereka lakukan di sana?”

“Telanjang dan berduaan sedekat itu, menurutmu mereka sedang apa? Benar-benar tidak tahu malu!”

Namun, keduanya jelas sudah terdesak hingga tidak punya pilihan. Mereka bahkan tidak sempat memedulikan tubuh telanjang mereka yang menjadi bahan gunjingan semua orang.

Dari balik lingkaran api, mereka memanggil ibu mertua sekuat tenaga.

“Bu, tolong aku! Cepat tolong aku!”

“Rambutku! Air! Air! Cepat siram aku dengan air! Bu! Cepat!”

Melihat putranya dalam kondisi mengenaskan dan mendengar jeritan mereka yang menyayat hati, akal sehat dalam benak ibu mertua akhirnya putus sepenuhnya.

Segala upaya menutupi perselingkuhan dan semua skandal langsung tenggelam oleh naluri paling dasar seorang ibu untuk menyelamatkan anaknya.

“Ya, ya, jangan takut. Ibu segera menolongmu!”

Tanpa berpikir panjang, dia mengerahkan seluruh tenaganya untuk melepaskan tangan kakak Randy, lalu menyiramkan air jahe hangat dari dalam panci ke arah Peter.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 10

    Dessy terus dirawat di ICU karena mengalami luka bakar parah di sebagian besar tubuhnya, ditambah infeksi pada luka yang semakin memburuk.Dokter mengatakan kondisinya kurang baik. Banyak bagian kulit di seluruh tubuhnya mengalami mati jaringan, bahkan sudah berkembang menjadi sepsis.Namun, takdir tetap tidak berpihak kepada Dessy.Setengah bulan kemudian, dia akhirnya tidak mampu bertahan. Dia meninggal akibat infeksi berat dan kegagalan multiorgan.Setelah keluarga Dessy menerima kabar tersebut, mereka segera datang dari luar kota.Mereka membuat keributan besar di rumah Keluarga Jayde, merusak banyak barang, bahkan menuntut Peter membayar kompensasi sebesar 1 miliar.Awalnya Peter menolak. Namun, keluarga Dessy juga bukan orang yang mudah ditindas.Setiap hari mereka mencari orang untuk membuat keributan di rumah Keluarga Jayde, mendatangi tempat kerja Peter untuk membuat keributan, bahkan berpura-pura menjadi hantu pada malam hari untuk menakut-nakuti mereka.Beberapa kali Grace h

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 9

    Sebelumnya, saat sedang membereskan barang-barang di rumah, aku tidak sengaja mendengar Randy sedang menelepon.Dalam percakapan itu, dia menyebut jalur transportasi miliknya, beberapa nama pelabuhan, dan juga sebuah pesanan dalam jumlah besar.Saat itulah aku tahu bahwa Randy ternyata sudah bukan sekadar awak kapal biasa.Selama bertahun-tahun bekerja keras di luar, hingga akhirnya dia memiliki perusahaan transportasi sendiri. Kekayaannya mungkin sudah tidak terhitung lagi.Peter dan Grace benar-benar berpikiran sempit. Mereka justru menjauhkan satu-satunya orang yang mungkin bisa membantu mereka.Setelah sepupuku pergi, aku mengeluarkan surat perjanjian perceraian yang sudah kusiapkan dari dalam tas.“Peter, ayo kita bercerai.”Grace langsung merebut surat perceraian itu, merobeknya lalu melemparkannya ke lantai.“Sella, jangan harap! Kamu melihat kami mendapatkan keuntungan, lalu sekarang ingin bercerai supaya bisa membagi harta? Jangan bermimpi!”“Kuberi tahu, setelah masuk ke kelu

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 8

    “Kamu sepanjang tahun berada di luar, dan tidak bisa merawatnya dengan baik. Apa salahnya kalau adikmu yang merawatnya?”Dia berbalik menatapku. Tatapannya segera menajam, dia memaki sambil menunjuk ke arahku.“Sella, kamu juga bukan perempuan baik-baik! Jika bukan karena selama 2 tahun ini kamu tidak kunjung hamil, memangnya anakku perlu sampai tidur dengan kakak iparnya?”“Semua yang dia lakukan sekarang adalah demi meneruskan keturunan Keluarga Jayde. Kalian bukannya mendukung, malah menyalahkannya ....”“Cukup!” Randy tiba-tiba meninggikan suara hingga ibu mertua tersentak.Saat itu, sudah cukup banyak tetangga yang menonton. Mereka menunjuk-nunjuk dan berbisik satu sama lain.“Peter benar-benar keterlaluan. Menggoda istri kakaknya sendiri, bahkan sampai memukul istri sahnya.”“Apa Grace sudah lupa kalau dulu kakak dan kakak iparnya meninggal demi menyelamatkan dirinya? Setelah terjadi hal seperti ini, dia masih saja melindungi putranya?”“Selama ini dia selalu berpura-pura sangat

