Share

Bab 314

Author: Cathy
Sudut Pandang Trinity:

"Kamu nggak akan bisa lepas dari cengkeramanku sampai aku mengizinkannya. Kita masih punya urusan yang belum selesai. Kali ini, kamu nggak akan bisa melarikan diri dariku, Trinity," ujar Dante dengan nada serius.

"Apa yang sebenarnya kamu inginkan? Kenapa kamu berbuat seperti ini? Aku nggak pernah melakukan kesalahan apa pun padamu. Kenapa kamu membuatku menderita?" tanyaku dengan suara yang hampir berteriak.

Aku sudah tak mampu menahan emosiku lagi. Aku harus melawan agar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 337

    "Abigail, jangan salahkan dirimu sendiri. Ingat, nggak ada manusia yang sempurna. Kita semua pernah melakukan kesalahan. Apa pun kesalahan yang kita lakukan di masa lalu, kita masih bisa memperbaikinya. Kita bisa membereskan semua ini," kata Papa."Nggak. Semua ini salahku. Aku terlalu egois dan sama sekali nggak memikirkan akibat dari semua yang kulakukan. Aku yang membuat Orson dan Felicia menderita. Dulu aku yang memisahkan mereka," ujar Mama sambil menangis.Aku tidak tega melihatnya seperti itu.Mama adalah ibu yang baik. Ketika aku kembali berada di bawah pengasuhan mereka, dia selalu membuatku merasakan betapa besar kasih sayangnya kepadaku. Saat Felicia meninggalkan keluarga kami, seluruh kasih sayangnya tercurah kepadaku. Karena itu, melihatnya menderita seperti ini terasa sangat menyakitkan bagiku."Ma, Papa benar. Kita masih bisa memperbaiki semuanya. Jangan menyalahkan diri sendiri. Aku sudah bicara dengan Felicia. Dia bilang dia nggak marah sama Mama. Mama tahu sendiri bet

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 336

    Sudut Pandang Trinity:Aku melihat keterkejutan di wajah Mama dan Papa saat mendengar pertanyaanku. Mereka mungkin tidak menyangka aku akan menanyakan hal itu.Yah, meskipun Dante kembali membuat hatiku hancur, setidaknya aku tahu apa yang akan kulakukan ini adalah hal yang benar. Aku akan memberi tahu mereka bahwa Orson dan Felicia sudah punya anak.Tidak masalah kalau Felicia marah kepadaku setelah aku membocorkan rahasianya. Orang tuaku berhak tahu bahwa mereka sudah memiliki cucu. Orson juga berhak bertemu dengan anak-anaknya.Saat dalam perjalanan menuju vila tadi, aku sudah memikirkan untuk memberi tahu mereka tentang anak Felicia.Aku tidak peduli Felicia marah atau membenciku. Aku bahkan tidak berniat menemuinya lagi. Aku akan menghindari Felicia dan Dante."Kenapa kamu tanya begitu? Felicia sudah hampir dua tahun nggak bersama kita. Kita semua tahu dia dirawat dengan baik oleh keluarga kandungnya," kata Mama."Ya, sudah hampir dua tahun. Selama itu, dia nggak pernah sekali pun

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 335

    Sudut Pandang Trinity:"Dante bawa kamu ke mana? Aku mencarimu dari tadi. Kukira kamu sudah pergi."Aku sedang berjalan di tepi kolam renang ketika mendengar suara Felicia. Dia berjalan menghampiriku dengan senyum di wajahnya sambil mengatakan hal itu.Aku memaksakan senyum."Ke ruang hiburan. Aku sampai lupa waktu karena terlalu asyik mengobrol dengan Dante," kataku sambil menghindari tatapannya. Aku tidak berniat memberitahunya tentang apa yang terjadi antara aku dan Dante."Asyik? Serius? Sepertinya keponakanku sudah berubah. Biasanya dia sangat cuek pada wanita. Dia lebih suka menyendiri di perpustakaan daripada mengobrol dengan siapa pun. Syukurlah kalian bisa akrab," katanya.Aku terkejut. Sebenarnya, aku sama sekali tidak ingin mengobrol sekarang. Aku ingin sendirian. Aku ingin menangis seharian agar beban berat di hatiku sedikit berkurang."Felicia, sudah cukup sore. Mereka mungkin sedang mencariku sekarang. Aku memang baru mau berpamitan," kataku, mengalihkan pembicaraan.Dia

