Share

Bab 34

Penulis: Cathy
"Aku bingung." Aku akhirnya mengaku. "Dia hamil, dan aku malah menyuruhnya menyingkirkan bayi itu. Kembalinya Iris ... semuanya terjadi begitu tiba-tiba."

Ekspresi Mike berubah total, dari penasaran menjadi sangat serius. Aku bisa melihat frustrasi yang mulai mendidih di matanya saat dia menatapku tajam.

"Kamu tahu nggak, Bro?" katanya. "Kamu itu berengsek. Kamu mau membunuh anakmu sendiri? Apa kamu sudah gila?"

Kata-katanya menghantamku seperti pukulan fisik, membuat telingaku berdenging. Amara
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Rika Widyastuti
Leonard sana Mike waras, kirain brengsek juga kek si Ryan dungu...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 449

    Setelah Dante pergi, Dorothy datang untuk membantuku mengurus kepulangan dari rumah sakit.Meski sangat mencemaskan apa yang akan terjadi dalam pertemuannya dengan Mindy, aku hanya bisa berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk, suami dan anak-anakku selamat, dan hari ini menjadi hari terakhir aku harus diliputi kecemasan.Aku meninggalkan rumah sakit tepat pukul sepuluh pagi. Begitu mobil mulai melaju, kegelisahan langsung menyergapku.Saat ini, Dante mungkin sedang bernegosiasi dengan Mindy. Aku berharap semuanya berjalan lancar dan tidak ada seorang pun yang terluka.Aku terus menggenggam ponsel sambil menunggu telepon darinya. Aku tidak bisa tenang selama belum mendapat kabar dan tidak akan berhenti khawatir sampai mengetahui keadaan suami serta anak-anakku."Ma, Papa sudah menelepon?" tanyaku.Mama Abigail duduk di sampingku di kursi belakang. Aku berada di tengah, diapit olehnya dan Dorothy."Dia menelepon waktu sedang dalam perjalanan bersama Dante untuk menyerahkan uangnya. Set

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 448

    Karena kehamilanku berisiko tinggi, aku tidak punya pilihan selain setuju untuk tetap dirawat di rumah sakit.Dokter perlu memantau kondisiku. Jadi, meskipun aku sangat mencemaskan si kembar, aku harus berusaha mengalihkan pikiran dan menghindari segala sesuatu yang bisa membahayakan kehamilanku.Aku hanya bisa berpegang pada janji Dante bahwa dia akan membawa si kembar kembali kepadaku secepat mungkin.Mama Abigail ditugaskan untuk menjagaku di rumah sakit, sedangkan Dorothy datang menjenguk setiap kali ada kesempatan. Dia tidak bisa terus berada di sini karena mamanya, Avery, juga membutuhkannya.Dante juga tidak bisa menemaniku. Dia masih mengatur pertemuan dengan Mindy yang akan berlangsung besok dan Papa Ryan membantunya. Setidaknya, hal itu sedikit meredakan kekhawatiranku.Aku percaya mereka akan membawa si kembar pulang besok. Aku hanya berharap mereka kembali dalam keadaan selamat tanpa terluka sedikit pun.Pada akhirnya, proses persalinan Felicia berjalan lancar. Sama seperti

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 447

    Aku membiarkan Dante menghadapi perempuan gila yang telah menculik anak-anak kami. Aku terlalu emosional untuk menerima kenyataan bahwa si kembar mungkin tidak akan segera kembali kepadaku."Kalau sampai terjadi sesuatu pada anak-anakku, aku akan membunuhmu, Mindy. Ingat kata-kataku," ujar Dante nyaris berteriak ke telepon, matanya memerah karena murka.Mama Abigail hanya memelukku erat, berusaha menenangkanku di tengah kekacauan perasaanku."Jangan khawatir, Sayang. Nggak akan terjadi sesuatu yang buruk pada mereka. Kita akan membawa anak-anak kembali. Kamu harus percaya itu," kata Mama Abigail.Air mataku terus mengalir. Aku tidak sanggup menerima kemungkinan bahwa kami akan kehilangan mereka selamanya."Ma, apa salahku? Kenapa semua ini terjadi padaku? Kenapa masalahku nggak pernah berhenti? Apa Tuhan marah kepadaku? Apa ini hukuman dari-Nya?" tanyaku sambil menangis.Mama Abigail langsung menggeleng. Dia menghapus air mataku sambil menatapku dengan lembut."Jangan bicara seperti it

