Share

Bab 214 Alpine Nest 2

Penulis: Misya Lively
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-24 20:57:32

“Kenzo!” panggil Kanaya dan Bastian hampir bersamaan.

Sama halnya dengan Reno yang mengerutkan keningnya, mereka juga terkejut dengan Kenzo yang menarik Cora pergi.

Namun bocah itu terlalu bersemangat ingin membawa Cora mengelilingi Alpine Nest dan tidak sabar menunjukkan segala sesuatunya sehingga panggilan itu diabaikannya.

Alhasil Reno, Kanaya dan Bastian ikut mengikuti mereka ke halaman belakang. Bahkan Freya pun ikut bersama mereka.

Cora dan Kenzo sampai di halaman belakang lebih dulu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
V3_
Tadi Kenzo, sekarang Milo. Nambah lagi saingan Reno wkwkwkkk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan   Bab 233 Tinggal Satu Puzzle Kecil

    Dielusnya perlahan pundak Cora, sementara tangan lainnya memegangi kepala istri yang tengah menangis dalam pelukannya. “Sayang…kamu harus kuat. Mama dan Papamu akan mendapatkan keadilan, karena sekarang kita tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kita punya bukti…” ucap Reno pelan di telinga Cora. “Rita Wijaya tidak akan bisa lolos kali ini…”Tarikan nafas Cora tersendat dan dia berusaha berhenti menangis, meski sulit.Ia melepaskan pelukan Reno dan menatapnya dari jarak yang cukup dekat sebelum mengangguk dan mencoba tersenyum.Setelah saling menatap dengan penuh pengertian, mereka kembali menoleh ke arah Awan yang berdiri dengan dibantu anak buah Jay.“Kamu tahu apa yang kalian lakukan salah, dan akibatnya terhadap kehidupan keluarga yang kalian renggut,” ujar Reno mengingatkan Awan dengan keras. “Dan konsekuensi dari perbuatan kalian, kalian semua harus bersaksi dengan sebenarnya—persis seperti yang kamu katakan saat ini.”Awan mengangguk pasrah dan tidak membantah. Dia benar-benar me

  • Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan   Bab 232 Tak Pantas Meminta Maaf

    “Saya mengatakan ini bukan untuk membela diri. Saya tahu saya salah, dan saya hanya ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi …” Apakah Reno dan Cora percaya atau tidak, Awan sudah berusaha menjelaskan.“Tapi kalian menerima uang itu…” Reno terus menggali kejadian saat itu. Ia memanfaatkan rasa bersalah Awan untuk mendapatkan pengakuan jujur pria itu.Raut wajah Awan semakin rumit. Dia terlihat menanggung beban, rasa bersalah, penyesalan sekaligus rasa malu. “Kami memang menerima uang itu…” ucapnya dengan tertunduk“Seharusnya kami menolaknya. Tetapi saat itu kami hanyalah anak kampung yang miskin dan bodoh. Kami belum pernah melihat atau memegang uang 50 juta. Dan bagi kami uang itu banyak sekali. Dan karena kebodohan dan ketamakan, kami menerima pekerjaan itu…” ujar Awan dengan suara berat dan terisak— karena penyesalan yang mendalam.“Kenapa kalian tidak memberitahu penyidik kalau kalian dibohongi oleh Bu Rita untuk melakukan hal itu.”“Kami tidak berani…” jawab Awan dengan

  • Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan   Bab 231 Kebohongan Rita

    “Hentikan mobil!”Mobil yang dikendarai Rendy segera berhenti dengan decitan keras mendengar perintah Reno.“Rekam ini!” perintah Reno pada Rendy.Lalu ia menurunkan jendela di sisinya dan menatap pria yang berdiri dengan nafas terengah-engah di samping mobil yang mereka tumpangi.“Itu benar…” ujar Awan sambil menatap ke dalam mobil SUV mewah yang baru saja dikejarnya, sehingga membuat Reno mengerutkan kening.“Perempuan di foto itu—dia yang membayar kami,” ucap Awan dengan ekspresi yang bercampur aduk.“Perempuan yang mana?” Reno ingin Awan lebih spesifik menerangkan.“Perempuan di Dermaga itu—Rita Wijaya.” Awan bersaksi tanpa ragu.Mendengar itu, Cora menahan nafasnya. Tangannya meremas baju yang ia kenakan. Rita Wijaya, dia benar-benar tega melakukan hal sekeji itu.Dari ujung matanya, Reno melihat tangan Cora yang mengepal. Buku-buku jarinya memutih karena begitu eratnya. Refleks ia meraih tangan Cora, melonggarkan genggaman itu. Sebagai gantinya Reno menggenggam tangan Cora.P

  • Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan   Bab 230 Aku Telah Gagal?