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 7

    Wajah Peter perlahan berubah semakin buruk.“Jangan asal bicara!”Dia lebih rela percaya bahwa Dessy berkorban demi dirinya daripada menerima kemungkinan yang lain.“Sella! Sampai sekarang pun kamu masih menjelek-jelekkannya. Dia sudah hampir tidak tertolong, dan kamulah dalang dari semua ini!”“Kuberi tahu, dokter bilang biaya pengobatan Dessy ke depannya bisa mencapai miliaran lebih, dia juga harus menjalani operasi cangkok kulit berkali-kali. Semua biaya itu harus ditanggung dirimu. Kamu juga harus datang ke rumah sakit untuk merawatnya. Itu semua utangmu kepadanya!”Aku tertawa karena terlalu kesal.Bukan hanya ingin membayar biaya pengobatan Dessy, mereka bahkan ingin aku membiayai operasi cangkok kulitnya. Rupanya mereka memang ingin menjadikanku orang yang menanggung semua kerugian.“Memangnya aku yang memaksa kalian berselingkuh di dalam tumpukan jerami?”“Jangan bahas itu. Sekarang yang sedang kubicarakan adalah ….”Aku langsung memotong ucapannya tanpa gentar, suaraku pun men

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 6

    Malam itu juga, Dessy langsung dilarikan ke ICU rumah sakit kota. Kondisinya kritis.Sebagian besar tubuhnya mengalami luka bakar parah, terutama di bagian wajah dan punggung. Risiko infeksi serius pun sangat tinggi.Luka Peter jauh lebih ringan. Hanya rambutnya yang terbakar, serta beberapa luka bakar tingkat 2 di lengan dan dada. Setelah mendapat penanganan, dia dirawat di ruang rawat biasa.Keesokan harinya, topik “Perselingkuhan di Tumpukan Jerami Berujung Terbakar” langsung viral di internet.[Gila, ternyata musuh terbesar justru saudara sendiri!][Ibu mertuanya bodoh atau bagaimana? Memadamkan api dengan air gula?][Cuma aku yang merasa sepupunya sangat menyedihkan? Sudah bersusah payah mencari uang untuk membangun rumah, tetapi istri dan adiknya malah ....][2 orang tidak tahu malu itu, di malam Tahun Baru malah mencari sensasi di depan banyak orang. Bakar saja sekalian!][Luka bakar itu sulit ditangani, apalagi perempuan itu. Hidupnya benar-benar hancur ….]Opini publik hampir

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 5

    Sesaat kemudian, jeritan Dessy menggema di seluruh langit malam.Rambut Dessy sudah lama terkena bara api hingga terdengar suara mendesis. Api menjalar mengikuti helaian rambut dan segera mencapai puncak kepalanya.Begitu air jahenya disiramkan, Dessy langsung mendorong Peter sekuat tenaga.“Minggir! Selamatkan dulu ….”Bukannya padam, api justru langsung menyambar hebat setelah terkena air itu. Sebelum sempat menyelesaikan ucapannya, Dessy sudah menjerit histeris.“Ah! Wajahku! Sakit! Sakit sekali!”Kedua tangannya menutupi pipi, sementara tubuhnya berguling-guling dan meronta di tanah.Kulitnya terbakar oleh air dan api secara bersamaan, kulitnya pun segera mulai melepuh. Ketika pecah, daging merah di bawahnya pun terlihat.Peter terdorong hingga terhuyung mundur. Cukup banyak air jahe yang mengenai lengan dan pahanya.Dia menjerit kesakitan sambil menepuk-nepuk tubuhnya dengan panik.Aku berdiri di tempat, jari-jariku sedikit mengepal.Sejujurnya, aku tidak menyangka Dessy akan men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status