Home / Romansa / Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku / Bab 71. Menggali Rasa Sakit

Share

Bab 71. Menggali Rasa Sakit

Author: Magnolia Lily
last update Petsa ng paglalathala: 2026-11-01 23:51:34

"Tidak, Sayang. Tidak seperti itu. Semalam Mas cuma reflek saja karena panik. Mas tidak ada hubungan apapun dengan istrinya Romi."

Bima berdiri di hadapan Raline, hendak meraih tangan istrinya yang terkepal di atas pangkuan tapi Raline langsung menyentaknya.

"Mas, kamu pikir aku bodoh?" Mata Raline memerah menahan tangis.

"Raline."

"Aku juga awalnya tidak mau mempercayainya. Siapa pula istri yang bisa menerima kenyataan kalau suaminya selingkuh dengan wanita lain?" Raline menghapus air mata y
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 75. Ironi Yang Sesungguhnya

    "Sebenarnya sampai kapan kurir makanan akan berdatangan?" keluh seorang pelayan yang sudah berulang kali pergi ke kamar Raline. "Aku tidak tahu. Sudah lima kali kita mengetuk kamar Nyonya. Tidak biasanya Nyonya seperti ini. Rasanya tidak mungkin juga Nyonya menghabiskan semua makanan ini. Sebenarnya kenapa?" rengeknya sambil memijit kaki. Setelah pembicaraan dengan Matthias usai, tak butuh waktu lama sampai kurir-kurir makanan datang menyerbu kediaman Baskara. Raline melihat dari jendela kamarnya, setiap kurir yang membawa makanannya. Rasanya ternyata jauh lebih menyenangkan daripada yang dia pikirkan. Tanpa sadar, dia tersenyum kecil lalu mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan. "Terima kasih, Matthias. Aku akan menikmati makannya," ketiknya sambil melampirkan foto makanan. Tak lama kemudian, Matthias membalasnya. "Anything for you, Sweetheart." Dengan emoticon love yang membuat Raline berdecak geli. Raline mulai memisahkan sebagian makanan yang tidak akan bisa dia

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 74. Tawaran Manis Matthias

    Raline menutup kamarnya pelan dan rapat. Hembusan napasnya terasa lebih berat. Sebisa mungkin menahan diri untuk tidak lagi menangis meskipun hati dan kepalanya saling bertolak belakang. Cukup lama Raline berdiam di belakang pintu. Sampai dirinya dikejutkan oleh suara dering ponsel. Wanita itu mengusap pipinya lalu beranjak mengambil ponsel yang tergeletak di atas kasur. Nama Mr. Reinhardt tertera di layar. "Halo, ada apa?" tanyanya tanpa basa basi. Di sebrang sana, Matthias tengah duduk sambil menatap pemandangan malam kota Jakarta dari jendela kamarnya. Sambil menggoyangkan gelas wine, Matthias baru saja keluar dari kamar mandi. Rambutnya masih basah. Dia hanya memakai jubah mandi. "Sayang... Kamu menangis?"Mendengar Matthias memanggilnya dengan sebutan 'sayang' dengan begitu alami, Raline jadi sadar bahwa kehidupannya penuh kemunafikan. Dia merasa marah dan terkhianati oleh Bima dan Gita, sementara dia juga melakukan hal yang hampir sama. Meski hubungannya dengan Matthias

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 73. Kesempurnaan Seorang Istri

    Melani hampir pingsan ketika Gita berikrar seperti itu. Tidak hanya Melani, wajah Bima pun seketika menegang dan ketakutan mulai merayap masuk ke dalam dirinya. Hanya Raline yang menatap semua kekacauan ini dengan ekspresi tenang meskipun hatinya bergemuruh hebat. Raline tahu bahwa kehidupan rumah tangganya tidak akan sama lagi, tapi tak pernah menyangka akan sekacau ini. Menangis pun tidak ada gunanya. Air matanya kering. Hatinya perlahan keras. Gadis dengan tampilan biasa saja, nyatanya bisa mengguncang keluarga Baskara sehebat ini hanya karena sebuah kehamilan. Luar biasa. "Kudengar usia kandunganmu sudah lima bulan, benar?" Semua orang menoleh ketika Raline mulai angkat suara. "Benar," jawab Gita. Ada aura intimidasi samar yang Gita rasakan saat menatap wajah cantiknya. Bagaimana pun, ketika Gita melihat Raline untuk pertama kali, wanita itu terlihat seperti seorang dewi. Tidak mengherankan kalau Bima tetap mempertahankannya sebagai istri meskipun sudah bertahun

