Share

Bab 54

Author: Hiro Sayank
last update publish date: 2026-08-08 13:34:32

Ruangan cleaning service yang tadinya heboh mendadak sunyi selama beberapa detik. Tatapan mata rekan-rekannya terkunci lurus pada Savana yang duduk mematung dengan wajah pucat pasi.

Namun, sebelum ketegangan itu menghancurkan pertahanan Savana, salah satu petugas CS pria mendadak tertawa berkali-kali secara hambar, memecah kesunyian di udara.

"Aduh, Valerie! Kamu ini ada-ada saja!" celetuknya sembari mengibaskan tangan. "Mana mungkin perempuan di pantai itu Savana? Lihat tuh, penampilan Savana
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mawarr
ternyata Alex gak setia dan bersyukur kmu Bara wlw nasiib apes tpi udah mulai normal
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
waw kaum pelangi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 114

    Tanpa memberi kesempatan sedikit pun bagi Savana untuk merangkai kebohongan baru, Hanggara bertindak cepat. Pria itu menyusupkan satu tangannya ke balik lutut Savana dan tangan lainnya di pinggang, lalu dalam satu gerakan cepat dan bertenaga, ia mengangkat tubuh wanita itu dan menyampirkannya begitu saja di atas pundak tegapnya seperti membawa karung beras."Dokter! Astaga, Dokter Hanggara! Lepaskan!" jerit Savana terkejut bukan main. Pandangannya seketika terbalik, menatap punggung mantel tegap Hanggara dan aspal trotoar Paris yang berada tepat di bawah matanya. "Dokter, malu dilihat orang-orang! Turunkan saya!"Savana memukul-mukul punggung Hanggara dengan kepalan tangan kecilnya, namun pria itu sama sekali tak bergeming. Langkah kaki Hanggara tetap lebar, tegap, dan penuh dominasi menyusuri trotoar kembali menuju hotel mereka."Dokter, mau dibawa ke mana saya?!" cecar Savana lagi dengan napas memburu, panik melanda seluruh dadanya."Kembali ke hotel," jawab Hanggara singkat, nada s

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 113

    Pagi harinya, pesona kota Paris yang begitu klasik dan memanjakan mata langsung menyambut Savana begitu ia menyingkap tirai jendela presidential suite. Hamparan bangunan berasitektur megah bergaya Haussmann, deretan pepohonan yang berjejer rapi di sepanjang jalan Champs-Élysées, serta siluet Menara Eiffel yang menjulang elegan di kejauhan membuat wanita itu memekik tertahan. Seumur hidupnya, menginjakkan kaki di luar negeri, apalagi di Benua Eropa, adalah mimpi yang bahkan tak berani ia bayangkan. Kini, ia benar-benar bernapas di udara Paris, dan kenyataan itu membuat kebahagiaannya membumbung tak terkendali.Tanpa membuang waktu lebih lama, Savana segera bersiap dan menyeret Hanggara keluar dari hotel. Ia mengenakan mantel musim semi berwarna krem tebal yang sudah disiapkan oleh sang direktur, lengkap dengan syal rajut yang membungkus lehernya dari hembusan angin dingin yang menusuk tulang.Begitu sepasang kaki mereka menapak di trotoar berbatu yang luas, energi Savana seolah meledak

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 112

    Pesawat jet pribadi itu akhirnya mendarat mulus di Bandara Charles de Gaulle, Paris, sewaktu fajar baru saja menyingsing. Tanpa buang waktu, Hanggara membawa Savana menggunakan mobil sedan mewah yang melaju kencang membelah dinginnya kota menuju sebuah hotel bintang lima paling eksklusif di kawasan Champs-Élysées.Begitu pintu presidential suite tertutup rapat, Hanggara langsung menarik tubuh Savana ke dalam dekapannya. Pria itu menyergap bibir Savana dengan ciuman yang teramat menuntut, panas, dan sarat akan gairah liar yang sudah ditahannya sejak di Jakarta."Nghh... D-Dokter..." Savana merancac pasrah, jemarinya mengepal di dada bidang Hanggara sewaktu pria itu terus menghujani leher dan rahangnya dengan kecupan-kecupan memabukkan.Hanggara tak membiarkan wanita itu meloloskan diri. Ia mendorong tubuh Savana hingga rebah ke atas ranjang berukuran king size yang empuk. Pria itu langsung mengungkung tubuh Savana di bawah dominasinya, menggerayangi pinggang serta paha wanita itu denga

