Share

Bab 3

Author: Fani
Aku menepuk-nepuk tangannya, “Bu, tenang saja. Aku tidak akan membakar tumpukan jerami. Kita hanya akan membuat api di luarnya.”

Mendengar kalimat “tidak membakar tumpukan jerami”, ekspresi ibu mertua jelas terlihat lega.

“Tidak membakar jerami ... bagus, bagus ....”

“Kalau begitu, kita membuat api di luar yang agak jauh dari jerami. Di sudut tembok juga masih ada sedikit kayu bakar lama, itu sudah cukup ....”

Aku tidak menanggapi ucapannya. Aku hanya berbalik dan masuk ke rumah.

Aku keluar sambil membawa sebuah ember logam berukuran sedang dan menyerahkannya kepada sepupuku.

“Tuangkan mengelilingi parit. Hati-hati, jangan sampai tumpah.”

Dia menerima ember itu dan membuka tutupnya. Seketika, bau menyengat memenuhi udara.

“Ben ... bensin?! Kakak Sella, untuk apa membawa bensin?!”

Teriakannya langsung menarik perhatian beberapa kerabat yang sedang membantu di sekitar kami.

Ibu mertua hampir berlari sambil berteriak, suaranya melengking.

“Sella, kamu sudah gila?! Bukankah kamu bilang tidak akan membakar tumpukan jerami? Untuk apa membawa bensin?! Benda ini bisa langsung meledak jika terkena api! Apa kamu ingin membakar rumahnya juga?!”

“Tidak boleh! Sama sekali tidak boleh! Cepat letakkan ember itu!”

Dia begitu panik hingga bicaranya pun kacau, tangannya bahkan hendak merebut ember bensin dari tangan sepupuku.

Aku mengulurkan tangan dan dengan lembut menahan gerakannya.

“Bu, jangan panik. Dengarkan dulu.”

Aku sengaja meninggikan suara.

“Kita sudah menggali parit pemadam api. Malam ini anginnya memang cukup kencang. Jika menggunakan kayu bakar biasa, bara api bisa tertiup angin ke arah tumpukan jerami dan memang berisiko. Tetapi bensin berbeda.”

Aku menunjuk parit dangkal yang sudah digali mengelilingi area itu.

“Kita tuangkan bensin ke dalam parit dan hanya menyalakannya di sana. Bensin terbakar dengan cepat dan apinya terkonsentrasi, areanya bisa dikendalikan. Apinya memang besar, tetapi tidak akan menghasilkan bara yang beterbangan sebanyak kayu bakar.”

“Cara ini membuat semua orang tetap hangat dan suasananya meriah, sekaligus sebisa mungkin menjaga keselamatan. Api tidak akan mengenai tumpukan jerami, apalagi sampai membahayakan rumah. Setelah selesai, kita tinggal menutupnya dengan tanah.”

“Menurut kalian masuk akal, bukan?”

Aku menyampaikannya dengan penjelasan yang begitu runtut hingga beberapa kerabat menunjukkan ekspresi paham dan setuju.

“Sella benar-benar memikirkan semuanya!”

“Benar. Membakar bensin di dalam parit memang terlihat lebih terkendali daripada kayu bakar.”

“Kakak Sella sangat sayang pada kayu bakarnya, kan? Sekarang malah jadi lebih praktis. Anak muda memang lebih banyak akalnya.”

Namun, ibu mertua sama sekali tidak bisa menerima semua alasan itu. Pikirannya hanya dipenuhi bayangan putra bungsu dan menantu perempuan sulungnya yang masih berada di dalam tumpukan jerami.

Melihatnya hendak kembali bicara, aku langsung menuangkan bensin mengikuti tangan sepupuku, lalu menyalakannya.

Api langsung menyambar dan dengan cepat merambat mengikuti bensin di dalam parit. Tidak lama kemudian, terbentuk lingkaran api besar yang mengelilingi seluruh tumpukan jerami.

Cahaya api menerangi langit malam dan berpadu dengan kembang api di atas sana, menciptakan pemandangan yang sangat spektakuler.

Para kerabat berseru kagum dan bertepuk tangan memuji.

“Wah! Indah sekali!”

“Luar biasa! Pesta api unggun ini benar-benar tidak sia-sia diadakan!”

“Gagasan Sella benar-benar bagus. Rasanya jauh lebih baik daripada membakar kayu!”

