Share

Bab 20

Penulis: Waterverri
last update Tanggal publikasi: 2025-08-22 09:00:22
"Aku bahkan nggak inget kapan ini terjadi, Yang." Dia menggelengkan kepala perlahan. "Dia... mencium aku di mana-mana. Sepanjang waktu."

Maya menelan ludah, pipinya semakin merah, "malam kemarin... tadi pagi... siang... di kasur hotel, di kamar mandi..." Tangannya kini bergerak gelisah ke arah kerah blazernya yang menutupi sebagian tubuhnya. "Aku yakin masih ada tanda lain di... tempat lain."

Irwan terhuyung mundur seperti habis dipukul. Wajahnya memucat dengan cepat, matanya terpejam sejena
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (7)
goodnovel comment avatar
Triyono Santoso
Maya tambah gatal p Karyo ternyata rakus.. malah jd kasihan sama suaminya, mending ceraiin sj si maya
goodnovel comment avatar
Mukminat Tana Minat
cari jln lain emg ngk bsa kn bsa bay tabung tnpak hbgan badan ksihn PK Irwan.maya trllu egois demi anak dia rela mghianati PK Irwan bndgan PK Irwan jg cari kesenangan d luar cri prmpuan lain bawa k rmh dn brtmpur sm2 d kmar yg berbeda biar tau tu si maya
goodnovel comment avatar
Siske Alfaroqi
Maya cewek gatal Irwan terlalu baik semoga nggk ada di bumi ini suami kayak Irwan ya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 644 (Tamat)

    Malam itu, setelah anak-anak tidur, Irwan memasuki kamar utama.Maya dan Ratih sudah di tempat tidur. Mereka berbaring berdekatan, berbisik tentang sesuatu yang membuat mereka tertawa pelan. Tangan Ratih bermain dengan rambut Maya. Tangan Maya melingkar di pinggang Ratih.Irwan berhenti di ambang pintu, mengamati mereka.Empat tahun yang lalu, pemandangan ini mungkin akan membuatnya cemburu, marah, atau minimal tidak nyaman. Sekarang? Sekarang dia hanya merasa... tenang.Maya mendongak, melihatnya berdiri di sana. Senyumnya mengundang. "Sini."Irwan menutup pintu dan mendekati tempat tidur. Dia berbaring di sisi Maya, tangannya melingkari pinggang istrinya.Untuk beberapa menit, mereka hanya berbaring bertiga dalam keheningan yang nyaman. Napas yang teratur. Kehangatan tubuh yang saling berbagi.Lalu tangan Irwan mulai bergerak. Menelusuri pinggang Maya, naik ke punggungnya. Bibirn

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 643

    Satu Tahun KemudianMalam sudah larut saat Ratih keluar ke teras belakang.Dia tidak bisa tidur. Lagi. Sudah setahun, tapi kadang-kadang bayangan Karyo masih muncul dalam mimpinya. Senyumnya. Suaranya. Tangannya yang kasar tapi selalu lembut padanya.Teras belakang gelap, hanya diterangi cahaya bulan. Ratih hampir berbalik masuk saat dia melihat sosok lain sudah duduk di sana.Maya."Nggak bisa tidur juga?" Maya bertanya tanpa menoleh.Ratih duduk di sampingnya. "Nggak."Mereka duduk dalam keheningan. Memandang taman yang masih terawat—Irwan yang mengambil alih tugas berkebun setelah Karyo pergi, meski hasilnya tidak sebaik tangan aslinya."Aku kangen dia." Maya berbisik.Ratih tidak menjawab. Tidak perlu. Dia merasakan hal yang sama setiap hari."Ceritain aku tentang dia." Maya menoleh. "Waktu kalian pertama ketemu. Gimana Ma

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 642

    Ratih kembali mendekat.Dia duduk di sisi lain Karyo, melengkapi formasi mereka lagi. Dani diserahkan ke Irwan yang berdiri sedikit menjauh.Untuk pertama kalinya, Maya benar-benar melihat Ratih.Bukan sebagai pembantu. Bukan sebagai saingan. Bukan sebagai wanita yang berbagi suaminya.Hanya sebagai wanita lain yang mencintai pria yang sama.Mata mereka bertemu di atas tubuh Karyo yang sekarat.Ada pengertian di sana. Pengakuan tanpa kata.Kita berdua kehilangan dia.Karyo melihat kedua wanita di sisinya. Napasnya semakin pendek, semakin jarang."Dik Maya. Ratih." Suaranya hampir tidak terdengar. "Jaga satu sama lain. Jangan... jangan bertengkar. Anak-anak... besarkan bareng."Pesan sederhana. Bukan wasiat formal. Bukan permintaan rumit. Hanya kata-kata terakhir dari pria yang tahu waktunya hampir habis.Maya mengangguk. Ratih me

