Talak Tiga: Suami Keduaku Bukan Bos Biasa

Talak Tiga: Suami Keduaku Bukan Bos Biasa

last updateLast Updated : 2026-05-23
By:  MayaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
69Chapters
524views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Tiga bulan setelah dijatuhkan talak tiga, Dewi pikir hidupnya sudah hancur—hingga mantan suaminya datang dengan satu permintaan yang mencengangkan: rujuk. Dengan syarat, Dewi harus menikah dengan seorang muhallil—laki-laki lain yang akan ‘menyentuhnya’, lalu menceraikannya. Baru setelah itu, Dewi bisa kembali pada Radit. Namun semuanya berubah saat Dewi mengetahui siapa pria yang dipilih untuk menjadi muhallilnya. Arkananta Daniswara Wijaya. Atasannya sendiri. Pria dingin yang dia benci setengah mati. Pernikahan itu pun dirahasiakan. Dari teman-teman kantor yang haus gosip. Dari adik-adik Dewi yang menyimpan rasa bersalah karena menggantungkan hidup pada Dewi—satu-satunya tulang punggung mereka. Saat dunia masih mengira Dewi sebagai istri dari Radit—mantan suaminya, saat itulah pernikahan Dewi dan Arkan diuji. Akankah keduanya rela menganggap ikatan sah ini berjalan hanya sebagai 'jembatan sementara'?

View More

Chapter 1

BAB 001 - ajakan rujuk

“Talak tiga yang kuucapkan tiga bulan lalu … itu kebodohan paling fatal yang pernah aku lakukan, Dewi.” Radit menatap Dewi lurus. Kilatan matanya memantulkan penyesalan dan luka.

“Maaf.” bisik Radit rendah. Jakunnya tampak naik turun. Pria itu lantas berkata lirih, “Aku mau kita rujuk.”

Dewi masih membeku. Napasnya tercekat mendengar kalimat yang tak dia sangka akan didengarnya dari mulut Radit—pria yang pernah membuatnya merasa tak cukup dipercaya. Dadanya sesak oleh luapan luka yang ditarik kembali, namun si penoreh luka, kini datang menawarkan penyembuh.

Masih terlampau jelas dalam ingatan Dewi, kalimat yang diucapkan Radit dengan tatapan mendelik nyalang dan suara yang bergetar karena amarah yang tertahan.

“Detik ini, tanpa paksaan dan dalam keadaan sadar sepenuhnya, aku jatuhkan talak tiga atas kamu Dewi Anggraini binti Wirawan. Mulai sekarang, kita bukan lagi suami istri. Kamu bisa pergi dari rumah ini.”

Radit, satu-satunya pria yang pernah mengisi hati Dewi, satu-satunya pria yang dia pikir akan menjadi pendampingnya hingga nyawa tak lagi mengisi raga, menceraikan Dewi karena terpedaya oleh sebuah foto yang dikirim oleh nomor asing.

Foto yang diyakini Dewi dihasilkan oleh teknologi kekinian itu, memperlihatkan Dewi sedang bercumbu dengan seorang pria tak dikenal. Dirinya dalam foto itu tampak begitu nyata hingga dia sendiri sempat terdiam beberapa saat ketika pertama kali melihatnya.

Dan Radit—yang baru saja pulang dari kantor, langsung naik pitam karena hasil gambar itu terlalu identik. Amarah mengubur logika dan perasaannya hingga penjelasan Dewi tak dia terima.

“Aku tahu aku keterlaluan karena nggak menyelidiki lebih dulu. Tapi, tolong mengerti aku, Wi. Foto itu terlalu mirip. Siapa pun pasti akan percaya.” Radit menarik napas dalam-dalam. Rambutnya diusap ke belakang dengan wajah frustrasi.

“Tiga bulan ini, aku benar-benar hancur tanpa kamu, Dewi.” Radit menatap Dewi sendu. Suaranya tercekat seolah tangisnya sudah di ujung tenggorokan. “Apa kamu mengerti rasanya harus pisah dengan orang yang berharga hanya karena salah paham?”

Dewi memalingkan wajah. Bibirnya gemetar. Dadanya bergemuruh oleh emosi yang bercampur aduk: kecewa, terluka, tetapi jauh di dalam sana, perasaan lain hadir dan menelusup semakin nyata: rindu.

