Compartilhar

Bab 34

Autor: Cathy
"Aku bingung." Aku akhirnya mengaku. "Dia hamil, dan aku malah menyuruhnya menyingkirkan bayi itu. Kembalinya Iris ... semuanya terjadi begitu tiba-tiba."

Ekspresi Mike berubah total, dari penasaran menjadi sangat serius. Aku bisa melihat frustrasi yang mulai mendidih di matanya saat dia menatapku tajam.

"Kamu tahu nggak, Bro?" katanya. "Kamu itu berengsek. Kamu mau membunuh anakmu sendiri? Apa kamu sudah gila?"

Kata-katanya menghantamku seperti pukulan fisik, membuat telingaku berdenging. Amara
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (1)
goodnovel comment avatar
Rika Widyastuti
Leonard sana Mike waras, kirain brengsek juga kek si Ryan dungu...
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 494

    Sudut Pandang Betty:Ke mana pun Joseph pergi, selalu ada wanita simpanan yang mengikutinya. Aku tidak akan terkejut kalau suatu hari nanti mengetahui bahwa dia sudah memiliki banyak anak. Yang tidak kupahami adalah, dari sekian banyak wanita di sekelilingnya, kenapa justru aku yang dia lamar?Dia bahkan rela mengeluarkan uang untuk membuatku setuju, padahal banyak wanita yang mengejarnya. Atau mungkin dia memang tidak menginginkan hubungan yang serius, karena dia tahu aku tidak akan mengejarnya dan tidak tergila-gila kepadanya."Nyonya, makanan sudah disajikan di ruang makan."Aku terkejut dan langsung menoleh ketika seseorang berbicara di sampingku. Sejak tadi mataku terpaku pada wanita yang nyaris memamerkan celana dalamnya hanya demi menarik perhatian Joseph. Dia benar-benar seperti lalat yang mengganggu."Kamu bikin kaget saja," keluhku.Pelayan itu membungkuk dan meminta maaf."Oh, maaf, Nyonya," katanya dengan gugup.Aku tak mampu menahan tawa."Kamu nggak perlu takut. Aku bukan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 493

    Sudut Pandang Betty:Setelah masuk ke kamar, aku tak mampu menahan senyum melihat betapa cantiknya ruangan ini.Semuanya berwarna merah muda, mulai dari tirai, tempat tidur, bahkan lantainya yang empuk. Ya, lantainya memang empuk karena karpetnya lebih tebal daripada lantai di rumah yang dulu kutinggali bersama Marissa.Aku berjalan perlahan menuju tempat tidur, lalu menyentuhnya. Senyumku semakin lebar ketika merasakan betapa lembutnya kasur itu. Namun, itu saja belum cukup. Aku bahkan sempat melompat-lompat di atas kasur sampai kelelahan. Setelah itu, aku berbaring dengan senyum yang masih menghiasi bibirku."Beginilah seharusnya hidup! Jadi seperti ini rasanya jadi orang kaya. Semua yang ada di sini bagus-bagus! Mungkin aku harus bersikap baik ke Joseph kalau ingin terus hidup mewah seperti ini."Aku berbaring cukup lama sambil melamun sampai akhirnya merasa mengantuk. Aku segera bangkit dan melihat sekeliling. Aku harus membersihkan diri sebelum tidur. Seharian berada di perjalanan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 492

    Sudut Pandang Betty:Apa yang baru saja kudengar? Istriku? Dia memanggilku "istriku" lagi?Astaga. Menakutkan sekali! Kalau dia terus memanggilku seperti itu, bisa-bisa dia benar-benar membuatku hamil.Pertanyaannya, apa aku benar-benar sanggup tidur dengannya hanya untuk menjalankan peranku sebagai istri? Mungkin tidak. Hanya memikirkan apa yang dia lakukan dengan wanita-wanita yang pernah ditidurinya saja tiba-tiba aku merasa takut."Ayo. Makan malam dulu, baru tidur," katanya sambil berbalik.Aku tidak punya pilihan selain mengikutinya. Dia menyuruhku makan. Mana mungkin aku menolak tawaran seperti itu?Sambil mengikuti Joseph, aku tak mampu menahan diri untuk mengagumi sekelilingku.Tempat ini sangat besar. Vila Keluarga Makuta saja sudah luar biasa, tetapi rumah ini jauh lebih mengagumkan.Apa rumah ini milik Joseph? Kalau iya, berarti dia pasti sangat kaya sampai mampu memiliki rumah semewah ini. Bahkan dekorasinya saja terlihat sangat mahal.Astaga, bahkan tangganya! Tangga itu

