Share

Bab 426

Author: Cathy
Sudut Pandang Trinity:

"Serius, Dante. Sebentar saja," kataku ketika melihat tatapannya yang penuh hasrat.

Aku bahkan belum pulih sepenuhnya, tetapi sekarang dia sudah menginginkan lebih.

"Ayolah, Sayang. Kumohon, sekali saja. Aku janji nggak bakal lama," katanya.

Aku meringis. Sekali saja? Aku tahu taktiknya. Dia tidak pernah berhenti setelah sekali. Dia tidak akan berhenti sampai benar-benar kehabisan tenaga.

"Nggak. Ini sudah hampir siang. Aku mau lihat si kembar. Mereka mungkin mencariku," s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 429

    Sudut Pandang Trinity:"Kamu cuma jual mahal. Kamu sengaja bikin aku terus mengejarmu karena tahu aku nggak punya pilihan selain terus mendekatimu," kata Carlos dengan marah sambil berjalan cepat menuju pintu kantor.Dia melihat sekeliling sebelum menutup dan mengunci pintu, lalu berjalan menghampiriku."Ka ... kamu mau apa? Carlos, berhenti. Ini nggak lucu," kataku dengan marah sambil mundur perlahan.Dia malah menyeringai. Amarah masih membara di matanya. Carlos benar-benar berbeda dari biasanya. Ekspresi lembutnya sudah tergantikan oleh tatapan penuh kekejaman. Aku sampai merasa takut padanya."Kenapa kamu harus membuat semuanya begitu sulit? Kamu juga sudah pernah berhubungan intim, tapi masih bersikap seolah masih perawan. Dante sudah berkali-kali menyentuhmu, tapi kalau aku yang mendekat, kamu malah jijik?""Aku harus melakukan apa lagi, Trinity? Apa lagi yang harus kulakukan agar kamu jatuh cinta padaku?" bentaknya.Air mataku tak terbendung lagi."Kamu nggak pantas bersikap ang

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 428

    Sudut Pandang Trinity:Waktu berlalu begitu cepat. Dante tidak jadi datang sore itu seperti yang dia janjikan. Mau tak mau, aku merasa sedih. Anak-anak dan aku berharap bisa menghabiskan waktu bersamanya meski hanya sebentar, tetapi itu tidak pernah terjadi.Tiba-tiba, dia menelepon dan mengatakan bahwa dia harus menemui seseorang yang penting di Vistablanc. Aku tidak bisa menahan rasa cemburu, berpikir bahwa dia sebenarnya hanya ingin menemui Mindy.Siapa lagi yang begitu penting baginya di sana? Dia tidak punya kerabat di kota itu. Dulu ketika kami masih tinggal di sana, yang selalu menjadi fokusnya hanyalah bisnis dan wanita itu.Meski begitu, hidup terus berjalan. Aku kembali bekerja di kantor, sementara Carlos tidak pernah berhenti berusaha mendekatiku. Dia bilang tidak akan berhenti sampai aku menerimanya. Itu adalah sesuatu yang mustahil terjadi karena aku masih menginginkan Dante."Selamat pagi, Trinity."Aku sedang sibuk di depan komputer ketika mendengar suara Carlos. Dia ber

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 427

    Sudut Pandang Trinity:Aku dan Dante berada di kamar selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya keluar. Aku merasa lega karena Mama belum pulang dan tidak mengetahui bahwa Dante menghabiskan sepanjang malam di kamarku."Jadi, apa rencanamu? Kamu mau pergi?" tanyaku kepada Dante saat kami duduk di meja untuk sarapan. Saat ini sebenarnya sudah waktunya makan siang. Waktu bahkan sudah menunjukkan pukul 11 siang."Kalau kamu nggak mau aku pergi, aku bisa tetap di sini menemanimu selama yang kamu mau," jawabnya sambil tersenyum.Aku terdiam. Andai saja bisa seperti itu. Namun, aku masih ragu. Memang sesuatu telah terjadi di antara kami, tetapi itu bukan berarti kepercayaanku kepadanya sudah kembali. Semuanya tidak semudah itu."Diamnya kamu itu berarti iya?" tanyanya sambil tersenyum.Aku tertegun dan menggeleng."Enak saja. Kita hanya berhubungan intim. Bukan berarti kepercayaanku padamu sudah pulih," bantahku dengan jantung berdebar kencang.Hatiku juga menolak perkataannya. Yang terjadi