Namun, wajah Grace justru semakin pucat dan buruk. Kedua tangannya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih.

Komentar-komentar itu pun membanjiri pandanganku.

[Istri sahnya bahkan memakai bensin! Ini akan membuat masalah besar!]

[Aku benar-benar salut dengan langkahnya kali ini. Setiap kalimat terdengar demi keselamatan, tetapi setiap katanya seperti mengincar nyawa!]

[Begitu bensin dituang dan api dinyalakan, setidaknya itu akan terbakar selama beberapa jam. Orang-orang di dalam sana walaupun tidak mati terbakar, bisa mati karena asapnya!]

[Hahaha, pakaian mereka juga sudah diambil. Sekalipun berhasil keluar, mereka sudah bertelanjang. Ibu mertua yang berniat baik malah membuat keadaan semakin kacau!]

Melihat ibu mertua yang panik dan kehilangan arah, hatiku dipenuhi rasa puas. Bukankah dia ingin melindungi pasangan tidak tahu malu itu?

Aku justru ingin membuat mereka kehilangan muka di depan semua orang.

Suhu di dalam lingkaran api semakin tinggi. Karena tumpukan jerami mengandung kelembapan, setelah terkena panas api, tumpukan itu mulai mengeluarkan asap.

[2 orang di dalam sana pasti panik setengah mati. Ingin keluar tetapi tidak bisa, jadi hanya bisa menahan diri di dalam sana …]

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 10

    Dessy terus dirawat di ICU karena mengalami luka bakar parah di sebagian besar tubuhnya, ditambah infeksi pada luka yang semakin memburuk.Dokter mengatakan kondisinya kurang baik. Banyak bagian kulit di seluruh tubuhnya mengalami mati jaringan, bahkan sudah berkembang menjadi sepsis.Namun, takdir tetap tidak berpihak kepada Dessy.Setengah bulan kemudian, dia akhirnya tidak mampu bertahan. Dia meninggal akibat infeksi berat dan kegagalan multiorgan.Setelah keluarga Dessy menerima kabar tersebut, mereka segera datang dari luar kota.Mereka membuat keributan besar di rumah Keluarga Jayde, merusak banyak barang, bahkan menuntut Peter membayar kompensasi sebesar 1 miliar.Awalnya Peter menolak. Namun, keluarga Dessy juga bukan orang yang mudah ditindas.Setiap hari mereka mencari orang untuk membuat keributan di rumah Keluarga Jayde, mendatangi tempat kerja Peter untuk membuat keributan, bahkan berpura-pura menjadi hantu pada malam hari untuk menakut-nakuti mereka.Beberapa kali Grace h

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 9

    Sebelumnya, saat sedang membereskan barang-barang di rumah, aku tidak sengaja mendengar Randy sedang menelepon.Dalam percakapan itu, dia menyebut jalur transportasi miliknya, beberapa nama pelabuhan, dan juga sebuah pesanan dalam jumlah besar.Saat itulah aku tahu bahwa Randy ternyata sudah bukan sekadar awak kapal biasa.Selama bertahun-tahun bekerja keras di luar, hingga akhirnya dia memiliki perusahaan transportasi sendiri. Kekayaannya mungkin sudah tidak terhitung lagi.Peter dan Grace benar-benar berpikiran sempit. Mereka justru menjauhkan satu-satunya orang yang mungkin bisa membantu mereka.Setelah sepupuku pergi, aku mengeluarkan surat perjanjian perceraian yang sudah kusiapkan dari dalam tas.“Peter, ayo kita bercerai.”Grace langsung merebut surat perceraian itu, merobeknya lalu melemparkannya ke lantai.“Sella, jangan harap! Kamu melihat kami mendapatkan keuntungan, lalu sekarang ingin bercerai supaya bisa membagi harta? Jangan bermimpi!”“Kuberi tahu, setelah masuk ke kelu