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 72. Ancaman Gita

    Wajah Bima benar-benar pucat. Tubuhnya bergetar hebat dan akhirnya sadar apa kesalahannya. Bima terlalu ketakutan akan kehilangan Raline sampai tak sadar akalnya lah yang telah hilang. "Sayang..." Lagi-lagi Bima berusaha menyentuh istrinya tapi langsung ditepis. Raline menjauhkan diri. "Dan apa kamu pikir anak itu akan menyayangiku setelah tahu kalau ibunya ternyata disingkirkan dengan tidak adil? Kamu terlalu meremehkan semuanya, Bima. kamu sangat sombong."Sebagai anak yatim piatu, Raline sangat mengerti rasa sakit kehilangan orang tua. Anak itu tidak boleh kehilangan ibunya apapun yang terjadi. Raline cukup sadar untuk tidak berbuat gila seperti apa yang dipikirkan oleh Bima. Sekarang, Bima merasa semakin terpojok. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi meyakinkan sang istri dan meminta maaf padanya. Meskipun matanya menangis, tapi tatapan Raline begitu dingin seolah telah menghilangkan seluruh emosinya. Istrinya terasa semakin jauh sampai Bima takut setengah mati. Bahkan dia mer

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 71. Menggali Rasa Sakit

    "Tidak, Sayang. Tidak seperti itu. Semalam Mas cuma reflek saja karena panik. Mas tidak ada hubungan apapun dengan istrinya Romi."Bima berdiri di hadapan Raline, hendak meraih tangan istrinya yang terkepal di atas pangkuan tapi Raline langsung menyentaknya. "Mas, kamu pikir aku bodoh?" Mata Raline memerah menahan tangis. "Raline.""Aku juga awalnya tidak mau mempercayainya. Siapa pula istri yang bisa menerima kenyataan kalau suaminya selingkuh dengan wanita lain?" Raline menghapus air mata yang mengalir di pipinya. Dia berusaha keras menahan rasa sakit di hatinya. "Semuanya sudah jelas, Mas. Jangan mengelak lagi. Kamu dan Ibu, kalian mengkhianatiku, apa semuanya karena aku tidak bisa memiliki anak?"Bima terasa dipukul bertubi-tubi. Melihat istrinya begitu hancur di hadapannya, dia tidak berdaya. Dia ingin menyentuhnya, menenangkan hatinya, tapi dia merasa tak pantas melakukannya. Bima hanya bisa mengepalkan tangan. Tidak mengerti kenapa dia seperti ini kepada istrinya. "Bukan, Ra

  • Ketika Atasan Suamiku Menginginkanku   Bab 70. Bima yang Kelelahan

    "Oh, iya, soal penculikan Raline, bagaimana bisa Tuan Matthias menyelamatkannya?" Bastian bertanya karena benar-benar tidak tahu. Dan sebenarnya, Bima juga tidak tahu dengan jelas. Situasinya saat itu terlalu kacau, dia hanya berpikir yang penting Raline selamat. Bima bahkan lupa berterima kasih kepada Matthias. Namun, tentu saja rasa terima kasih Bima tak berarti apapun bagi Matthias, karena dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, yaitu kepercayaan Raline."Raline mengirimkan pesan berisi lokasi terkini ponselnya. Aku mengikutinya bersama tim keamanan proyek. Lagipula itu bukan pertama kalinya 'kita' mengalami kejadian besar."Matthias berbicara dengan santai. Memandang Bima yang terdiam. Akhirnya, Matthias kembali bercerita, memuaskan rasa penasaran Bastian yang menatapnya seperti anak anjing. "Sebelumnya, kita juga pernah tersesat dan terjebak hujan bersama," lanjut Matthias. "Benarkah?" Bima menyahut pertama. "Kenapa terkejut? Aku pikir Raline menceritakannya." Matthias

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status