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 111

    Sore harinya...Savana terduduk di bangku halte yang mulai sepi, mengusap kedua telapak tangannya yang dingin setelah menyelesaikan shift kerjanya yang melelahkan. Pandangannya lurus menatap jalanan padat, menanti bus kota yang tak kunjung tiba.Dua buah mobil SUV hitam berbingkai kaca gelap mendadak memotong jalur dan berhenti tepat di hadapan halte. Pintu mobil terbuka cepat. Empat orang pria tegap berstelan jas hitam dengan earpiece menempel di telinga melangkah keluar secara bersamaan. Langkah kaki mereka yang berderap mantap seketika menyedot perhatian beberapa orang yang berada di sekitar tempat itu.Savana tersentak kaget, nalurinya mendorong tubuhnya untuk mundur seraya mengeratkan pegangan pada tas kainnya."Nona Savana?" panggil salah satu pengawal dengan postur paling tinggi dan wajah tanpa ekspresi.Savana mengangguk ragu, tenggorokannya mendadak kering. "I-iya, saya... Ada apa, ya?""Kami adalah utusan dari Tuan Hanggara. Beliau memerintahkan kami untuk menjemput dan memb

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 110

    Savana merapikan wadah bekalnya dengan jemari yang masih sedikit gemetar. Wajahnya membara merah padam, menyisakan rasa malu luar biasa yang belum juga menguap. Dengan langkah tergesa dan dada yang masih bergemuruh, Savana meninggalkan atap, menuruni tangga darurat menuju area basemen gedung hospital. Ia berbelok menuju ruang istirahat khusus staf cleaning service. Begitu pintu ruangan berdecit terbuka, sosok Valerie yang tengah duduk menyender di sofa langsung membelalakkan mata."Savana!" panggil Valerie setengah berbisik namun penuh penekanan, buru-buru menyambar lengan sahabatnya itu dan menariknya ke sudut ruangan yang agak tersembunyi.Savana sedikit tersentak. "Ada apa, Val? Kenapa mukamu panik begitu?"Valerie menghembuskan napas panjang seraya mengusap dadanya. "Tadi pagi suamimu, Dokter Bara, meneleponku! Nada bicaranya emosi sekali, seperti orang kesetanan."Jantung Savana seketika melompat heboh. Perasaan bersalah dan ketakutan langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. "M-Ma

  • Ketika Atasan Suamiku Mendekapku   Bab 109

    Valerie mendadak menahan napasnya. Lidahnya yang tadi begitu lancar terkelu seketika. Sebuah pemikiran melintas cepat di kepalanya: Dokter Bara sama sekali tidak tahu kalau istrinya bekerja di rumah sakit yang sama?Jika Bara sampai bertanya selurus dan se-agresif ini, artinya Savana sengaja merahasiakan pekerjaan barunya dari sang suami. Valerie tahu betul betapa rumitnya konflik rumah tangga sahabatnya itu. Jika ia sampai salah bicara dan membocorkan kenyataan ini, bisa-bisa ia justru menjerumuskan Savana ke dalam bahaya atau pertengkaran hebat yang lebih besar.Valerie berdeham pelan, memutar otak demi menyelamatkan situasi."Maaf, Dokter Bara..." potong Valerie cepat, mengubah intonasi suaranya menjadi sepelan dan se-kasual mungkin. "Setahu saya Savana memang sedang mencari pekerjaan, tapi dia tidak pernah bilang secara spesifik di mana tempatnya. Dia cuma sempat cerita kalau sedang mengurus berkas lamaran di beberapa tempat. Jadi, jujur saja saya tidak tahu pasti dia diterima di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status