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 8

    “Kamu sepanjang tahun berada di luar, dan tidak bisa merawatnya dengan baik. Apa salahnya kalau adikmu yang merawatnya?”Dia berbalik menatapku. Tatapannya segera menajam, dia memaki sambil menunjuk ke arahku.“Sella, kamu juga bukan perempuan baik-baik! Jika bukan karena selama 2 tahun ini kamu tidak kunjung hamil, memangnya anakku perlu sampai tidur dengan kakak iparnya?”“Semua yang dia lakukan sekarang adalah demi meneruskan keturunan Keluarga Jayde. Kalian bukannya mendukung, malah menyalahkannya ....”“Cukup!” Randy tiba-tiba meninggikan suara hingga ibu mertua tersentak.Saat itu, sudah cukup banyak tetangga yang menonton. Mereka menunjuk-nunjuk dan berbisik satu sama lain.“Peter benar-benar keterlaluan. Menggoda istri kakaknya sendiri, bahkan sampai memukul istri sahnya.”“Apa Grace sudah lupa kalau dulu kakak dan kakak iparnya meninggal demi menyelamatkan dirinya? Setelah terjadi hal seperti ini, dia masih saja melindungi putranya?”“Selama ini dia selalu berpura-pura sangat

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 7

    Wajah Peter perlahan berubah semakin buruk.“Jangan asal bicara!”Dia lebih rela percaya bahwa Dessy berkorban demi dirinya daripada menerima kemungkinan yang lain.“Sella! Sampai sekarang pun kamu masih menjelek-jelekkannya. Dia sudah hampir tidak tertolong, dan kamulah dalang dari semua ini!”“Kuberi tahu, dokter bilang biaya pengobatan Dessy ke depannya bisa mencapai miliaran lebih, dia juga harus menjalani operasi cangkok kulit berkali-kali. Semua biaya itu harus ditanggung dirimu. Kamu juga harus datang ke rumah sakit untuk merawatnya. Itu semua utangmu kepadanya!”Aku tertawa karena terlalu kesal.Bukan hanya ingin membayar biaya pengobatan Dessy, mereka bahkan ingin aku membiayai operasi cangkok kulitnya. Rupanya mereka memang ingin menjadikanku orang yang menanggung semua kerugian.“Memangnya aku yang memaksa kalian berselingkuh di dalam tumpukan jerami?”“Jangan bahas itu. Sekarang yang sedang kubicarakan adalah ….”Aku langsung memotong ucapannya tanpa gentar, suaraku pun men

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 6

    Malam itu juga, Dessy langsung dilarikan ke ICU rumah sakit kota. Kondisinya kritis.Sebagian besar tubuhnya mengalami luka bakar parah, terutama di bagian wajah dan punggung. Risiko infeksi serius pun sangat tinggi.Luka Peter jauh lebih ringan. Hanya rambutnya yang terbakar, serta beberapa luka bakar tingkat 2 di lengan dan dada. Setelah mendapat penanganan, dia dirawat di ruang rawat biasa.Keesokan harinya, topik “Perselingkuhan di Tumpukan Jerami Berujung Terbakar” langsung viral di internet.[Gila, ternyata musuh terbesar justru saudara sendiri!][Ibu mertuanya bodoh atau bagaimana? Memadamkan api dengan air gula?][Cuma aku yang merasa sepupunya sangat menyedihkan? Sudah bersusah payah mencari uang untuk membangun rumah, tetapi istri dan adiknya malah ....][2 orang tidak tahu malu itu, di malam Tahun Baru malah mencari sensasi di depan banyak orang. Bakar saja sekalian!][Luka bakar itu sulit ditangani, apalagi perempuan itu. Hidupnya benar-benar hancur ….]Opini publik hampir

  • Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar   Bab 5

    Sesaat kemudian, jeritan Dessy menggema di seluruh langit malam.Rambut Dessy sudah lama terkena bara api hingga terdengar suara mendesis. Api menjalar mengikuti helaian rambut dan segera mencapai puncak kepalanya.Begitu air jahenya disiramkan, Dessy langsung mendorong Peter sekuat tenaga.“Minggir! Selamatkan dulu ….”Bukannya padam, api justru langsung menyambar hebat setelah terkena air itu. Sebelum sempat menyelesaikan ucapannya, Dessy sudah menjerit histeris.“Ah! Wajahku! Sakit! Sakit sekali!”Kedua tangannya menutupi pipi, sementara tubuhnya berguling-guling dan meronta di tanah.Kulitnya terbakar oleh air dan api secara bersamaan, kulitnya pun segera mulai melepuh. Ketika pecah, daging merah di bawahnya pun terlihat.Peter terdorong hingga terhuyung mundur. Cukup banyak air jahe yang mengenai lengan dan pahanya.Dia menjerit kesakitan sambil menepuk-nepuk tubuhnya dengan panik.Aku berdiri di tempat, jari-jariku sedikit mengepal.Sejujurnya, aku tidak menyangka Dessy akan men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status