Partager

32. Hukuman Ranjang

Auteur: Dita SY
last update Date de publication: 2026-06-07 22:51:44

"Paman cemburu! Iya, 'kan?" Freya mempertegas pertanyaannya dengan tatapan menantang.

​Diego tetap bergeming, masih menatap lekat wajah wanitanya tanpa berkedip sedikit pun.

​Freya berdecih sinis melihat ego Diego. "Sulit sekali, ya, mengakui perasaan Paman sendiri? Kalau memang ada rasa cinta, katakan saja yang jujur. Jangan sampai Paman menyesal kalau suatu saat nanti aku memilih menikah dengan laki-laki lain."

​Mendengar ancaman itu, sorot mata Diego semakin mengunci wajah Freya. Namun, bibi
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
Nah nah freya mulaii hahahah
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Kesayangan sang Penguasa   63. Mencari Tahu Sendiri

    ​Setibanya di rumah sakit bersalin terbesar di Atalia, Freya berjalan cepat menuju meja administrasi.Dengan napas terengah-engah, ia menatap petugas di depannya lalu mengatakan. ​"Selamat malam, Sus. Saya ingin mengecek data rekam medis persalinan pada tahun 2001," ujar Freya, mencoba menstabilkan suara yang hampir habis. "Saya butuh konfirmasi apa benar pada tahun itu, seorang wanita bernama Giani pernah melahirkan bayi perempuan di rumah sakit ini?""Maaf Bu, untuk membuka rekam medis pada tahun itu, prosedurnya harus melalui persetujuan manajemen, kepala rekam medis, atau Ibu harus membawa surat kuasa kalau itu bukan atas nama Ibu sendiri."Freya menghela napas panjang. "Saya sangat paham prosedurnya, Sus. Saya sendiri adalah Dokter Kandungan di klinik Cahaya. Justru karena ini menyangkut asal-usul kelahiran saya sendiri, saya harus memastikannya sekarang."Ia memajukan tubuhnya sedikit. "Saya hanya minta Anda mengecek apa ada rekam medis persalinan atas nama Ibu Giani di tahun 20

  • Kesayangan sang Penguasa   62. Pukulan Telak!

    ​"Paman!" panggil Freya lirih.​Santoso memilih diam membisu. Ia memutar tubuhnya, lalu melangkah menuju pintu.​"Kenapa Paman diam?" tanya Freya dengan suara meninggi.​Santoso menghela napas panjang. Menghentikan langkah sejenak, lalu mengatakan, "Kedua orang tuamu yang sekarang adalah orang tua kandungmu, Nak."​Setelah mengatakan itu, ia langsung melangkah ke luar dari apartemen, meninggalkan Freya yang terpaku dalam kebingungan dan rasa tidak percaya.​"Bohong!" desis Freya. "Aku yakin kalian semua merahasiakan sesuatu dariku! Aku akan mencari tahu sendiri."Freya memutar tubuh dengan cepat, melangkah mendekati sofa. Tanpa membuang waktu, ia meraih tas di atas meja lalu bergegas ke luar dari apartemen.***​Restoran mewah khusus kalangan elite dibooking langsung oleh Diego untuk memanjakan lidah para klien pentingnya di acara makan malam kali ini.Suara tawa orang-orang berduit menggema, memenuhi ruangan bernuansa eksklusif itu.Namun, ada yang tidak biasa malam ini. Diego lebih

  • Kesayangan sang Penguasa   61. Memanfaatkan vs Melampiaskan

    ​"Aku tidak akan menjauhi Paman Diego. Aku mencintai dia, dan aku percaya dia juga memiliki perasaan yang sama!" ucap Freya dengan suara lantang dan tatapan tajam ke arah Santoso.​Pria paruh baya itu menghela napas panjang, menahan diri agar tidak emosi menghadapi wanita muda di depannya. "Diego bukan pria yang baik. Papi bicara seperti ini karena Papi sangat tahu sifat dan watak dia, Freya. Lagipula, usia kalian berbeda jauh. Kamu lebih pantas menjadi anaknya daripada pendamping hidupnya. Tolong, jangan keras kepala. Akhiri semua ini, Nak!"​Freya menggeleng tegas. "Maaf Paman, aku bukan anakmu, dan aku sudah dewasa. Aku berhak memilih siapa yang terbaik untukku. Dan laki-laki yang Paman sebut tidak baik itu, dia selalu membuatku nyaman setiap kali aku berada di sisinya. Berbeda dengan anak Paman. Dani jahat! Dia tega mengkhianati aku dan menipuku dengan cincin berlian palsu. Bahkan apartemen ini, hanya disewa sampai pernikahan tiba. Dia berniat membuangku begitu saja dan menikahi s

  • Kesayangan sang Penguasa   60. Jauhi Diego!