Radit menatap sepasang mata Dewi lekat, menemukan pantulan emosi yang sama dengan miliknya. Perlahan, pria itu menarik tangan Dewi. Membawanya ke dalam genggaman.

“Kamu ingat, impian kita untuk bisa segera punya anak?” Radit berbisik serak, “Kamu ingat, baju bayi yang dulu kamu rajut untuk anak kita kelak? Kamu masih pegang impian itu kan?”

Satu tetes air mata meluncur jatuh ketika Dewi menunduk.

Tentu dia masih ingat. Memiliki keturunan dari Raditya Pradana—kekasihnya sejak masa kuliah, sekaligus pria yang mau menerima Dewi dengan segala keadaannya, adalah impiannya sejak awal menikah.

Walau, kehendak Tuhan berkata lain—hingga tahun ketiga pernikahan mereka, nyatanya buah hati masih belum juga hadir.

“Kita sudah melewati bermacam-macam ujian, Dewi. Kita bersama dalam waktu yang nggak sebentar.” Radit kembali menatap Dewi lurus, penuh keteguhan. “Aku nggak bisa tanpa kamu. Kamu juga kan?”

“Kamu sudah jatuhkan talak tiga, Mas.” Dewi menyela. Wajahnya kemudian diangkat tegak. “Kita sudah nggak punya harapan untuk kembali.”

“Ada, Dewi.” Radit memotong tegas. “Aku sudah tanya pada kenalanku yang mengerti soal ini.”

Sebuah hembusan napas berat mengawali kalimat Radit, “Kita tetap bisa rujuk walau aku sudah jatuhkan talak tiga. Asalkan kamu … kamu menikah dulu dengan pria lain.”

“Apa?” Dewi mengernyit tajam.

“Muhallil. Kita butuh laki-laki yang bisa menikahi kamu untuk sementara, supaya kamu halal untuk rujuk kembali denganku.”

Sepasang mata Dewi menyipit tajam. Tangannya gemetar mendengar kabar yang seakan mencekik akal sehatnya. “Kamu gila, Mas.”

“Aku tahu. Tapi ini satu-satunya cara, Dewi.” Radit menggenggam tangan Dewi lebih erat. “Dan aku sudah menemukan orang yang tepat.”

Dewi terdiam sejenak. Punggungnya menegang membayangkan bila dia menikahi seorang pria asing tanpa dia tahu kepribadiannya. “Siapa?” gumam Dewi, matanya mengerjap gugup.

“Aku kenal dia di gym. Kami pernah beberapa kali mengobrol. Dia bilang … dia bukan orang yang ingin menjalani komitmen panjang seperti pernikahan. Tapi situasinya sekarang, Ibunya kritis, hampir nggak ada harapan hidup. Dia berharap sebelum Ibunya meninggal, dia bisa perlihatkan pada Ibunya kalau dia bisa menikah dengan bahagia.”

Napas Dewi tercekat. Apa itu artinya dia harus bersandiwara sebagai istri yang bahagia demi seorang laki-laki yang tak dia kenali?

“Kamu nggak perlu khawatir dia akan jatuh cinta sama kamu. Dia bilang sendiri kalau dia hanya perlu menikah demi Ibunya. Hanya pernikahan siri yang nggak lama, Dewi.”

Lagi, Dewi kembali menunduk, menatap jari-jarinya yang saling bertaut. Bayangan akan hari-hari pernikahannya yang bahagia, dengan Radit yang selalu memperhatikannya, juga impiannya untuk bisa menimang bayi, berkeliaran di kepala.

Di tengah kekalutan itu, usapan hangat Radit di tangannya membuat sesuatu dalam diri Dewi mengukuh.

“Aku janji, setelah kita rujuk nanti, aku akan jadi suami yang lebih baik. Aku nggak akan desak kamu lagi untuk resign kerja. Aku juga akan bantu berikan kamu modal untuk buka usaha kafe, seperti impian kamu.”

Kali ini, sepasang mata Dewi menatap Radit dengan kilatan penuh harap. Namun perlahan, wajahnya kembali ditundukkan. Tangannya meremat batang ponsel erat-erat.

Dewi bukannya membenci penawaran untuk kembali pada Radit. Tetapi ….

‘Harus menikah dulu dengan laki-laki lain.’

Dewi menarik napas panjang. “Mas … beri aku waktu untuk berpikir.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Strawberry
Strawberry
Buku sebagus ini sepi, sayang sekali
2026-05-13 13:26:48
0
0
69 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status