แชร์

Bab 34

ผู้เขียน: Cathy
"Aku bingung." Aku akhirnya mengaku. "Dia hamil, dan aku malah menyuruhnya menyingkirkan bayi itu. Kembalinya Iris ... semuanya terjadi begitu tiba-tiba."

Ekspresi Mike berubah total, dari penasaran menjadi sangat serius. Aku bisa melihat frustrasi yang mulai mendidih di matanya saat dia menatapku tajam.

"Kamu tahu nggak, Bro?" katanya. "Kamu itu berengsek. Kamu mau membunuh anakmu sendiri? Apa kamu sudah gila?"

Kata-katanya menghantamku seperti pukulan fisik, membuat telingaku berdenging. Amara
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Rika Widyastuti
Leonard sana Mike waras, kirain brengsek juga kek si Ryan dungu...
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 477

    "Ya Tuhan, aku benar-benar nggak menyangka kamu akan mengambil keputusan seperti itu. Kenapa waktu itu kamu nggak kasih tahu aku? Betty, kita ini teman. Kenapa kamu merahasiakannya dariku?" kata Natalie dengan cemas.Tangisku justru semakin menjadi-jadi. Aku duduk di ranjang kayu sambil menutupi wajah dengan kedua tangan.Ya, aku memang bodoh!Aku bodoh karena terbawa emosi saat itu dan langsung menerima tawaran Joseph!"Aku nggak tahu, Natalie! Yang kutahu saat itu, aku nggak punya pilihan selain menerimanya. Aku benar-benar membutuhkan uang dan dia langsung memberikannya padaku.""Aku bahkan nggak sempat berpikir karena saat itu yang kuinginkan hanyalah membawa jenazah Ibu keluar dari rumah sakit dan melunasi tagihannya," isakku.Baru sekarang aku menyadari betapa gegabahnya tindakanku sampai bisa menghancurkan hidupku sendiri."Dia bajingan! Dia selalu punya cara untuk mendapatkan wanita mana pun yang ingin dipermainkannya! Joseph itu jahat!" kata Natalie dengan marah."Sudahlah! Se

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 476

    Aku akhirnya sama sekali tidak jadi membersihkan rumah karena yang kulakukan hanyalah menangis.Aku seperti anak kecil yang tiba-tiba kehilangan mainan kesayangannya. Aku ingin melampiaskan kemarahanku kepada Ibu. Selama bertahun-tahun, dia membuatku memercayai sebuah kebohongan besar!Dia tidak pernah memberiku kesempatan untuk hidup bersama keluarga kandungku. Apa pun yang telah hilang dariku karena perbuatannya, semuanya tidak akan pernah bisa kudapatkan kembali.Pantas saja begitu banyak orang mengatakan aku tidak mirip dengannya.Aku memang bukan putri kandungnya. Tidak ada hubungan darah di antara kami.Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi. Dia sudah meninggal, sementara aku bahkan tidak tahu harus mulai dari mana untuk mencari keluarga kandungku.Aku tidak tahu apakah selama ini mereka mencariku. Aku tidak tahu siapa mereka. Bahkan nama mereka pun tidak kuketahui.Tidak peduli seberapa keras aku menggeledah isi kotak itu, aku tidak menemukan satu pun petunjuk mengen

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 475

    Hari-hari berlalu dengan cepat. Ibu sudah dimakamkan dengan layak, persis seperti yang dikatakan Joseph saat terakhir kali kami bertemu.Kehilangannya memang sangat berat, tetapi aku tidak punya pilihan selain menerima kenyataan.Beberapa hari lagi, perkuliahan akan dimulai kembali. Terlepas dari semua yang telah terjadi, aku tetap berniat kembali kuliah. Lagi pula, salah satu keinginan Ibu semasa hidup adalah melihatku lulus. Aku bertekad mewujudkannya meskipun sekarang aku sudah terikat dengan Joseph.Sejak mengantarku ke kapel, Joseph tidak pernah muncul lagi.Diam-diam aku berharap dia sudah melupakan kesepakatan kami karena sampai sekarang aku masih tidak bisa membayangkan diriku menjadi istrinya dalam arti yang sesungguhnya. Aku takut membayangkan apa yang akan terjadi kepadaku ketika tiba saatnya menjalankan peran tersebut.Aku juga tidak mendengar kabar apa pun tentang Aaron.Terakhir kali Rain memberitahuku, Aaron sudah berada di Amestria untuk melanjutkan kuliah. Aku baru bis