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 446

    "Bawa pulang anak-anakku. Bawa mereka pulang ...."Aku terus mengulang kalimat itu sambil menunggu Dante kembali.Dia sedang mengoordinasikan pencarian si kembar dan kedua pengasuh mereka. Kamera pengawas merekam kedua pengasuh itu membawa si kembar masuk ke sebuah mobil hitam. Kami sudah melaporkannya kepada polisi dan mereka sedang melakukan penyelidikan."Trinity, tenanglah. Kamu harus beristirahat. Papamu dan Dante sedang mencari cara untuk membawa anak-anak kembali dari orang yang menculik mereka," kata Mama Abigail sambil berusaha menenangkanku.Namun, usahanya tidak berhasil. Anak-anak kami hilang dan sampai sekarang masih belum ada kabar tentang keberadaan mereka.Aku tidak pernah membayangkan hari yang seharusnya menjadi salah satu hari paling membahagiakan dalam hidupku justru berubah menjadi mimpi buruk. Aku juga tidak pernah menyangka pengasuh yang selama ini menjaga si kembar ternyata adalah penculik. Apa pun alasan mereka, semuanya masih belum jelas karena mereka bahkan b

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 445

    "Nggak apa-apa, Sayang. Kami yang akan mengurus Felicia. Lanjutkan saja pestanya. Tamu kalian banyak sekali, sayang kalau ditinggalkan," kata Mama.Aku mengangguk tanpa berpikir panjang. Kemudian, aku merasakan Dante menggenggam tanganku erat dan menoleh ke arahnya."Jangan khawatir, Sayang. Ini anak keempat mereka, jadi nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Felicia sudah seperti ahli dalam urusan melahirkan sekarang," katanya sambil tersenyum.Aku tak kuasa tertawa.Ada benarnya juga. Ini anak keempat Felicia. Apa yang perlu ditakutkan? Rasanya seperti perayaan ganda. Pernikahanku berlangsung pada malam yang sama dengan kelahiran anak keempat Felicia.Entah kenapa, aku jadi ingin mengejar mereka dan memiliki anak sebanyak Orson dan Felicia. Sepertinya aku benar-benar harus membujuk Dante agar tidak terlalu sering pulang larut malam supaya kami bisa segera mulai berusaha memiliki anak lagi.Semua tamu menikmati pesta resepsi. Kebahagiaanku semakin bertambah ketika Mama Abigail menelepon

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 444

    "Sekarang, pengantin pria dipersilakan mencium pengantin wanita!" ujar pendeta dalam upacara pernikahan kami.Hari-hari berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin Dante melamarku, tetapi sekarang kami sudah kembali berdiri di depan altar, mengucapkan janji pernikahan dan berjanji untuk tetap bersama dalam suka maupun duka.Aku sudah melepaskan semua kenangan menyakitkan di antara kami. Aku sudah memaafkannya dan tidak ingin terus memikirkan masa lalu.Aku hanya ingin bersamanya dan memiliki keluarga yang utuh. Tidak ada yang lebih penting daripada keluarga kami dan orang-orang yang kami cintai.Aku merasakan bibir Dante perlahan menyentuh bibirku. Aku bahkan sudah tidak ingat berapa kali kami berciuman sampai sekarang, tetapi bibirnya masih terasa semanis dulu. Aku benar-benar bahagia.Saat Dante akhirnya menjauhkan wajahnya, semua orang langsung bertepuk tangan. Para tamu dan keluarga kami ikut bersorak. Senyum menghiasi setiap wajah dan semua mata tertuju kepada kami."Aku mencintaim

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status