LOGINSetiap tanggal 1 April, tepat di Hari April Mop, kakakku selalu bersekongkol dengan adik perempuanku untuk mengerjaiku. Tahun lalu, mereka mengunciku di dalam ruang pendingin. Akibatnya, aku mengidap asma yang sangat parah. Tahun ini, kakak tiba-tiba meminta maaf. Katanya, sebagai bentuk permintaan maaf, dia akan mengajakku cave diving. Aku menyelam dengan penuh harapan. Namun ketika mencapai kedalaman sekitar dua puluh meter, sesak napas yang mematikan tiba-tiba menyerang. Tanpa kusadari, adikku diam-diam telah menutup katup oksigenku. Tawa puasnya langsung terdengar dari alat komunikasi bawah air. “Kak Hans, lihat, ‘kan? Aku bilang apa? Kak Salsa pasti bakal tertipu!” “Memang kamu paling pintar. Bisa-bisanya kepikiran cara seperti ini buat ngerjain kakakmu. Dasar usil!” timpal Hans lembut penuh kasih sayang. Wajahku perlahan berubah ungu kebiruan karena kehabisan napas. Aku mati-matian berusaha membuka katup oksigen cadangan. Namun adikku justru berenang mendekat, lalu menepis tanganku. “Kak, lihat tuh! Kak Salsa jago banget aktingnya. Baru juga beberapa detik sudah pura-pura nggak kuat,” katanya manja melalui alat komunikasi. Suara Hans terdengar dingin. “Tahan sebentar lagi. Kamu memang terlalu dimanja. Baru segitu saja sudah nggak kuat.” “Dasar memalukan! Kamu nggak ada apa-apanya dibanding Fara.” Aku menatap sosok kakakku dengan penuh keputusasaan. Kak... Apa kakak sudah lupa? Karena lelucon kalian tahun lalu… Paru-paruku telah mengalami kerusakan permanen. Napasku semakin berat. Pandanganku perlahan menggelap. Tubuhku akhirnya tenggelam ke dasar laut yang sunyi dan gelap. Kak... Lelucon kali ini... Sama sekali tidak lucu. Karena... Aku benar-benar akan pergi… Untuk selamanya.
View MoreSuara palu hakim jatuh.Nyaring sekaligus khidmat.“Terdakwa Fara terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dengan cara yang sangat kejam dan dalam keadaan yang sangat memberatkan. Oleh karena itu, pengadilan menjatuhkan pidana mati serta pencabutan hak politik seumur hidup.”Saat mendengar kata “pidana mati”, seluruh tubuh Fara seolah disambar petir.Tubuhnya bergetar hebat.Cairan hangat merembes ke celananya, meninggalkan noda basah yang terus melebar.Dia terkulai di kursi terdakwa sambil menjerit histeris seperti orang yang kehilangan akal.“Aku nggak mau mati!”“Kak... selamatkan aku! Tolong aku!”“Aku ini Fara, Kak! Adik kesayanganmu.”“Kakak! Kakak!”Hans yang duduk di kursi terdakwa di sampingnya tetap tak bergeming.Bahkan dia tak menoleh sedikit pun ke arahnya.“Terdakwa Hans terbukti bersalah karena kelalaiannya yang menyebabkan kematian orang lain, disertai keadaan serius berupa pembiaran. Dijatuhi pidana penjara selama lima belas tahu
Suara borgol terdengar begitu nyaring.Klik.Klik.Klik.Tiga pasang borgol.Tiga orang tersangka.Hans, Fara dan Rey resmi ditahan atas dugaan pembunuhan berencana serta pembiaran yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.Lampu di ruang interogasi menyala begitu terang.Terlalu terang hingga membuat mata sulit terbuka.Hans duduk di kursi besi.Borgol di kedua tangannya terhubung pada cincin besi di atas meja, membuatnya tak bisa bergerak.Seorang penyidik menyodorkan selembar foto ke hadapannya.Itu adalah foto keluarga kami.Foto ketika keluarga kami masih utuh, sebelum ayah dan ibu meninggal.Di dalam foto itu, aku berdiri di samping Hans sambil tersenyum lebar hingga mataku menyipit.Kedua tanganku memeluk erat lengannya.Saat itu, Fara belum menjadi bagian dari keluarga kami.Saat itu juga, Hans masih mengusap kepalaku sambil berkata…[Salsa, jangan takut, ada Kakak di sini.]Hans menatap foto itu.Air matanya jatuh satu per satu, menghantam permukaan meja.Dia mulai menampar
Raungan yang keluar dari mulut Hans tak lagi terdengar seperti suara manusia.Dia menerjang ke arah Fara, lalu mencekik leher gadis itu sekuat tenaga.“Kenapa!”“Kenapa kamu tutup katup oksigennya!”“Kenapa kamu juga ambil tabung oksigen cadangannya!”Wajah Fara seketika memucat.Matanya terbelalak, sementara kedua kakinya menggantung di udara, menendang tanpa henti.Kuku-kukunya mencakar wajah Hans hingga meninggalkan beberapa guratan berdarah.“Ka-kamu...”“Ka-kamu sendiri… yang mengizinkannya…”Wajahnya memerah karena kehabisan napas. Dengan susah payah, dia mengucapkan kata demi kata.“April Mop... kamu bilang boleh... kamu bilang… kita kerjai dia sedikit... biar dia kapok…”Tangan Hans mendadak mengendur.Benar.Malam sebelum keberangkatan, Fara memang datang menghampirinya sambil bermanja.Dia berkata…[Kak, besok April Mop. Ayo kita kerjai Kak Salsa lagi.]Katanya, cukup matikan oksigen Salsa sebentar, hanya beberapa detik. Sekadar menakut-nakutinya.Saat itu, Hans sedang membac
Seorang penyidik dari unit kriminal melempar perlengkapan selam itu dengan keras ke atas meja baja antikarat.Brak!Suara benturan logam menggema di kamar jenazah, begitu nyaring hingga membuat ngilu.“Hans, lihat ini.”Penyidik itu menunjuk katup utama tabung oksigenku.Katup tersebut diputar hingga tertutup rapat.“Setelah dilakukan pemeriksaan forensik, kami memastikan katup ini ditutup secara paksa oleh seseorang.”“Pada kenop pembuka-tutup katup, kami berhasil mengangkat satu set sidik jari yang utuh.”Dia berhenti sejenak, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Fara yang meringkuk di sudut dinding.“Hasil pencocokan menunjukkan sidik jari itu identik dengan ibu jari dan telunjuk tangan kanan Fara.”Kepala Hans seolah disambar petir.Dia menoleh mendadak dan menatap Fara tanpa berkedip.Tubuh gadis itu langsung bergetar hebat.“Bukan aku! Kak, dengarkan dulu penjelasanku.”“Aku cuma... cuma ingin mengerjai Kak Salsa. Aku nggak tahu kalau akhirnya akan seperti ini..”“Masih ada lagi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.