Share

Bab 50 - Adik?

Author: Pipin
last update publish date: 2026-01-02 11:35:15

"ELIAN! CINTA KU! MANA CINTA KU?!"

​Sebuah lengkingan nyaring memecah ketenangan halaman depan rumah Baskara. Rinjani yang baru saja ingin bersantai di teras langsung berjengit kaget. Dari arah gerbang, muncul seorang pria dengan langkah yang... sangat gemulai, mengenakan setelan sutra motif bunga-bunga yang berkibar tertiup angin.

​Begitu melihat Rinjani, sosok itu berhenti mendadak, menaruh kedua tangannya di pipi dengan ekspresi dramatis.

​"Duh, Gusti! Istrinya Elian?!" teriaknya sambil berl
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 269 - Rapat Pagi Pengantin Baru

    Di sisi lain, pagi itu Antonio meregangkan leher nya hingga terdengar bunyi kretek yang memuaskan. Kepalanya masih sedikit berdenyut—efek terlalu lama terjaga sampai jam 5 subuh demi membereskan kekacauan "kado emas" yang dibuat anak buahnya di pesta semalam. Ia melirik ke samping. Sonya, istri kecilnya yang kelelahan, masih terlelap dengan posisi yang menggemaskan. Antonio mencondongkan tubuhnya, menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya. "Sayang, bangun... Sarapan," bisik Antonio lembut. Sonya mengerang kecil, matanya perlahan terbuka. Begitu pandangannya fokus, ia tidak langsung bangkit. Matanya malah menjelajah liar ke arah dada bidang Antonio yang dibiarkan terbuka. Bekas luka akibat baku tembak di masa lalu, deretan tato artistik yang meliuk di balik otot-otot yang terlatih keras, serta gurat kelelahan yang justru membuatnya terlihat semakin liar—semuanya membuat rasa kantuk Sonya hilang seketika. Tanpa membuang waktu, Sonya menghambur, memeluk leher Antonio da

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 268 - Malam pertama? Tantangan?

    Setelah acara usai, Saka menaiki mobil meninggalkan resepsi yang legendaris itu. Karin, yang sedari tadi berusaha tenang dengan menatap pemandangan luar jendela, akhirnya menyerah. Ia menoleh, menatap suaminya dengan alis terangkat. "Apa sih, Saka? Dari tadi liatinnya kayak mau menelan orang hidup-hidup. Bikin risih tahu, nggak?" Tanya nya, karna sejak tadi suaminya hampir selalu menatap nya tanpa beralih sedetikpun. Saka menyeringai, senyum tipis yang sarat akan makna tersembunyi. Ia menggeser duduknya, merapatkan jarak hingga aroma parfum Karin yang memabukkan memenuhi indra penciumannya. "Hotelnya cukup jauh, Sayang," bisik Saka dengan suara rendah yang berat, membuat bulu kuduk Karin meremang. "Kalau mau tidur sekarang, nggak apa-apa. Tapi aku sarankan pakai waktumu sebaik mungkin. Karena setelah kita sampai di sana nanti... aku benar-benar nggak yakin bisa membiarkan istri cantikku ini memejamkan mata semalaman." Karin memutar bola matanya, meski wajahnya mulai memanas hingg

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 267 - Kado diluar Nalar

    "Udah, muka kamu nggak usah ditekuk kayak setrikaan gitu. Masih mending kamu punya Arin sekarang, kan?" goda Boy, sang desainer ternama yang hari ini tampil lebih mencolok dari lampu kristal di langit-langit ballroom. Arka, yang sejak zaman SMA sudah menyukai Sonya, hanya bisa menghela napas panjang. Ia berusaha memasang senyum paling tulus yang bisa ia kerahkan, lalu melangkah menuju Arin—gadis yang kini berdiri anggun di tengah kerumunan tamu. "Ayo, kita ketemu mempelai dulu," ajak Arka pada Arin, mencoba mengalihkan rasa sesak di dadanya. Saat tiba di pelaminan, mata hangat Sonya menyambut mereka. Ia tampak mempesona, dan di sampingnya, Antonio berdiri dengan aura bos mafia yang berusaha ditutup-tutupi oleh setelan tuxedo rancangan Boy yang sangat elegan. "Selamat, Sonya," ucap Arka pelan, menatap mata wanita yang pernah mengisi masa mudanya itu. "Gue tahu, lo bakal jauh lebih bahagia setelah ini." "Aku juga harap kamu bahagia dengan pilihanmu, Arka. Makasih udah datang," jaw

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 266 - Dikepung Bapak Sultan