    Keempat orang itu beradu tatap. Mulai gontai dengan pendirian mereka masing-masing.Reno berjalan ke samping, dan berhenti di depan Sugi. “Apa kalian tahu, selama kalian menjalani masa hukuman, “Ibu” itu hidup bergelimang harta, makan enak, hidup tenang tanpa seorang pun tahu kejahatan yang telah dia lakukan?!”Reno sengaja menggunakan kata “ibu” untuk menunjukkan bahwa ia telah mengetahui siapa yang menyuruh mereka, sekaligus memancing mereka untuk mengakui siapa orang yang menyuruhnya.Reno bisa merasakan keempat orang itu mulai goyah. Sambil tersenyum sinis, Reno bergeser ke arah Pendi. Namun sebelum Reno sempat berbicara, Cora mendahuluinya.“Apakah kalian tahu apa yang aku alami karena kejadian itu?” Ia menatap mereka satu per satu dengan kedua mata yang penuh luka.“Karena kejadian itu, aku kehilangan kedua orang tuaku, dan aku… hidup sebatang kara di dunia ini,” ujar Cora dengan suara yang berat dan parau karena emosi yang berkecambah di hatinya.“Karena kejadian itu, aku keh

  • Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan   Bab 229 Bukan Kecelakaan

    Ada yang menunjuk Cora dengan tangan bergetar, ada yang membelalakkan mata dengan syok, dan bahkan melonjak terkejut. Semua reaksi itu menunjukkan jika mereka terkejut melihat wajah yang mirip dengan Lucy. Apakah orang yang sedang mabuk bisa mengingat wajah seseorang? Ini membuktikan bahwa mereka tidak benar-benar mabuk saat kejadian itu.Cora lanjut berjalan hingga berhenti di depan mereka. “Kamu—anak kecil itu, bukan? A-anak perempuan yang—diselamatkan Agus? Anak perempuan—Wijaya?!” Awan menyadarinya begitu dia memperhatikan usia perempuan di hadapannya.Ketiga temannya sontak memperhatikan Cora dengan seksama. “Kamu memang anak perempuan itu!” Pendi ikut membenarkan.“Kalian sudah mengetahui kalau dia adalah Darra—anak perempuan keluarga Wijaya yang seharusnya ikut tenggelam bersama kapal yang kalian tabrak…” ujar Reno sambil berjalan mendekat dan berhenti di samping Cora. “Apa ada yang ingin kalian sampaikan kepadanya?” Keempat orang itu langsung menunduk sambil diam-diam sali

  • Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan   Bab 228 Para Pelaku

    “Selidiki semua lalu lintas dana yang keluar masuk melalui Joko dan kerabat dekatnya setelah kejadian tabrakan kapal itu,” perintah Reno kepada Rendy setelah ia dan Cora kembali ke dalam mobil.“Baik Pak—”“Tidak, tunggu dulu… Mungkin sebaiknya kita memulainya dengan rekening Bu Rita!” Tiba-tiba Reno berubah pikiran dan memotong ucapan Rendy. Ia lalu menoleh kepada Cora. “Bagaimana menurutmu, Sayang?”Cora duduk di samping Reno, di kursi belakang sebuah mobil SUV mewah, sedang menatap amplop putih yang di pegangnya. Amplop itu bukan sembarang amplop. Amplop itu berisi surat yang Agus Pram tulis untuk kakaknya—Awan.Cora tidak tahu apa isi surat itu, namun Agus mengatakan kepadanya untuk meminta Awan segera membacanya begitu menerima surat itu.Ia menyetujuinya karena mempertimbangkan kondisi kesehatan Agus yang sangat memprihatinkan. Jika ia menolaknya, Ia tidak tahu apakah Agus akan punya kesempatan untuk bisa menulis surat atau bertemu kembali dengan kakaknya itu.Oleh karena itu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status