Share

Bab 178

Author: Cathy
Sudut Pandang Ryan:

"Papa, pakai ini."

Aku berhenti mondar-mandir ketika Orson tiba-tiba berbicara. Dia memegang sepasang piama dan kaus, lalu menyodorkannya kepadaku.

"Aku penasaran bagaimana keadaan mamamu. Semoga dia dan bayinya baik-baik saja," jawabku tanpa berpikir.

"Mereka baik-baik saja, Papa. Bukannya tadi dokter sudah bilang? Mereka hanya perlu melakukan beberapa pemeriksaan, lalu Mama akan dipindahkan ke kamar VIP," kata Orson.

Aku mengembuskan napas lega mendengar perkataannya.

"Seri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 542

    Sudut Pandang Betty:Kami langsung menyerahkan sampel untuk tes DNA. Mereka mengatakan hasilnya akan keluar dalam seminggu, jadi kami semua sangat antusias menantikannya."Apa kamu bisa tinggal di rumah kami selama menunggu hasil tes DNA? Meski hasilnya belum keluar, Mama yakin kamu adalah Beatrice. Mama kangen sekali sama kamu dan ingin selalu bersamamu," pinta Trinity. Dia memintaku memanggilnya mama karena yakin aku adalah putrinya yang hilang."Maaf, Bu Trinity. Betty adalah istriku. Dia harus berada di sisiku. Aku nggak bisa membiarkannya ikut denganmu karena kita belum 100% yakin dia adalah putrimu yang hilang," kata Joseph dengan serius.Dia bangkit dari sofa di seberangku, lalu duduk di sampingku. Dia merangkul bahuku, seolah ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa aku tidak boleh meninggalkan sisinya."Aku ngerti, tapi tolong pahami kalau kami adalah keluarganya. Kami sudah lama terpisah darinya dan ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamanya," kata Mama.Aku tidak tah

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 541

    Sudut Pandang Betty:"Aku nggak mungkin salah. Dia Beatrice. Dia putriku," kata Bu Trinity sambil menangis dan menatapku.Dia segera berdiri dan menghampiriku. Pertama-tama, dia memeriksa tanda lahir di sisi kiri punggungku, lalu memelukku. Aku hampir tidak percaya dengan semua ini.Jika semua ini hanya mimpi, aku tidak ingin terbangun. Inilah kesempatanku untuk bersama orang yang selama ini sangat ingin kutemui.Aku tidak bisa bergerak saat dia memelukku, sementara Joseph hanya mengamati kami dalam diam."Pantas saja dia mirip banget sama Nenek Abigail. Dia kayak Bernard versi perempuan! Tante, mungkin dia memang sepupuku yang hilang. Bisa jadi dia Beatrice," kata Megan. Akhirnya, wanita menyebalkan itu mengakuinya juga."Apa aku perlu telepon Dante? Tunggu, gimana kamu bisa ketemu Joseph?" tanya ibu Megan.Dari suaranya, aku bisa mendengar bahwa dia juga terkejut. Aku sendiri sampai kehilangan kata-kata. Aku tidak tahu harus mengatakan apa."Kita harus memastikan semuanya lebih dulu.

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 540

    Sudut Pandang Betty:Aku baru saja bangun ketika Joseph memberitahuku bahwa Megan sedang menunggu di bawah.Awalnya, aku terkejut. Kenapa dia harus memberitahuku? Toh aku tahu wanita itu datang ke sini bukan karena diriku."Pengagummu datang pagi-pagi banget!" balasku kepada Joseph sambil mengerucutkan bibir.Aku perlahan turun dari tempat tidur, lalu meregangkan tubuh. Sebenarnya, aku masih ingin tidur, tetapi perutku sudah keroncongan. Aku mulai merasa lapar.Aku kesal karena Megan. Gara-gara dia, aku dan Joseph bertengkar kemarin. Sekarang, dia malah datang sepagi ini?Apa sebenarnya yang diinginkan wanita itu? Apa dia tidak akan berhenti sampai aku dan Joseph bercerai?"Pengagum? Kelihatannya dia nggak bakal menggangguku lagi," jawab Joseph sambil tersenyum.Aku spontan menoleh kepadanya. Ada maksud tertentu di balik perkataannya itu. Aku hanya berharap dia bisa menemukan cara untuk menghentikan semua ulah Megan.Beberapa saat kemudian, aku dan Joseph keluar kamar bersama. Dia mema