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 426

    Sudut Pandang Trinity:"Serius, Dante. Sebentar saja," kataku ketika melihat tatapannya yang penuh hasrat.Aku bahkan belum pulih sepenuhnya, tetapi sekarang dia sudah menginginkan lebih."Ayolah, Sayang. Kumohon, sekali saja. Aku janji nggak bakal lama," katanya.Aku meringis. Sekali saja? Aku tahu taktiknya. Dia tidak pernah berhenti setelah sekali. Dia tidak akan berhenti sampai benar-benar kehabisan tenaga."Nggak. Ini sudah hampir siang. Aku mau lihat si kembar. Mereka mungkin mencariku," sahutku. Saat aku mencoba berdiri, dia menahanku, lalu menempelkan bibirnya ke bibirku.Awalnya, ciuman itu lembut. Namun tak lama kemudian, ciuman itu berubah menjadi penuh gairah. Tangannya semakin berani menjelajahi tubuhku hingga akhirnya menyentuh payudaraku."Ugh ... kamu ini ...." Aku mencoba protes, tetapi ketika tangannya menyentuh bagian intimku dan mencubit klitorisku, erangan lolos dari bibirku.Dasar tidak tahu malu. Dia sengaja mempercepat semuanya demi mendapatkan apa yang diingink

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 425

    Malam begitu sunyi, meski sebenarnya hari sudah menjelang pagi ketika Dante akhirnya berhenti. Aku berbaring sambil melamun, berusaha memahami kebodohanku sendiri.Aku kembali menyerahkan diriku kepada Dante. Dia bahkan bercinta denganku berkali-kali sebelum akhirnya kelelahan dan tertidur di sampingku dengan wajah bahagia.Dia langsung terlelap, tetapi bagaimana denganku? Meski tubuhku kelelahan, aku sama sekali tidak mengantuk. Entah kenapa aku hanya terus melamun. Rasanya membuat frustrasi.Bisa kembali bersamanya memang terasa luar biasa karena aku mencintai Dante. Namun, aku tidak tahu apa konsekuensi dari kelemahanku ini nantinya.Seluruh tubuhku terasa lelah. Tubuhku pegal-pegal dan pinggangku terasa nyeri.Memalukan sekali. Apa aku masih punya muka untuk bertemu orang tuaku? Atau orang-orang yang mengenalku?Berkali-kali aku berjanji kepada diri sendiri bahwa aku tidak akan kembali bersama Dante, tetapi pada akhirnya hal ini tetap terjadi. Hanya dengan satu sentuhan darinya, ak

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 424

    "Emmhh, Dan ...." Aku tak kuasa menahan desahan saat Dante bergantian memainkan kedua putingku. Dia seakan tidak pernah bosan, seperti bayi kehausan yang mengisap kedua puncaknya secara bergantian."Ya, desahkan namaku, Sayang," katanya seraya menyelipkan tangan ke dalam celana piyamaku.Aku tahu apa yang ingin dia lakukan, jadi aku segera mencengkeram pergelangan tangannya dan menatap matanya."Jangan di sini. Nanti ada yang melihat kita. Memalukan," kataku.Apa yang dia lakukan benar-benar membuatku kehilangan kendali dan aku ingin melanjutkannya. Malam ini, aku ingin merasakan dirinya di dalam tubuhku. Aku ingin bersamanya, meski hanya sesaat.Dia langsung mengerti dan menurunkan kembali blusku. Dia melihat sekeliling sambil tersenyum."Aku mengerti. Maaf, tadi aku sampai lupa diri. Ayo kita pergi ke tempat yang nggak akan terlihat oleh siapa pun," katanya sambil menggendongku.Aku tidak menolak. Aku melingkarkan kedua tangan di lehernya saat dia berjalan menuju mansion.Aku lega ka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status