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 334

    Setelah mengenakan kembali pakaianku, aku berbalik menghadap Dante dengan santai.Dia duduk diam di sofa sementara tatapannya mengikuti setiap gerakanku. Aku merasa canggung, tetapi aku berusaha bersikap biasa saja di depannya."Aku berharap ini menjadi terakhir kalinya kita bertemu. Apa yang terjadi hari ini adalah sebuah kesalahan dan nggak seharusnya terjadi lagi," katanya setelah melihatku selesai berpakaian.Perkataannya bergema keras di telingaku. Kebahagiaan yang memenuhi hatiku seketika berubah menjadi rasa sakit yang luar biasa.Aku tidak menyangka akan mendengar perkataan seperti itu darinya setelah apa yang baru saja kami lakukan. Kupikir semuanya akan baik-baik saja di antara kami berdua, tetapi kenapa dia malah mengatakan hal seperti itu?Jadi semua usahaku sama sekali tidak berarti baginya? Apa aku hanya wanita yang bisa dia ajak berhubungan seks kapan pun kami sedang sama-sama menginginkannya?Kalau memang begitu, rasanya sakit sekali.Apa dia benar-benar tidak berniat m

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 333

    Aku sendiri tidak tahu dari mana keberanianku sampai bisa duduk di pangkuan Dante. Namun, saat ini aku hanya menginginkan satu hal, yaitu merasakan keberadaannya."Apa yang kamu lakukan? Kamu sadar apa yang sedang kamu lakukan sekarang, Trinity?" katanya.Aku melihat dia berkali-kali menelan ludah hingga jakunnya bergerak naik turun. Itu pertanda bahwa dia terpengaruh oleh caraku duduk di pangkuannya."Kenapa? Kamu terangsang? Aku memberimu kebebasan untuk melakukan apa pun yang kamu mau padaku," kataku dengan nada menggoda.Aku sama sekali tidak tahu bagaimana cara menggoda seorang pria, tetapi aku akan menggunakan pesona apa pun yang kumiliki untuk mendapatkan apa yang kuinginkan."Trinity, kumohon. Jangan lakukan sesuatu yang pada akhirnya akan kamu sesali. Pergilah selagi aku masih bisa menahan diri," katanya.Aku tahu dia sedang menahan diri, jadi tiba-tiba aku merasa semakin percaya diri bahwa ternyata aku mampu menggoda Dante."Kenapa kamu menahan diri kalau aku sendiri yang men

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 332

    Kalau apa yang baru saja kukatakan terdengar gila, aku sudah tidak peduli lagi. Yang kutahu hanyalah aku mencintai Dante dan aku akan melawan siapa pun demi dia, bahkan orang tuaku sendiri.Aku tidak akan seperti Orson yang tidak mampu memperjuangkan wanita yang dicintainya. Kami memang saudara, tetapi prinsip kami berbeda."Kamu sudah gila? Menikah denganmu? Kamu bercanda?" tanyanya.Aku menatapnya dengan serius."Ya. Aku nggak peduli apa yang kamu pikirkan. Kalau kamu ingin menebus semua yang sudah kamu lakukan padaku, nikahi aku. Hanya itu, nggak ada yang lain," kataku.Aku melihat ekspresinya berubah serius saat menatapku."Nggak, kita nggak bisa melakukan apa yang kamu inginkan. Maaf, tapi aku nggak bisa memberikan apa yang kamu minta," katanya.Rasanya seperti ada yang menusuk jantungku saat mendengar perkataannya. Hatiku belum siap menerima penolakan darinya."Aku yakin kamu tahu siapa aku, 'kan? Kamu juga tahu siapa dirimu? Kamu juga tahu kakakmu menolak Felicia karena nama bel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status