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 641

    Dani berlari keluar dari pintu depan."Bapak! Bapak pulang!"Kaki-kaki kecilnya berderap di lantai teras, melewati Ratih yang berdiri mematung, melewati Irwan yang sudah bersiap. Bocah lima tahun itu tidak mengerti tatapan cemas ibunya atau ketegangan di bahu Om Irwan. Yang dia tahu hanya satu—Bapak sudah pulang.Karyo melihat anaknya berlari mendekat. Senyumnya melebar. Dia mengangkat tangan, bersiap menangkap tubuh mungil itu dalam pelukan.Kakinya melangkah maju.Satu langkah.Lututnya menyerah.Dunia berputar. Langit sore yang keemasan tiba-tiba miring. Karyo merasakan tubuhnya jatuh—perlahan, seperti dalam mimpi—sebelum lengan kuat menangkapnya dari belakang.Irwan."Pak Karyo!"Suara Maya. Panik. Langkah sepatu hak tinggi di lantai teras.Karyo merosot dalam pelukan Irwan, tubuhnya berat seperti karung beras basah.

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 639

    Mereka check-out siang itu.Maya berdiri di tengah kamar untuk terakhir kalinya, matanya menyapu setiap sudut. Tempat tidur yang sudah rapi. Sofa tempat mereka pertama kali bercinta di trip ini. Jendela dengan pemandangan Jakarta."Mas.""Ya?""Makasih." Maya berbalik menghadap Karyo. "Buat dua minggu ini. Buat semua kenangan. Buat..." Suaranya pecah. "Buat cinta Mas."Karyo memeluknya erat. "Saya yang harusnya berterima kasih. Dik kasih saya... semuanya."Mereka berdiri begitu selama beberapa menit. Tidak ada yang mau melepaskan.Akhirnya Karyo yang mundur duluan. "Ayo. Mereka nunggu di rumah."Di mobil, perjalanan pulang terasa terlalu cepat. Maya menatap keluar jendela, tangannya menggenggam tangan Karyo."Mas.""Hmm?""Kalau anaknya lahir..." Maya menyentuh perutnya. "Aku mau Mas yang pilih namanya."Karyo tersenyum—s

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 638

    Hari keenam sampai kesepuluh berlalu dalam ritme yang memabukkan.Setiap pagi dimulai dengan tubuh yang saling mencari—kadang lembut dan mengantuk, kadang lapar dan tidak sabar. Maya belajar membaca mood Karyo dari cara pria itu menyentuhnya. Sentuhan di pinggang berarti mau pelan. Cengkeraman di rambut berarti mau kasar."Mas." Maya terengah di pagi ketujuh, tubuhnya masih bergetar pasca klimaks. "Kok Mas selalu tau apa yang aku mau?""Badan Dik yang ngasih tau." Karyo mencium bahunya. "Saya cuma dengerin."Siang mereka habiskan untuk menjelajah kota. Tempat-tempat yang tidak pernah mereka kunjungi bersama—museum, galeri seni, taman-taman tersembunyi. Maya memotret semuanya. Karyo di depan lukisan. Karyo makan bakso pinggir jalan. Karyo tertidur di bangku taman dengan mulut setengah terbuka."Hapus yang itu!" Karyo protes saat melihat foto terakhir."Nggak mau." Maya tertawa, men

  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 534

    “Sayang,” panggil Maya, lembut. “Aku sayang kamu.” Kata-kata itu tidak teatrikal; sederhana, ditaruh pelan di antara mereka, lalu dibiarkan tenggelam.Irwan menarik napas yang dalam. “Aku juga. Aku...” Dia berhenti, merasaka

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 542

    Irwan tidak lagi penonton. Napasnya berat. Tangannya tidak mau lepas dari kulit Ratih. Maya melirik ke suaminya, basah dan puas melihat perubahan itu, “Bagus...” dia berbisik, mata berkilat.Klimaks menyapu seperti gelombang. Karyo mendadak menegan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 527

    Karyo tidak menunggu dua kali. Dengan satu gerakan lancar, dia memposisikan diri dan mendorong masuk, membuat Maya tersentak dan mengerang panjang. Sensasi penuh dan panas itu kembali, lebih intens karena tubuhnya yang masih sensitif pasca orgasme-orgasme sebelumnya.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Keperkasaan Tukang Kebon   Bab 528

    Irwan, yang kini berdiri di pojok ruangan, menyaksikan semuanya dengan napas tertahan. Otaknya berusaha mencerna pemandangan di hadapannya—istrinya dan pembantu perempuan mereka, dalam harmoni fisik yang aneh namun entah mengapa indah, berbagi seorang pria yang den

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status