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 474

    Aku bahkan tidak repot-repot membaca kontrak yang hendak kutandatangani.Bagiku, semuanya tidak masalah. Apa pun yang tertulis di dalamnya, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Aku membutuhkan uang, jadi aku tidak berada dalam posisi untuk mengeluh."Selamat! Saya akan segera mendaftarkan surat nikah kalian ke kantor catatan sipil agar pernikahan kalian sah secara hukum," kata pengacara itu sambil tersenyum dan memasukkan dokumen yang baru saja kutandatangani ke dalam sebuah amplop.Aku refleks menatap Joseph."Aku sudah kasih kamu kesempatan untuk membaca semuanya sebelum menandatanganinya, tapi kamu sendiri yang nggak mau! Sekarang kamu sudah menandatanganinya dan nggak bisa menariknya kembali," katanya."Surat nikah? Itu yang baru saja kutandatangani?" tanyaku bingung."Ya. Salah satu dokumen yang kamu tandatangani adalah surat nikah kita, bersama dengan perjanjian pernikahan yang harus kamu patuhi selama kita bersama. Jangan khawatir. Kalau nantinya aku merasa kita nggak cocok, aku

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 473

    "Maaf aku nggak bisa menepati janjiku untuk menjauhinya. Belakangan ini aku menghadapi banyak masalah dan aku membutuhkan bantuan Aaron," kataku.Sebenarnya, perlahan-lahan aku mulai kehilangan harapan. Hari sudah larut, tetapi aku masih belum berhasil mendapatkan uang sedikit pun untuk membawa jenazah Ibu keluar dari rumah sakit. Aku ingin menyerah. Semangatku benar-benar mulai runtuh."Berapa? Berapa banyak uang yang kamu butuhkan agar berhenti menemuinya dan nggak pernah berbicara dengannya lagi?" tanyanya.Aku menatapnya."A ... apa maksudmu?" tanyaku pelan."Aku bisa memberikan semua yang kamu butuhkan hanya dengan menjentikkan jari, Betty! Kamu butuh uang? Aku punya! Tapi aku nggak akan memberikannya secara cuma-cuma. Ada harga yang harus kamu bayar," jawabnya.Aku langsung merasa gugup. Aku tidak sebodoh itu sampai tidak memahami maksud perkataannya."Tawaranku masih berlaku, Betty. Kalau kamu menyetujuinya sekarang, kamu bisa membawa jenazah ibumu keluar dari rumah sakit dan me

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 472

    "Ya ampun! Siapa pria tampan itu?" seru Rain.Rupanya dia juga melihat Joseph yang berdiri di luar salon. Aaron menoleh ke arah sana dan tampak terkejut ketika melihat saudara tirinya berdiri di sana."Itu Joseph! Mau apa dia?" gumam Aaron sebelum buru-buru keluar dari salon.Aku mengikutinya dengan linglung."Joseph! Kamu mengejutkanku! Sedang apa kamu di salon? Mau potong rambut? Manikur? Pedikur?" goda Aaron.Aku tiba-tiba merasa gugup, terutama ketika melihat tatapan penuh amarah yang diarahkan Joseph kepadanya."Kalau kamu sendiri? Sedang apa kamu di salon? Apa kamu lupa nanti kamu harus terbang ke Amestria dan perlu bersiap-siap?" balas Joseph dengan serius.Aku spontan menatap Aaron.'Dia akan terbang ke Amestria? Kalau begitu, apa dia masih bisa membantuku?'Memikirkan hal itu, hatiku mendadak terasa berat."Siapa bilang aku setuju untuk pergi? Aku nggak akan meninggalkan negara ini. Aku akan tetap kuliah di sini sampai lulus!" jawab Aaron.Joseph langsung menyeringai. "Benarka

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status