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 539

    Sudut Pandang Megan:Aku benar-benar tidak bisa menghindar lagi. Aku diseret oleh Mama dan Bibi. Mau tak mau, aku harus merendahkan diri dan meminta maaf kepada Betty. Aku berjanji tidak akan mengulangi perbuatanku lagi."Pak Joseph masih ada di rumah?" tanya Mama kepada para penjaga di gerbang.Joseph benar-benar membuatku kagum. Dia selalu memiliki begitu banyak penjaga di rumahnya. Padahal, kami sudah berada di kompleks perumahan para miliarder, tetapi sepertinya dia tidak memercayai para penjaga di gerbang utama kompleks. Dia masih mempekerjakan banyak penjaga di rumahnya sendiri.Tiba-tiba terlintas di pikiranku bahwa mungkin saja Joseph melakukan perbuatan ilegal. Dengan begitu banyak anak buah, dia terlihat seperti seorang gangster. Apa nyawanya sedang terancam sehingga dia harus menempatkan begitu banyak penjaga di rumahnya?"Silakan masuk, Nyonya. Tuan Joseph mungkin sebentar lagi akan turun," jawab penjaga itu dengan sopan kepada Mama. Dia membuka gerbang dan segera mempersil

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 538

    Sudut Pandang Megan:Di Rumah Keluarga Baskoro ...."Nggak. Aku nggak akan minta maaf padanya. Kenapa aku harus minta maaf? Aku nggak melakukan kesalahan apa pun!" protesku kepada Mama.Kami sedang berada di taman. Aku hendak berangkat ke sekolah, tetapi Mama menghentikanku dan mengatakan bahwa ada seseorang yang mengadukanku.Masalahnya adalah perbuatanku terhadap Betty dan Bernard kemarin. Aku sengaja memelintir percakapan mereka hingga maknanya berubah. Aku bahkan mengambil foto, mengarang cerita, lalu mengirimkannya kepada Joseph.Mungkin itulah sebabnya semua rekening bankku dibekukan. Joseph sudah mengadukanku kepada Papa, dan itu pula yang membuatnya marah. Sekarang, Mama malah menyuruhku pergi ke rumah Joseph untuk meminta maaf kepada istrinya."Coba renungkan sendiri kesalahanmu. Megan, sebenarnya kamu itu kenapa? Mama nggak pernah mendidikmu begini, 'kan? Kelakuanmu seperti tukang gosip. Kamu bahkan sampai menyeret sepupumu sendiri ke dalam masalah ini."Gimana kalau sepupumu

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 537

    "Kamu nggak tahu apa yang sedang kamu lakukan padaku sekarang, Betty. Cepat habiskan es krim sialan itu sebelum aku kehilangan kendali," kata Joseph.Aku memutar bola mata, lalu berkata sambil menggigit es krim itu lagi, "Itu masalahmu, bukan masalahku. Kamu juga mau ikut campur saat aku sedang makan es krim? Kamu benar-benar punya masalah serius, Joseph."Setelah itu, aku berhenti menikmati es krim itu. Joseph terlihat mulai kembali gelisah dan mungkin akan merebut es krimku.Joseph tidak menjawab, melainkan menghindari tatapanku dan berjalan menuju jendela. Dia menyibakkan tirai tebal, lalu menatap ke luar.Aku segera menghabiskan es krim kerucutku karena aku mulai mengantuk dan tiba-tiba ingin tidur. Aku memanggil Joseph, "Joseph, aku sudah selesai. Aku mau ke kamar mandi."Joseph merapikan tirai, lalu berjalan kembali menghampiriku.Aku melirik Joseph saat dia mendekat. Aku langsung mengernyitkan alis saat melihat tonjolan di celana pendeknya. Saat itu, aku baru menyadari alasan pe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status