    Tanpa sadar senyuman tipis merekah di bibir Diego saat membayangkan ia memiliki darah daging yang lahir dari rahim Freya.​"Aku menginginkan sebelas anak darimu, Baby," gumam Diego, sambil menatap layar ponsel yang menampilkan wajah cantik wanitanya.​Hingga mobil mewah itu tiba di tujuan, sisa senyuman yang jarang terlihat itu masih membekas di wajah sang Penguasa.Ekspresi langka tersebut langsung tertangkap oleh mata Elang para bodyguard. Yenzing tahu betul Tuan Besar-nya sedang jatuh cinta pada seorang wanita.​"Sepertinya suasana hati Tuan Besar sedang bagus hari ini."Bisik-bisik para anak buah Diego di barisan belakang. Mengawal ketat langkah kaki Diego menuju gedung pencakar langit.​***​Di apartemen, baru saja menjatuhkan tubuh di atas sofa, Freya terhenyak kaget saat mendengar suara bel berbunyi.​"Paman Diego?" Freya langsung menggeleng, menepis pemikiran itu. "Tidak mungkin dia datang. Yang ada di dalam pikiran laki-laki itu hanya bisnis dan uang. Wanita hanya dijadikan h

  • Kesayangan sang Penguasa   59. Bagaimana Kalau Aku Hamil?

    Pertanyaan yang meluncur dari mulut Freya hanya dianggap angin lalu oleh Diego. Seolah tak ingin terjebak dalam pembicaraan yang melibatkan perasaan.Di saat Freya masih menunggu jawaban, ​Diego malah fokus pada pergulatan mereka. Mempercepat ritme permainan, menjelajahi setiap jengkal kulit mulus Freya dengan ujung lidahnya."Uhg! Ahhh!" Diego mendesah kencang, menghentakkan pinggul dengan cepat saat merasakan inti tubuh Freya semakin menjepit.​Hingga puncak pelepasan itu tiba. Suara erangan Diego pecah memenuhi setiap sudut ruangan.Pinggulnya disentakkan ke depan dengan satu dorongan yang teramat dalam, menahan posisi di sana saat cairan hangat dan kental menyembur hebat, membanjiri liang kenikmatan Freya."Ugh!" Deru napas mereka terdengar memburu dengan dada turun-naik tak beraturan.Setelah pergulatan liar itu selesai, suasana ruangan seketika menjadi hening. Sangking heningnya, Freya bahkan bisa mendengar detak jantungnya sendiri.Freya menatap Diego lekat, kembali mengatakan,

  • Kesayangan sang Penguasa   58. Desah di Ruang Kerja

    Tak mampu lagi menahan gairah yang membuncah, Freya membiarkan dirinya terbawa ke dalam suasana intim di ruang kerja.​Kedua tangan bergerak naik, melingkar di leher kokoh Diego, dan mulai membalas lumatan panas dengan begitu bergairah.Suara decakan air liur dari peraduan bibir mereka semakin membuat Diego kehilangan akal sehat."Euhmm, Baby .... " Diego melumat habis bibir Freya dengan rakus.​"Paman .... " Freya melepas tautan bibir yang basah. "Yakin tidak ada orang yang mengganggu kita di sini? Kalau ada orang yang memaksa masuk ke sini, bagaimana? Apa Paman mau menghentikan permainan kita nanti?" tanyanya dengan tatapan menggoda.​Bukannya memberi jawaban, Diego kembali melahap habis bibir manis Freya.Dengan satu gerakan, tangan kekarnya mengangkat tubuh sintal Freya ke atas meja, menyingkirkan beberapa berkas ke samping.Tanpa memutus tautan bibir mereka, Diego menaikkan rok span yang dikenakan wanitanya hingga mengekspos bagian sensitif yang masih terbalut pakaian dalam.​Dal

  • Kesayangan sang Penguasa   36. Tentang Freya

    "Tuan, maaf. Nona Freya dijemput paksa oleh ayahnya."​Diego mengeraskan rahang kuat-kuat hingga urat di leher menegang, emosinya tersulut setelah mendengar laporan dari orang kepercayaannya tentang Freya.​"Kami semua diminta untuk diam dan dipaksa membiarkan laki-laki itu membawa Nona Freya," lan

  • Kesayangan sang Penguasa   35. Licik

    Freya melangkah cepat mendekati mobil yang terparkir di depannya. Di sana, Dani duduk di kursi kemudi, menyandarkan satu lengannya dengan santai di bingkai jendela.​"Apa maksud kedatanganmu ke sini?" sentak Freya dengan napas memburu.​Dani menoleh, mendongak, dan menatap Freya dengan senyum hamba

  • Kesayangan sang Penguasa   39. Kiriman Video

    "Tuan ... saya mohon, demi anak saya yang belum lahir, ampuni saya, Tuan!" ratap Nicky, air mata bercampur darah mengalir deras membasahi pipi yang pucat. "Jangan bunuh saya Tuan. Saya masih memiliki tanggung jawab. Saya akui saya salah, tapi tolong maafkan saya Tuan. Ampuni saya!"​Diego mengulas

  • Kesayangan sang Penguasa   38. Eksekusi Mati

    "Cari keparat yang sudah berani berkhianat itu sekarang juga!" perintah Diego pada Yenzing_salah satu tangan kanan kepercayaannya.​"Baik, Tuan. Dimengerti," sahut Yenzing tegas. Ia menegakkan tubuh, berbalik, lalu melangkah cepat meninggalkan ruang kerja Tuan Besar.​Setelah Yenzing pergi, ponsel

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status