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 491

    Sudut Pandang Betty:"Masih berapa jam lagi sebelum sampai di Kota Marina?" tanyaku.Aku mulai bosan. Ini memang pertama kalinya aku melakukan perjalanan selama berjam-jam, jadi aku sudah menduga akan merasa bosan."Enam jam lagi," jawabnya.Aku menoleh ke arahnya."Enam jam? Lama banget! Enam jam duduk di sini tanpa melakukan apa pun. Huh, ini benar-benar menyebalkan," keluhku sambil menyandarkan tubuh ke kursi yang empuk."Cari hiburan saja. Main ponsel atau tidur. Kita akan mampir dulu di suatu tempat, mungkin kita baru sampai di Kota Marina malam ini," jawabnya dengan santai.Aku tidak punya pilihan selain melihat ke luar jendela.Perjalanan ini terasa sangat lama. Itu berarti aku harus terjebak lebih lama di dalam mobil bersamanya. Tiba-tiba, aku khawatir sifat pemarahnya akan menular kepadaku."Pinjam ponselmu," kataku. Dia menatapku dengan heran."Aku nggak punya ponsel, jadi pinjamkan ponselmu," desakku.Dia mengernyit. "Kamu nggak punya ponsel? Kamu dari planet mana? Mungkin c

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 490

    Sudut Pandang Betty:Aku tidak mengalihkan pandangan dari Joseph selama dia memesan makanan.Dia begitu menonjol di tengah kerumunan hanya dari caranya membawa diri. Aku sendiri tidak tahu apakah aku benar-benar beruntung mendapatkannya atau tidak. Dia baik, bahkan dia memesan ulang makanan yang tadinya ingin kusisihkan untuk perjalanan kami.Saat berada di kasir, aku melihatnya berbicara kepada kasir sambil menunjuk ke arahku. Aku tak mampu menahan diri untuk mengernyit. Kenapa dia menunjuk ke arahku?Aku baru saja hendak berdiri dan menghampirinya karena penasaran, tetapi dia sudah berjalan kembali ke meja kami. Sepertinya dia sudah selesai memesan. Ekspresinya tetap serius sepanjang perjalanan kembali ke meja."Sudah?" tanyaku, menirukan nada bicaranya ketika tadi dia menanyakan apakah aku sudah selesai memesan."Tiga puluh menit," jawabnya sambil mengusap sudut mulutku.Aku langsung membeku. Sentuhan sederhana itu membuat seluruh tubuhku seperti tersengat listrik."Kamu berantakan

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 489

    Sudut Pandang Betty:Aku tetap berada di sisi Joseph sampai makanan kami datang. Tidak masalah, karena kami memang hanya datang untuk makan dan tidak melakukan hal lain."Kamu sanggup menghabiskan semua itu?" tanyanya.Ada banyak sekali makanan di meja kami, tetapi dia sepertinya sama sekali tidak berniat makan. Dia bersandar di kursinya dengan tangan terlipat di dada sambil menatap wajahku.Anak buahnya sudah mulai makan. Aku sengaja memesan banyak makanan untuk mereka karena tubuh mereka besar. Aku tahu mereka makan lebih banyak daripada kebanyakan orang."Ini untuk kita berdua. Kenapa kamu nggak makan?" tanyaku sambil menaruh makanan di depannya.Dia hanya mendengus sambil melihat ke sekeliling."Aku nggak makan makanan seperti ini. Aku datang cuma karena kamu mau makan. Jadi, cepat makan karena habis ini kita langsung pergi," jawabnya dengan tidak sabar.Aku berusaha menahan diri agar tidak mendengus. Terserah saja kalau dia mau marah dan langsung pergi. Aku masih ingin menghabiska

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status