    Setelah Lana dan Eran berpamitan dengan senyum semringah untuk merayakan pertunangan mereka berdua, suasana ruang VIP itu kembali tenang. Kini, tatapan Elian beralih sepenuhnya pada putra sulungnya yang duduk bersandar sambil memijat pelipisnya. "Lalu... bagaimana persiapan pernikahanmu dengan Karin?" tanya Elian lembut, menatap Saka lekat. "Papa kan sudah bilang, Papa yang akan urus semuanya. Mulai dari gedung, dekorasi, sampai bulan madu. Tapi kamu malah membiarkan Antonio ikut campur mengurus logistik, dan melarang Papa? Apa kamu masih belum bisa menerima kehadiran Papa seutuhnya, Saka?" Mendengar pertanyaan dramatis papanya, Saka langsung menurunkan tangannya dari pelipis. Pemuda itu menghela napas panjang, menatap langit-langit seolah mencari kesabaran ekstra. "Bukan gitu, Pa. Astaga..." erang Saka dengan wajah frustrasi yang memancing tawa tertahan dari Rinjani di sebelahnya. "Papa kira aku ngijinin Papa Antonio ngebantu? Aku bohong kalau bilang ngijinin! Aku tegas-tegas n

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 265 - Target, menikahi Anak Bos

    Beberapa tahun kemudian.. "Eran!! Bisa nggak sih jalannya nggak usah buru-buru?! Lo mau ngajak gue lari maraton apa ngasih kejutan sih?!" omel Lana sambil setengah berlari, berusaha mengimbangi langkah panjang pria di depannya. Lana mendengus kesal. Malam ini Eran memintanya dandan cantik, tapi pria itu malah menariknya setengah menyeret menyusuri lorong sebuah restoran VIP berbintang. Eran menghentikan langkahnya mendadak di depan sebuah pintu kayu berukir, membuat Lana nyaris menabrak punggung tegapnya. Pria yang dulu hanya mengenakan seragam Office Boy lusuh sambil membawa tumpukan dokumen itu, kini terlihat luar biasa tampan dalam balutan setelan jas abu-abu gelap dengan potongan sempurna. Setelah bertahun-tahun banting tulang—kuliah sambil bekerja, merangkak dari posisi paling bawah tanpa embel-embel 'jalur orang dalam', hingga akhirnya berhasil menduduki kursi Manajer Strategi di Baskara Group—Eran telah membuktikan kualitas dirinya. Eran mendorong pintu itu perlahan.

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 264 - Runtuh nya Kekaisaran Raymond

    ​Bahu Raymond bergetar. Sebuah tawa rendah dan parau lolos dari bibirnya. ​"Tarik pelatuknya, Elian," tantang Raymond tanpa menoleh, suaranya sarat akan ejekan. "Aku sudah hidup terlalu lama. Kalau kalian memang ingin membunuhku sekarang, lakukan saja." ​Elian mengertakkan rahangnya. Jarinya semakin menekan pelatuk, namun Raymond kembali membuka suara sebelum peluru itu sempat meledakkan kepalanya. ​"Tapi sebelum kalian mengirimku ke neraka, coba kalian angkat wajah kalian dan lihat ke arah tiang pemancar di atas sana," bisik Raymond licik. ​Antonio dan Jonathan secara refleks melirik ke arah yang ditunjuk. Di sudut tertinggi landasan helikopter itu, sebuah lensa kamera CCTV berkedip dengan lampu merah kecil yang menyala statis. ​"Kalian pikir anjing IT-ku ini hanya berdiri diam sebelum dia buta?" kekeh Raymond, melirik sekilas pada ahli IT-nya yang masih menggelepar dan mengerang kesakitan di lantai dengan mata tertancap pisau. "Dia baru saja menekan tombol terakhirnya. Kamera it

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 126 - Bagaimana Kalau Tuan menjadi saingan putra sendiri?

    Abil memacu mobilnya membelah jalanan kota dengan kecepatan gila. ​Ponsel di dasbor terhubung ke speaker mobil, tersambung ke panggilan Maya yang baru diangkat setelah puluhan kali mencoba.​"Ngapain sih kamu nelpon terus mas? Aku kan udah bilang mau pergi!" suara Maya terdengar ketus da

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 120 - Sebuah Harapan

    "Aku akan memenjarakan pria itu, aku janji."​Hanya itu kalimat terakhir yang diucapkan Elian sebelum ia melangkah pergi. ​Boy, yang biasanya tidak pernah kehabisan kata-kata dan selalu punya selera humor pedas untuk mencairkan suasana, kini hanya bisa berdiri mematung. Pria kemayu

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 102 - Putus Asa

    Sudah tiga hari berlalu sejak pertengkaran hebat di taman itu, dan selama itu pula ponsel Boy tidak aktif. Pesan-pesan Maya hanya berakhir dengan centang satu yang membeku.​"Udah tiga hari, Mas Boy kenapa nggak bisa dihubungi ya?" gumam Maya gelisah.​"Maya..." Sebuah suara serak memecah keheninga

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 105 - Selamat Menempuh hidup baru, May!

    Suasana di masjid itu begitu kontras dengan badai yang berkecamuk di dada Maya. Dekorasi bunga melati dan mawar putih premium menghiasi setiap sudut ruangan.Di kursi pesakitan—begitulah Maya menyebut kursi pengantin itu—ia duduk dengan kebaya putih yang sangat cantik, namun wajahnya tertutup kain

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status